09 Maret 2022

Diltiazem, Obat Resep untuk Bantu Atasi Hipertensi

Diltiazem bekerja dengan merelaksasi pembuluh darah di jantung dan tubuh serta mengurangi tekanan darah

Diltiazem merupakan salah satu obat yang hanya bisa didapatkan dari resep dokter untuk pasien hipertensi. Jika Moms diresepkan obat satu ini, kenali dulu fungsi hingga efek samping obatnya, yuk!

Fungsi Diltiazem

hipertensi artikel hero
Foto: hipertensi artikel hero

Foto: Orami Photo Stock

Sebagai obat resep untuk pasien hipertensi atau darah tinggi, fungsi diltiazem adalah untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Selain itu, obat yang satu ini juga bisa membantu mencegah nyeri dada, stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal.

Diltiazem bekerja dengan merelaksasi pembuluh darah di tubuh dan jantung sehingga darah bisa mengalir lebih mudah.

Obat ini juga menurunkan detak jantung sehingga membuat jantung bekerja tidak terlalu keras. Dengan begitu, tekanan darah pun akan berkurang.

Selain untuk mengobati hipertensi atau tekanan darah tinggi, diltiazem biasanya digunakan untuk mengobati angina atau nyeri dada.

Namun, melansir Healthline, obat yang satu ini dapat menyebabkan peningkatan ringan pada enzim fungsi hati.

Dalam kasus yang jarang terjadi, diltiazem bisa menyebabkan kerusakan mendadak pada hati. Kerusakan hati ini sering hilang ketika pasien berhenti minum obat.

Dokter mungkin akan memeriksa fungsi hati dan memutuskan apakah pasien perlu terus mengonsumsi diltiazem atau tidak.

Diltiazem termasuk dalam kelas obat yang disebut penghambat saluran kalsium. Kelas obat mengacu pada obat yang bekerja sama. Mereka memiliki struktur kimia yang serupa dan sering digunakan untuk mengobati kondisi serupa.

Obat hipertensi yang satu ini bekerja dengan merelaksasi pembuluh darah di jantung dan tubuh, serta mengurangi tekanan darah pasien.

Selain itu, diltiazem juga menurunkan detak jantung dan melebarkan arteri koroner. Ini artinya jantung tidak harus bekerja keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Umumnya, efek ini dikombinasikan dengan penurunan tekanan darah, membantu mengurangi nyeri dada.

Biasanya, diltiazem tersedia dalam bentuk tablet dan kapsul. Selain itu, diltiazem tersedia sebagai obat generik dan bermerek. Beberapa merek dari tersedia sebagai obat generik dan bermerek, seperti Cardizem CD dan Taztia XT.

Dosis Diltiazem

Dosis Parasetamol Balita yang Dianjurkan.jpg
Foto: Dosis Parasetamol Balita yang Dianjurkan.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Serupa dengan obat yang diresepkan oleh dokter, mengonsumsi diltiazem juga membutuhkan dosis aman.

Tentunya, mengonsumsi obat dalam dosis tertentu sesuai anjuran dokter dapat membantu pasien mengobati penyakitnya.

Bahkan, melansir WebMD, bila digunakan secara teratur sesuai dengan anjuran dokter, diltiazem dapat menurunkan jumlah dan tingkat keparahan episode nyeri dada akibat angina.

Ini dapat membantu meningkatkan kemampuan pasien untuk berolahraga.

Diltiazem biasanya diminum langsung dengan atau tanpa makanan. Dokter biasanya meresepkan satu tablet atau kapsul sehari.

Ketika mengonsumsinya, sebaiknya jangan menghancurkan atau mengunyah tablet extended-release.

Mengunyah atau menghancurkan tablet, meningkatkan risiko efek samping. Selain itu, jangan membagi tablet kecuali mereka memiliki garis skor dan dokter atau apoteker memberi tahu Moms untuk melakukannya.

Telan tablet utuh atau terbelah tanpa dihancurkan atau dikunyah, tergantung pada merek spesifik yang diberikan dokter dan apoteker.

Moms juga bisa mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan apoteker terkait waktu yang baik untuk meminum diltiazem.

Dokter juga mungkin akan meningkatkan dosis secara bertahap, tergantung dari kondisi medis pasien.

Karena dosis diltiazem diberikan berdasarkan kondisi medis, respons terhadap pengobatan, dan obat lain yang mungkin sedang dipakai pasien.

Supaya lebih aman, Moms bisa memastikan dokter dan apoteker tentang semua produk yang sedang digunakan pasien. Termasuk obat resep, obat nonresep. atau bahkan produk herbal.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, gunakan obat secara teratur. Tetap minum diltiazem, bahkan jika pasien merasa sehat.

Kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak merasa sakit. Untuk pengobatan tekanan darah tinggi, mungkin diperlukan waktu 2 minggu sebelum pasien mendapatkan manfaat penuh dari obat ini.

Selain itu, diltiazem juga perlu diminum secara teratur untuk mencegah angina. Tapi sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati ketika pasien terserang angina.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, gunakan obat lain seperti nitrogliserin yang ditempatkan di bawah lidah.

Baca Juga: Nifedipine (Obat Hipertensi): Fungsi, Dosis, Penggunaan dan Efek Samping

Efek Samping Diltiazem

efek-samping-biopsi.jpg
Foto: efek-samping-biopsi.jpg (Pexels/JESHOOTS.COM)

Foto: Orami Photo Stock

Diltiazem digunakan untuk mengobati nyeri dada dan tekanan darah tinggi. Obat ini tidak menyebabkan kantuk. Namun, dapat menyebabkan efek samping lain.

Seperti diketahui, diltiazem adalah obat yang digunakan untuk pasien darah tinggi. Selain dapat menurunkan tekanan darah, obat ini juga dapat menurunkan detak jantung pasien.

Maka, sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika pasien memiliki riwayat darah rendah atau memiliki jenis kondisi jantung tertentu, untuk menghindari efek samping yang buruk.

Berikut adalah beberapa efek samping dari diltiazem yang perlu Moms ketahui.

Efek Samping Umum Diltiazem

Biasanya gejala dari efek samping ini ringan dan dapat hilang dalam beberapa hari.

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Detak jantung lambat
  • Penumpukan cairan atau pembengkakan
  • Merasa lemah
  • Mual
  • Ruam

Efek Samping Serius Diltiazem

Jika pasien mengalami efek samping yang serius, segera hubungi dokter.

Masalah jantung, dengan gejala meliputi:

  • Denyut lebih lambat dari detak jantung normal
  • Nyeri dada yang semakin parah

Masalah hati, dengan gejalanya meliputi:

Masalah kulit, dengan gejalanya meliputi:

  • Bengkak di wajah atau lidah
  • Ruam merah atau ungu yang menyebar di kulit

Yang perlu Moms ketahui, diltiazem juga dapat bereaksi dengan obat lainnya, termasuk vitamin dan obat herbal.

Interaksi yang terjadi antara zat kimia satu dengan zat lain bisa mengubah cara kerja obat. Bahkan, bisa menyebabkan lebih banyak efek samping yang berbahaya.

Peringatan Sebelum Minum Obat

Ada beberapa jenis obat yang bisa menyebabkan interaksi negatif dengan diltiazem. Jika Moms atau pasien hipertensi mengonsumsi obat-obat berikut, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu penggunaan diltiazem dengan dokter atau apoteker.

  • Antibiotik
  • Rifampisin
  • Obat kecemasan
  • Obat kolesterol
  • Obat jantung
  • Obat penekan sistem kekebalan tubuh
  • Obat kejang
  • Kuinidin

Untuk menghindari lebih banyak efek samping yang mungkin bisa berbahaya, Moms perlu memberitahu dokter dan apoteker tentang riwayat kesehatan pasien, terutama dari: beberapa jenis masalah irama jantung (seperti sindrom sinus sakit/blok atrioventrikular), penyakit hati, penyakit ginjal, gagal jantung, penyempitan bagian perut mana pun.

Selain itu, diltiazem juga bisa membuat pasien pusing. Pastikan pasien untuk tidak atau membatasi konsumsi alkohol, karena akan membuat pasien semakin pusing.

Pastikan juga untuk tidak mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan setelah meminum diltiazem.

Moms juga perlu memberitahu dokter terkait penggunaan diltiazem sebelum menjalani operasi gigi.

Baca Juga: 7 Makanan Ini Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Dengan Cepat

Itulah beberapa infomasi tentang diltiazem yang bisa Moms ketahui. Cukup banyak efek samping yang ditimbulkan dari diltiazem.

Bahkan, orang lanjut usia mungkin lebih sensitif terhadap efek samping diltiazem, terutama pusing, sembelit, atau pergelangan kaki bengkak.

Selama proses kehamilan, diltiazem harus digunakan hanya jika benar-benar dibutuhkan. Moms juga perlu tahu, diltiazem bisa memengaruhi ASI dan mungkin memiliki efek yang tidak diinginkan pada bayi yang menyusui.

Pastikan Moms untuk konsultasi dengan dokter maupun apoteker tentang riwayat kesehatan dan kondisi saat ini sebelum menggunakan diltiazem, ya. Tetap jaga kesehatan, Moms!

  • https://www.healthline.com/health/drugs/diltiazem-oral-capsule#alternatives
  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3783-6276/diltiazem-oral/diltiazem-extended-release-tablet-oral/details

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.