06 Februari 2020

Penyebab Kegagalan IVF yang Terus Berulang

Masalah kesehatan Moms hingga embrio dapat menjadi penyebab IVF selalu gagal

Kesulitan hamil alami membuat banyak pasangan mencoba menjalani program in vitro fertilization (IVF) yang telah mendulang banyak kisah sukses. Namun IVF pun tidak sepenuhnya menjamin datangnya kehamilan.

Beberapa pasangan kerap menjalani siklus IVF secara berulang, karena tidak kunjung mendatangkan kehamilan. Jika Moms dan Dads merupakan salah satu pasangan yang mengalami hal ini, jangan hilang harapan.

Karena dengan mengetahui penyebab IVF selalu gagal, ada kemungkinan Moms sukses mendapatkan kehamilan di siklus IVF selanjutnya.

Baca Juga: Adakah Harapan Hamil Alami Setelah Gagal IVF?

Inilah yang Menjadi Penyebab IVF Selalu Gagal

Berikut ini penyebab IVF selalu gagal yang umum terjadi.

1. Masalah Pada Moms

1 Masalah Pada Moms.jpg
Foto: 1 Masalah Pada Moms.jpg

Foto: Suhyeon Choi – Unsplash.com

Masalah kesehatan yang Moms alami bisa menjadi penyebab IVF selalu gagal, misalnya: endometrium yang buruk, gangguan tiroid, endometriosis, diabetes yang tidak terkontrol, hingga hydrosalpinx (kondisi tuba falopi tersumbat cairan).

Menurut Dokter kesuburan di HRC Fertility, Dr. Michael A. Feinman, evaluasi atau tes terhadap rahim seharusnya dilakukan bahkan sebelum memulai siklus IVF dan melakukannya lagi jika sudah gagal dua kali siklus IVF.

“Saya rasa evaluasi uterus atau hysterosalpingogram (HSG) merupakan sebuah pilihan baik, karena ini satu-satunya cara yang memadai untuk melihat kondisi rahim dan tuba falopi,” ungkap Dr. Michael, seperti dikutip dari progyny.com.

Kondisi hydrosalpinx dapat mengurangi implantasi hingga 50%, sehingga Moms perlu mengetahui kondisi tuba falopi bahkan sebelum menjalani IVF.

Baca Juga: 3 Fakta Unik seputar IVF yang Belum Banyak Diketahui

2. Masalah Pada Embrio

2 Masalah Pada Embrio.jpg
Foto: 2 Masalah Pada Embrio.jpg

Foto: tirachardz - www.freepik.com

Dikutip dari thehealthsite.com, beberapa masalah pada embrio juga dapat menjadi penyebab IVF selalu gagal.

Salah satunya adalah masalah kualitas embrio di mana yang secara kromosom mengalami abnormalitas maka akan mengalami kesulitan saat implantasi IVF dan jika pun dapat bertahan, seringkali sulit untuk bertahan untuk waktu yang lama.

Saat zona (lapisan embrio yang ada di sekitar oosit) mengalami penebalan lebih dari biasanya, maka seringkali dikaitkan dengan kegagalan implantasi, dikarenakan gagalnya zona untuk pecah saat fertilisasi.

Selain kualitas embrio, kesulitan yang terjadi saat transfer embrio juga dapat menjadi penyebab kegagalan IVF.

Masalah saat transfer embrio atau darah yang terlihat pada ujung kateter dapat mengindikasikan kemungkinan kegagalan IVF yang tinggi.

Baca Juga: Adakah Risiko Komplikasi pada Program IVF?

3. Penyebab Pasti Tidak Ditemukan

3 Penyebab Pasti Tidak Ditemukan.jpg
Foto: 3 Penyebab Pasti Tidak Ditemukan.jpg

Foto: jcomp - www.freepik.com

Meski banyak kemungkinan penyebab IVF selalu gagal, namun adapula masalah yang tidak diketahui penyebabnya.

Hal ini seringkali menjadi tantangan bagi Dokter, karena akan semakin sulit mengobati atau mencari jalan keluar bagi kegagalan IVF untuk memperbesar peluang kesuksesan IVF.

Dikutip dari centerforhumanreprod.com, menurut Direktur Medis di Center for Human Reproduction yang juga seorang ahli autoimunitas masalah reproduksi, Norbert Gleicher, MD, menekankan bahwa ketika kegagalan IVF terus berulang dengan tanpa penyebab, maka autoimunitas harus selalu dicurigai.

Baca Juga: Sebelum Menjalani IVF, Ketahui 5 Hal Ini!

Berdasarkan investigasi Center for Human Reproduction di tahun 2010 yang juga masuk dalam jurnal medis elektronik PLoS ONE, menemukan adanya penanda genetik untuk autoimunitas yang kemungkinan dapat mengurangi kesempatan kehamilan dengan IVF secara signifikan.

Itulah beberapa penyebab IVF selalu gagal yang umum terjadi dan dapat mengurangi peluang kehamilan.

Dengan mengetahui penyebab kegagalan IVF, maka Dokter akan semakin mudah memberikan perawatan yang tepat.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.