02 Mei 2023

Pernah Alami Dejavu? Simak Penjelasan Ilmiahnya, Moms!

Apakah Moms pernah mengalaminya? Yuk, cari tahu mengenai dejavu selengkapnya!

Moms pasti pernah mendengar istilah dejavu, bukan? Jika iya, apakah Moms tahu apa yang dimaksud dengan ini?

Sering kali ini tertukar dengan lucid dream, di mana dejavu bukanlah mimpi melainkan pengalaman nyata yang dialami sebelumnya.

Yuk, ketahui lebih lanjut terkait istilah ini, Moms.

Apa Itu Dejavu?

Wanita Sedang Bermimpi (Orami Photo Stock)
Foto: Wanita Sedang Bermimpi (Orami Photo Stock)

Melansir Kids Frontiers, dejavu berasal dari bahasa Prancis "déjà vu" yang artinya "sudah terlihat".

Ini muncul ketika menghadapi suatu peristiwa dan merasa seperti pernah mengalami sebelumnya. Baik pernah mengenal seseorang atau ke suatu tempat di masa lalu.

Diperkirakan 60-80% populasi pernah mengalami ini tanpa disadari.

Salah satu contoh nyata dari kondisi ini adalah ketika Moms mengunjungi kota baru yang tidak pernah didatangi.

Anehnya, diri kita sendiri merasa seolah-olah pernah pergi ke tempat itu sebelumnya, lho.

Sebagian orang mungkin merasa sedikit bingung dan bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi? Terutama jika mengalami dejavu untuk pertama kalinya.

Sering kali, tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika Moms mengalami kondisi seperti ini.

Namun, untuk beberapa orang dengan kasus ekstrem, dejavu bisa memicu epilepsi atau masalah kesehatan tertentu.

Baca Juga: Kenali Abses Peritonsil, Nanah di Sekitar Amandel Karena Infeksi

Mengapa Dejavu Bisa Terjadi?

Sejauh ini, para peneliti tidak dapat dengan mudah mempelajari bagaimana dejavu bisa terjadi.

Meski demikian, ada beberapa hal dan kondisi yang mengacu pada penyebab di balik dejavu.

Di bawah ini penjelasan teori penyebab menurut sejumlah ahli psikologi:

1. Pembagian 2 Persepsi

Pusing
Foto: Pusing (Freepik.com)

Teori persepsi terbelah atau terbagi dapat menjadi penyebab dejavu yang paling umum.

Artinya, kondisi ini dialami ketika melihat sesuatu pada 2 waktu yang berbeda.

Pertama kali saat Moms melihat sesuatu, mungkin melihatnya dari sudut mata dan saat terganggu atau kurang fokus.

Otak pun dapat mulai membentuk memori tentang apa yang dilihat.

Bahkan, dengan jumlah informasi terbatas yang didapatkan dari pandangan sekilas yang tidak lengkap.

2. Kurang Perhatian Penuh

Pernahkah mengalami tubuh lelah dan kurang memerhatikan sesuatu dengan baik? Ini bisa memicu dejavu.

Otak mungkin merasa suatu kondisi pernah dialami sebelumnya, namun ternyata ini karena kurang perhatian saja, lho.

Seseorang yang tidak memiliki kesadaran total untuk mengamati sesuatu, menganggap hal tersebut dejavu.

Padahal, kondisi yang dialami tersebut benar-benar hanya satu persepsi lanjutan dari peristiwa yang sama.

Baca Juga: Perhatikan Perkembangan Kulit Bayi dan Tanda Si Kecil Siap dengan Perawatan Kulit Normal

3. Kerusakan pada Otak Kecil

Wanita sedang Bengong
Foto: Wanita sedang Bengong (Orami Photo Stocks)

Teori lain menunjukkan bahwa dejavu terjadi ketika otak "bermasalah".

Dengan kata lain, ini bisa terjadi karena perasaan sedang campur aduk dan terganggu.

Otak yang berfungsi melacak peristiwa dan bagian yang mengingat ingatan, sama-sama sedang aktif.

Sehingga, otak pun salah memahami apa yang terjadi di masa sekarang sebagai memori, atau sesuatu yang sudah terjadi.

4. Pengaruh Ingatan Jangka Pendek

Ingatan jangka pendek dapat disebabkan karena disfungsi pada otak manusia.

Jenis disfungsi otak ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan, kecuali terjadi secara teratur.

Namun, beberapa ahli percaya bahwa jenis lain dari kerusakan otak dapat menyebabkan dejavu.

Ketika otak menyerap informasi, biasanya akan mengikuti penyimpanan memori jangka pendek ke panjang.

Sayangnya, terkadang ingatan pendek dapat mengambil 'jalan pintas' ke penyimpanan memori jangka panjang.

Hal inilah yang dapat membuat Moms merasa seolah-olah pernah mengalami sebelumnya.

Baca Juga: 5 Manfaat Tawas untuk Ketiak, Bisa Mengusir Bau Badan!

5. Informasi Terlambat Terproses

Kepala Pusing (Orami Photo Stock)
Foto: Kepala Pusing (Orami Photo Stock)

Tak berhenti sampai di situ, penyebab dejavu karena terlambatnya informasi yang diproses.

Ketika mengamati sesuatu, informasi yang diambil melalui indera diproses ke otak melalui dua jalur terpisah.

Salah satu jalur ini mungkin saja membawa informasi ke otak sedikit lebih cepat daripada yang lain.

Hingga akhirnya, penundaan yang lain mungkin mengarahkan otak untuk membaca peristiwa tunggal sebagai 2 pengalaman yang berbeda.

6. Ingatan dalam Otak

Banyak ahli percaya bahwa dejavu berkaitan dengan cara manusia dalam memproses dan mengingat ingatan.

Penelitian yang dilakukan oleh Anne Cleary, seorang peneliti dejavu dan profesor psikologi di Colorado State University, telah membantu menghasilkan beberapa dukungan untuk teori ini.

Melalui karyanya, ia menemukan bukti yang menunjukkan bahwa dejavu dapat terjadi sebagai respons terhadap suatu peristiwa.

Ini seperti pengalaman sesuatu yang dialami, tetapi tidak ingat pernah terjadi.

Mungkin itu terjadi di masa kanak-kanak, atau sesuatu yang tidak dapat diingat karena alasan lain.

7. Kedekatan dengan Memori

Kepala Pusing (Orami Photo Stock)
Foto: Kepala Pusing (Orami Photo Stock)

Moms, merasa dekat dengan ingatan sendiri bisa menyebabkan dejavu terjadi.

Meskipun tidak dapat mengakses memori itu, otak masih tahu bahwa diri kita pernah berada dalam situasi yang sama.

Proses memori implisit ini mengarah pada perasaan 'kedekatan' yang agak aneh.

Teori ini bertumpu ketika seseorang cenderung mengalami kedekatan, ketika menghadapi peristiwa tertentu.

Ini baik memiliki kesamaan dengan sesuatu atau pernah dilihat sebelumnya.

Jika dapat mengingat memori yang sama, Moms mungkin akan dapat menghubungkan keduanya.

Jika itu terjadi, kemungkinan tidak akan mengalami dejavu sama sekali.

Menurut Cleary, hal ini bisa terjadi ketika sedang melihat pemandangan tertentu.

Misalnya, bagian dalam gedung atau panorama alam.

Sekilas, memori tersebut sangat mirip dengan suatu hal lain yang tidak diingat.

Baca Juga: Mengenal Weton Senin Pon, dari Watak, Jodoh, dan Rezeki!

Jenis-Jenis Dejavu

Dejavu bisa terjadi tanpa peringatan dan sering kali dialami pada orang-orang tanpa masalah kesehatan tertentu.

Sensasinya mungkin begitu cepat sehingga Moms mungkin tidak tahu banyak tentang dejavu.

Terlepas itu, ada beberapa jenis dejavu yang sering ditemukan, yakni dari diagnosa pengalaman para ahli.

1. Gangguan Medis

Pria Bengong (Orami Photo Stock)
Foto: Pria Bengong (Orami Photo Stock)

Sering dikenal sebagai patologis, ini jenis dejavu yang pertama.

Pada jenis yang pertama ini, dejavu mengacu pada gangguan medis dan dikaitkan dengan epilepsi.

Gejala yang terlihat yakni seperti halusinasi yang berkelanjutan.

Kondisi ini mungkin merupakan tanda atau gejala penyakit gangguan otak atau kejiwaan.

2. Efek Samping Obat

Dejavu juga bisa terjadi karena patologis seperti efek samping obat-obatan.

Dengan kata lain, perasaan ini terjadi pada orang yang tidak stabil secara mental.

Adanya kelainan fungsi otak juga dapat memicu epilepsi dan halusinasi.

Ini juga tanda bahwa mereka memiliki perasaan kuat yang pernah dialami di masa lalu.

Baca Juga: 11+ Penyebab Mulut Bayi Bau, Ini Cara Mengatasinya!

3. Tipe Non-patologis

Wanita Takut (Orami Photo Stock)
Foto: Wanita Takut (Orami Photo Stock) (iStock)

Tipe lainnya adalah non-patologis, mengacu pada orang sehat yang sering menghadapi dejavu.

Mereka yang lebih sering bepergian atau menonton film, lebih cenderung mengalami dejavu daripada orang lain tanpa kebiasaan ini.

Baca Juga: 5+ Makanan untuk Darah Rendah bagi Dewasa dan Anak, Catat!

Kapan Dikatakan Kondisi Darurat?

Ilustrasi Minta Pertolongan
Foto: Ilustrasi Minta Pertolongan (medicalxpress)

Perlu Moms ingat bahwa hal ini umum terjadi, tetapi para ilmuwan menganggap dejavu sebagai masalah gangguan otak ketika sangat sering terjadi.

Ini bisa muncul bersamaan dengan ingatan seperti mimpi, atau pemandangan visual yang abnormal.

Jangan pernah meremehkan dejavu dan segera ke dokter apabila mengalami gejala lain, seperti:

  • Kejang atau kehilangan kontrol otot
  • Gangguan sensorik
  • Halusinasi
  • Sulit makan atau berbicara
  • Pendengaran terganggu
  • Gerakan tak sadar berulang, seperti berkedip atau mendengus
  • Gangguan emosi yang tidak bisa dijelaskan

Ketika ini terjadi, bahkan bisa disertai dengan hilangnya kesadaran dan gejala seperti jantung berdebar atau perasaan takut berlebihan.

Itulah penjelasan mengenai dejavu dan kemungkinan penyebab proses terjadinya.

Meskipun perasaan dejavu mungkin tampak seperti fenomena yang aneh dan misterius, sebagian besar ahli percaya bahwa hal ini sebenarnya adalah sesuatu yang sangat umum.

Banyak orang mengalami kondisi ini pada beberapa titik dalam hidup mereka dan dalam sebagian besar kasus, perasaan ini tidak berbahaya atau mengganggu.

Namun, bagi beberapa orang, perasaan deja vu dapat menjadi sangat intens dan mengganggu, dan dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kasus seperti ini, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan mental untuk mencari bantuan dan dukungan yang tepat.

  • https://psychology4u.net/psychology/the-true-meaning-of-deja-vu/
  • https://www.healthline.com/health/mental-health/what-causes-deja-vu#causes
  • https://kids.frontiersin.org/articles/10.3389/frym.2015.00001

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.