02 Oktober 2020

3 Penyebab Bayi Lahir Meninggal saat Lahir Seperti yang Dialami Chrissy Teigen

Pasangan selebritis ini baru saja kehilangan anak ketiganya karena Chrissy mengalami komplikasi kehamilan dan pendarahan.
3 Penyebab Bayi Lahir Meninggal saat Lahir Seperti yang Dialami Chrissy Teigen

Foto: instagram.com/chrissyteigen

Kabar duka datang dari super model Chrissy Teigen dan penyanyi John Legend.

Pasangan selebritis ini baru saja kehilangan anak ketiganya karena Chrissy mengalami komplikasi kehamilan dan pendarahan.

Kabar menyedihkan itu diumumkan oleh keduanya melalui akun Twitter pada Kamis, (1/10/2020).

"Kami terkejut dan (merasakan) rasa sakit yang mendalam, jenis rasa sakit yang belum pernah kami rasakan sebelumnya," tulis keduanya dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, Chrissy sempat dibawa ke Cedars-Sinai Medical Center pada Minggu (27/9/2020) untuk menjalani perawatan setelah mengalami pendarahan selama sebulan.

Namun sayang, ketika sang bayi lahir nyawanya tak tertolong akibat terlalu banyak pendarahan.

"Kami tidak pernah bisa menghentikan pendarahan dan memberikan bayi kami cairan yang dia butuhkan, meskipun ada berkantong kantong transfusi darah," tulisnya.

Chrissy dan John pun menyebut bahwa janin yang sudah memiliki nama 'Jack' itu akan selalu menjadi bagian dari keluarganya.

"Jack bekerja sangat keras untuk menjadi bagian dari keluarga kecil kami, dan dia akan selalu menjadi bagian dari keluarga ini, selamanya" tulis Chrissy.

Baca Juga: Perjuangan ketika Hamil Muda dengan Rahim Retro dan Mengalami Pendarahan

Fenomena Bayi Meninggal saat Dilahirkan di AS

Penyebab Bayi Lahir Meninggal saat Lahir Seperti yang Dialami Chrissy Teigen
Foto: Penyebab Bayi Lahir Meninggal saat Lahir Seperti yang Dialami Chrissy Teigen

Foto: Orami Photo Stocks

Meskipun belum bisa dipastikan dengan jelas bagaimana bayi Chrissy dan John meninggal, namun kematian bayi dan keguguran di Amerika Serikat bukanlah hal baru.

Setidaknya, menurut data dari Institusi Kesehatan Nasional AS menyebut bahwa 1 dari 160 kelahiran di AS mengalami kematian.

Sejak tahun 2003, setidaknya ada 26 ribu bayi meninggal dunia saat dilahirkan per tahunnya. Sementara itu, tercatat bahwa lebih dari 21 ribu bayi dilahirkan dalam keadaan meninggal di tahun 2018.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), tingkat kematian hampir enam per 1.000 kelahiran hidup.

Komplikasi kehamilan yang dialami oleh ibu adalah salah satu penyebab nasional utama kematian bayi.

Baca Juga: Hati-hati, Darah Tinggi Bisa Sebabkan Komplikasi Kehamilan!

Penyebab Bayi Meninggal saat Dilahirkan

Ada banyak penyebab yang mengakibatkan bayi yang dilahirkan meninggal dunia. Agar hal ini tak terjadi pada Moms maupun keluarga lainnya, berikut penyebab bayi meninggal dunia saat dilahirkan.

1. Kematian Neonatal

Penyebab Bayi Lahir Meninggal saat Lahir Seperti yang Dialami Chrissy Teigen
Foto: Penyebab Bayi Lahir Meninggal saat Lahir Seperti yang Dialami Chrissy Teigen

Foto: Orami Photo Stocks

Hal ini terjadi ketika bayi meninggal dalam 28 hari pertama kehidupannya. Di Amerika Serikat peristiwa ini menimpa sekitar 4 dari 1.000 kelahiran bayi atau kurang dari 1% setiap tahunnya.

Ada beberapa hal yang menyebabkan bayi mengalami kematian neonatal yakni:

- Kelahiran Prematur

Ketika bayi lahir terlalu dini atau sebelum usia kehamilan memasuki 37 minggu. Bayi yang lahir prematur cenderung memiliki banyak masalah kesehatan dibandingkan bayi yang lahir tepat waktu.

- Berat Badan Bayi Terlalu Rendah

Ketika bayi lahir dengan berat kurang dari 1,8 kg. Bayi yang lahir dengan berat badan terlalu rendah kemungkinan memiliki masalah kesehatan yang lebih banyak daripada bayi yang lahir dengan berat badan yang sehat.

- Cacat Sejak Lahir

Cacar lahir ialah kondisi kesehatan yang mengubah bentuk atau fungsi suatu tubuh sejak lahir. Umumnya, cacat lahir bisa menyebabkan masalah kesehatan secara menyeluruh. Mulai dari tumbuh kembang bayi hingga bagaimana tubuhnya berfungsi dan bekerja dengan baik.

Menurut jurnal berjudul A study of causes of neonatal deaths kelahiran prematur dan berat badan rendah mampu menyebabkan 1 dari 4 kematian neonatal atau 25% dari kelahiran bayi. Sedangkan cacat lahir menyebabkan 1 dari 5 kematian neonatal atau 20% kelahiran bayi.

Baca Juga: Mengenali Komplikasi Kehamilan Placenta Accreta, Harus Waspada!

2. Stillbirth atau Bayi Lahir Mati

Penyebab Bayi Lahir Meninggal saat Lahir Seperti yang Dialami Chrissy Teigen
Foto: Penyebab Bayi Lahir Meninggal saat Lahir Seperti yang Dialami Chrissy Teigen (dailytelegraph.com.au)

Foto: Orami Photo Stocks

Bayi lahir mati adalah kematian atau kehilangan bayi sebelum atau selama persalinan. Meski kerap dinilai sama dengan keguguran, namun bayi lahir mati terjadi dalam waktu yang berbeda dengan keguguran.

Menurut CDC, di Amerika Serikat keguguran didefinisikan sebagai kehilangan bayi sebelum memasuki minggu ke-29 kehamilan. Sedangkan bayi lahir mati adalah kehilangan bayi setelah 20 minggu kehamilan.

Bayi lahir mati di Amerika Serikat terjadi antara 1 dari 160 kelahiran atau sekitar 24 ribu kasus setiap tahunnya. Fenomena bayi lahir mati ini hingga kini belum diketahui penyebabnya.

Namun hal ini dapat diketahui dengan cara melakukan autopsi pada mayat bayi atau tes laboratorium. Fenomena ini menimpa semua ras dan etnis pada perempuan segala usia. Meski begitu, hal ini biasanya terjadi pada kelompok tertentu, yakni:

- Ras kulit hitam

- Berusia 35 tahun atau lebih

- Hidup dalam keterbatasan ekonomi

- Kebiasaan merokok saat hamil

- Memiliki penyakit tertentu seperti darah tinggi, diabetes, dan obesitas

- Kehamilan ganda misalnya kembar tiga atau empat

- Pernah mengalami keguguran

Baca Juga: Rencanakan Kehamilan Lagi 6 Bulan Pasca Keguguran

3. Komplikasi Kehamilan

Penyebab Bayi Lahir Meninggal saat Lahir Seperti yang Dialami Chrissy Teigen
Foto: Penyebab Bayi Lahir Meninggal saat Lahir Seperti yang Dialami Chrissy Teigen (https://babybellyband.com/)

Foto: Orami Photo Stocks

Beberapa perempuan salah satunya adalah Chrissy Teigen mengalami komplikasi atau gangguan kesehatan selama kehamilan. Kondisi ini bisa membahayakan kesehatan ibu dan janin.

Hal ini bisa dialami oleh semua perempuan termasuk mereka yang sebelum hamil dalam keadaan sehat. Tak hanya itu, komplikasi kehamilan bisa membuat proses kehamilan menjadi suatu yang berisiko tinggi.

Menurut Departemen Pelayanan Kesehatan AS, berikut ini beberapa komplikasi kehamilan yang umumnya dialami oleh ibu dan janin.

- Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi, disebut juga hipertensi, terjadi ketika arteri yang membawa darah dari jantung ke organ tubuh menyempit. Ini menyebabkan tekanan meningkat di arteri.

Pada kehamilan, hal ini dapat mempersulit darah mencapai plasenta, yang memberikan nutrisi dan oksigen kepada janin.

Penurunan aliran darah dapat memperlambat pertumbuhan janin dan menempatkan ibu pada risiko lebih besar untuk melahirkan prematur dan preeklamsia.

- Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional terjadi ketika seorang wanita yang tidak menderita diabetes sebelum kehamilan mengalami kondisi tersebut selama kehamilan.

Pada diabetes gestasional, perubahan hormonal dari kehamilan menyebabkan tubuh tidak menghasilkan cukup insulin, atau tidak menggunakannya secara normal. Sebaliknya, glukosa menumpuk dalam darah Anda, menyebabkan diabetes, atau dikenal sebagai gula darah tinggi.

- Infeksi Menular Seksual (IMS)

Hal ini dapat terjadi selama kehamilan dan / atau persalinan dan dapat menyebabkan komplikasi pada wanita hamil, kehamilan, dan bayi setelah melahirkan.

- Preeklamsia

Preeklamsia adalah kondisi medis serius yang dapat menyebabkan kelahiran prematur dan kematian.

Penyebabnya tidak diketahui, namun umumnya menimpa wanita yang sedang hamil pertama atau kehamilan sebelumnya, tekanan darah tinggi, diabetes, ginjal, lupus, berusia 35 tahun atau lebih, obesitas, dan mengandung lebih dari dua janin.

Itulah beberapa penyebab bayi meninggal dunia saat dilahirkan. Sebaiknya Moms rutin mengontrol dan berdiskusi tentang kesehatan ibu dan bayi selama proses kehamilan agar bisa mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.