20 Januari 2023

5 Penyebab Alergi pada Anak di Bagian Kulit dan Cara Mengatasinya

Alergi terjadi karena sistem imun Si Kecil yang belum sempurna.

Pernahkah Moms melihat kulit anak muncul ruam? Biasanya, itu salah satu tanda alergi pada anak, lho.

Perlu Moms pahami kulit bayi dan anak masih memiliki sensitivitas yang tinggi.

Ini karena sistem imun yang belum sempurna. Oleh sebab itu, alergi kulit pada anak rentan terjadi.

Alergi merupakan gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Sebagian besar reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan bereaksi terhadap suatu alergen.

Bagaimana Alergi Bisa Terjadi?

Umumnya, tubuh manusia dapat mempertahankan diri terhadap hal-hal berbahaya, seperti virus atau bakteri.

Namun terkadang ,pertahanan tubuh dapat bereaksi pada hal-hal yang ringan, seperti debu, jamur, atau serbuk sari.

Ketika seseorang memiliki alergi, sistem kekebalan tubuh menganggap alergen tersebut berbahaya.

Selanjutnya, tubuh kemudian menyerang alergen dengan antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE). Antibodi ini melekat pada sel khusus yang disebut sel mast (jenis sel darah putih).

Saat alergen menempel pada antibodi, hal tersebut membuat sel mast melepaskan histamin (zat dari sel darah putih) dan bahan kimia lain yang memicu reaksi alergi.

Ketika bahan kimia tersebut mengiritasi jaringan di sekitar hidung, hal tersebut menyebabkan timbulnya gejala alergi hidung.

Ketika terjadi di saluran pernapasan paru-paru, dapat menyebabkan gejala asma, seperti batuk dan mengi.

Saat reaksi melibatkan seluruh tubuh, hal ini bisa menjadi reaksi alergi dalam tingkat yang parah.

Jadi, alergi tidak hanya bisa terjadi pada kulit, tapi juga pada bagian tubuh lainnya. Namun, memang yang cukup umum terjadi, terutama pada anak-anak.

Baca Juga: 4 Bentuk Alergi Kulit Bayi yang Harus Moms Waspadai

Penyebab Alergi Kulit pada Anak

Penyebab alergi kulit pada anak (Orami Photo Stocks)
Foto: Penyebab alergi kulit pada anak (Orami Photo Stocks)

Moms perlu pahami penyebab anak alergi bisa karena paparan berbagai macam zat, seperti serbuk sari, bulu binatang, jamur, dan tungau debu.

1. Tungau

Tungau merupakan serangga mikroskopis yang hidup di sekitar kita dan memakan jutaan sel kulit mati yang jatuh dari tubuh manusia setiap hari.

Mereka adalah komponen alergi utama dari debu rumah. Alergi bisa muncul bila tungau tersebut menggigit kulit anak. Ketika hal itu terjadi, bisa menimbulkan gatal dan ruam.

2. Serbuk Sari

Serbuk sari merupakan salah satu penyebab utama alergi pada anak yang bisa membuat kulit anak ruam. Alergi karena serbuk sari seringkali disebut hay fever atau rose fever.

Paparan serbuk sati dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada lapisan hidung Si Kecil dan jaringan pelindung mata (konjungtiva).

Si Kecil yang alergi terhadap serbuk sari akan memiki gejala, seperti bersin, hidung tersumbat, gatal, dan mata berair.

3. Jamur

Jamur juga menjadi penyebab alergi kulit pada anak. Jamur dapat tumbuh subur di lingkungan yang lembap.

Di luar ruangan, jamur dapat ditemukan di area drainase yang buruk, di tumpukan daun yang membusuk atau tumpukan kompos.

Di dalam ruangan, jamur tumbuh subur di tempat yang gelap dan berventilasi buruk seperti kamar mandi dan ruang bawah tanah yang lembap.

Jamur cenderung dapat bertumbuh secara musiman, tetapi beberapa jenis jamur dapat tumbuh sepanjang tahun, terutama di dalam ruangan.

Baca Juga: Bayi Alergi Hewan Peliharaan, Ini Faktanya!

4. Bulu Hewan

Alergen yang disebabkan oleh hewan bersumber dari bulu dan air liurnya. Ketika hewan peliharaan menjilati diri mereka sendiri, air liur masuk ke bulu-bulu mereka.

Saat air liur mengering, partikel protein mengudara dan menyebar ke bagian-bagian rumah.

Alergi kulit pada anak yang ditimbulkan karena bulu hewan, biasanya akibat bersentuhan langsung dengan pemicu alergi tersebut dan bisa menimbulkan gatal, ruam, hingga eksim.

Air seni hewan peliharaan juga dapat menyebabkan alergi dengan cara yang sama. Kecoak juga merupakan alergen yang umum terjadi.

Paparan terhadap bangunan yang dipenuhi kecoa mungkin menjadi penyebab utama tingginya tingkat asma pada anak-anak di dalam sebuah lingkungan.

5. Alergi Makanan

Ada beberapa makanan tertentu yang biasa menjadi penyebab alergi kulit pada anak.

Alergi makanan dapat terjadi ketika tubuh penderitanya mengembangkan antibodi yang spesifik terhadap makanan tertentu.

Reaksi alergi terjadi dalam beberapa menit setelah makan, dan gejalanya bisa parah.

Pada orang dewasa, alergi makanan yang paling umum dapat disebabkan oleh makanan laut, kacang tanah, dan kacang pohon.

Selain makanan laut dan kacang-kacangan, makanan yang menyebabkan alergi kulit pada anak pada umumnya adalah susu, telur, kedelai, dan gandum.

Gejala alergi yang dialami bervariasi bagi setiap orang, mulai dari tingkat rendah hingga parah.

Maka dari itu, sangat penting untuk menghindari makanan yang menyebabkan gejala alergi.

Baca Juga: Dermatitis Atopik pada Anak, Bisa Kambuh Saat Dewasa!

Jenis Alergi Kulit pada Anak

Eksim pada anak (Orami Photo Stocks)
Foto: Eksim pada anak (Orami Photo Stocks)

Alergi kulit pada bayi dan balita ada dalam berbagai macam bentuk.

“Namun, harus dilihat terlebih dahulu apakah ruam disebabkan oleh alergen atau iritasi sederhana,” kata Dr. Robert Sidbury, kepala divisi dermatologi pediatrik di Rumah Sakit Anak Seattle.

Sebagai informasi untuk para Moms, ini dia bentuk alergi kulit pada bayi? Simak di bawah ini, yuk.

1. Eksim

Eksim adalah salah satu jenis bentuk alergi atau kondisi kulit paling umum pada bayi.

Ada berbagai jenis eksim, tetapi eksim atopik adalah salah satu yang paling sering mempengaruhi bayi dan anak kecil.

Dilansir dari situs Medical News Today, eksim biasanya bisa terdiri dari benjolan merah kecil, atau mungkin terlihat seperti kulit kering yang bersisik.

Eksim bisa terjadi karena kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

Menurut National Eczema Association, eksim bisa diredakan dengan mengoleskan krim hypoallergenic yang kandungannya sudah Low Hazard.

Moms juga perlu untuk melakukan ets alergi pada Si Kecil untuk mengetahui penyebab alerginya.

Baca Juga: Eksim Basah atau Dermatitis Atopik: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

2. Urtikaria Papula

Urtikaria papula adalah reaksi alergi pada bagian tubuh tertentu terhadap gigitan serangga.

Gigitan dari berbagai serangga, termasuk nyamuk, tungau, dan kutu dapat menyebabkan reaksi alergi.

Meskipun biasanya menyerang anak-anak usia 2-6 tahun, bentuk alergi kulit bayi ini juga dapat menyerang anak-anak yang masih kecil usia<2 tahun.

Bentuk alergi ini menyerupai kelompok kecil benjolan merah atau gigitan serangga.

Beberapa benjolan mungkin berisi cairan. Urtikaria papular dapat bertahan selama beberapa hari, bahkan berminggu-minggu.

3. Bintik-Bintik Merah

Ketika kulit anak alergi terhadap substansi tertentu, tubuh akan melepaskan senyawa kimia histamin yang bisa memicu timbulnya bintik-bintik merah dan gejala alergi lainnya.

Dikutip dari American College of Allergy, Asthma, and Immunology, bintik-bintik merah ini merupakan bentuk alergi kulit bayi yang bisa menimbulkan rasa gatal yang membekas pada kulit.

Ukuran dan bentuknya cukup beragam, biasanya berwarna merah muda atau merah.

Baca Juga: 5 Jenis-Jenis Alergi Kulit yang Umum Terjadi Pada Anak

4. Alergi Makanan

Bentuk alergi kulit anak selanjutkan adalah alergi makanan.

"Telur dan susu adalah penyebab utama alergi makanan pada anak-anak yang masih kecil, tetapi alergi gandum, kedelai, dan kacang tidak biasa," kata Dr. Robert Sidbury.

Ketika anak-anak bertambah besar, kacang-kacangan pohon dan makanan laut dapat menjadi masalah, bersama dengan alergi lingkungan.

Misalnya, rumput, pohon, dan tungau debu, tetapi tidak ada aturan yang keras dan cepat tentang kapan alergen dapat berkembang.

Itu dia Moms beberapa bentuk alergi kulit bayi. Hati-hati jika Si Kecil menunjukkan beberapa gejala, ya.

Gejala Alergi pada Anak yang Tidak Hanya Muncul di Kulit

Gejala alergi pada anak (Orami Photo Stocks)
Foto: Gejala alergi pada anak (Orami Photo Stocks)

Reaksi alergi bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, termasuk kulit, mata, perut, hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Sebab bagian tubuh tersebut merupakan tempat di mana sel-sel sistem kekebalan ditemukan untuk melawan kuman yang terhirup, tertelan, atau bersentuhan dengan kulit.

Dilansir dari CedarsSinai.org, berikut beberapa gejala alergi, yakni:

  • Hidung tersumbat, bersin-bersin, gatal-gatal, atau pilek, dan gatal-gatal di telinga atau langit-langit mulut.
  • Mata merah, gatal, berair.
  • Kulit merah, gatal, kering.
  • Gatal gatal pada kulit.
  • Gejala asma, seperti sesak napas, batuk, mengi.
  • Reaksi alergi parah yang mengancam jiwa (anafilaksis). Hal ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas, muntah, diare, tekanan darah rendah, pingsan, hingga kematian.

Baca Juga: 5 Makanan yang Harus Dihindari jika Anak Alergi Telur

Cara Mengatasi Alergi Pada Anak

Cara atasi alergi (Orami Photo Stocks)
Foto: Cara atasi alergi (Orami Photo Stocks)

Dalam studi di jurnal Paediatrics & Child Health, meskipun ada kecenderungan genetik, paparan terhadap alergen lingkungan, iritan dan infeksi akan menentukan kepekaan terhadap alergen makanan yang berbeda.

Simak beberapa tips untuk mengatasi alergi Si Kecil berikut ini.

1. Menggunakan Obat-obatan Tertentu

Saat memeriksakan Si Kecil ke dokter terkait alergi yang dialami, dokter biasanya akan memberikan beberapa resep obat.

Sebagai contoh, dokter biasanya akan merekomendasikan obat-obatan antihistamin yang dijual bebas dan epinefrin.

Beberapa pengobatan alami juga bisa membantu meredakan gejala alergi ringan.

Namun, pada alergi dengan tingkat yang parah, sebaiknya agar tidak menggunakan pengobatan alami ya, Moms!

2. Pemakaian Losion untuk Alergi pada Kulit

Krim dan losion antihistamin tersedia di banyak toko obat. Beberapa pengobatan lain juga dapat membantu meredakan gejala alergi kulit pada anak.

Misalnya, untuk membantu mengatasi dermatitis kontak, basuh area yang teriritasi dengan air hangat dan sabun yang lembut.

Kemudian Moms bisa juga mengoleskan gel lidah buaya atau krim dengan kandungan calendula.

Namun, pastikan agar krim atau losion yang dioleh pada kulit Si Kecil tidak mengandung pewangi dan alkohol.

Sebagai tambahan, untuk dapat meredakan gatal-gatal pada kulit, aplikasikan kain basah yang dingin ke area yang terasa gatal.

Memasukkan oatmeal ke dalam air mandi juga baik untuk meningkatkan kesehatan kulit.

Berdasarkan penelitian di Indian Journal of Dermatology Venereology and Leprology, dijelaskan bahwa oatmeal memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang efektif dalam mengatasi penyakit kulit seperti pruritus, dermatitis atopik, erupsi akneiformis, dan infeksi virus.

3. Pengobatan untuk Gejala Alergi

Meskipun Moms telah melakukan segala tindakan pencegahan alergi, seperti menyingkirkan hewan peliharaan dan memasang filter pada AC, akan tetap sulit untuk menghindari alergen yang terdapat di udara.

Untuk mengobati gejala pernapasan ringan, Moms bisa mencoba membeli obat alergi yang dijual bebas di apotik.

Selain itu, menghirup uap dari semangkuk air panas juga dapat membantu mengatasi gejala alergi pada yang mengganggu area pernapasan.

4. Konsumsi Makanan Tertentu untuk Gejala Alergi pada Perut

Jika anak mengalami diare sebagai bagian dari efek alergi, maka dorong mereka untuk makan makanan yang tawar. Misalnya, nasi, roti panggang, pisang, dan saus apel.

Penting juga untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan rutin minum air setiap hari. Jika Si Kecil merasa mual, maka biarkan mereka beristirahat dengan tenang.

Selain itu, singkirkan aroma kuat yang dapat memperparah gejala yang dialami seperti lilin aroma atau penyegar udara.

Baca Juga: Bolehkah Anak yang Tidak Alergi Minum Susu Kedelai?

Diagnosis Alergi Kulit pada Anak

Diagnosis alergi kulit (Unsplash.com)
Foto: Diagnosis alergi kulit (Unsplash.com)

Untuk mendiagnosis alergi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan meninjau riwayat kesehatan pasien.

Setelah itu, biasanya juga akan dilakukan berbagai tes, seperti berikut ini.

1. Tes Kulit

Tes yang dilakukan pada kulit merupakan tes alergi yang paling umum. Tes pada kulit dapat dilakukan dengan menaruh sejumlah kecil alergen dalam konsistensi yang cair pada kulit.

Jika pasien memiliki alergi terhadap alergen yang diberi, maka akan timbul benjolan kecil (seperti gigitan nyamuk) setelah sekitar 15 menit.

Pengujian beragam jenis alergen pada kulit dapat dilakukan secara bersamaan. Selain tes pada kulit, dokter juga dapat melakukan tes intradermal.

Dalam tes ini, sejumlah kecil alergen disuntikkan tepat di bawah kulit.

Tes intradermal dilakukan bila dokter memiliki kecurigaan adanya jenis alergi pada antibiotik atau sengatan serangga.

2. Tes Darah

Tes darah untuk alergi bertujuan mengukur kemampuan antibodi IgE terhadap alergen tertentu dalam darah.

Pengujian yang paling sering digunakan disebut RAST (radioallergosorbent test). Tes darah dapat digunakan ketika tes kulit tidak dapat dilakukan.

Misalnya pada orang dengan kondisi kulit tertentu, atau orang dengan reaksi alergi pada tingkat yang parah.

Namun, tes darah yang positif tidak selalu berarti seseorang memiliki alergi tertentu. Setiap tes darah yang positif perlu untuk diuraikan agar lebih jelas oleh ahlinya.

Tes ini membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan hasil. Selain itu, tes darah juga dapat lebih mahal dibandingkan dengan tes lainnya.

3. Tes Tantangan Makanan

Tindakah tes ini diawasi oleh ahli alergi atau dokter. Cara kerjanya adalah dengan memberikan sejumlah kecil alergen kepada anak melalui mulut atau dihirup.

Melakukan tes ini pasien dapat mengetahui seberapa parah tingkat alergi yang dimiliki.

Sebab, reaksi tes kulit atau tes darah hanya memberi informasi terkait alergi yang dimiliki, bukan tingkat keparahannya.

Cara Mencegah Alergi Kulit

Cara mencegah alergi (Orami Photo Stocks)
Foto: Cara mencegah alergi (Orami Photo Stocks) (Orami Photo Stock)

Cara terbaik untuk mencegah alergi pada anak adalah dengan menghindari alergennya.

Untuk anak yang alergi debu atau udara kotor, Moms bisa juga melakukan beberapa langkah pencegahan berikut ini.

  • Bersihkan rumah secara rutin.
  • Pastikan karpet, kasur, bantal dan guling, terutama yang berada di kamar anak, bebas dari tungau.
  • Jika penyebab alergi kulit pada anak adalah bulu hewan, maka jangan pelihara hewan yang berbulu di rumah.
  • Pastikan sirkulasi udara di rumah lancar sehingga tidak menyebabkan lembap.

Sementara untuk mengatasi gejala alergi yang timbul pada kulit anak, Moms bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Gunakan pakaian yang longgar.
  • Kompres dingin area yang terasa gatal atau nyeri karena alergi.
  • Gunakan losion atau krim yang mengandung calamine dan hidrokortison.
  • Mandi air dingin.

Jika masalah kulit ini membuat Si Kecil sangat rewel atau berlangsung lebih dari 2 minggu, maka segera periksakan ke dokter.

Jangan ragu untuk membawa anak ke instalasi gawat darurat ketika alerginya sampai menyebabkan kesulitan bernapas.

Sebab dalam beberapa kasus langka, alergi kulit bisa membahayakan nyawa, yakni saat terjadi reaksi anafilaksis.

Reaksi anafilaksis sendiri adalah reaksi alergi yang parah dengan gejala seperti ruam kulit, mual, muntah, kesulitan bernapas, dan syok yang berat dan mengakibatkan ketidaksadaran atau kematian.

Untuk itu, jangan pernah sepelekan masalah alergi anak, ya Moms!

Jika Moms sudah tahu kalau Si Kecil punya riwayat alergi pada anak, harus lebih waspada lagi ke depannya agar alerginya tidak sering kambuh.

  • https://www.webmd.com/allergies/allergies-babies-toddlers
  • https://kidshealth.org/en/parents/allergy.html
  • https://www.webmd.com/allergies/allergies-babies-toddlers
  • https://acaai.org/allergies/who-has-allergies/children-allergies
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2805592/
  • https://www.healthline.com/health/natural-remedies-childrens-allergies#natural-remedies-for-skin
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22421643/#:~:text=The%20results%20suggest%20that%20oatmeal,acneiform%20eruptions%2C%20and%20viral%20infections.
  • https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions---pediatrics/a/allergies-in-children.html#:~:text=Allergic%20reactions%20can%20cause%3A,Red%2C%20itchy%2C%20dry%20skin
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8610-allergy-overview

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.