08 April 2018

Ini Langkah Mengatasi Sembelit Saat Hamil

Sembelit saat hamil? Ini dia cara mengatasinya!

Jarang buang air besar. Sakit perut. Kotoran mengeras.

Jika Moms sedang hamil, Moms mungkin pernah mengalami tiga tanda konstipasi yang sudah lazim ini. Perubahan hormonal, tekanan pada rahim, dan zat besi pada vitamin prenatal dianggap menjadi penyebabnya.

Penyebab Ibu Hamil Sembelit

Konstipasi atau sembelit sering terjadi pada kehamilan. Berikut adalah beberapa penyebab sembelit saat hamil:

  • Hormon progesteron kehamilan menyebabkan relaksasi usus dan memperlambat pergerakan makanan melalui usus. Akibatnya daya dorong usus terhadap sisa makanan berkurang dan menyebabkan sembelit.
  • Ibu hamil umumnya rawan sembelit, terutama jika Moms tidak cukup minum cairan.
  • Menderita sakit selama kehamilan dan sedang berjuang untuk makan seperti biasanya.
  • Memiliki irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar
  • Anemia juga dapat memicu konstipasi, karena beberapa tablet dengan kandungan zat besi yang digunakan untuk mengobati anemia dapat memperparah sembelit.
  • Seiring perkembangan kehamilan Moms, dan bayi menjadi lebih besar, tekanan pada area panggul dapat membuat konstipasi lebih mungkin terjadi.
  • Jika Moms mengalami konstipasi parah dan harus mengejan saat buang air besar, bahkan makin meningkatkan risiko terkena wasir (ambeien). Sembelit terus-menerus juga bisa membuat wasir makin memburuk.

 

Langkah Mengatasi Sembelit Saat Hamil

  • Perbanyak makanan berserat tinggi. Makanan kaya serat dapat membantu mengurangi sembelit saat hamil. Pilihan terbaik meliputi buah-buahan dan sayuran segar, kacang-kacangan (kacang polong dan lentil), sereal, dedak, dan roti gandum utuh.
  • Menyesuaikan diri. Jangan langsung mengonsumsi makanan kaya serat jika belum terbiasa. Mulailah dengan perlahan, tambahkan beberapa serat ke setiap makanan, misalnya seperti brokoli kukus dan nasi merah dengan daging ayam, tetapi jangan terlalu berlebihan.
  • Jangan berlebihan pada saat makan. Porsi makan besar bisa memberatkan fungsi saluran pencernaan, sehingga menyebabkan sembelit. Cobalah membaginya dengan makan enam kali sehari dalam porsi kecil, Moms juga akan mengalami lebih sedikit gas dan kembung.
  • Minum banyak air. Delapan gelas cairan (air, jus sayuran atau buah, kaldu, dll) setiap hari akan membuat zat padat bergerak melalui saluran pencernaan dengan lancar dan mempertahankan tinja tetap lembut sehingga lebih mudah buang air besar.
  • Jadwalkan waktu buang air besar. Jika memungkinkan, cobalah buang air besar setelah waktu makan sehingga Moms tidak akan tergesa-gesa ketika ingin buang air besar.
  • Pertimbangkan suplemen dan obat dengan seksama. Ironisnya, banyak suplemen yang baik untuk kehamilan (vitamin prenatal, kalsium, dan suplemen zat besi) dapat memperparah konstipasi. Jadi, tanyakan kepada dokter tentang alternatif lain atau penyesuaian dosis sampai situasi membaik.
  • Terus bergerak! Olahraga teratur selama kehamilan mendorong buang air besar secara teratur, seperti yang disarankan oleh Bramundito, SpOG., dari RS Pondok Indah, Jakarta. Bahkan meskipun hanya sepuluh menit berjalan kaki mungkin membuat Moms terus bergerak.
  • Tanyakan kepada dokter mengenai penambahan serat tinggi ke dalam makanan Moms. Pastikan untuk mengikuti petunjuk dokter dan mulai perlahan-lahan.
  • Dapatkan bakteri. Jenis bakteri baik, yaitu acidophilus probiotik banyak ditemukan dalam yogurt yang mengandung kultur aktif, yang dapat merangsang bakteri usus untuk memecah makanan dengan lebih baik, membantu saluran pencernaan tetap bekerja dengan baik.
  • Jauhi obat pencahar stimulan. Tidak semua obat pencahar (terutama yang herbal atau buatan sendiri) aman digunakan selama kehamilan. Berbicaralah dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat sembelit.

Pernahkah Moms mengalami sembelit saat hamil? Bagaimana cara mengatasinya?

(ROS)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.