22 Maret 2019

Nyeri Hebat Saat Ovulasi Tanda Susah Hamil?

Moms, ternyata ini penyebab timbulnya nyeri di pertengahan siklus menstruasi!


Apakah Moms pernah merasakan nyeri saat ovulasi? Meskipun berbeda dengan nyeri saat menstruasi, namun, rasa sakitnya memang agak mirip, Moms.

Nyeri saat ovulasi biasanya terjadi di pertengahan siklus menstruasi.

Jika siklus menstruasi Moms rata-rata 28 hari, maka ovulasi akan berlangsung kira-kira pada hari ke-14 atau sekitar 2 minggu setelah hari pertama Moms menstruasi.

Lalu, apakah nyeri saat ovulasi adalah tanda Moms susah hamil? Yuk cari tahu jawabannya!

Baca Juga : 6 Manfaat Mengejutkan dari Menstruasi

Mengapa Muncul Nyeri Saat Ovulasi?

abdomen alone casual 1415554
Foto: abdomen alone casual 1415554
Foto : pexels.com

Dalam dunia medis, nyeri menstruasi dikenal dengan istilah mittelschmerz, artinya kira-kira rasa sakit yang timbul di pertengahan siklus.

Dikutip dari everydayhealth.com, Amy Autry, MD, profesor klinis bidang kebidanan-ginekologi dan ilmu reproduksi di University of California di San Francisco menjelaskan, mittelschmerz adalah rasa sakit yang timbul di salah satu sisi perut bagian bawah dan panggul pada saat ovulasi.

Menurut Autry, sekitar 20 persen perempuan pernah merasakan nyeri saat ovulasi, walaupun tidak rutin.

Sebagian mungkin tidak sadar bahwa nyeri yang dirasakan terjadi sebagai akibat dari berlangsungnya ovulasi.

Durasi yang dirasakan pun beragam; ada yang hanya beberapa menit, namun ada juga yang sampai berjam-jam. Periode nyeri saat ovulasi pun tidak lama, biasanya terjadi selama 1-2 hari.

Para ahli mengatakan, nyeri saat ovulasi sebenarnya bisa dibilang normal, walaupun mereka tidak memahami kenapa ada perempuan yang mengalaminya dan ada yang tidak.

Baca Juga : Kapan Waktu yang Tepat Untuk Bercinta Agar Cepat Hamil?

Waspada Jika Nyeri Saat Ovulasi Sangat Menyakitkan

menstrual cramps
Foto: menstrual cramps
Foto : healthjade.com

Namun, Moms mesti waspada bila nyeri saat ovulasi terasa begitu menyakitkan dan tak tertahankan, serta sampai membuat Moms tidak mampu berhubungan intim.

Sebab hal ini bisa menjadi salah satu pertanda dari tiga masalah kesehatan reproduksi berikut.

1. Endometriosis 

Kondisi ini terjadi saat jaringan rahim (endometrium) yang seharusnya membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim.

Bila ini terjadi, upaya hamil dapat terhambat karena keberadaan endometrium mengganggu fungsi organ-organ reproduksi.

Selain nyeri saat ovulasi, gejala umum endometriosis yang lain adalah nyeri saat menstruasi. Ini sebabnya, nyeri saat ovulasi bisa menjadi salah satu tanda susah hamil.

2. Fibroid rahim

Fibroid rahim adalah tumor jinak yang tumbuh di dalam, dinding otot, atau permukaan luar rahim. Kondisi ini dapat membuat Moms susah hamil, keguguran, serta menimbulkan komplikasi pada kehamilan.

3. Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID)

PID adalah infeksi yang menyerang organ reproduksi, seperti serviks, rahim, tuba falopi, dan indung telur.

PID merupakan salah satu tanda susah hamil yang biasanya disebabkan oleh penyakit seksual menular, seperti klamidia atau gonore.

Sekitar 10-15 persen perempuan yang menderita PID akut menjadi infertil dan susah punya anak.

(AN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.