20 April 2024

3 Posisi Tidur Ibu Hamil dengan Plasenta Previa yang Baik

Ada posisi tidur yang dianjurkan dan yang sebaiknya dihindari

Moms didiagnosis plasenta previa? Lantas, bagaimana posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa? Berikut ulasannya.

Plasenta previa terjadi ketika plasenta menutupi sebagian atau seluruh serviks ketika akhir-akhir kehamilan.

Plasenta previa merupakan komplikasi kehamilan yang relatif jarang terjadi. Namun, perlu Moms ketahui ada beberapa jenis previa:

  • Previa lengkap: Plasenta menutupi seluruh pembukaan serviks
  • Previa parsial: Plasenta menutupi bagian dari pembukaan serviks
  • Marginal previa: Plasenta berbatasan dengan serviks

Dalam semua kasus, plasenta secara fisik menghalangi pembukaan jalan lahir (vagina) dengan cara tertentu, yang berarti dapat memengaruhi cara Si Kecil lahir.

Menurut American Pregnancy Association, ibu hamil dengan plasenta previa terjadi pada sekitar 1 dari 200 ibu hamil di trimester ketiga kehamilan.

Kondisi ibu hamil dengan plasenta previa biasanya menyebabkan pendarahan hebat sebelum atau selama persalinan.

Untuk itu, ibu hamil dengan plasenta previa kerap diminta untuk bed rest atau istirahat beberapa waktu dan mengurangi aktivitas.

Lantas, seperti apa posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang dianjurkan dan dilarang? Simak di bawah ini.

Baca Juga: Hamil dengan Plasenta Previa Bisa Melahirkan Normal?

Posisi Tidur Ibu Hamil dengan Plasenta Previa yang Dianjurkan

Ibu Hamil Tidur
Foto: Ibu Hamil Tidur (Freepik.com/freepik)

Melansir dari March of Dimes, perawatan ibu hamil dengan plasenta previa biasanya bertujuan untuk menjaga kehamilan selama mungkin.

Sehingga, bed rest bisa jadi anjurannya. Lalu, apa saja posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang dianjurkan? Berikut daftarnya.

1. Menyamping

Posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang dianjurkan pertama adalah menyamping.

Sama seperti kehamilan lainnya, posisi ibu hamil dengan plasenta previa tetap disarankan tidur menyamping sebagai solusi terbaik. Utamanya di sisi kiri.

Dr. Michael Breus, Clinical Psychologist dan Sleep Medicine Expert dalam laman Sleep Doctor menjelaskan posisi tidur ini memungkinkan aliran darah maksimal untuk Moms dan Si Kecil dalam kandungan.

Posisi tidur ini juga tidak memberikan tekanan pada hati Moms.

Pastikan kaki dan lutut tetap ditekuk dengan bantal di antara kedua kaki untuk menambah kenyamanan.

Posisi ini juga akan bermanfaat bagi ginjal Moms, dengan membantu menghilangkan limbah dan cairan dari tubuh.

Ini akan mengurangi pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, dan tangan.

Jadi, jika tidur menyamping kiri ideal maka haruskah Moms menghindari sisi kanan? Belum tentu.

Ulasan studi dari The Lancet menunjukkan keamanan yang setara dengan tidur di sisi kiri dan kanan.

Ada risiko yang sangat kecil untuk masalah kompresi pada IVC (inferior vena cava) saat Moms tidur di sebelah kanan.

Tetapi yang terpenting adalah Moms merasa paling nyaman dengan posisi mana pun.

Baca Juga: 4 Risiko Plasenta Previa dan Cara Menanganinya, Bumil Wajib Tahu!

2. Setengah Duduk

Survey National Sleep Foundation, menemukan bahwa 78% Moms mengalami lebih banyak kesulitan tidur saat hamil.

Untuk membuat lebih mudah terlelap, posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang bisa dicoba selanjutnya adalah setengah duduk.

Moms bisa meletakkan sesuatu seperti menyusun bantal-bantal di kasur, yang akan membuat tubuh bagian atas terangkat saat tidur.

Posisi setengah duduk ini akan mempersulit asam lambung naik ke kerongkongan saat tidur, hingga mengurangi tekanan pada rahim yang memicu pendarahan.

3. Berbaring Telentang dengan Sokongan di Pinggul

Moms, posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa lainnya yaitu berbaring telentang dengan sokongan di pinggul.

Mengganjal beberapa bantal di pinggul dapat membantu meringankan rasa tidak nyaman.

Bantal akan mengurangi tekanan ke rahim dan menyangga area perut.

Bila secara langsung tanpa dukungan apalagi di trimester ketiga, tidur telentang memberikan tekanan pada pembuluh darah utama yang mengalirkan darah ke rahim.

Tekanan ini dapat menurunkan suplai oksigen ke janin.

Kemudian bisa juga menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan seperti pusing, dan mual pada ibu hamil.

Bila dilakukan dengan rutin posisi-posisi tidur di atas diyakini dapat membantu memperbaiki kondisi plasenta agar tidak menutupi jalan lahir.

Tak lupa Moms pun tetap harus berkonsultasi untuk memeriksa kondisi plasenta ke dokter kandungan.

Baca Juga: Hamil dengan Plasenta Previa Bisa Melahirkan Normal?

Posisi Tidur Ibu Hamil dengan Plasenta Previa yang Dihindari

Ibu Hamil Tidur Telentang
Foto: Ibu Hamil Tidur Telentang (Orami Photo Stocks)

Setelah mengetahui posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang dianjurkan.

Moms pun perlu tahu tentang risiko posisi yang sebaiknya dihindari, yaitu:

1. Tidur Tengkurap

Posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang dilarang pertama adalah tengkurap.

Saat hamil, perubahan fisik paling mencolok adalah perut.

Ketika usia kehamilan Moms bertambah tentu keadaan berbaring tengkurap pun tidak memungkinkan.

Selain soal ketidaknyamanan, tidur tengkurap memiliki efek negatif yang sama dengan tidur telentang.

Tidur tengkurap dapat menyebabkan tonjolan Si Kecil bergerak ke dalam perut dan menekan aorta dan IVC.

Baca Juga: 4 Risiko Plasenta Previa dan Cara Menanganinya, Bumil Wajib Tahu!

2. Tidur Telentang

Posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang sebaiknya dihindari selanjutnya adalah telentang.

Tidur telentang umumnya dianggap aman selama trimester pertama.

Namun, studi di dari The Royal College of Obstetricians and Gynaecologists pada mengungkap, tidur sepanjang malam terlentang berhubungan dengan lahir mati untuk Si Kecil.

Namun, tentu saja hal tersebut bisa disebabkan oleh faktor lainnya. Selain itu, ada beberapa masalah lain dengan tidur telentang.

Posisi ini dapat menyebabkan sakit punggung, wasir, masalah pencernaan, dan sirkulasi yang buruk.

Ini mungkin membuat Moms merasa pusing. Jadi sebaiknya cobalah posisi tidur yang lain.

Bukan cuma posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang perlu diperhatikan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.