14 September 2018

Pentingnya Premarital Check Up, Persiapan Kehamilan 2 Bulan Sebelum Menikah

Jangan sampai hamil spontan!

Merencanakan kehamilan adalah hal yang penting. Dokter spesialis kebidanan National Hospital Surabaya dr. Amang Surya Priyatno mengatakan bahwa hamil yang dipersiapkan dengan baik akan menghasilkan generasi yang berkualitas.

“Hamil itu harus dipersiapkan untuk mendapatkan sel telur dan sperma yang baik. Jangan sampai hamil spontan,” kata dr. Amang saat ditemui di sela acara Fertility Science Week 2008 di Central Park Mall, Jumat (7/9).

Lakukan Premarital Check Up Sebelum Pernikahan

shutterstock 672267676
Foto: shutterstock 672267676

dr. Amang menjelaskan, sel telur dan sperma yang baik merupakan modal untuk mendapatkan embrio yang baik. Embrio yang baik, lanjutnya, merupakan modal untuk mendapatkan janin yang berkualitas.

Karena itu juga, kehamilan harus dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Ia mengatakan, pasangan yang akan menikah dan ingin langsung merencanakan memiliki momongan penting untuk menjalani premarital check up.

Premarital check up, kata dr. Amang, penting untuk mendeteksi awal penyakit yang mungkin diderita calon pengantin. Ia menyarankan pasangan yang akan menikah untuk melakukan cek laboratorium.

“Jangan sampai ibunya ternyata ada penyakit HSV-2 yang menyebabkan keguguran. Kalau ketahuan kan bisa diterapi dulu. Kalau tidak ketahuan, ujung-ujungnya hamil bisa keguguran atau hamil nanti anaknya lahir buta,” ungkap dr. Amang.

Deteksi Dini Penyakit Menular dan Menurun

shutterstock 534905143
Foto: shutterstock 534905143

Premarital check up yang biasanya meliputi tes TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes Simplex), Thalasemia, golongan darah rhesus, sebagai antisipasi dini agar kelak ketika datang masa kehamilan, ancaman dari penyakit-penyakit tersebut dapat diatasi.

Premarital check up sebaiknya dilakukan pasangan pada 1-2 bulan sebelum menikah, dengan begitu, waktu 1-2 bulan bisa digunakan untuk melakukan terapi jika dibutuhkan.

dr. Amang juga mengingatkan kepada para calon pengantin perempuan untuk melakukan USG sebelum menikah. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan untuk mendeteksi miom yang ada dalam rahim.

Menurut dr Amang, ada juga pasiennya yang ternyata baru diketahui memiliki miom yang cukup besar dalam rahimnya setelah hamil. Jika sudah begitu, tindakan yang dibutuhkan jadi lebih rumit. “Lebih baik diketahui lebih dulu lalu di-treatment baru program hamil,” jelas dia.

Dengan premarital check up, tidak hanya beberapa penyakit di atas yang terdeteksi, penyakit menurun seperti diabetes atau menular seperti Hepatitis B, HIV/AIDS, juga dapat diketahui sejak awal.

Perbaiki Asupan Nutrisi

Selain melakukan premarital check up, calon pengantin juga harus mulai menjaga asupan nutrisi mereka sejak 1-2 bulan sebelum menikah.

Rokok dan minuman beralkohol harus dijauhi karena bisa menurunkan kualitas sperma dan sel telur. Makanan kaya gizi, termasuk asam folat juga harus sudah dikonsumsi oleh calon pengantin.

Nah, ternyata premarital check up punya banyak manfaat ya. Jadi, saat hendak melangsungkan pernikahan, jangan lupa masukkan premarital check up pada anggaran pernikahan, ya!

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.