Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

ASI & MPASI | Sep 17, 2018

Perhatikan Baik-baik, Inilah 6 Makanan yang Harus Dihindari Bayi dan Alasannya

Bagikan


makanan untuk bayi

Moms, berapa usia Si Kecil saat ini? Bila masih di bawah 1 tahun, tentu tak boleh diberi makanan sembarangan ya. Memang, asupan makanan pada anak, terutama pada rentang usia 6 bulan hingga 1 tahun, dianjurkan diberikan secara bertahap.

Kenapa demikian? Karena, pada rentang usia tersebut, organ pencernaannya belum mampu mengolah semua bahan pangan.

Meski begitu, pada kurun usia itu, bayi sudah bisa mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dengan menu yang beragam dan mengandung gizi yang baik. 

Nah, penting bagi kita untuk memerhatikan asupan makanan buat Si Kecil. Tidak hanya memilihkan bahan makanan bergizi tapi juga keragaman sajian yang akan kita hidangkan pada bayi. 

Tentunya kita tak ingin Si Kecil sakit, bukan? Jangan sampai karena salah memberikan makanan, kesehatan anak jadi terganggu. 

Perlu Moms ketahui juga, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari untuk diberikan pada Si Kecil.

Baca Juga : 3 Resep MPASI Pertama Untuk Bayi 6 Bulan

Apa sajakah itu? Berikut di antaranya:

1. Garam

Untuk mengatasi rasa hambar, terkadang kita menambahkan garam pada makanan. Namun, untuk menu hindangan buat Si Kecil masih berusia di bawah 1 tahun, sebaiknya hindari garam.

Ya, garam tidak dibutuhkan aau diperlukan bahkan bila berlebihan bisa berisiko merusak organ ginjal Si Kecil. Pasalnya, ginjal belum mampu mengolah kandungan garam yang berlebih dalam tubuh.

Jadi, yakinkan untuk tidak menambahkan garam pada menu MPASI buat Si Kecil, ya. 

Tidak hanya garam, Moms juga perlu menghindarkan penyedap rasa atau misalnya saus, pada makanan Si Kecil. Soalnya, produk yang mudah kita dapatkan di pasaran ini justru mengandung zat garam yang tinggi.

Setelah Si Kecil berusia 1 tahun ke atas, barulah ia boleh dikenalkan dengan garam. Akan tetapi, pastikan takarannya tidak berlebihan. Adapun jumlah garam maksimal yang diperbolehkan bagi anak usia 1-3 tahun adalah 1 gram per hari.

Pada rentang usia berikutnya, yaitu 4-6 tahun adalah 1,2 gram per hari. Jadi, walaupun boleh mengonsumsi garam, namun kadar atau kuantitasnya tetap terbatas.

Baca Juga : Bolehkah Anak di Bawah 1 Tahun Diberikan Gula dan Garam?

2. Gula

Bagaimana dengan gula?

Setali tiga uang dengan garam. Gula juga bagi bayi berusia di bawah 1 tahun belum dibutuhkan. Sebab, asupan gula dapat menambah kadar kalori makanan Si Kecil. Selain itu, gula dapat berdampak buruk bagi kesehatan gigi dan mulut Si Kecil.

Tak hanya itu, kebanyakan konsumsi gula di usia kanak-kanak bisa memicu masalah kesehatan. Berbagai riset menyatakan, terlalu banyak mengonsumsi gula atau makanan manis ketika kecil, kelak akan memicu risiko obesitas dan penyakit kronis. 

Maka pastikan untuk memerhatikan rekomendasi gula harian untuk anak. Menurut informasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), asupan gula untuk anka tidak boleh melebihi 5 persen dalam menu harian.

Baca Juga : Mana Lebih Baik: Gula Pasir, Gula Batu, atau Gula Merah?

3. Madu

Siapa suka madu? Hmm, rasa madu yang manis dan enak membuat orang menyukainya. 

Tapi ingat Moms, bagi usia bayi madu tidaklah dianjurkan. Kenapa? Karena madu bisa mengandung bakteri penghasil racun dalam usus yang bisa memicu botulisme pada bayi. 

Maka untuk kesehatan anak, sebaiknya hindari pemberian madu sebelum usianya 1 tahun. Di sisi lain, madu juga mengandung gula sehingga berisiko memicu obesitas dan kerusakan gigi pada Si Kecil.

Baca Juga : 10 Khasiat Luar Biasa Madu untuk Kesehatan Tubuh

4. Kacang

Kacang-kacangan memiliki khasiat atau kandungan yang gizi baik. Meski boleh diberikan, tapi pastikan dulu bahwa anak tidak memiliki riwayat alergi.

Selain itu, pastikan pula bahwa kacang yang diberikan harus diolah terlebih dulu, misalnya dihancurkan atau digiling menjadi selai kacang.

Kenapa? Karena kacang-kacangan, misalnya kacang tanah, karena bisa membuat anak tersedak.

5. Makanan mengandung lemak jenuh

Moms mungkin mengenal istilah lemak jahat.

Ya, itulah yang disebut lemak jenuh, bisa kita dapatkan pada makanan seperti gorengan keripik, atau kue. Lemak jenuh tergolong sulit dicerna oleh tubuh. Alhasil, bisa memicu sembelit atau susah buang air besar.

Baca Juga : MPASI Pertama Sebaiknya Buah atau Serealia?

6. Makanan mentah

Sebagian orang dewasa menyukai makanan mentah, misalnya lalapan.  Makanan yang tergolong mentah lainnya adalah seafood atau telur mentah.

Nah, bagi anak usia di bawah 1 tahun, sebaiknya hindari makanan mentah. Soalnya, makanan mentah bisa mengandung bakteri salmonella yang bisa meningkatkan risiko gastoenteritis. 

Efeknya adalah anak bisa mengalami berbagai gejala seperti mual, muntah, diare, demam, sakit kepala, kram perut, suhu tubuh naik turun atau muncul darah pada feses. 

Jadi, makin berhati-hati ya Moms menyiapkan hidangan buat Si Kecil!

(HIL)

Sumber: bounty.com, nhs.uk

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.