Parenting Islami

PARENTING ISLAMI
26 November 2020

Waspada Penyakit Ain pada Bayi, Astaghfirullah!

Hati-hati unggah foto Si Kecil ya Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Penyakit atau gangguan yang disebabkan pandangan mata, atau familiar disebut dengan penyakit ain memang tidak bisa dianggap sepele.

"Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa” (HR. Muslim no. 2188).

Gangguan dari penyakit Ain sendiri bisa berupa penyakit, kerusakan hingga kematian. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ain,” (HR. Al Bazzar dalam Kasyful Astar [3/ 404], dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’no.1206).

Baca Juga: Bayi tidur tengkurap, Ini Hukumnya Menurut Islam

Namun agar Moms tidak bingung mengenai penyakit ain ini, yuk kita cari tahu lebih lanjut, Moms.

Apa Itu Penyakit Ain dalam Islam

penyakit ain

Foto: freepik.com

Bagi sebagian umat Muslim penyakin ain mungkin sudah bukan sesuatu yang asing. Penyakit ain ini merupakan gangguan yang disebabkan oleh pandangan mata. Penyakit ini juga diketahui bisa memengaruhi perasaan dan pikiran yang berdampak negatif bagi kesehatan. Lebih lanjut kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gangguan penyakit fisik yang berbahaya hingga mengancam nyawa.

Mengutip laman Muslim, in adalah penyakit atau gangguan yang disebabkan pandangan mata. Pernah dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah, bahwa penyakit ain berasal dari kata ‘aana – ya’iinu yang berarti terkena sesuatu hal dari mata.

Disebutkan oleh Syaikh Abdurrahman bin Hasan: “Seorang yang memandang, menimbulkan gangguan pada yang dipandangnya” (Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid, hal. 69).

Di sini, pandangan mata yang menimbulkan kekaguman orang ketika melihat sesuatu akan diikuti oleh respon jiwa negatif. Kemudian jiwa tersebut akan menggunakan pandangan mata sebagai alat untuk menyebarkan sisi negatifnya kepada hal yang dipandang tersebut. Gangguan ‘ain ini dapat berupa penyakit, kerusakan bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Dalam Hadist Riwayat Muslim, Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Ain itu benar-benar ada. Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu bisa.” (HR. Muslim No.2188).

Selain itu, dalam hadist lain Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam juga pernah bersabda :

“Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ‘ain.“ (HR. Al Bazaar dalam Kasyul Astar 3/404, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ No.2195)

Penyebab Penyakit Ain

penyakit ain

Foto: diadona.id

Setelah mengetahui pengertian penyakit ‘ain, berikutnya perlu diketahui hal apa yang menjadi penyebab penyakit ‘ain. Dikatakan, penyakit ‘ain terjadi akibat adanya hasad atau perasaan iri dan dengki atas sesuatu hal yang dimiliki orang lain.

Orang yang memiliki hasad kepada orang lain, akan memandang orang tersebut dengan pandangan yang penuh kebencian. Hal inilah yang bisa menyebabkan berbagai gangguan ain yang mengancam kesehatan hingga nyawa seseorang.

Baca Juga: 5 Cara Menyapih Anak Menurut Islam, Moms Wajib Tahu!

Dalam hal ini, Allah pun telah memerintahkan seluruh umatnya untuk menghindari bahaya dan dampak buruk dari sifat hasad. Hal ini seperti yang tercantum dalam QS Al Falaq ayat 5 : “… dan dari keburukan orang yang hasad.”

Bukan sifat hasad yang berupa kebencian, pandangan kagum yang cenderung khawatir pun bisa menyebabkan penyakit ‘ain pada orang lain yang dilihatnya bahkan pada benda mati. Dengan begitu, sebisa mungkin setipa umat manusia harus mencegah keburukan tersebut agar tidak membahayakan orang lain dan diri sendiri.

Dampak Penyakit Ain pada Bayi

Bayi Menangis

Foto: Orami Photo Stock

Memiliki karunia terindah yang lucu dan menggemaskan di zaman sekarang membuat tak sedikit orang tua yang tergiur untuk membagikan momen Si Kecil di media sosial.

Memang, tidak ada larangan untuk tidak membagikan foto ataupun video si buah hati di media sosial. Namun Moms perlu ingat, membagikan foto ataupun video anak di media sosial dapat menjadi salah satu pembuka peluang besar untuk terkena penyakit Ain.

Dikutip dari Islampost, hal tersebut dapat terjadi karena ada pandangan hasad kepada gambar tersebut atau pandangan takjub. Pandangan mata mengandung hakikat. Pandangan mata dapat berdampak buruk pada kesehatan seseorang terutama anak-anak.

Karenanya Rasulullah SAW meminta perlindungan kepada Allah untuk Hasan dan Husein ketika masih kanak-kanak dari gangguan setan dan pengaruh pandangan mata jahat dan hasut.

Dilansir dari Nahdlatul Ulama, di samping pandangan jahat penuh kedengkian, pandangan takjub dan senang meluap-luap tanpa dibarengi dzikrullah juga dapat membawa pengaruh negatif terhadap objeknya.

Baca Juga: 7 Kewajiban Orang Tua pada Anak dalam Islam, Sudahkah Dipenuhi?

Pernah dikisahkan sebanyak 70.000 penduduk meninggal dunia seketika setelah salah seorang nabi di masa dahulu yang melewati negeri mereka memandang takjub akan padat penduduk dan makmurnya mereka.

Gejala Penyakit Ain pada Bayi

penyakit ain

Foto: Orami Photo Stock

Pada bayi, penyakit Ain gejalanya bisa berupa menangis terus menerus tanpa henti, kemudian tiba-tiba tidak ingin menyusui tanpa sebab yang jelas hingga dalam waktu lama tentu dapat membuat Si Kecil kekurangan gizi.

Dan, tak kalah penting untuk diketahui bahwa penyakit Ain bisa muncul meskipun mata pelakunya tidak berniat membahayakannya (ia takjub dan kagum).

Ibnul Qayyim Rahimahullah menjelaskan, “Jiwa orang yang menjadi penyebab ‘ain bisa saja menimbulkan penyakit ‘ain tanpa harus dengan melihat."

"Bahkan terkadang ada orang buta, kemudian diceritakan tentang sesuatu kepadanya, jiwanya bisa menimbulkan penyakit ‘ain, meskipun dia tidak melihatnya. Ada banyak penyebab ‘ain yang bisa menjadi sebab terjadinya ‘ain, hanya dengan cerita saja tanpa melihat langsung,” (Zadul Ma’ad 4/149).

Jadi moms, mulai sekarang yuk lebih berhati-hati terhadap penyakit ain.

Artikel Terkait