Newborn

8 Juni 2021

Benarkah Ada Perbedaan Gerakan Janin Laki-Laki dan Perempuan? Yuk Kita Simak

Simak penjelasan tentang perbedaan gerakan janin dari ahlinya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Jika saat ini Moms sedang hamil, apakah Moms dan Dads termasuk salah satu orang tua yang selalu penasaran dengan jenis kelamin Si Kecil? Jika Moms dan Dads belum berhasil “mengintip” jenis kelamin Si Kecil lewat USG, katanya ada cara tradisional yang bisa menjadi penentu untuk memprediksi jenis kelamin bayi di dalam kandungan. Yaitu dengan mengenali perbedaan gerakan janin laki-laki dan perempuan. Benarkah?

Kapan Merasakan Perbedaan Gerakan Janin Laki-Laki dan Perempuan?

Kacang hijau baik untuk janin

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum kita mengetahui kebenaran tentang perbedaan gerakan janin laki-laki dan perempuan, mari kita ketahui dulu kapan sebenarnya bayi di dalam kandungan mulai bergerak.

Dilansir dari laman pregnancybirthbaby.org.au, pergerakan janin di dalam kandungan biasanya terjadi pada usia kehamilan 18 minggu. Jika ini adalah kehamilan pertama Moms, biasanya pergerakan janin tersebut baru terasa pada usia kehamilan 20 minggu hingga 22 minggu.

Baca juga: Moms, Ini Dia Ukuran Normal Hasil USG dan Tahapan Perkembangan Janin!

Namun, pergerakan janin di kandungan tersebut akan terjadi lebih cepat ( biasanya pada usia kehamilan 16 minggu) ketika Moms sedang mengalami kehamilan anak kedua.

Apa sensasi awal yang Moms rasakan ketika Si Kecil bergerak dalam kandungan? Moms akan seperti merasakan ada kupu-kupu hingga tendangan kecil di dalam perut.

Seiring dengan berjalannya waktu, gerakan janin di dalam kandungan akan menjadi lebih sering dan kuat hingga usia kehamilan 32 minggu.

Jumlah gerakan janin akan semakin meningkat hingga usia kehamilan 32 minggu. Setelah itu jumlahnya akan relatif sama, walaupun jenis gerakan dapat berubah hingga waktu melahirkan.

Tapi, jika gerakan bayi dalam perut terus berkurang seiring bertambahnya usia kehamilan, maka jangan tunda pemeriksaan ke dokter. Hal ini bisa menjadi tanda ada permasalahan dalam kandungan Anda.

Dijelaskan lebih lanjut olehdr. Amber Samuel, selaku Medical Director, Maternal Fetal Medicine di Obstretrix Medical Group of Houston, Moms perlu mengenali kebiasaan janin bergerak, karena tidak semua Moms mengalami waktu dan sensasi pergerakan janin yang sama.

Moms bisa jadi tidak sadar bahwa Si Kecil di dalam perut sedang bergerak saat Moms sedang beraktivitas. Meski demikian, biasanya janin akan bergerak pada sore menjelang malam hari. Sedangkan di siang dan malam hari, bayi akan tidur selama 20 sampai 40 menit. Pada waktu inilah bayi memang tidak bergerak.

Ketika Moms sedang beristirahat dan tenang, coba rasakan pergerakan janin dalam kandungan.

“Jika Moms merasakan gerakan janin di dalam kandungan mulai jarang dan melemah atau Moms belum juga merasakan gerakan janin hingga usia kehamilan 24 minggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dan infokan keadaan tersebut ke dokter spesialis kandungan,” jelas dr. Samuel lagi.

Pemeriksaan dengan profesional yang menggunakan alat USG bisa membantu Moms dan Dads mengetahui gerakan si buah hati.

Baca juga: Pentingnya Mengenal Obat Penyubur Kandungan dari Dokter, Jangan Salah Pilih!

Perbedaan Gerakan Janin Laki-laki dan Perempuan

37+ Nama Bayi Kembar Laki-Laki Islam, Ada Fahmi dan Fahri, Keren!

Foto: Orami Photo Stock

Gerakan kecil dan gerakan yang kuat Si Kecil dalam kandungan seringkali diartikan banyak hal oleh setiap orangtua. Moms tentu banyak mendengar bahwa, ada perbedaan gerakan janin laki-laki dan perempuan. Benarkah?

Katanya, janin laki-laki cenderung lebih aktif dibanding janin perempuan yang lebih anteng. Tapi sebenarnya, hal ini belum tentu benar.

Gerakan perbedaan gerakan janin laki-laki dan perempuan bukanlah menjadi cara valid untuk memprediksi jenis kelamin Si Kecil yang sedang dikandung.

Penelitian dalam jurnal Developmental Trajectory of Movement-Related Cortical Oscillations During Active Sleep in a Cross-Sectional Cohort of Pre-Term and Full-Term Human Infants dalam Scientific Reports menyatakan bahwa gerakan menendang janin membantu Si Kecil “memetakan” dan mengeksplorasi area gerak yang bisa ia lakukan.

Gerakan menendang janin pada kehamilan trimester ketiga juga membantu janin mengembangkan fungi otak dan sensorinya.

Jadi, apakah ada perbedaan gerakan janin laki-laki dan perempuan sehingga bisa menjadi penanda alat kelamin janin dalam kandungan? Perbedaan gerakan janin laki-laki dan perempuan tidak bisa menjadi patokan yang valid. Hal ini pun dibuktikan oleh jurnal Fetal Behaviour Does Not Differ Between Boys and Girls.

Tidak ada kaitan atau korelasi perbedaan gerakan janin laki-laki dan perempuan dengan alat kelamin Si Kecil.

Gerakan janin, termasuk detak jantung yang lebih cepat dan bobot Si Kecil dalam kandungan, merupakan faktor yang diperlukan oleh dokter kandungan dan bidan untuk mengontrol kesehatan janin.

Baca juga: 10 Cara Membuat Anak Kembar yang Bisa Dicoba

Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi yang Akurat

hal yang harus diperhatikan saat usg fetomaternal

Foto: Orami Photo Stock

Oke, sekarang Moms dan Dads tentu sudah lebih jelas tentang perbedaan gerakan janin laki-laki dan perempuan. Lalu, bagaimana cara mengetahui jenis kelamin Si Kecil dalam kandungan?

Tak ada acara lain. Penentuan jenis kelamin yang paling valid adalah melalui pemeriksaan USG atau ultrasonografi oleh ahlinya. Melalui USG, jenis kelamin Si Kecil ditentukan berdasarkan terlihatnya penis dan skrotum (kantung kemaluan) pada janin laki-laki dan tiga garis yang menggambar labia pada janin perempuan.

Penentuan jenis kelamin sendiri sebenarnya sudah bisa dilakukan sejak usia kehamilan 20 minggu. Bahkan, penentuan jenis kelamin ini bisa ditentukan pada usia 16 minggu.

Selain menggunakan USG, ada lagi beberapa cara yang valid untuk mengetahui jenis kelamin janin dalam kandungan. Caranya adalah dengan tes darah prenatal non-invasif atau non-invasive prenatal test (NIPT).

Seperti USG, NIPT sebenarnya juga bukan tes khusus untuk mengetahui jenis kelamin bayi di dalam kandungan dengan mengambil sampel darah dari Moms.

Utamanya, tes ini untuk mengetahui kelainan kromosom seperti down syndrome. Jika hasilnya tidak normal, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan.

Tak hanya mendeteksi kelainan kromosom, tes ini juga bisa mengetahui kromosom yang menentukan jenis kelamin bayi

Baca juga: 4 Kegiatan Harian yang Melatih Balita Jadi Lebih Mandiri

Cara tersebut adalah dengan menggunakan tes DNA janin yang diambil dari darah Moms. Meski demikian, pemeriksaan ini juga membutuhkan biaya yang cukup besar.

Selain itu, daripada bermain gambling dengan perbedaan gerakan janin laki-laki dan perempuan, ada lagi tes amniosentesis dan CVS (Chronic Villus Sampling) sebagai tes genetik yang digunakan untuk mengidentifikasi down syndrom atau gangguan genetik lainnya.

Karena memberi informasi gen, tes ini juga dapat mengungkapkan secara akurat jenis kelamin bayi. Tes CVS ini menguji sampel jaringan yang terdapat dalam plasenta, sedangkan amniosentesis merupakan tes yang mengambil sampel cairan ketuban.

Jadi, sudah jelas ya, Moms! Tidak ada perbedaan gerakan janin laki-laki dan perempuan. Untuk mengetahui secara spesifik jenis kelamin bayi, Moms disarankan untuk melakukan pemeriksaan lewat jalur medis seperti di atas. Stay healthy, Moms!

  • https://www.today.com/parents/how-tell-if-you-re-having-boy-or-girl-t130009
  • https://www.healthline.com/health-news/why-babies-kick-in-the-womb
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12932890/
  • https://www.semanticscholar.org/paper/Human-fetal-and-neonatal-movement-patterns%3A-Gender-Almli-Ball/dcad9c267488e85f8c33ab01e24c46eb0e7a8a6d
  • https://www.nature.com/articles/s41598-018-35850-1
  • https://www.pregnancybirthbaby.org.au/baby-movements-during-pregnancy
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait