27 Mei 2020

Ini Panduan Aktivitas Balita Terbaru dari WHO, Catat!

Sebelum berusia 2 tahun, balita tidak disarankan menonton televisi atau main game

Anak-anak berusia di bawah lima tahun harus menghabiskan waktu yang lebih sedikit di depan layar. Mereka harus mendapatkan tidur yang lebih berkualitas dan aktif bermain agar tumbuh sehat. Menurut panduan aktivitas balita WHO, anak harus lebih aktif dan mengurangi waktu layar.

Pada April 2019 lalu, World Health Organization (WHO) kali pertama mengeluarkan pedoman baru terkait aktivitas fisik, kebiasaan menetap, dan waktu tidur untuk anak usia di bawah lima tahun.

“Mencapai kesehatan untuk semua berarti melakukan yang terbaik untuk kesehatan sejak awal kehidupan manusia. Anak usia dini adalah periode perkembangan yang cepat dan masa ketika pola gaya hidup keluarga dapat disesuaikan untuk mendorong peningkatan kesehatan,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip dari situs resmi WHO

Pedoman baru ini dikembangkan oleh panel ahli WHO. Mereka menilai efek yang terjadi pada balita yang kurang tidur, menghabiskan waktu di depan layar, serta yang berdiam di kursi atau kereta bayi. Mereka juga meninjau bukti terkait manfaat dari peningkatan aktivitas.

“Meningkatkan aktivitas fisik, mengurangi waktu berdiam diri, dan memastikan kualitas tidur pada anak akan meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan kesejahteraan mereka. Selain itu juga mencegah obesitas di masa kecil dan penyakit terkait di kemudian hari,” kata Dr. Fiona Bull, Manajer Program Pengawasan dan Populasi Berbasis Pencegahan Penyakit Tidak Menular WHO.

Baca Juga: 5 Aktivitas Motorik Balita dengan Magnet, Seru!

Ia mengatakan, kegagalan memenuhi aktivitas fisik bertanggung jawab atas 5 juta kematian secara global setiap tahun di semua kelompok umur. Saat ini, lebih dari 23 persen orang dewasa dan 80 persen remaja tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup.

Jika aktivitas fisik yang sehat, perilaku menetap dan kebiasaan tidur ditanamkan sejak dini, maka akan membantu membentuk kebiasaan saat melalui masa anak-anak, remaja, hingga dewasa.

“Apa yang benar-benar perlu dilakukan ialah mengembalikan permainan untuk anak-anak. Ini adalah tentang beralih dari waktu tidak aktif ke waktu bermain, sekaligus melindungi waktu tidur,” kata Dr Juana Willumsen, WHO focal point untuk obesitas dan aktivitas fisik anak.

Panduang Aktivitas Balita dari WHO

Pada panduan aktivitas balita ini, pola aktivitas selama 24 jam menjadi kunci. Mengganti waktu layar yang lama atau waktu yang tidak aktif dengan bermain yang lebih aktif, serta memastikan balita tidur cukup dan berkualitas.

Seperti apa panduan aktivitas balita dari WHO tersebut? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: 4 Aktivitas Pendukung Terapi Wicara Balita yang Bisa Dilakukan di Rumah

1. Bayi Kurang dari 1 tahun

Ini Panduan Aktivitas Balita Terbaru dari WHO
Foto: Ini Panduan Aktivitas Balita Terbaru dari WHO

Foto: Orami Photo Stock

Pada usia ini, bayi harus aktif secara fisik beberapa kali sehari dalam berbagai cara, utamanya melalui permainan di lantai yang interaktif, semakin banyak semakin baik.

Bayi yang belum bergerak, itu termasuk 30 menit berada dalam posisi tengkurap yang bisa dilakukan sepanjang hari selama ia terjaga.

Tidak dibiarkan terdiam lebih dari satu jam (misalnya di kereta bayi, kursi tinggi, atau digendong). Waktu layar tidak disarankan. Ketika tidak banyak bergerak, sebaiknya diajak membaca dan bercerita bersama pengasuh.

Bayi 0-3 bulan perlu tidur 14-17 jam sehari atau 12-16 jam sehari untuk bayi usia 4-11 bulan, termasuk tidur siang.

2. Anak 1-2 tahun

Ini Panduan Aktivitas Balita Terbaru dari WHO
Foto: Ini Panduan Aktivitas Balita Terbaru dari WHO

Foto: Orami Photo Stock

Luangkan waktu setidaknya 180 menit untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas apapun, mulai dari sedang sampai kuat. Waktu itu bukan berarti nonstop, dilakukan menyebar sepanjang hari, lebih banyak lebih baik.

Anak tidak dibiarkan berdiam diri lebih dari 1 jam pada suatu waktu, misalnya duduk di kereta bayi, kursi tinggi, digendong, maupun duduk untuk waktu yang lama.

Pada usia ini, waktu layar untuk menonton TV, video, maupun game tidak dianjurkan. Bagi mereka yang berusia 2 tahun, waktu layar menetap tidak boleh lebih dari 1 jam, lebih sedikit lebih baik.

Jika tidak banyak bergerak, dianjurkan untuk membaca dan bercerita dengan pengasuh.

Anak harus mendapatkan 11-14 jam waktu tidur yang berkualitas termasuk tidur siang dengan waktu tidur dan bangun yang teratur.

Baca Juga: 5 Aktivitas Terbaik Untuk Mengembangkan Keterampilan Motorik Kasar pada Balita

3. Anak 3-4 tahun

Ini Panduan Aktivitas Balita Terbaru dari WHO
Foto: Ini Panduan Aktivitas Balita Terbaru dari WHO

Foto: Orami Photo Stock

Pada usia ini, anak setidaknya menghabiskan 180 menit untuk berbagai jenis aktivitas fisik dengan intensitas apapun. Setidaknya 60 menit untuk aktivitas fisik sedang hingga kuat. Waktu itu diakumulasi sepanjang hari, lebih banyak lebih baik.

Disarankan agar tidak berdiam diri lebih dari 1 jam, misalnya di kereta bayi atau duduk pada waktu yang lama.

Waktu layar menetap tidak boleh lebih dari 1 jam, lebih sedikit lebih baik. Jika tidak banyak bergerak, dianjurkan untuk membaca dan bercerita dengan pengasuh.

Pada usia ini, anak perlu tidur 10-13 jam waktu tidur yang berkualitas, termasuk tidur siang dengan waktu tidur dan bangun yang teratur.

Nah, itulah panduan aktivitas balita di bawah 5 tahun menurut WHO. Apakah Moms sudah mengikuti panduan tersebut?

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.