07 April 2020

4 Tips Mengajarkan Kejujuran pada Anak, Moms Perlu Tahu

Jangan pernah menyebut anak pembohong ya, Moms

"Kejujuran adalah kebijakan terbaik." Namun, kejujuran menjadi salah satu masalah terbesar di masyarakat saat ini. Bagaimana Moms bisa mengajarkan kejujuran pada anak?

Setiap orang tua pasti ingin anak-anaknya tumbuh dengan memiliki karakter yang jujur, baik itu dalam kata-kata maupun perbuatan. Tidak mencuri, menutupi sesuatu atau berbohong. Namun, beberapa orang tua percaya bahwa terkadang pasti anak akan berbohong juga.

Baca Juga: 4 Cara Mendidik Anak Agar Memiliki Moral yang Baik

Tapi jangan khawatir, Moms bisa melakukan beberapa cara di bawah ini, agar Si Kecil bisa tumbuh dengan selalu menerapkan kejujuran.

Cara Mengajarkan Kejujuran

Daripada Moms menakut-nakuti anak untuk mengajarkan tentang kejujuran, coba tiru cara di bawah ini saja, yuk untuk mengajari anak pentingnya kejujuran sejak dini.

1. Jadilah Contoh yang Baik

kejujuran
Foto: kejujuran

Foto: Orami Photo Stock

Jangan berharap anak akan menjadi jujur, jika orang tua tidak menunjukkan seperti apa kejujuran pada mereka. Apa yang anak-anak lihat dan dengar dari orang tua, akan dijadikan sebagai contoh untuk sekarang dan masa depan nanti.

Jadilah panutan kejujuran yang baik untuk anak dalam perkataan dan perbuatan. Apa yang orang tua katakan dan lakukan sangat berpengaruh.

Sedikit saja kebohongan yang anak lihat dari kita, akan terus diingat oleh mereka. Lalu mereka akan mulai bersikap tidak jujur di rumah, di sekolah, bahkan di lingkungan pergaulannya.

Baca Juga: Kebohongan yang Paling Sering Dikatakan Zodiak

2. Jangan Menyebut Anak “Pembohong”

kejujuran
Foto: kejujuran

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms mungkin menemukan Si Kecil berbohong, jangan langsung menyebutnya sebagai pembohong. Jangan mempermalukan anak dengan menyebut mereka pembohong.

Mengapa? Karena menyebut anak pembohong akan mempengaruhi aspek psikologi anak untuk berbuat seperti itu lagi. Mereka akan bertindak defensif dan pada akhirnya, akan hidup sesuai dengan sebutan tersebut.

3. Hindari Menekankan Perilaku Buruk

kejujuran
Foto: kejujuran

Foto: Orami Photo Stock

Mengajarkan kejujuran pada anak memang tidak mudah, Namun ketika Si Kecil berbohong kepada kita di masa lalu, jangan ungkit kembali hal tersebut. Memunculkan kesalahan di masa lalu hanya akan membuat mereka lebih bersalah dan hidup dengan perilaku buruk.

Ketika anak mengakui kesalahannya, pastikan untuk memuji anak karena mengatakan yang sebenarnya. Ini akan membuat mereka lebih mau jujur untuk ke depannya.

Baca Juga: 5 Film Anak Indonesia Terbaik, Berikan Kesan Berharga dan Nilai Moral untuk Si Kecil

4. Biarkan Anak Tahu Bahwa Berbohong Tidak Ada Hasilnya

kejujuran
Foto: kejujuran (https://www.cefonline.com/wp-content/uploads/2017/09/ThinkstockPhotos-619729110-reduced.jpg)

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mengajarkan kejujuran pada anak, ingatkan anak-anak bahwa berbohong atau menyembunyikan kebenaran tidak akan membebaskan mereka dari kewajiban. Hal ini bahkan tidak akan membuat mereka lebih terhormat dan menjadi orang yang lebih baik.

Biarkan Si Kecil menjadi sadar bahwa kebohongan atau ketidakjujuran diikuti dengan konsekuensinya.

Cara lainnya, Moms bisa menggunakan dongeng untuk mengajarkan kejujuran pada Si Kecil. Menurut jurnal dalam SAGE Journal, nilai moral dalam sebuah dongeng, bisa meningkatkan kadar kejujuran Si Kecil. Wah, Moms kira-kira ingin mencobanya?

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.