Balita dan Anak

22 Juli 2020

Multisystem Inflammatory Syndrome pada Anak, Ini Penjelasan Ahli!

Sejauh ini penyebabnya adalah infeksi CoVID-19
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Anak-anak masih bisa memiliki risiko untuk terinfeksi COVID-19, dan pada Si Kecil yang terinfeksi mungkin bisa tidak menunjukkan tanda atau gejala sama sekali.

Ada salah satu sindrom inflamasi serius pada anak-anak yang tampaknya terkait dengan COVID-19. Ini disebut sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak/multisystem inflammatory syndrome (MIS-C).

Mengutip Mayo Clinic, sindrom ini jarang terjadi, dan sebagian besar anak-anak yang memilikinya akhirnya membaik dengan perawatan medis. Tetapi beberapa anak dengan cepat menjadi lebih buruk, dan berisiko.

Ketahui apa pengertian multisystem inflammatory syndrome pada anak, serta penyebab dan bentuk penanganannya berikut ini.

Baca Juga: Ketahui 8 Tips Mengasuh Anak di Tengah Pandemi COVID-19

Pengertian Multisystem Inflammatory Syndrome pada Anak

multisystem inflammatory syndrome pada anak-1

Foto: Orami Photo Stock

Menurut dr. Caessar Pronocitro, Sp.A, M.Sc, Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, multisystem inflammatory syndrome pada anak adalah kondisi terjadinya peradangan di berbagai organ tubuh, seperti jantung, paru-paru, ginjal, kulit, mata, atau saluran cerna.

Penyakit multisystem inflammatory syndrome pada anak dilaporkan sudah terjadi di Amerika Serikat dan Eropa.

"Sayangnya, karena kasusnya masih sedikit, sehingga belum ada data yang cukup untuk mengetahui secara tepat apa penyebab dari kondisi ini," terang dr. Caessar.

Pada studi dalam New England Journal of Medicine, sindrom inflamasi multisistem pada anak yang terkait dengan SARS-CoV-2 menyebabkan penyakit serius dan mengancam jiwa pada anak dan remaja yang sebelumnya sehat.

Baca Juga: Ketahui 5 Tips Merawat Kulit Anak di Tengah Pandemi COVID-19

Penyebab Multisystem Inflammatory Syndrome pada Anak

multisystem inflammatory syndrome pada anak-2

Foto: Orami Photo Stock

Sejauh ini, penyebab multisystem inflammatory syndrome pada anak adalah pasien-pasien yang sebelumnya telah terinfeksi dan sembuh dari infeksi COVID-19.

Melansir Healthy Children, hubungan antara COVID-19 dan MIS-C belum dipahami dengan baik, dan masih belum diketahui siapa yang paling berisiko terkena penyakit ini.

Namun, sangat sedikit anak yang sakit parah akibat infeksi COVID-19. Selain itu, sebagian besar yang didiagnosis dengan MIS-C telah pulih setelah mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga: 3 Jenis Alergi Kulit pada Anak yang Umum Terjadi, Waspada!

Jika Si Kecil menunjukkan gejala MIS-C seperti demam, muntah, diare, sakit perut, ruam pada kulit, mata merah, segera kunjungi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Dokter mungkin akan melakukan beberapa tes, seperti tes darah, atau tes skrining dada, jantung atau perut, untuk memeriksa area peradangan dan tanda-tanda MIS-C lainnya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait