Rupa-rupa

27 Oktober 2021

Kumpulan Peribahasa Indonesia Beserta Artinya

Peribahasa Indonesia memiliki jumlah yang cukup banyak, lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sudiyanti
Disunting oleh Amelia Puteri

Kalau bicara soal peribahasa Indonesia, pasti Moms ingat saat masih sekolah dulu. Peribahasa seperti “bagai pinang dibelah dua” atau “tong kosong nyaring bunyinya” selalu lekat dalam ingatan.

Kedua peribahasa tersebut cukup populer dan sering disebut saat dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Nah, jika Moms ingin mengetahui asal usul dan ragam peribahasa Indonesia, simak lebih lanjut artikel berikut ini!

Asal Usul Peribahasa Indonesia

peribahasa indonesia

Foto: Pexels.com

Indonesia memiliki budaya yang beragam jenisnya. Salah satu budaya yang dimiliki bisa dilihat dari banyaknya peribahasa Indonesia.

Ini merupakan peninggalan sastra lama yang sifatnya anonim atau tidak diketahui siapa penulisnya. Peribahasa Indonesia merupakan kesusastraan rakyat tanpa mementingkan nama penulisnya.

Dilansir dari jurnal Kajian Etnosemantik, peribahasa bagian dari salah satu bentuk bahasa. Khususnya ungkapan tradisional yang memiliki vitalitas di masyarakat untuk mewarisi budaya Indonesia.

Dilihat dari maknanya, peribahasa Indonesia muncul berdasarkan kepekaan hidup masyarakatnya dalam memperhatikan keadaan dan alam sekitar.

Zaman dahulu, peribahasa ini digunakan masyarakat setiap hari untuk memberikan teguran, sindiran maupun nasihat. Di dalam peribahasa terdapat sebab akibat yang di dalamnya terdapat pandangan hidup, nilai, norma hingga aturan dalam masyarakat.

Baca juga: 51 Kata Bijak untuk Anak, Jadikan Motivasi untuk Si Kecil Yuk Moms!

Ciri-ciri Peribahasa Indonesia

peribahasa indonesia

Foto: Pexels.com

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peribahasa adalah kelompok kata yang memiliki susunan tetap. Di dalamnya memiliki arti tertentu dan termasuk sindiran, ibarat, semboyan hingga ungkapan.

Kalimat-kalimat ini digunakan untuk menyampaikan nasihat, nilai moral maupun prinsip hidup. Selain itu, peribahasa juga digunakan untuk memperindah kalimat.

Peribahasa Indonesia memiliki ciri yang terletak di setiap katanya. Strukturnya tetap, arti katanya pun pasti dan tidak bisa diubah lagi.

Kata-kata yang digunakan pun teratur dan enak didengar. Terdapat makna di setiap rangkaian kata.

Baca juga: 49+ Kutipan Kata-Kata Bijak Mendidik Anak, Penuh Makna dan Bisa Jadi Motivasi!

Peribahasa Indonesia

peribahasa indonesia

Foto: Pexels.com

Dikutip dari Garba Rujukan Digital berikut beberapa peribahasa Indonesia beserta artinya.

1. Pepatah

Berisi ajaran atau nasihat.

"Ada air, ada ikan." (nasihat agar percaya kepada Tuhan bahwa di mana pun kita berada niscaya ada rezeki)

"Adat hidup tolong-menolong, adat mati jenguk-menjenguk." (nasihat dalam hidup kita perlu tolong-menolong, saling mengunjungi, berbalas-balasan kebaikan)

2. Pameo

Berisi semboyan atau motto.

"Esa hilang tak terbilang." (semboyan agar tidak mudah patah semangat, atau menggelorakan semangat juang)

"Daripada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah." (semboyan agar hidup menjunjung tinggi harga diri dan kejujuran)

3. Perumpamaan

Berisi perbandingan dengan kata-kata bermakna.

"Terdorong kata minta dipulangkan, terdorong langkah minta dikembalikan." (Apabila ada yang salah, mohon dimaafkan)

Adat hidup tolong-menolong, adat mati jenguk-menjenguk, adat dunia berbalas-balas. ( Kita wajib tolong-menolong, kunjung-mengunjungi dan yang baik dibalas dengan yang baik)

"Air orang disauk, ranting orang dipatah, adat orang diturut." (kita hendaknya menurutkan adat negeri atau daerah masing-masing)

4. Makna Peribahasa

Berisi nasihat-nasihat yang diungkapkan dalam peribahasa Indonesia.

  • Nasihat agar Religius

"Tuhan bersifat kasdim, manusia bersifat gawa." (hanya Tuhanlah yang menetapkan segala sesuatu, sedangkan manusia tidak lepas dari salah dan khilaf’)

"Yang penting adalah shalat, umur panjang tiada gunanya." (tiada gunanya hidup kalau tidak mengabdi Tuhan)

"Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah." (suatu perbuatan harus selalu mengingatkan aturan adat dan agama)

"Dunia ini pinjam-pinjaman, akhirat juga akhir kelaknya." (dunia tidak kekal, yang kekal adalah akhirat)

  • Nasihat agar Rendah Hati

"Baiklah menjadi ayam betina supaya selamat." (lebih baik merendahkan diri, supaya tidak mendatangkan mala petaka)

"Berkata di bawah-bawah, mandi di hilir-hilir." (mengutamakan sikap merendahkan diri terhadap sesama)

"Harimau menyembunyikan kuku." (orang yang pandai menyembunyikan kelebihannya)

  • Nasihat agar Adil

"Datar seperti lantai papan, terus seperti dinding cermin." (putusan yang adil)

"Ikut hukum memiat daging, sakit di awak sakitlah orang." (berlaku adil dan bijaksana dalam memberikan perintah kepada orang lain)

"Enak di awak, enak pula di orang." (dalam mengerjakan segala sesuai bersikap adil dengan mengenakkan semua orang)

"Tali jangan putus, pengait jangan serakah." (memutuskan perkara seadil-adilnya)

  • Nasihat agar Setia dan Dapat Dipercaya

"Barang yang dikata itulah kata." (selalu menepati janji)

"Garam dikulumnya tak hancur." (bisa dipercaya memegang rahasia)

"Jika kerbau dipegang talinya, manusia dipegang mulutnya." (manusia bisa dipercaya ucapannya)

"Memakan habis-habis, menyuruh hilanghilang." (bila dipercaya untuk merahasiakan sesuatu hendaknya menyimpannya baik-baik)

"Kata dahulu bertepati, kata kemudian bercarian." (berusaha selalu menepati janji)

"Mulut terlanjur, emas tentangannya." (janji yang sudah diucapkan harus dipenuhi)

  • Nasihat agar Menjadi Pemimpin yang Baik

"Ada penghulu berpadang, luas beralam lapang." (seorang pemimpin harus bersabar, banyak pertimbangan, dan bijaksana)

"Lemah diraih, pantai dititi." (sikap pemimpin yang bijaksana dalam memberi perintah)

"Selangkah berpantang surut, setapak berpantang mundur." (pantang menyerah dan berani menempuh bahaya)

  • Nasihat agar Santun

"Berkata siang melihat-lihat, berkata malam menguak-nguak." (berhati-hati dalam berbicara)

"Mandi di hilir-hilir, berkata di bawah-bawah." (orang yang mengutamakan sopan santun dalam tindakannya.)

"Yang elok budi, yang indah bahasa." (keramahan dan budi baik dapat membuat orang segan)

  • Nasihat agar Berhati-hati

"Jerat serupa jerami, kiambang disangka gurun." (berhat-hati, sebab sesuatu yang disamarkan kadang-kadang dapat mendatangkan bahaya)

"Kunyah dulu, maka telan." (pikir dahulu baik-baik, baru laksanakan)

"Kurang arif badan celaka, amat arif badan binasa." (terlalu hati-hati badan celaka, tidak hati-hati badan binasa)

"Lihat ranting yang akan menimpa, duri yang akan mengait." (berhat-hati dalam melakukan pekerjaan)

"Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna." (mempertimbangkan segala sesuatu bila hendak melakukan pekerjaan)

  • Nasihat agar Tidak Lupa Asal-Usulnya

"Kacang takkan lupa terhadap lanjarannya." (orang dalam keadaan apapun tidak akan lupa jati dirinya)

"Sayang akan negeri ditinggalkan." (jika sayang akan negeri, pergi merantau menuntut ilmu untuk kepentingan negeri)

"Setinggi-tinggi terbang bangau, hinggap di bubungan juga." (sejauh-jauh orang merantau, akhirnya kembali ke negeri asal)

  • Nasihat agar Sosial dan Toleran

"Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan." (susah senang ditanggung bersama)

"Adat hidup tolong-menolong, adat mati jenguk-menjenguk, adat dunia berbalasbalasan." (tiap orang hidup di dunia wajib tolong-menolong, kunjung-mengunjungi, yang baik dibalas dengan yang baik)

"Baik rupa sepemandangan, baik bunyi sependengaran." (cocok, seia-sekata)

"Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing." (susah senang dirasakan bersama)

"Dalam berselam dangkal berjingkat." (pandai menyesuaikan diri)

  • Nasihat agar Tangguh

"Adat juara kalah menang, adat saudagar laba rugi." (kita harus sabar dalam menghadapi kesulitan)

"Apa digaduhkan, pengayuh sama di tangan, perahu sama di air." (jangan gentar melawan seseorang yang sebanding)

"Bagai hari takkan hujan, katak betung dalam telaga berteriak selalu." (apabila tekun berusaha, lambat laun akan berhasil juga)

"Berani hilang tak hilang, berani mati tak mati." (mengerjakan segala sesuatu hendaknya tidak tanggung-tanggung)

"Berhati baja berurat kawat." (sangat tabah dan keras hati)

5. Peduli

"Berisi sikap toleransi, demokratis, cinta damai, peduli sosial dan peduli lingkungan."

"Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung." (di mana pun kita berada harus menghormati adat-istiadat yang berlaku)

"Dalam berselam dangkal berjingkat." (pandai menyesuaikan diri)

"Berani menjual, berani membeli." (jika berani memerintah hendaknya berani melakukannya)

"Masuk kadang kambing mengembik, masuk kandang kerbau menguak." (di mana kita tinggal hendaknya menuruti adat-istiadat setempat)

"Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan." (susah senang ditanggung bersama)

"Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing." (susah senang ditanggung bersama)

"Ke bukit sama mendaki, ke lurah sama menuruni." (susah senang ditanggung bersama)

"Mendapat sama melaba, kekurangan sama merugi." (susah senang ditanggung bersama)

6. Tangguh

"Berisi sikap karakter positif ditandai dengan sukar dikalahkan, kuat, tidak lemah, tabah, kukuh."

"Berani hilang tak hilang, berani mati tak mati." (mengerjakan segala sesuatu hendaknya tidak tanggung-tanggung)

"Hitam tahan tempa, putih tahan sesah." (orang tahan menghadapi cobaan)

"Kaki ke atas, kepala ke bawah." (bekerja sangat keras untuk memenuhi kebutuhan)

"Selangkah berpantang surut, setapak berpantang mundur." (pantang menyerah dan berani menempuh bahaya)

"Kalau langkah sudah terlangkahkan, pantang berbalik surut." (orang yang berani dan pantang mundur)

"Kepalang basah mandi sekalian." (sesuatu yang terlanjur dikerjakan sebaiknya diselesaikan sampai tuntas)

"Kerja baik lekas-lekaskan, supaya jangan tertimpa yang buruk." (jangan mengundur-undur pekerjaan yang mendatangkan kebaikan)

Baca juga: 30 Kata-Kata Mutiara Tentang Uang yang Dapat Dijadikan Motivasi dan Pengingat

7. Religius

"Nilai pendidikan karakter religius berkaitan dengan beriman, bertakwa, dan taat beragama atau berkepercayaan."

"Perang bermalaikat, sabung berjuara." (manusia berusaha Tuhan yang menentukan)

"Tuhan bersifat kasdim, manusia bersifat gawa." (hanya Tuhanlah yang menentukan dan manusia tidak luput dari salah dan khilaf)

"Yang penting adalah shalat, umur panjang tiada gunanya." (tiada gunanya hidup kalau tidak mengabdi Tuhan)

"Dunia ini pinjam-meminjam, akhirat juga akhir kelaknya." (dunia tidak kekal, yang kekal adalah akhirat)

Itulah beberapa contoh peribahasa Indonesia dan artinya. Semoga bisa dijadikan referensi.

  • http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=604083&val=6820&title=PERIBAHASA%20MAKNANYA%20DAN%20SUMBANGANNYA%20TERHADAP%20PENDIDIKAN%20KARAKTER
  • http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/dialektika/article/view/7103/pdf
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait