13 Maret 2023

5 Manfaat Tawas untuk Ketiak, Bisa Mengusir Bau Badan!

Tawas dapat menghilangkan bau badan.

Jangan sampai bau ketiak terjadi, ya! Moms bisa menggunakan tawas untuk ketiak.

Dilansir dari National Public Radio, ketiak manusia memiliki banyak bakteri, karena cenderung lembap, hangat, dan gelap.

Bau tidak sedap yang muncul dari ketiak adalah gabungan dari bakteri dan keringat yang menumpuk.

Selain itu, bau badan juga bisa muncul menyerupai bau asam atau bau belerang.

Dilansir dari Healthline, keringat berbau asam atau bromhidrosis biasanya berkaitan dengan sekresi kelenjar apokrin.

Bromhidrosis sendiri merupakan bau badan yang sangat menyengat dan berasal dari keringat.

Meski sebenarnya keringat tidak memiliki bau, keringat bertemu dengan bakteri kulit, bau asam bisa muncul.

Bagi beberapa orang, bau ketiak bisa sangat menyengat dan merupakan induk dari bau badan.

Tawas untuk ketiak bisa mengurangi masalah itu.

Baca Juga: 15+ Penyebab Bintik Merah pada Bayi, Tak Melulu Biang Keringat!

Tawas untuk Ketiak Bisa Hilangkan Bau Badan?

Bau Badan
Foto: Bau Badan (Freepik.com/wayhomestudio)

Tawas merupakan bahan alami yang mengandung antiseptik dan anti-bakteri.

Kandungan tersebut ampuh membunuh bakteri penyebab bau badan.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini manfaat tawas untuk ketiak yang bisa Moms coba:

Baca juga: Ini Penyebab Ketiak Basah dan Cara Alami Mengatasinya

1. Mencegah Munculnya Keringat Berlebih

Manfaat tawas untuk ketiak yang pertama adalah mencegah munculnya keringat berlebih.

Keringat berkaitan langsung dengan bau badan seseorang saat bercampur dengan bakteri di permukaan kulit.

Keringat tersebut akan mengeluarkan bau tidak sedap, yang membuat seseorang kehilangan rasa percaya dirinya.

2. Menyerap Bau Tidak Sedap

Manfaat tawas untuk ketiak selanjutnya, yaitu menyerap bau tidak sedap.

Bau badan tidak sedap berpusat di ketiak.

Area tersebut lembap, dipenuhi lemak, dan memiliki banyak folikel rambut.

Selain mandi secara rutin dan menggunakan deodoran, Moms bisa menggunakan tawas untuk meredam bau tidak sedap di area tersebut.

Tawas untuk ketiak bekerja dengan menyerap bau tidak sedap.

Untuk mendapatkan manfaat ini, Moms bisa melarutkan tawas untuk ketiak dalam air dan diamkan seharian.

Kemudian, gunakan larutan tersebut dengan mengoleskannya pada ketiak.

Diamkan beberapa menit, lalu bilas dengan air bersih.

3. Menstimulasi Aroma Alami Tubuh

Di bagian ketiak, terdapat kelenjar apokrin yang paling besar.

Bau badan tidak sedap cenderung berasal dari area tersebut.

Nah, untuk menstimulasi aroma alami tubuh, Moms bisa menggunakan larutan tawas untuk ketiak.

Bukan hanya pada ketiak saja, larutan tawas tersebut bisa dipakai di area lipatan tubuh lainnya, seperti selangkangan, leher, dan lain-lain.

Baca Juga: 8 Fakta Menarik Antiperspirant, Ketahui Juga Perbedaannya dengan Deodorant

4. Mencerahkan Ketiak yang Gelap

Meski tertutup, area ketiak pada kebanyakan orang terlihat lebih gelap dari bagian tubuh lainnya.

Untuk mencerahkannya, Moms tidak perlu repot melakukan perawatan kulit di salon kecantikan.

Gunakan saja larutan tawas secara teratur untuk mencerahkan ketiak.

Manfaat tawas untuk ketiak terbukti ampuh untuk mencerahkan kulit.

Caranya dilakukan dengan menyiapkan satu butir tawas.

Kemudian, rendam dalam mangkuk berisi air hangat.

Diamkan selama 10 menit, kemudian aplikasikan tawas untuk ketiak secara merata.

Meski efektif dalam mencerahkan ketiak, Moms perlu sabar, karena hasil yang didapatkan tidak instan.

5. Melembutkan Kulit Ketiak

Manfaat tawas untuk ketiak yang terakhir, yaitu melembutkan kulit ketiak.

Kulit area tersebut cenderung bertekstur kasar.

Apalagi jika Moms sering mencukur atau mencabutnya.

Nah, untuk mengembalikan kelembutan kulit, Moms bisa menggunakan tawas untuk ketiak secara teratur.

Apa Alasan Ketiak Berbau Tidak Sedap?

Ketiak Perempuan
Foto: Ketiak Perempuan (Rd.com)

Perlu diketahui, tubuh ditutupi dengan kelenjar keringat.

Keringat diperlukan untuk membantu menurunkan suhu tubuh.

Ada dua jenis utama kelenjar keringat, yaitu ekrin dan apokrin.

Ini penjelasannya masing-masing, yaitu:

1. Kelenjar Ekrin

Kelenjar ini yang menutupi sebagian besar tubuh dan berada di permukaan kulit.

2. Kelenjar Apokrin

Kelenjar ini yang terdapat di area tubuh yang memiliki banyak folikel rambut, seperti selangkangan dan ketiak.

Saat tubuh memanas, kelenjar ekrin mengeluarkan keringat yang mendinginkan tubuh.

Keringat tersebut seharusnya tidak berbau, sampai bakteri di kulit memecahnya.

Makanan dan minuman yang dikonsumsi, serta jenis obat tertentu, menyebabkan keringat dari kelenjar ekrin mengeluarkan bau.

Sedangkan kelenjar apokrin umumnya bekerja di bawah tekanan.

Keringat yang dihasilkan pun tidak berbau.

3. Keringat Berlebih atau Hiperhidrosis

Keringat akan menimbulkan bau tidak sedap ketika bersentuhan langsung dengan bakteri di permukaan kulit.

Kelenjar apokrin belum bekerja hingga seseorang memasuki masa pubertas.

Hal tersebut yang menyebabkan beberapa remaja memiliki bau badan tidak sedap.

Pada beberapa orang, tubuh mereka mengeluarkan keringat berlebihan.

Kondisi tersebut dikenal dengan istilah hiperhidrosis.

Pada penderita hiperhidrosis, keringat keluar berlebihan di area tangan, kaki, dan ketiak.

Namun, tenang saja, ya, Moms.

Kondisi tersebut dapat diatasi jika melakukan pemeriksaan dan perawatan yang tepat.

Baca Juga: Obesitas: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya, Pahami, Ya Moms!

4. Obesitas

Kelebihan lemak tubuh dapat membentuk lipatan kulit. Celah pada lipatan kulit menjadi lingkungan yang sempurna bagi pertumbuhan bakteri.

Bakteri yang bertemu keringat dapat menghasilkan bau tidak sedap. Oleh karena itu, sangat penting untuk mandi dengan bersih dan teratur.

5. Intertigo

Dilansir dari WebMD, intertigo adalah ruam yang disebabkan oleh kelembabab dan keringat yang menumpuk.

Terlebih lagi jika Moms baru selesai berolahraga namun tidak langsung mengganti pakaian dan mengeringkan keringat.

Jika kondisi iritasi ini tidak diobati, maka dapat mendorong pertumbuhan bakteri dan memicu bau badan.

6. Genetika

Bau badan bisa disebabkan oleh faktor keturunan, yakni gen yang diwarisi oleh anggota keluarga.

Hasil studi menunjukkan terdapat korelasi antara gen ABCC11 dengan bromhidrosis.

Gen ABCC11 merupakan salah satu gen yang berfungsi mencegah keringat berlebih terutama di area ketiak.

Meski begitu, keringat berlebih dapat diatasi dengan pola hidup bersih dan sehat.

Baca juga: Ketiak Terasa Nyeri, Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kontrol Produksi Keringat dengan Perubahan Gaya Hidup

Olahraga Ringan
Foto: Olahraga Ringan (Orami Photo Stocks)

Selain menggunakan tawas, Moms bisa melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat untuk mengontrol produksi keringat.

Dilansir dari Women’s Health, Moms sebaiknya beralih menggunakan antiperspiran ketimbang deodoran.

Pasalnya, deodoran tidak menghentikan berkeringat, tetapi hanya menutupi baunya saja.

Sedangkan antiperspirant dapat menyumbat kelenjar kulit, tempat di mana keringat keluar.

Pastikan produk yang Moms gunakan tidak mengandung aluminium klorida, ya!

Pasalnya, saat kandungan tersebut bercampur dengan keringat, dapat memicu iritasi pada ketiak.

Selain itu, berikut ini beberapa langkah yang harus dilakukan:

1. Pakai Produk pada Malam Hari

Penggunaan antiperspirant lebih efektif pada malam hari, yaitu saat seseorang tidak berkeringat secara aktif.

Saat siang hari, Moms bisa menggunakan deodoran.

Lakukan secara rutin agar hasilnya maksimal.

2. Hindari Konsumsi Kafein

Langkah selanjutnya dilakukan dengan menghindari konsumsi kafein.

Kafein bersifat vasoaktif, yang memengaruhi saraf di sekitar pembuluh darah.

Hal tersebut dapat memperparah keringat.

Selain kafein, Moms juga perlu menghindari cokelat dan alkohol.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Deodorant untuk Memutihkan Ketiak, Yuk Coba!

3. Menjaga Kebersihan Tubuh dengan Baik

Langkah tersebut dapat dilakukan dengan mandi minimal 2 kali sehari, saat pagi dan sore hari.

Tujuannya adalah mengurangi pertumbuhan bakteri di permukaan kulit.

Jangan lupa untuk menggosoknya menggunakan sabun dan shower puff.

Moms juga bisa menggunakan sabun antibakteri untuk hasil yang maksimal.

4. Jangan Gunakan Soda Kue

Begitu banyak orang yang mencoba menggunakan soda kue untuk menghentikan produksi kelenjar keringat berlebihan.

Alih-alih menurunkan produksi keringat, soda kue dapat memicu luka bakar di area ketiak.

5. Bilas Badan setelah Berolahraga

Selain mencegah bau badan, membilas badan setelah berolahraga mencegah dermatitis kontak yang dipicu oleh keringat berlebih.

Setelah membilasnya, Moms bisa mengaplikasikan pelembap ke kulit untuk melembapkan dan mencegah iritasi akibat gesekan.

Baca Juga: 8 Penyebab Tubuh Berkeringat saat Malam Hari, Salah Satunya Gangguan Hormon!

6. Gunakan Pakaian yang Menyerap Keringat

Sebaiknya Moms menggunakan pakaian longgar yang menyerap keringat.

Setelah pakaian yang digunakan basah, ganti dengan yang baru.

Tujuannya agar bakteri dari keringat tidak menumpuk dan menyebabkan bau badan.

7. Mengubah Pola Makan Menjadi Lebih Sehat

Seperti yang telah dijelaskan di awal, makanan yang dikonsumsi dapat memengaruhi bau badan seseorang.

Oleh karena itu, Moms disarankan untuk membatasi asupan makanan pedas dan makanan beraroma tajam.

Makanan beraroma tajam termasuk bawang-bawangan.

Kedua makanan tersebut bisa memicu bau keringat lebih menyengat.

Selain makanan, Moms juga perlu menghindari konsumsi alkohol, karena memberikan efek yang sama.

Baca Juga: 3 Fungsi Bulu Ketiak, Salah Satunya Bisa Meningkatkan Daya Tarik Seksual

Jika penggunaan tawas untuk ketiak tidak sesuai dengan manfaatnya, maka lakukan langkah lain seperti yang telah disebutkan.

Jika tidak juga berhasil, maka sepertinya Moms perlu melakukan pemeriksaan ke dokter.

Memiliki bau ketiak bukan hanya menurunkan rasa percaya diri saja, tetapi juga mengganggu orang-orang yang berada di dekat Moms.

  • https://www.npr.org/sections/health-shots/2015/03/31/396573607/meet-the-bacteria-that-make-a-stink-in-your-pits
  • https://www.healthline.com/health/smelly-armpits
  • https://www.womenshealthmag.com/health/a27571842/stop-armpit-sweat/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb