17 Juli 2023

9 Aturan Pemberian Obat Warung untuk Anak, Cek, Ya!

Jangan sembarangan memberikan obat warung untuk anak, Moms!

1. Tidak Boleh Digunakan untuk Anak di Bawah 4 Tahun

Obat Warung (Survivingcancerembracinglife.com)
Foto: Obat Warung (Survivingcancerembracinglife.com)

Menurut konsultan farmasi Norman Tomaka, obat warung tidak boleh diberikan pada anak berusia di bawah 4 tahun.

Moms boleh saja memberikan obat warung untuk anak berusia di atas 5 tahun, tetapi konsumsinya tidak boleh lebih dari tiga atau lima hari.

Pastikan pengasuh anak atau orang lain yang akan menjaga buah hati saat Moms tidak ada juga mengetahui aturan ini ya, Moms.

Baca Juga: 8 Obat Alami untuk Menyembuhkan Flu pada Anak

2. Selalu Cek Label dan Kondisi Fisik Kemasan

Cek Label Obat (Poison.org)
Foto: Cek Label Obat (Poison.org)

Aturan pemberian warung yang paling penting adalah mengecek label dengan teliti, mulai dari kandungan dalam obat.

Pastikan Moms memberikan obat warung untuk anak yang sesuai dengan gejala yang dirasakan Si Kecil.

Nah, berikut adalah beberapa istilah yang sering ada pada label obat warung:

  • Antihistamin: Untuk meredakan gejala ingusan, mata gatal, dan bersin karena alergi. Juga dapat meredakan rasa gatal akibat gigitan serangga, ruam, serta reaksi alergi lain.
  • Aspirin: Tidak boleh diberikan pada anak berusia di bawah 19 tahun, karena dapat menyebabkan Sindrom Reye.
  • Guaiefenesin: Mengencerkan dahak dan lendir untuk meredakan batuk.
  • Paracetamol atau Acetaminophen: Ada dalam obat analgesik atau antipiretik untuk meredakan ingusan, demam, dan flu.
  • Dekongestan cair: Menurunkan beberapa gejala demam.
  • Dekongestan tetes: Membantu melancarkan pernapasan.
  • Hydrocortisone: Mengobati gigitan serangga, ruam, atau eksim ringan.

Jangan lupa cek tanggal kedaluwarsa obat dan pastikan kemasan obat tidak rusak, sobek, atau penyok, ya, Moms.

3. Berikan Obat Warung untuk Anak sesuai Dosis

Dosis Obat Warung (Riteaid.com)
Foto: Dosis Obat Warung (Riteaid.com)

Setelah mendapatkan obat warung dengan kandungan yang tepat untuk meredakan gejala sakit anak, Moms harus memberikannya sesuai dengan dosis yang tertera pada label atau kemasan.

Ikuti rekomendasi batasan umur dan berat badan pada label, dan tidak memberikan obat orang dewasa pada anak berusia di bawah 12 tahun.

Itu artinya juga tidak memberikan sebagian dosis obat orang dewasa pada anak ya, Moms.

Saat memberikan obat cair, pastikan Moms menggunakan sendok takar atau pipet takar agar obat warung untuk anak tidak melebihi dosis aman.

Baca Juga: Bingung Bagaimana Memberikan Obat Pada Balita dengan Mudah? Coba Lakukan 4 Cara Ini!

4. Tidak Memberikan Kombinasi Obat Warung untuk Anak

Kombinasi Obat Warung (Huffpost.com)
Foto: Kombinasi Obat Warung (Huffpost.com)

Aturan pemberian obat warung yang tidak kalah penting adalah tidak memberikan dua atau lebih jenis obat warung berbeda tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.

Selain dapat menimbulkan reaksi yang berbahaya bagi kesehatan anak, memberikan kombinasi obat warung juga bisa mengurangi khasiat obat yang diminum.

5. Jauhkan dari Jangkauan Anak

Jauhkan dari Anak (Trendsmap.com)
Foto: Jauhkan dari Anak (Trendsmap.com)

Setelah tidak lagi dikonsumsi, obat warung sebaiknya disimpan dalam tempat terkunci yang jauh dari jangkauan anak.

Saat akan dipakai lagi, selalu cek tanggal kedaluwarsa dan kondisi obat warung.

Segera buang obat di tempat yang aman bila terlihat tanda berjamur, berubah warna, berubah tekstur, atau berbau aneh.

Selain dosis, perhatikan juga aturan pakai obat warung yang Moms beli. Apakah perlu dikonsumsi...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb