27 May 2023

7 Tips Menumbuhkan Rasa Optimis pada Anak, Dukung Si Kecil

Mendidik agar anak optimis tidak bisa mendadak

Bagaimana ya tips menumbuhkan rasa optimis pada anak?

Impian memiliki anak yang tangguh tentunya menjadi kebanggaan kita ya, Moms.

Namun, hal tersebut tidak bisa didapat secara instan.

Nah, hal itu bisa kita dapatkan salah satunya dengan menumbuhkan rasa optimis pada anak.

Ada banyak alasan untuk mendorong optimisme pada anak-anak kita, termasuk pengaruh positif jangka panjang pada kesehatan mental dan fisik mereka.

Penelitian tidak hanya menunjukkan bahwa kekuatan kepositifan dapat memiliki manfaat seumur hidup, tetapi juga dapat membantu anak-anak dalam pengambilan keputusan dan mengatasi tantangan.

Dr. Kenneth Ginsburg, M.D., M.S., Ed, penulis, dan Co-Director Center for Parent and Teen Communication di The Children's Hospital of Philadelphia mengatakan bahwa mendidik anak agar memiliki rasa positif akan membentuk karakternya di masa depan.

Baca Juga: 8 Cara Mengajarkan Anak Berbagi dengan Orang Lain, Mudah Diterapkan!

Menumbuhkan Sikap Optimis pada Anak

Tapi bagaimana cara agar anak optimis? Coba tips menumbuhkan rasa optimis pada anak berikut ini, yuk.

1. Jadilah Seorang Model yang Optimis

Orangtua dan Anak
Foto: Orangtua dan Anak (Hbr.org)

Tanpa Moms sadari, Si Kecil selalu membuat orang tuanya sebagai role model dalam tingkah lakunya.

Mereka akan meniru Moms dan Dads, termasuk saat orang tua menunjukkan sifat optimis.

Contoh kecilnya seperti saat Moms sekeluarga mengalami kemacetan.

Untuk menumbuhkan sikap optimis pada anak juga, tunjukkan bahwa Moms memiliki rasa optimis dengan mencari jalur alternatif di peta untuk menghindari macet, daripada hanya menggerutu dan pasrah menghadapi macet.

Jadi, cobalah untuk selalu menunjukkan rasa penerimaan, kepercayaan diri, serta sentuhan humor, ketika Moms atau Dads menghadapi situasi yang tidak diinginkan.

Ini bukan hanya tentang bersikap optimis. Hal ini menunjukkan bahwa mengambil kendali adalah langkah penting.

Tunjukkan cara tetap menjaga harapan bahkan pada saat-saat yang tidak terduga.

Selain bisa mengembangkan sikap optimisme pada anak, orang tua yang optimis juga berkaitan dengan pola asuh anak.

Dalam jurnal yang dipublikasikan oleh U.S National Library of Medicine menunjukkan bahwa, tingkat optimisme orang tua yang tinggi melindungi anak-anak dari pola asuh yang buruk.

2. Ajari Anak untuk Melihat Sisi Positif

Mengajari Anak Rasa Optimis
Foto: Mengajari Anak Rasa Optimis (i-stockphoto.com)

Sesulit apa pun itu, bantulah Si Kecil untuk memahami bahwa segala situasi bahkan semua orang memiliki sisi positif dan negatif.

Dorong anak Moms untuk membiasakan diri mencari hal positif, bahkan dalam situasi negatif.

Jadi, Moms bisa menumbuhkan sikap optimis pada anak.

Misalnya, jika Moms dan Si Kecil terjebak dalam antrean panjang di toko grosir, isi waktu menunggu dengan bertanya tentang sekolah atau temannya agar anak tidak merasa bosan.

Jangan justru menggerutu dan menyalahkan situasi yang ada, coba manfaatkan waktu menunggu tersebut dengan melakukan hal positif, seperti mengobrol bersama Si Kecil untuk meningkatkan bonding.

Baca Juga: 6 Cara Mengajarkan Anak Menyelesaikan Masalah, Coba Yuk Moms!

3. Biarkan Anak Mengambil Risiko

Anak Sedang Bermain
Foto: Anak Sedang Bermain (Shutterstock.com)

Anak-anak mendapatkan kepercayaan diri mereka dengan menunjukkan kemampuan mereka. Rasa percaya diri akan mengarah pada pandangan optimis.

Mereka lebih cenderung mempertahankan pandangan optimis jika mereka tidak merasa pasif atau tidak berdaya.

Tetapi jika mereka merasa frustrasi, tertantang atau gagal, bukan masalah yang besar.

Penting bagi anak untuk belajar menghadapi tantangan dan mempelajarinya jika gagal.

Karena jika mereka memiliki kepercayaan diri yang tidak realistis, mereka mungkin mengambil risiko yang sembrono. Hal ini tentu saja bisa membahayakan diri mereka.

4. Berikan Pujian yang Tulus

Ibu dan Anak yang Kompak
Foto: Ibu dan Anak yang Kompak (Raisingchildren.net.au)

Semua orang suka mendapatkan pujian, termasuk anak-anak. Mereka akan berkembang saat diberi tahu betapa bagusnya pekerjaan mereka.

Namun, Martin Seligman, PhD, penulis The Optimistic Child mengatakan bahwa, terus-menerus memuji anak dapat benar-benar menjadi bumerang.

Jadi, agar anak memiliki rasa optimis dalam diri tapi tidak besar kepala, beri tahu mereka kapan mereka melakukan sesuatu dengan baik, tetapi jika mereka belum melakukan barhasil, akui juga hal tersebut.

Baca Juga: Penting, Ini Cara Mengajarkan Kecerdasan Interpersonal pada Anak

5. Dengarkan Masalah Anak

Ibu Menggandeng Anak
Foto: Ibu Menggandeng Anak (Mummypages.ie)

Mendengarkan masalah mereka akan menunjukkan sikap dukungan Moms pada anak.

Tanggapi dengan serius dan jangan menghakimi.

Tunjukkan pada mereka bahwa Moms berempati dengan mengerti apa yang mereka katakan saat mereka mengatasi kekecewaan atau patah hati.

Itu semua adalah bagian dari hubungan yang penuh kepedulian, yang juga menjadi elemen penting dalam memelihara harapan dan rasa optimis pada anak.

6. Lindungi Anak dari Stres dan Persiapkan Mereka untuk Mengelolanya

Ilustrasi Anak Stres
Foto: Ilustrasi Anak Stres (Irishtimes.com)

Moms memang bisa membuat anak tidak merasakan kesulitan, tapi saat keluar dari zona nyaman atau rumah, mereka tetap akan menerima kenyataan adalah bahwa kadang-kadang hidup dapat membawa mereka dalam situasi yang menegangkan.

Ajarkanlah kepada anak untuk dapat menerima semua perbedaan, menemukan solusi saat menghadapi tantangan atau stres.

Tunjukkan dengan sikap Moms yang menemukan solusi positif sehingga anak-anak belajar bahwa ada cara yang baik dan sehat untuk tetap bergerak maju, bahkan ketika hidup penuh tekanan.

Baca Juga: 8 Rahasia Mengajarkan Anak untuk Bersikap Adil, Catat!

7. Dorong Anak untuk Selalu Melakukan Hal Baru

Anak Belajar Optimis (Orami Photo Stock)
Foto: Anak Belajar Optimis (Orami Photo Stock)

Anak-anak merupakan masa yang penuh dengan pembelajaran.

Oleh sebab itu, Moms perlu mendorong mereka untuk melakukan hal-hal baru untuk menumbuhkan rasa optimis pada anak.

Mulai dari mengasah keterampilan diri, hingga membiasakan Si Kecil untuk melakukan kebaikan dengan membantu sesama.

Dengan begitu, anak Moms bisa memiliki rasa optimis dalam diri ketika menghadapi berbagai tantangan. Baik yang datang dari dalam diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Meski dalam kenyataannya proses mendidik agar anak optimis tidak mudah, tetaplah bersabar ya, Moms.

Mereka butuh berproses agar menjadi anak yang mampu bersikap optimis dan meraih kesuksesan di masa depan.

  • https://www.familytimeinc.com/2020/12/29/how-to-teach-optimism-and-resilience/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3604978/
  • https://www.ahaparenting.com/read/optimism
  • https://www.pbs.org/parents/thrive/encouraging-optimism-in-children

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb