04 Februari 2020

Hiperemesis Gravidarum, Penyakit yang Bikin Morning Sickness Akut

Hiperemesis gravidarum merupakan kondisi medis yang membingungkan.

Hiperemesis gravidarum sempat menjadi berita utama karena menyebabkan komedian Amy Schumer membatalkan pertunjukan pada tahun 2018.

Keadaan ini juga membuat Duchess of Cambridge masuk rumah sakit selama kehamilan.

Para ilmuwan belum sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan hiperemesis gravidarum dan banyak orang, termasuk beberapa profesional medis, mengabaikan gejalanya.

Bedanya dengan Morning Sickness

Morning Sickness Akut Jangan-Jangan, Terkena Hiperemesis Gravidarum! 01.jpg
Foto: Morning Sickness Akut Jangan-Jangan, Terkena Hiperemesis Gravidarum! 01.jpg

Foto: pixabay.com

Sangat umum untuk merasa sakit ketika hamil muda. Mayoritas wanita hamil merasa mual selama trimester pertama.

Tetapi jika mual dan muntah bertahan bertahan sampai lewat trimester pertama, atau mengganggu proses makan dan minum, serta menyebabkan Moms kehilangan lebih dari 5 persen dari berat badan sebelum hamil, maka Moms mungkin mengalami hiperemesis.

Sebenarnya, morning sickness bisa diobati dengan makanan kecil, makanan hambar, dan menghindari makanan berbau tertentu.

Beberapa studi menunjukkan bahwa makan jahe, baik sebagai sirup, permen, atau cookies, mungkin meringankan mual.

Dikutip dari International Journal of Women's Health, kriteria standar untuk diagnosis hiperemesis, jadi dokter biasanya akan mengesampingkan kondisi lain, seperti infeksi, masalah kandung empedu atau masalah pencernaan terlebih dahulu.

Wanita berisiko lebih besar terkena hiperemesis gravidarum jika ibu atau saudara perempuan mereka memilikinya, atau jika mereka memiliki riwayat migrain atau mabuk perjalanan.

Baca Juga: Rachel Vennya Diopname di Kehamilan Kedua, Mual dan Muntah Berlebihan Saat Hamil Bisa Berisiko Bagi Janin?

Tangani Sedini Mungkin

Morning Sickness Akut Jangan-Jangan, Terkena Hiperemesis Gravidarum! 02.jpg
Foto: Morning Sickness Akut Jangan-Jangan, Terkena Hiperemesis Gravidarum! 02.jpg

Foto: pixabay.com

Carilah bantuan dokter kandungan sedini mungkin, sebelum Moms kekurangan nutrisi.

Kimber MacGibbon, RN, salah satu pendiri HER Foundation mengatakan penanganan secepat mungkin bisa meredakan efek buruk dari hiperemesis gravidarum.

“Secara keseluruhan, kami menemukan bahwa ibu yang mendapatkan perawatan untuk hiperemesis gravidarum membaik kondisinya. Mereka memiliki lebih sedikit komplikasi, anak-anak juga tidak memiliki masalah yang parah,” katanya

Mengonsumsi obat anti mual segera setelah Moms tidak dapat makan atau minum dapat mencegah gejala menjadi tambah serius.

Tetap terhidrasi dengan minum cairan apa pun yang dapat sangat penting. Bukan hanya untuk mencegah dehidrasi, tapi juga untuk mencegah hiperemesis gravidarum jadi lebih parah.

Muntah dan kelaparan dapat menghabiskan asupan vitamin B dalam tubuh. Sementaram kekurangan vitamin B6 sendiri dapat memperburuk mual.

Kekurangan vitamin B1 menyebabkan hilangnya nafsu makan, kebingungan, dan kelemahan otot, serta efek jangka panjang yang serius.

Dokter menyarankan agar wanita memulai vitamin prenatal sekitar tiga bulan sebelum pembuahan sehingga tubuh mereka sepenuhnya siap.

Jika tidak bisa mengonsumsi vitamin prenatal atau makanan yang mengandung vitamin B, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, daging atau sereal, konsultasikan dengan dokter.

Baca Juga: Terbiasa Muntah Setelah Makan? Bisa Jadi Ini 3 Penyebabnya!

Cari Dokter yang Tepat

Morning Sickness Akut Jangan-Jangan, Terkena Hiperemesis Gravidarum! 03.jpg
Foto: Morning Sickness Akut Jangan-Jangan, Terkena Hiperemesis Gravidarum! 03.jpg

Foto: pixabay.com

Cari dokter yang berpengalaman dalam kehamilan berisiko tinggi dan hiperemesis.

Dokter dapat meresepkan beberapa obat untuk mengurangi mual dan muntah yang aman untuk dikonsumsi selama kehamilan, termasuk antasida tertentu, antihistamin dan anti-emetik.

Vitamin B6 saja, atau dikombinasikan dengan antihistamin doxylamine dalam obat yang disebut diclegis, adalah pertolongan pertama yang umum.

Zofran (ondansetron), yang bekerja pada pusat mual di otak, adalah obat lain yang sering diresepkan, dan dapat ditelan atau disuntikkan.

Itulah penjelasan tentang hiperemesis gravidarum yang membuat Moms morning sickness parah selama hamil. Semoga Moms menjalani kehamilan yang menyenangkan selalu, ya!

Baca Juga: Apa Penyebab dan Gejala Morning Sickness Saat Hamil? Ini Jawabannya

(TPW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.