31 Mei 2023

6 Cara Mengajarkan Anak Berjiwa Sportif Sejak Dini

Ternyata tidak harus melalui kegiatan olahraga

Jiwa kompetitif anak telah hadir sejak dirinya balita. Untuk itu, Moms perlu mengetahui cara untuk membuat anak berjiwa sportif guna menghindari adanya pertengkaran.

Sebab sikap sportif yang baik adalah salah satu pelajaran yang dapat dipelajari anak-anak dari olahraga.

Sebagai orang tua, Moms dan Dads dapat membantu anak-anak memahami dan menghargai arti sportivitas yang baik.

Anak balita senang bermain, termasuk yang bersifat kompetitif seperti suit jari, batu-gunting-kertas, adu balap mobil-mobilan, dan sebagainya.

Tetapi, biasanya mereka tidak suka kekalahan dan akan kesal, marah, atau menangis saat gagal dalam suatu permainan.

“Anak usia prasekolah biasanya berpikir bila mereka berpartisipasi dalam permainan yang bersifat menang atau kalah, mereka lah yang akan menang. Saat kalah, mereka sulit menerimanya,” terang Wendy Middlemiss, Ph.D., dosen bidang psikologi pendidikan di University of North Texas di Denton.

Menurut Middlemiss, ini terjadi karena bagi anak usia 3-4 tahun, dunia masih bersifat hitam putih.

Sesekali, tidak apa-apa Moms sengaja mengalah agar anak merasa senang dan bangga karena bisa memenangkan suatu permainan.

Di saat yang sama, Moms juga dapat mengajarkan agar anak berjiwa sportif.

Simak beberapa cara mendukung anak berjiwa sportif di bawah ini, ya Moms.

Baca Juga: Tenggang Rasa: Arti, Manfaat, dan Cara Mengajarkannya pada Anak Sejak Kecil

Apa Itu Sportivitas?

Sportivitas (Orami Photo Stocks)
Foto: Sportivitas (Orami Photo Stocks)

Sportivitas adalah ketika para pesaing atau penonton acara, kompetitif memperlakukan satu sama lain dengan hormat.

Tentunya, melalui sikap anak berjiwa sportif ini, artinya mereka menunjukkan perilaku yang pantas.

Sikap sportif yang baik berarti bersikap adil dan etis kepada lawan main atau rekan satu tim maupun lawan.

Anak berjiwa sportif tidak berarti bersikap lembek terhadap lawan.

Tetapi, ini adalah perilaku Si Kecil yang sopan dan ramah, dan menghindari pertengkaran selama waktu pertandingan.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Susu Pembersih (Cleasing Milk), Bersihkan Kotoran dan Melembapkan Kulit

Tips Menghasilkan Anak Berjiwa Sportif

Setiap orang tua perlu mengajarkan sportivitas pada balita agar anak memiliki pemahaman yang baik tentang kompetisi, menang, dan kalah.

Sikap sportif yang baik mungkin tampak sulit untuk didefinisikan, tetapi ciri-cirinya termasuk mampu menang tanpa sombong, menghormati lawan, dan mampu kalah dengan ikhlas.

Berikut tips mengajarkan anak berjiwa sportif yang dapat Moms coba.

1. Jadi Contoh yang Baik

Bermain Bersama Anak (Richmond Family Magazine)
Foto: Bermain Bersama Anak (Richmond Family Magazine)

Awalnya, Si Kecil mungkin belum bisa memahami apa yang dimaksud dengan sportivitas.

Orang tua bisa mendukung anak berjiwa sportif dengan menjadi contoh yang baik.

Misalnya, saat Moms kalah atau mengalah kepada anak dalam permainan menyusun puzzle, Moms dapat mengutarakan kekecewaan, tetapi sambil menunjukkan sikap tenang atau baik.

Menurut psikolog Lawrence Kutner, Ph.D., direktur eksekutif Jack Kent Cooke Foundation, anak balita umumnya mengekspresikan kekesalan mereka secara fisik, seperti melempar barang, menendang, atau berteriak.

Bila orang tua memberi contoh mengajarkan sportivitas dengan cara mengekspresikan kekecewaan yang baik, anak pun nanti bisa menirunya.

Baca Juga: Pendidikan Moral: Pengertian, Contoh, Tujuan, dan Cara Mengajarkannya pada Anak Sejak Kecil

2. Menaati Peraturan

Menurut Stanford Children's Health, menaati peraturan adalah bagian dari sportivitas.

Dalam permainan atau perlombaan biasanya ada peraturan.

Katakan kepada Si Kecil bahwa yang berhak menjadi pemenang adalah orang yang mengikuti peraturan yang ada dan berhasil mengungguli lawannya.

Kemudian sampaikan pada anak akan pentingnya mendengarkan pelatih dan wasit serta mengikuti arahan mereka saat berada di lapangan dan terlibat dalam aktivitas tim.

Sebaliknya, orang yang melanggar peraturan tidak layak dijadikan pemenang karena itu artinya curang.

3. Memberikan Ucapan Selamat kepada Pemenang

Ilustrasi Salaman (Family Education)
Foto: Ilustrasi Salaman (Family Education)

Menjadi pihak yang kalah memang tidak mengenakkan.

Meski begitu, bukan berarti orang yang kalah boleh marah-marah kepada yang menang.

Dikutip dari KidsHealth, Moms bisa mengajarkan sportivitas pada balita dengan mengucapkan selamat kepada anak yang memenangi permainan.

Dengan begitu, ia akan melihat kemenangan sebagai sebuah capaian yang perlu dibarengi dengan sikap positif terhadap lawan yang kalah.

4. Bermain Adil

Salah satu cara mengajarkan agar anak berjiwa sportif adalah memintanya untuk bermain adil.

Olahragawan yang baik dapat menang jika mereka mengikuti peraturan dan memainkan permainan terbaik yang mereka bisa.

Jangan pernah mendukung upaya Si Kecil untuk memenangkan permainan dengan melanggar aturan.

Tekankan pada Si Kecil bahwa kecurangan tidak dapat diterima.

Baca Juga: 4 Manfaat Beramal dan Cara Mengajarkannya pada Anak agar Tumbuh Jiwa Peduli Sejak Dini

5. Menghormati Tim Lain

Bermain Sepak Bola
Foto: Bermain Sepak Bola (Scientificamerican.com)

Menumbuhkan anak yang berjiwa sportif dapat Moms dan Dads lakukan dengan mengajarkan Si Kecil untuk menghormati tim lain.

Misalnya, ketika tim Si Kecil menang atau kalah, penting untuk menunjukkan rasa hormat atas upaya tim lain.

Jika tim lain menang, terima kekalahan, akui kemampuan mereka, dan lanjutkan.

Sedangkan ketika tim Si Kecil menang, beri pemahaman padanya untuk tidak menyombongkan diri karena itulah artinya menjadi pemenang yang murah hati.

6. Bicara Hubungan antara Sportivitas dan Kesuksesan

Cara menghasilkan anak yang berjiwa sportif lainnya adalah dengan memberikan pemahaman tentang hubungan antara sportivitas dan kesuksesan.

Saat mengajarkan sportivitas kepada anak, penting bagi mereka untuk memahami hubungan antara kesuksesan dan sportivitas.

Pastikan Si Kecil memahami bahwa kesuksesan bukan hanya tentang menang.

Pada saat yang sama, Moms dapat menunjukkan kepada Si Kecil betapa pentingnya rasa hormat.

Menghormati tim dan olahraga, dapat membantu anak mengembangkan kebiasaan dan bakat yang dapat meningkatkan peluang mereka untuk menang.

Baca Juga: 8 Cara Mengajarkan Anak Berbagi dengan Orang Lain, Mudah Diterapkan!

Pada dasarnya, orang tua perlu membentuk pemahaman pada anak.

Salah satu yang penting dari suatu perlombaan bukanlah soal menang atau kalah, melainkan menikmati prosesnya.

Berikan pemahaman bahwa menang bukanlah yang utama dan kalah tidak selalu buruk.

Selamat mengajarkan sportivitas pada anak ya, Moms!

  • https://www.masterclass.com/articles/how-to-show-good-sportsmanship
  • https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=teaching-children-good-sportsmanship-1-4524
  • https://kidshealth.org/en/teens/sportsmanship.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb