Pernikahan & Seks

19 Oktober 2020

Serba Serbi Penyakit Peyronie, Penyebab Penis Bengkok pada Pria

Penis jadi bengkok? Jangan khawatir, karena dengan pengobatan yang cepat dan tepat penyakit ini bisa segera diatasi!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Saat penis mengalami keanehan, Dads pasti akan segera menyadarinya. Salah satu keanehan yang bisa bikin Dads merasa khawatir mungkin saat menemukan bahwa penis bengkok.

Mungkin penis yang agak bengkok memang masih dalam batasan wajar, namun jika bengkoknya bisa bikin Dads kesakitan saat ereksi, maka kondisi ini perlu segera mendapat pertolongan.

Perlu Dads pahami bahwa kondisi penis yang bengkok sangat mungkin menyulitkan untuk berhubungan seksual atau menyulitkan Dads untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi (gangguan disfungsi ereksi).

Kondisi ini juga lama kelamaan bisa sebabkan Das stres dan cemas karena kebutuhan seksualnya tidak terpenuhi. Salah satu penyebab penis bengkok adalah penyakit peyronie. Yuk simak ulasannya berikut ini!

Baca Juga: Benarkah Ukuran Penis dan Peluang Kehamilan Saling Berkaitan?

Apa Itu Penyakit Peyronie, Penyebab Penis Bengkok?

Mengenal Peyronie, Penyebab Penis Bengkok

Foto: boldsky.com

Melansir Mayo Clinic, penyakit Peyronie atau penis bengkok adalah kondisi non-kanker yang terjadi akibat jaringan parut fibrosa yang berkembang di penis dan menyebabkan ereksi yang melengkung dan menyakitkan.

Di dalam penis, ada jaringan seperti spons yang akan dialiri darah dan mengembang saat adanya rangsangan seksual. Pada umumnya, penis bengkok ini terjadi ketika jaringan tidak mengembang secara merata, atau karena perbedaan anatomi penis yang normal.

Seperti yang Dads ketahui bahwa bentuk dan ukuran penis bervariasi, dan memiliki ereksi yang melengkung belum tentu menjadi masalah.

Namun, saat Dads mengalami peyronie, akan terjadi bengkokan atau rasa sakit yang signifikan sehingga penanganan harus segera dilakukan.

Penyebab penyakit Peyronie tidak sepenuhnya dipahami oleh para ahli, tetapi sejumlah faktor tampaknya terlibat. Para ahli menduga bahwa penyakit peyronie terjadi akibat cedera berulang pada penis.

Misalnya, saat penis rusak saat berhubungan seks, aktivitas atletik, atau akibat kecelakaan. Namun, National Kidney and Urologic Diseases Clearinghouse (NKUDC) mencatat bahwa seringkali kondisi tersebut muncul tanpa peristiwa traumatis.

Saat Dads mengalami cedera pada penis dan sedang berada dalam proses penyembuhan, jaringan parut bisa terbentuk secara tidak teratur.

Hal ini yang kemudian bisa sebabkan nodul yang bisa Dads rasakan atau hal yang menyebabkan penis melengkung.

Pada beberapa pria, penyakit Peyronie datang secara bertahap dan tampaknya tidak terkait dengan cedera. Para peneliti juga sedang menyelidiki apakah penyakit Peyronie mungkin terkait dengan sifat yang diturunkan atau kondisi kesehatan tertentu

Namun, sejauh yang para ahli pahami, ada beberapa penyebab lain dari penis bengkok selain akibat penyakit peyronie. Beberapa penyebabnya antara lain:

  • Penyakit autoimun.
  • Jaringan penyangga yang kondisinya tidak normal.

Selain itu, bayi juga bisa alami penis bengkok akibat penyakit hipospadia. Penyakit ini menyebabkan ujung saluran kencing berada di bawah penis.

Baca Juga: 5 Jenis Kelainan Penis Pada Anak Laki-Laki

Seberapa Umum Penyakit Penis Bengkok Terjadi?

Seberapa Umum Penyakit Peyronie Terjadi

Foto: ucimenshealth.com

Mengutip Urology Care Foundation, penyakit Peyronie diperkirakan terjadi pada sekitar 4 dari 100 pria berusia antara 40 dan 70 tahun.

Penyakit penis bengkok ini juga jarang ditemukan pada pria yang lebih muda, tetapi sudah ada beberapa pria berusia 30-an yang mengalami kondisi ini.

Jumlah kasus mungkin lebih tinggi dari perkiraan karena banyak pria mungkin merasa malu dan memilih untuk tidak menemui penyedia layanan kesehatan mereka.

Menariknya, lebih banyak kasus penyakit Peyronie telah tercatat dalam beberapa tahun terakhir.

Ini mungkin karena obat baru untuk disfungsi ereksi (DE) telah dipasarkan dan petugas kesehatan mungkin telah mendeteksi beberapa pasien yang mengalami penyakit Peyronie saat mereka mendatangi dokter spesialis andrologi akibat masalah kesehatan seksual yang dialaminya.

Karena alasan ini, jumlah kasus penyakit penis bengkok yang dilaporkan mungkin akan terus bertambah.

Baca Juga: Apa Saja Penyebab Pria Sulit Ereksi?

Cara Mengatasi Penis Bengkok Akibat Peyronie

Cara Mengatasi Penis Bengkok Akibat Peyronie

Foto: nypost.com

Pengobatan untuk penyakit Peyronie akan ditentukan berdasarkan sudah berapa lama Dads mulai mengalami gejala. Untuk itu, Dads harus paham dua jenis fasenya, yaitu:

Fase Akut

Dads akan mengalami nyeri penis atau perubahan kelengkungan atau panjang atau kelainan bentuk penis.

Fase akut terjadi di awal penyakit dan mungkin hanya berlangsung dua hingga empat minggu, tetapi terkadang berlangsung hingga satu tahun atau lebih. Untuk fase akut, ada beberapa cara mengatasi penis bengkok, antara lain:

  • Direkomendasikan. Ketika digunakan pada awal proses penyakit, terapi traksi penis akan mencegah kehilangan panjang dan meminimalkan kelengkungan yang terjadi.
  • Pilihan. Terapi medis dan injeksi bersifat opsional dalam fase ini, dengan kemungkinan lebih efektif daripada yang lain.
  • Tidak Direkomendasikan. Pembedahan tidak dianjurkan sampai penyakitnya stabil, untuk menghindari perlunya pembedahan berulang.

Fase Kronis

Gejala penis bengkok ini biasanya tidak stabil, dan Dads tidak mengalami nyeri penis atau perubahan kelengkungan, panjang, atau kelainan bentuk penis.

Fase kronis terjadi kemudian pada penyakit dan umumnya terjadi sekitar tiga hingga 12 bulan setelah gejala dimulai. Untuk fase kronis penyakit ini, ada beberapa pengobatan potensial. Pengobatan dapat dilakukan sendiri atau dalam kombinasi:

Perawatan Injeksi. Sejumlah obat-obatan oral telah dicoba untuk mengobati penyakit Peyronie atau penis bengkok, tetapi belum terbukti efektif secara konsisten dan tidak seefektif pembedahan.

Pada beberapa pria, obat yang disuntikkan langsung ke penis dapat mengurangi kelengkungan dan nyeri yang terkait dengan penyakit Peyronie.

Tergantung pada terapinya, Dads mungkin akan diberi anestesi lokal untuk mencegah rasa sakit selama penyuntikan. Jika Dads menjalankan prosedur ini, kemungkinan akan menerima banyak suntikan selama beberapa bulan.

Obat injeksi juga dapat digunakan dalam kombinasi dengan obat oral atau terapi traksi. Pengobatannya meliputi kolagenase (collagenase clostridium histolyticum /Xiaflex), verapamil, dan interferon.

Terapi Traksi. Terapi traksi penis melibatkan peregangan penis dengan alat mekanis yang dipasang sendiri selama jangka waktu tertentu untuk meningkatkan panjang, kelengkungan, dan kelainan bentuk penis.

Bergantung pada perangkat spesifiknya, terapi traksi mungkin perlu dipakai paling sedikit 30 menit hingga tiga hingga delapan jam sehari untuk mendapatkan manfaat.

Efektivitas pengobatan mungkin juga tergantung pada perangkat spesifik yang digunakan. Terapi traksi direkomendasikan pada fase awal penyakit Peyronie. Ini satu-satunya pengobatan yang terbukti meningkatkan panjang penis.

Terapi traksi juga dapat digunakan pada fase kronis penyakit, dikombinasikan dengan perawatan lain atau setelah operasi untuk hasil yang lebih baik.

Operasi. Tindakan perawatan penis bengkok ini adalah prosedur pembedahan pada lipatan penis untuk memperbaiki kelengkungan.

Dokter mungkin menyarankan operasi jika kelainan bentuk penis cukup parah, cukup mengganggu, atau menghalangi untuk berhubungan seks.

Pembedahan biasanya tidak disarankan sampai mengalami kondisi tersebut selama sembilan hingga 12 bulan dan kelengkungan penis berhenti meningkat dan menjadi stabil setidaknya selama tiga hingga enam bulan.

Metode bedah umum meliputi penjahitan pada sisi yang tidak terpengaruh, Insisi atau eksisi dan grafting, serta pemasangan implan pada penis.

Baca Juga: Jangan Lakukan 3 Hal Ini Jika Penis Suami Kecil

Adakah Cara Mengatasi Penis Bengkok Secara Alami?

Adakah Cara Mengatasi Penis Bengkok Secara Alami

Foto: healthtalk.unchealthcare.org

Sebagian besar pengobatan alami untuk penyakit penis bengkok tidak dipelajari dengan baik, dan berdasarkan bukti yang belum sepenuhnya benar.

Sebuah studi tahun 2001 yang diterbitkan di BJU International menyimpulkan bahwa asetil-l-karnitin secara signifikan lebih efektif dan aman daripada tamoxifen dalam mengobati penyakit Peyronie akut dan kronis awal.

Namun sayangnya belum ada studi lanjutan yang diterbitkan.

Selain itu, hasil studi 2010 yang diterbitkan dalam International Journal of Impotence Research menemukan bahwa suplemen koenzim Q10 meningkatkan fungsi ereksi.

Mereka juga mengurangi kelengkungan penis pada pasien dengan penyakit Peyronie kronis awal. Namun masih lebih banyak studi dibutuhkan untuk membuktikannya.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam Reviews in Urology, vitamin E juga telah dipelajari secara ekstensif untuk mengobati penyakit Peyronie. Namun studi terbaru menunjukkan tidak ada perbaikan pada pasien yang diobati dengan vitamin E.

Baca Juga: 9 Kebiasaan yang Dapat Mengganggu Kesuburan Pria

Pentingnya Dukungan selama Pengobatan Penyakit Peyronie

Pentingnya Dukungan selama Pengobatan Penyakit Peyronie

Foto: kidneyfailed.in

Seperti yang disebutkan sebelumnya, penyakit Peyronie atau penis bengkok dapat menjadi sumber kecemasan yang signifikan dan membuat stres Dads dan istri tercinta. Nah, berikut beberapa tip untuk mengatasi penyakit Peyronie:

  • Jelaskan kepada pasangan apa itu penyakit Peyronie dan bagaimana hal itu memengaruhi kemampuan Dads untuk berhubungan seks.
  • Biarkan pasangan tahu bagaimana perasaan Dads tentang penampilan penis dan kemampuan Dads selama berhubungan seks.
  • Bicaralah dengan pasangan tentang bagaimana kalian berdua dapat menjaga keintiman seksual dan fisik.
  • Bicaralah dengan penyedia kesehatan mental yang berspesialisasi dalam hubungan keluarga dan masalah seksual untuk mengatasi rasa stres dan depresi yang dialami.

Jadi, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi dan psikolog selama menjalani pengobatan untuk mengatasi penis bengkok ya, Dads!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait