26 Maret 2018

Apakah yang Perlu Diketahui Tentang Kehamilan Ektopik?

Waspadai kehamilan ektopik sejak dini!

   

Apakah yang Dimaksud Dengan Kehamilan Ektopik?

Kehamilan ektopik ketika sel telur yang dibuahi menempel di luar rahim, biasanya di salah satu saluran tuba falopi rongga perut, atau leher rahim, sehingga kadangkala disebut juga hamil di luar kandungan.

Hal ini berarti embrio tidak akan dapat berkembang menjadi janin karena tuba falopi tidak cukup besar untuk mendukung perkembangan embrio. Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), kehamilan ektopik terjadi pada satu dari setiap 50 kehamilan.

     

Gejala Kehamilan Ektopik

Gejala kehamilan ektopik mirip seperti gejala kehamilan biasa, seperti mual dan nyeri payudara, bahkan terkadang tes kehamilan menunjukkan hasil positif. Beberapa gejala lainnya adalah:

  • Rasa nyeri tajam di perut, panggul, atau bahkan bahu dan leher
  • Pendarahan vagina bisa berupa bercak atau flek atau bahkan pendarahan hebat
  • Lemah, pusing, atau pingsan
  • Tekanan pada dubur.

    

Penyebab Kehamilan Ektopik

  • Peradangan atau infeksi pada saluran tuba falopi akibat penyakit atau prosedur bedah pada saluran tuba yang dapat menyebabkan tersumbat sebagian atau seluruhnya.
  • Jaringan parut pada saluran tuba yang dapat menghambat gerakan telur.
  • Operasi sebelumnya di daerah panggul atau pada saluran tuba yang menyebabkan perlengketan.
  • Pertumbuhan abnormal atau cacat lahir yang mengakibatkan kelainan bentuk saluran tuba.
  • Kondisi medis yang mempengaruhi bentuk dan kondisi saluran tuba dan organ reproduksi

   

Faktor Risiko Kehamilan Ektopik

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan kehamilan ektopik adalah:

  • Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya
  • Kebiasaan merokok sekarang ataupun sebelumnya
  • Riwayat radang panggul, bisa disebabkan oleh infeksi gonorea (infeksi menular seksual) ataupun chlamydia (infeksi bakteri pada organ reproduksi bagian atas)
  • Endrometriosis yang menyebabkan jaringan parut pada saluran tuba
  • Penanganan infertilitas seperti bayi tabung (IVF)
  • Penggunaan obat kesuburan
  • Faktor hormonal
  • Hamil pada usia lebih dari 35 tahun
  • Riwayat keguguran berulang

   

Penanganan Kehamilan ektopik

Karena telur yang dibuahi tidak dapat bertahan hidup di luar rahim, jaringan tersebut harus dikeluarkan agar Moms terbebas dari komplikasi serius. Dua metode yang digunakan untuk mengobati kehamilan di luar kandungan ini adalah sebagai berikut:

Pengobatan

Jika tuba falopi belum rusak dan kehamilan belum berkembang terlalu lama, dokter dapat memberikan suntikan metotreksat (trexall) untuk menghentikan pertumbuhan sel-sel tersebut lebih dini.

Operasi

Dalam kasus lain, kehamilan ektopik memerlukan operasi. Yang paling umum adalah laparoskopi. Dokter akan membuat sayatan yang sangat kecil di bagian bawah perut dan memasukkan alat kecil untuk membuang kehamilan ektopik. Jika tuba falopi rusak disertai perdarahan berat, dokter akan melakukan operasi darurat dengan sayatan lebih besar yang disebut laparotomi.

  

Setelah mengalami kehamilan ektopik, jangan khawatir Moms. Masih ada kesempatan bagus untuk hamil normal kembali, tetapi mungkin akan menghadapi tantangan berat.

Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis, terutama jika pernah menjalani bedah untuk pembuangan tuba falopi. Kebanyakan dokter akan menyarankan setidaknya 3 sampai 6 bulan sebelum Moms dapat merencanakan kehamilan lagi.

 

Pernahkah Moms mengalami kehamilan ektopik? Bagikan pengalaman Moms, ya.

 

(ROS)

 

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.