06 Oktober 2020

Pengobatan Quetiapine pada Penderita Skizofrenia Saat Hamil

Skizofrenia merupakan gangguan yang tidak main-main

Masa-masa kehamilan, kesehatan dapat menjadi fokus utama. Bukan hanya kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental.

Alih-alih stres, ibu hamil harus bisa menjaga pikiran jernih agar tidak terserang gangguan mental seperti salah satunya skizofrenia.

Jika sampai mengalami gangguan mental tersebut, ibu hamil harus segera menanganinya sebelum dampak buruk terjadi.

Pengobatan quetiapine pada skizofrenia selama kehamilan merupakan salah satu cara mengatasinya.

Berikut ini beberapa informasi yang perlu Moms ketahui.

Skizofrenia Saat Hamil

Pengobatan Quetiapine pada Penderita Skizofernia Saat Hamil.jpg
Foto: Pengobatan Quetiapine pada Penderita Skizofernia Saat Hamil.jpg (https://medscape.com/)

Foto: medscape.com

American Pregnancy Association menyatakan bahwa skizofrenia merupakan kondisi kesehatan mental yang muncul dengan sendirinya dan dialami paling sering pada seseorang dengan umur 20 hingga 29 tahun.

Gangguan mental ini akan menyebabkan pengidapnya mengalami halusinasi, delusi, perubahan perilaku, hingga kekacauan berpikir.

Tidak hanya itu saja skizofrenia dapat memicu gangguan mental lainnya seperti depresi, gangguan kecemasan, dan juga penyalahgunaan obat-obatan.

Salah satu penyebab skizofrenia adalah campuran faktor genetik dan lingkungan.

Gangguan mental ini memiliki risiko kehamilan seperti timbulnya preeklampsia, ketuban pecah, dan yang paling fatal mengalami kematian pada janin dan bayi baru lahir.

Dilansir dari Science Alert, sebuah studi baru menemukan bahwa skizofrenia bisa bermula sejak 12 minggu pertama kehamilan, oleh karena itu ada kemungkinan dapat diobati dalam lahir sebelum melahirkan.

Pengobatan quetiapine pada skizofrenia selama kehamilan adalah salah satu solusi menjaga mental tanpa membahayakan kesehatan dan kesejahteraan bayi yang sedang berkembang.

Baca Juga: 5 Efek Skizofrenia pada Kehamilan, Simak di Sini Moms

Pengobatan Quetiapine pada Skifozrenia Selama Kehamilan

Pengobatan Quetiapine pada Penderita Skizofernia Saat Hamil 4.jpg
Foto: Pengobatan Quetiapine pada Penderita Skizofernia Saat Hamil 4.jpg (https://psychcentral.com/)

Foto: psychcentral.com

Mother To Baby mengatakan, bahwa quetiapine adalah obat antiseptik untuk mengobati skizofrenia, gangguan bipolar, dan depresi berat.

Tujuan pengobatan ini adalah untuk membantu mengembalikan keseimbangan zat alami tertentu di otak.

Selain itu quetiapine akan mengurangi halusinasi, meningkatkan konsentrasi, membantu berpikir jernih dan positif, mengatasi gugup, dan lebih aktif dalam berkegiatan sehari-hari.

Pengabaian terhadap diri sendiri selama mengalami skizofrenia akan mengganggu asupan nutrisi dan kebersihan selama kehamilan.

Penggunaan obat ini pula yang akan membuat ibu hamil yang mengalami skizofrenia akan tidur nyenyak, meningkatkan nafsu makan, meningkatkan mood, dan meningkatkan energi.

Obat ini tidak bisa sembarang dikonsumsi, Moms tetap perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan resep obat ini sesuai yang dianjurkan.

Quetiapine dapat dikombinasikan dengan obat lain guna mengobati depresi. Sebelum mengonsumsi obat ini, perhatikan brosur informasi pasien.

Baca Juga: Memahami Gejala dan Penyebab Skizofrenia pada Anak

Dosis Quetiapine Saat Hamil

Pengobatan Quetiapine pada Penderita Skizofernia Saat Hamil 2.jpg
Foto: Pengobatan Quetiapine pada Penderita Skizofernia Saat Hamil 2.jpg (https://psihbolezni.ru/)

Foto: psihbolezni.ru

Dosis yang diberikan didasarkan pada kondisi medis pasien dan respon terhadap pengobatan tersebut.

Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya jika benar-benar dibutuhkan.

Bayi yang lahir dari ibu yang telah menggunakan obat ini selama 3 bulan terakhir kehamilan mungkin jarang mengalami gejala termasuk otot kaku atau gemetar, mengantuk, kesulitan makan / bernapas, atau menangis terus-menerus.

Jika Moms melihat salah satu gejala ini pada bayi baru lahir terutama selama bulan pertama, segera beri tahu dokter.

Biasanya untuk pemeriksaan pertama, dokter akan merekomendasikan obat ini dalam dosis rendah dan akan diberikan secara bertahap meningkatkan dosis.

Ibu hamil perlu mengonsumsi obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat yang terbaik dan jangan berhenti mengonsumsi tanpa saran dokter.

Bagi ibu hamil yang mengonsumsi obat ini mungkin akan mengalami efek samping seperti mual, diare, sulit tidur, iritabilitas, atau sakit kepala.

Jika berkonsultasi dengan dokter, dosis obat akan diturunkan secara bertahap.

Baca Juga: Apa Obat Antibiotik yang Aman untuk Ibu Hamil?

Efek Samping Quetiapine Selama Kehamilan

Efek Samping Quetiapine Saat Hamil
Foto: Efek Samping Quetiapine Saat Hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Pada ibu hamil, dapat terjadi sembelit, kantuk, sakit perut, kelelahan, penambahan berat badan, penglihatan kabur, atau mulut kering.

Jika salah satu dari efek ini bertahan atau memburuk, segera beri tahu dokter Moms.

Pusing atau sakit kepala dapat terjadi, terutama saat Moms pertama kali memulai atau meningkatkan dosis obat ini. Pusing dan sakit kepala bisa meningkatkan risiko terjatuh. Bangun perlahan saat bangun dari posisi duduk atau berbaring.

Beri tahu dokter Moms segera jika Anda memiliki efek samping yang serius, termasuk:

  • gelisah/perlu bergerak terus-menerus
  • gemetar (tremor)
  • perubahan mental/mood (seperti peningkatan kecemasan, depresi, pikiran untuk bunuh diri)
  • kesulitan menelan
  • sembelit dengan terus menerus sakit perut
  • mual/muntah terus-menerus
  • nafsu makan hilang
  • mata/kulit menguning
  • gangguan pernapasan saat tidur
  • kesulitan buang air kecil.

Ada pula obat yang tidak boleh diminum dengan quetiapine.

Melakukannya dapat menyebabkan masalah irama jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

  • Obat antiaritmia seperti quinidine, procainamide, amiodarone atau sotalol
  • Obat antipsikotik seperti ziprasidone, klorpromazin, atau tioridazin
  • Antibiotik seperti gatifloxacin atau moxifloxacin
  • Pentamidin
  • Metadon

Interaksi yang Meningkatkan Risiko Efek Samping

Meminum quetiapine dengan obat tertentu meningkatkan risiko efek samping dari obat tersebut. Contoh obat ini meliputi:

  • Benzodiazepin seperti alprazolam, klonazepam, diazepam, chlordiazepoxide atau lorazepam. Moms mungkin mengalami rasa kantuk yang meningkat.
  • Relaksan otot seperti baclofen, cyclobenzaprine, methocarbamol, tizanidine, carisoprodol, atau metaxalone. Moms mungkin mengalami rasa kantuk yang meningkat.
  • Obat nyeri seperti morfin, oksikodon, fentanil, hidrokodon, tramadol, atau kodein. Moms mungkin mengalami rasa kantuk yang meningkat.
  • Antihistamin seperti hydroxyzine, diphenhydramine, chlorpheniramine, atau brompheniramine. Moms mungkin mengalami rasa kantuk yang meningkat.
  • Sedatif/hipnotik seperti zolpidem atau eszopiclone. Moms mungkin mengalami rasa kantuk yang meningkat.
  • Barbiturat seperti fenobarbital. Moms mungkin mengalami rasa kantuk yang meningkat.
  • Antihipertensi seperti amlodipine, lisinopril, losartan, atau metoprolol. Tekanan darah Moms mungkin lebih rendah.

Itulah serba-serbi meminum quetiapine saat hamil. Hati-hati, ya, Moms, jika harus mengonsumsi obat-obatan saat hamil.

Baca Juga: 4 Cara Alami Mengobati Asam Urat pada Ibu Hamil yang Patut Dicoba

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.