Scroll untuk melanjutkan membaca

FASHION & BEAUTY
21 November 2022

10+ Pakaian Adat Jawa Tengah yang Anggun, dari Beskap hingga Jawi Jangkep

Busana adat Jawa Tengah bukan hanya kebaya, lho Moms!
10+ Pakaian Adat Jawa Tengah yang Anggun, dari Beskap hingga Jawi Jangkep

Pakaian adat Jawa Tengah identik dengan kain batik, kebaya, kemben untuk wanita, serta jubah hitam berbahan dasar beludru.

Batik pun telah diakui sebagai salah satu identitas penting budaya Indonesia.

UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009.

Sebagai bagian dari pengakuan tersebut, UNESCO bersikeras agar Indonesia melestarikan warisannya.

Nah, selain batik, ada pakaian adat Jawa Tengah lainnya yang perlu Moms ketahui, lho.

Yuk, kenali lebih lanjut pakaian Jawa Tengah seiring perayaan Pekan Kebudayaan Daerah 2022!

Baca Juga: 10 Rumah Adat Jawa Tengah, Tak Hanya Joglo!

Pakaian Adat Jawa Tengah dan Keunikannya

Kekayaan budaya Indonesia diwariskan dalam berbagai cara.

Mulai dari seni pertunjukan, kerajinan tangan, adat istiadat, upacara, hingga pakaian tradisional.

Berabad-abad yang lalu, orang Indonesia mengenakan pakaian tradisional, terutama pada ritual kebudayaan tertentu.

Namun, saat ini, pakaian adat Jawa Tengah telah dipakai dalam kegiatan sehari-hari.

Berikut ini beberapa jenis pakaian tradisional Jawa Tengah dengan segala keanggunannya:

1. Kebaya Tradisional

Kebaya Jawa Tengah

Foto: Kebaya Jawa Tengah (Instagram.com/therealdisastr)

Seperti halnya budaya yang beragam, Indonesia juga memiliki banyak pakaian tradisional yang berbeda. Salah satunya adalah kebaya.

Tadinya, pakaian tradisional ini hanya diperuntukkan bagi bangsawan dan keluarga penting atau acara-acara khusus yang mewah dan berkelas.

Dengan perubahan zaman, kini banyak orang mengenakan kebaya dalam penggunaan sehari-hari.

Baju kebaya awalnya berasal dari kebudayaan Jawa dan Bali dengan corak yang khas.

Tetapi dengan keunggulan beragam budaya dan daerah, kebaya mulai tersebar banyak di penjuru daerah.

Setiap tempat memiliki pandangan yang berbeda tentang kebaya dan keunikannya.

Tetapi umumnya dibuat dari kain tipis, seperti sutra, katun tipis, atau nilon tembus pandang yang dihiasi dengan brokat dan sulaman.

2. Jawi Jangkep

Jawi Jangkep

Foto: Jawi Jangkep (Instagram.com/abimanyuphotography)

Mungkin Moms sudah tak asing lagi dengan pakaian adat Jawa Tengah satu ini.

Ini merupakan Jawi Jangkep, yaitu pakaian yang biasa digunakan dalam adat pernikahan Jawa Tengah.

Jawi Jangkep merupakan pakaian yang dipakai oleh pria dalam upacara resmi adat Jawa Tengah.

Terdiri dari baju beskap bermotif bunga atau polos di bagian tengahnya.

Seiring dengan berkembangnya zaman, pakaian adat adalah salah satu bentuk dalam acara-acara tertentu untuk menunjukkan identitas Jawa Tengah.

Untuk bawahan, biasanya akan menggunakan kain jarik panjang yang dililit dari pinggang hingga mata kaki.

Tak lupa juga menyelipkan keris di belakang sebagai makna bahwa manusia harus mampu menolak godaan energi negatif.

Pakaian adat Jawa Tengah ini dilengkapi dengan blangkon atau penutup kepala yang terbuat dari kain dan sandal selop atau sandal bertutup.

Baca Juga: 9 Upacara Kelahiran Bayi, Hanya Ada di Indonesia

3. Basahan

Basahan

Foto: Basahan (Instagram.com/yanie_brilliantmua)

Pakaian adat Jawa Tengah selanjutnya adalah Basahan.

Biasa digunakan untuk acara pernikahan adat Jawa. Ini merupakan warisan dari salah satu kebudayaan Mataram.

Berbeda dari pakaian adat lainnya, Basahan identik tidak mengenakan luaran dengan riasan Paes Ageng Kanigaran.

Pakaian tradisional ini juga dikenal dengan nama Dodot karena kedua mempelai biasanya mengenakan kain kemben panjang dan lebar yang biasa dinamakan kain Dodot.

Pada zaman dulu pakaian ini hanya boleh dikenakan di lingkungan kerabat Keraton.

Namun saat ini, pakaian adat Jawa Tengah tersebut dapat dipakai umum untuk menunjukkan identitas Jawa Tengah.

4. Batik Jawa

Batik Jawa

Foto: Batik Jawa (Lendah.kulonprogokab.go.id)

Batik adalah kain yang secara tradisional dibuat dengan menggunakan teknik pewarnaan tahan lilin manual untuk membentuk pola.

Batik juga salah satu bagian dari pakaian adat Jawa Tengah selanjutnya.

Kain batik tradisional biasanya dipakai oleh wanita Jawa sebagai pembungkus kemben atau outer tubuh.

Kain batik juga bisa dililitkan di pinggul dengan beberapa lipatan di bagian depan disebut Wiron, sedangkan bagian atas dipadankan dengan memakai baju kebaya pas.

Secara tradisional, untuk laki-laki, ujung kain batik juga bisa dijahit menjadi kain tubular sebagai sarung atau dililitkan di pinggul.

Pada saat ini, kain batik juga dijahit dan dijadikan kemeja pria sebagai batik kontemporer.

5. Surjan

Surjan

Foto: Surjan (Wikimedia.org/bangbangpur)

Surjan adalah bentuk pakaian adat Jawa yang identik dengan motif lurik.

Biasanya dikenakan bagi kaum pria sebagai acara adat atau kebudayaan tertentu. Keunikannya, penggunaan Surjan terbatas untuk wilayah Yogyakarta.

Motif dasar Surjan utamanya adalah lurik, meskipun dapat pula bahan bermotif kembang-kembang.

Melansir KRJogja, Surjan lurik ini pertama kali dibuat oleh Sunan Kalijaga sebagai pakaian Takwa.

Surjan merupakan busana adat Jawa atau disebut busana Kejawen penuh dengan Piwulang Sinandhi.

Ini merupakan suatu ajaran tersirat yang terkait dengan filosofi Jawa (Kejawen).

Pakaian adat Jawa ini bermakna garis-garis melambangkan kesederhanaan.

Di dalam Keraton, ukuran garis-garis atau lurik ini melambangkan jabatan si pemakainya.

Baca Juga: Kenali Jenis Tarian Tradisional Jawa Barat untuk Edukasi Anak

6. Blangkon

Blangkon

Foto: Blangkon (Flickr.com/budi wicaksono)

Blangkon adalah hiasan kepala tradisional yang dibuat dari bahan kain batik yang dikenakan oleh pria Jawa.

Saat ini, Blangkon terkenal di kalangan wisatawan sebagai suvenir koleksi serta ciri khas budaya Jawa.

Keunikan tentang Blangkon adalah memadukan serban dari pakaian Islami dengan budaya Hindu, yang mencerminkan pengaruh Hindu dan Islam dalam budaya Jawa.

Pakaian adat Jawa Tengah ini memiliki empat jenis, tergantung dari asalnya. Ini termasuk jenis Yogyakarta, Surakarta, Kedu, dan Banyumas.

Tentunya semuanya memiliki bentuk yang berbeda-beda dengan ciri khasnya.

7. Jarik

Jarik

Foto: Jarik (Instagram.com/abimtriyan)

Hampir setiap orang Indonesia memiliki kain batik ini, Jarik. Tak heran, jika Jarik dikenal sebagai salah satu ciri khas kain Jawa.

Sebagai kain serba guna yang cocok untuk hampir semua acara, Jarik telah menjadi barang penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, khususnya pakaian adat Jawa Tengah.

Dapat digunakan sebagai pakaian, gendongan bayi, alas tidur bayi, pakaian formal, dan keperluan lainnya.

Keunikan busana tradisional ini, Jarik juga bisa menunjukkan status pemakainya dari motif polanya.

Jarik bisa dipadukan dengan kebaya ataupun beskap bagi pemakainya.

8. Stagen Kebaya

Stagen Kebaya

Foto: Stagen Kebaya (Instagram.com/maudyayunda)

Stagen adalah gulungan kain yang secara tradisional dikenakan oleh pria dan wanita Jawa.

Dipakai pada acara penting ataupun upacara adat pernikahan Jawa.

Saat batik dililitkan di pinggang, mengenakan stagen akan membantu menonjolkan bentuk tubuh wanita dan menjaga batik tetap di tempatnya saat pemakainya bergerak.

Motif dan warnanya tentu beragam, Moms bisa memilih sesuai dengan warna kebaya yang dikenakan.

Baca Juga: 14 Obat Tradisional Pneumonia pada Bayi dan Balita

9. Beskap

Beskap

Foto: Beskap (Thebridedept.com)

Pakaian adat Jawa Tengah berikutnya adalah Beskap.

Seiring perkembangan zaman, Beskap dan Jawi Jangkep sering dikenakan secara terpisah.

Dipakai untuk pria dan memiliki warna yang sangat beragam, tapi biasanya identik dengan warna gelap dan polos.

Teksturnya yang tebal menyerupai jas, dan disertai dengan kerah baju yang tidak memiliki lipatan.

Keunikan pada Beskap, ia memiliki perbedaan ukuran potongan pada bagian depan yang tidak simetris, lho.

Tujuan dari ketidaksimetrisan, yaitu untuk antisipasi pemakaian aksesori keris dan lainnya.

Diketahui, Beskap memiliki beberapa jenis yang berbeda, di antaranya:

  • Beskap gaya Yogya: beskap yang merujuk pada pakem Keraton Kasultanan.
  • Beskap gaya Solo: beskap yang terinspirasi dari pakem budaya Keraton Kasunanan.
  • Beskap Landung: beskap dengan bagian depan yang panjang.

Jika Moms memperhatikan, kancing pada Beskap ada pada sisi kanan dan kiri dengan pola yang bisa dibilang cukup unik yaitu menyamping.

Beskap pada pria biasanya dipakai dengan jarik khas Jawa hingga menutupi kaki.

10. Keris Jawa

Keris Jawa

Foto: Keris Jawa (Flickr.com/Marshall Astor)

Pakaian adat Jawa Tengah tak lengkap jika tidak ada aksesoris di dalamnya.

Keris adalah pelengkap paling utama yang harus ada dalam pemakaian adat Jawa Tengah, khususnya bagi pria. Diletakkan di belakang pakaian, tepatnya di punggung.

Karena cuma sebagai hiasan, jadi keris yang dipakai ini bukanlah keris asli yang tajam.

Biasanya berbahan dasar kayu yang diukir menyerupai keris sungguhan dan dikemas dengan tempat keris.

Hanya aja, saat ini sudah sangat jarang menemukan orang yang memakai pakaian Surjan dan keris dalam kehidupan sehari-hari.

11. Kanigaran

Kanigaran

Foto: Kanigaran (Griyapaesintan.com)

Pakaian adat Jawa Tengah yang selanjutnya adalah Kanigaran.

Pada zaman dahulu, pakaian adat jenis ini biasa dikenakan oleh para raja di tanah Jawa.

Namun, di masa kini pakaian Kanigaran juga kerap digunakan dalam pakaian khas upacara pernikahan adat Jawa.

Salah satu ciri khas dari pakaian ini adalah penggunaan singkok atau aksesoris kepala pada pria yang memanjang ke atas.

Kemudian atasan pakaian Kanigaran dibuat dari kain beludru berwarna gelap dengan efek mengkilap yang menghasilkan tampilan elegan.

Lalu, untuk bagian bawahnya baik pria maupun wanita mengenakan Dodotan yang berbeda dengan kain jarik biasa. Di pakaian Kanigaran kain Dodot tampak lebih berwarna.

Selain itu, penggunaan dodotan dalam Kanigaran juga tidak hanya dililitkan di pinggang, tetapi kain ini juga disampirkan di tangan.

12. Batik Jawa Tengah

Batik Jawa Tengah

Foto: Batik Jawa Tengah (Moselo.com)

Pakaian adat Jawa Tengah yang terakhir dan tidak boleh terlewatkan adalah batik Jawa Tengah.

Di Jawa Tengah terdapat beberapa motif yang umumnya dikenakan oleh masyarakat.

Salah satu daerah di Jawa Tengah yang terkenal akan seni batiknya adalah Solo.

Bahkan jika dilihat dari sejarah, Solo merupakan tempat perdagangan batik pertama kali di Indonesia pada tahun 1568.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, batik Jawa Tengah memiliki berbagai motif beragam, antara lain Batik Truntum, Batik Sido Wirasat, Batik Cakar Ayam, Batik Parangkusumo, dan lainnya.

Selain beberapa motif batik Jawa Tengah yang disebutkan di atas, terdapat beberapa motif batik Jawa Tengah lainnya.

Namun, perlu diingat bahwa setiap motif batik Jawa Tengah maupun daerah lainnya memiliki filosofi yang berbeda-beda tergantung motifnya.

Baca Juga: 5 Kreasi Resep Tahu Telur Khas Jawa Timur, Enak dan Mudah Dibuat!

Itu dia beberapa jenis busana adat Jawa Tengah.

Semoga menambah pengetahuan untuk Moms yang sedang mencari referensi pakaian adat Jawa Tengah, ya!

  • https://pariwisataindonesia.id/ragam/baju-jawi-jangkep-dan-kebaya/
  • https://www.krjogja.com/berita-lokal/diy/yogyakarta/surjan-terdiri-beragam-motif-berikut-maknanya/
  • https://kain-kita.medium.com/the-struggles-of-stagen-7d46e89b424#:~:text=Stagen%20is%20a%20piece%20o,while%20the%20wearer%20moves%20around.
  • https://cerdika.com/pakaian-adat-jawa-tengah/#8_Jarik

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.