Rupa-rupa

7 Juli 2021

Mengenal Istilah Norma Hukum untuk Bantu Memberikan Pemahaman pada Anak

Apa itu norma hukum dan apa saja jenisnya? Yuk, cari tahu lebih lanjut, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Widya Citra Andini

Mengerti Istilah Norma Hukum untuk Bantu Tugas Si Kecil, Yuk!

Norma hukum adalah sebuah istilah yang sering disebut-sebut. Namun, apakah pengertian dari norma hukum sendiri dan bagaimana contohnya?

Dilansir dari kpk.go.id, norma sendiri adalah sesuatu atau sebuah aturan yang hadir dan dikembangkan dalam tumbuh dalam manusia yang hidup bermasyarakat.

Manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan orang lain untuk menjalankan hidupnya. Agar berjalan teratur dan beriringan dengan damai, manusia membutuhkan berbagai aturan tertentu agar semua orang tak melakukan perbuatan sesuka hati.

Hal tersebut diperlukan karena ketika keinginan yang dimiliki oleh seseorang dipaksakan pada orang lain, hal tersebut bisa menimbulkan benturan dengan kepentingan dan kehendak orang lain.

Nah, agar tercapai kedamaian dan juga kenyamananan dalam kehidupan sosial, manusia memerlukan kesepakatan mengenai hal yang bisa, sebaiknya, serta dilarang untuk dilakukan pada orang lain.

Kesepakatan tersebutlah yang menjadi bibit atau fase awal lahirnya norma.

Baca Juga: Bolehkah Memberikan Silent Treatment Sebagai Hukuman Untuk Anak?

Macam-macam Norma

norma hukum

Foto: Orami Photo Stock

Norma sendiri hadir dan dibentuk oleh masyarakat. Ternyata norma sendiri dibagi menjadi 2 macam, yakni norma formal dan norma non formal. Yuk, pelajari lebih dalam mengenai pengertian dari 2 jenis norma ini!

1. Norma Formal

Seperti yang sudah dibahas, pengertian norma formal adalah ketentuan dan aturan dalam kehidupan bermasyarakat serta dibuat oleh lembaga dan institusi yang sifatnya resmi atau formal.

Norma formal sendiri memiliki kekuatan dan kekuasaan lebih untuk mengatur kehidupan bermasyarakat. Hal ini karena dibuat oleh lembaga yang sifatnya formal atau resmi seperti perintah presiden, konstitusi, peraturan pemerintah, surat keputusan, dan lain sebagainya.

2. Norma Non Formal

Pengertian norma non formal sendiri adalah aturan yang hadir dalam kehidupan masyarakat yang sudah hadir sedari dulu dan dilakukan oleh masyarakat.

Ciri-ciri dari norma non formal sendiri adalah tidak tertulis. Kalau pun tertulis hanya sebagai sebuah karya sastra dan bukan dalam bentuk aturan baku.

Tak hanya itu, norma non formal mempunyai jumlah yang lebih banyak karena memiliki beragam variabel.

Baca Juga: Indonesia Berlakukan Kebiri Kimia, Ini 5 Negara Lain yang Juga Punya Hukum Kebiri

Pengertian Norma Hukum

norma hukum

Foto: Orami Photo Stock

Norma hukum adalah aturan yang dibuat untuk mengatur ketertiban kehidupan masyarakat. Dilansir dari Gramedia.com, norma hukum sendiri biasanya dibuat oleh otoritas pemerintah setempat di suatu negara.

Setiap warga negara yang hidup berdampingan dengan warga negara lain wajib mengikuti norma hukum yang sudah dibuat dan ditentukan.

Nah dalam prosesnya, terdapat proses yang rumit karena melibatkan aparatur seperti kejaksaan, hakim, kepolisian untuk menegakkan aturan dan norma hukum di suatu negara.

Norma hukum biasanya memiliki sifat mengikat. Jadi, setiap penduduk atau warga negara yang berada di dalam naungan daerah tersebut patut dan wajib untuk melakukan dan menjalankan hukum tertentu.

Ketika seorang warga negara melanggar norma hukum yang sudah disepakati dan tertulis, orang tersebut akan dikenai sanksi hukuman.

Sanksi yang akan didapatkan oleh warga negara yang melanggar sendiri pun sudah ditetapkan dalam draft norma hukum yang berlaku.

Jadi, setiap kesalahan atau pelanggaran yang dibuat akan dihukum dengan cara yang berbeda pula.

Tujuan Norma Hukum

norma hukum

Foto: freepik.com

Jika dilihat dari pengertiannya, tujuan norma hukum sendiri adalah untuk menciptakan keberlangsungan hidup masyarakat yang damai dan sejahtera.

Pada dasarnya, hadirnya norma hukum sendiri memiliki maksud agar kehidupan masyarakat menjadi stabil dan tertib sehingga bisa memenuhi hak asasi manusia dan warga negara.

Berikut tujuan keberadaan norma hukum dalam suatu pemerintahan atau negara

Sebagai pedoman atau aturan yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat dalam wilayah tertentu.

Hal tersebut membuat seluruh warga harus menjalani pedoman atau aturan tersebut demi tercapainya kestabilan dan keteraturan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menciptakan kehidupan masyarakat yang tentram dan stabil adalah keinginan yang didamba oleh semua lapisan mastarakat.

Baca Juga: 7 Aturan dan Cara Minum Teh Hijau untuk Diet, Jangan sampai Salah ya!

Tujuan norma hukum sendiri adalah mewujudkan tatanan masyarakat yang tertib. Selain itu, bisa mencegah sikap semaunya sendiri yang terjadi antar warga negara atau masyarakat.

Norma hukum sendiri bisa menjadi batasan atau larangan dalam berperilaku atau bertindak. Ketika melakukan aktivitas harian, mungkim seseorang bisa melewati batas.

Risiko yang diterima ketika adalah batasan adalah kekacauan yang bisa saja terjadi. Misalnya ketika berkendara, jika tidak ada aturan, seseorang bisa saja berkendara dengan seenaknya demi mencapai tujuannya.

Namun, dengan adanya atauran lalu lintas, masyarakat bisa tertib dan keamanan pun bisa terjaga dengan baik.

Nah, dengan poin di atas kita bisa menyimpulkan bahwa norma hukum sendiri adalah cara untuk menjaga ketertiban masyarakat agar keamanan dan kedamaian tetap terjaga.

Baca Juga: Ini Hukum Istri Marah pada Suami Menurut Islam, Sudah Tahu?

Jenis Norma Hukum

Norma Hukum

Foto: freepik.com

Norma hukum sendiri dibagi menjadi 2 jenis. Jadi, di dunia ini ada 2 jenis norma hukum yang berlaku dalam masyarkaat yang keduanya memiliki persamaan dan perbedaan.

Seperti yang sudah diketahui, norma hukum sendiri terdiri dari hukum formal dan non formal. Lalu, apa saja norma hukum yang termasuk dalam hukum formal? Yuk, bahas lebih mendalam!

1. Hukum Tertulis

Hukum tertulis adalah norma atau aturan yang dibuat oleh lembaga berwernang dalam bentuk tertulis.

Contoh dari norma hukum tertulis adalah undang-undang, peraturan pemerintah, dan lain sebagainya.

Aturan tertulis dibuat oleh lembaga negara sehingga lembaran hukum tertulis memiliki kekuatan untuk digunakan dalam kehidupan masyarakat secara luas.

Di Indonesia sendiri terdapat lembaga negara yang memiliki hal untuk membuat aturan tersebut yakni DPR atau Dewan Perwakilan Rakyat.

Usai hukum tertulis disahkan, hukum tersebut akan berlaku secara menyeluruh bagi setiap warga dalam wilayah yang dinaungi hukum tersebut.

2. Hukum Pidana dan Perdata

Hukum tertulis sendiri terbagi menjadi dua yakni hukum pidana dan hukum perdata.

Hukum pidana adalah peraturan yang menentukan perbuatan apa saja yang dilarang dan tergolong sebagai tindak pidana. Hukum ini pun mengatur apa saja hukuman yang akan diberikan kepada pelanggar tindak pidana.

Setiap orang yang melanggar dan menyebabkan kerugian material ataupun non material bisa dikenakan sanksi.

Contoh norma hukum pidana adalah pembunuhan sehingga menyebabkan kerugian berupa seseorang yang kehilangan nyawa. Untuk itu, pelaku akan dijatuhi hukuman sesuai undang-undang yang berlaku.

Hukum perdata sendiri memiliki tujuan untuk menegakkan ketertiban dan melindungi setiap warga negara.

Berbeda dengan hukum pidana, hukum perdata sendiri memberlakukan sanksi secara formal atau bahkan bentuk informal.

Nah, itu dia Moms penjelasan mengenai norma hukum.

  • https://www.gramedia.com/literasi/norma-hukum/
  • https://aclc.kpk.go.id/wp-content/uploads/2019/08/Pengantar-Ilmu-Hukum-Makalah-1.pdf
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait