22 Desember 2022

Hari Ibu: Pentingnya Menjadi Ibu yang Berdaya dan Bahagia

Yuk, dukung para ibu untuk lebih berdaya!

Moms, Hari Ibu kerap kali dirayakan dengan pemberian kado dan ucapan hangat dari anak dan suami.

Namun, hari perayaan ini bukan hanya menjadi ajang apresiasi atas begitu banyaknya peran ibu.

Tapi juga menjadi pengingat untuk mendukung ibu dan segenap perempuan Indonesia untuk lebih berdaya.

Mari kita peringati Hari Ibu dengan terlebih dulu mengingat sejarah Hari Ibu Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Desember.

Sejarah Hari Ibu Nasional

Ibu dan Anak
Foto: Ibu dan Anak (Orami Photo Stock)

Dikutip dari situs Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, sejarah Hari Ibu berawal dari pergerakan perempuan Indonesia.

Mereka mengadakan Kongres Perempuan Pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

Tema sentral pembahasan Kongres Perempuan saat itu adalah:

  • Memperjuangkan hak perempuan dalam perkawinan.
  • Melawan perkawinan dini dan poligami.
  • Mendukung pendidikan perempuan.

Kini, perubahan dan perkembangan masyarakat membuat peran ibu sebagai wanita juga turut semakin luas.

Ibu merupakan agent of change karena menjadi motor penggerak dari lingkup terkecil, yaitu rumah.

Ibu juga bisa menjadi penggerak lingkup luas lainnya, seperti kantor, masyarakat, dan bahkan negara.

Pada perayaan Hari Ibu tahun ini, Orami mengusung tema “Pentingnya Menjadi Ibu yang Berdaya dan Bahagia.”

Melalui artikel ini, Orami berusaha turut mengambil bagian dalam mendukung pemberdayaan perempuan, terutama ibu, dalam mendukung kesejahteraan keluarga.

Baca Juga: 8 Amalan Ibu Hamil Menurut Islam, Yuk Lakukan Moms!

Masalah Ketidaksetaraan Gender yang Kerap Dialami Ibu

Perempuan di Kantor
Foto: Perempuan di Kantor (Freepik.com/benzoix)

Hari Ibu setiap tahunnya dirayakan dengan ungkapan rasa cinta dan terima kasih kepada ibu atas semua peran yang dilakoninya.

Namun, kita tak bisa menutup mata, bahwa masih banyak perempuan dan ibu yang diterpa beragam masalah, termasuk menghadapi masalah ketidakadilan dan ketidaksetaraan gender.

Isu kesetaraan gender masih menjadi permasalahan panjang yang belum dapat diatasi secara menyeluruh hingga hari ini.

Bagi seorang ibu, tentu permasalahan ini menjadi tidak terelakkan, baik di lingkup sosial, pekerjaan, bahkan rumah.

Melansir Australian Journal of Basic and Applied Sciences, beberapa masalah terkait ketidaksetaraan gender yang masih dialami oleh para ibu antara lain:

1. Diskriminasi di Lingkup Pekerjaan

Memilih untuk menjadi seorang working mom adalah sebuah pilihan sulit bagi para Moms.

Ini karena bagi Moms yang bekerja, mereka kerap kali mengalami diskriminasi di kantor.

Salah satu isu yang sering dihadapi adalah ketidaksamaan kesempatan untuk memperoleh promosi jabatan.

Seorang ibu dinilai lebih tidak kompeten karena dinilai akan mendahulukan anaknya dibanding kepentingan perusahaan.

Alhasil, kesempatan ini umumnya lebih diutamakan diberikan untuk pria. Ini juga termasuk penilaian bahwa seorang ibu dianggap tidak sefleksibel pria.

Mereka memungkinkan untuk mengambil cuti hamil, cuti datang bulan, hingga cuti melahirkan. Sehingga, ibu dinilai akan sering melewatkan urusan kantor yang penting.

Dilansir dari Science Organization, hal ini dikenal dengan sebutan “maternal wall bias.”

Bahkan saat baru saja memasuki tahap interview, ada perusahaan yang mengesampingkan perempuan hanya karena perannya sebagai seorang ibu, lho Moms!

Baca Juga: 7 Cara Sukses ASI Eksklusif Ibu Bekerja, Patut Dicoba!

2. Beban Ganda di Rumah

Beban ganda adalah bentuk ketidaksetaraan gender yang dialami ibu di rumah.

Maksud dari beban ganda di rumah adalah ibu harus melakukan dua peran seperti menjadi seorang ibu dan melakukan pekerjaan rumah tangga.

Ini terjadi ketika ibu mengerjakan tanggung jawab secara berlebihan. Padahal, Moms dan Dads dapat melakukan pembagian tugas di rumah.

Contohnya, seorang ibu yang melakukan pekerjaan rumah tangga, seperti:

Padahal, setiap perayaan Hari Ibu di akhir tahun, isu beban ganda ini tentu selalu diangkat dan dibahas secara mendalam. Namun, masalah ini masih saja terus terjadi hingga sekarang.

Agar tidak mengalami beban ganda, Moms dan Dads bisa berdiskusi bagaimana cara mengurus rumah tangga, termasuk mengasuh anak di rumah bersama-sama.

3. Pelabelan Masyarakat

Gender sendiri merupakan konstruksi sosial yang diberikan masyarakat kepada jenis kelamin perempuan dan laki-laki.

Pelabelan ini melekat pada jenis kelamin dan berhubungan dengan fungsi dan perannya.

Contohnya, perempuan memiliki tugas pokok mengurus rumah tangga. Sebagai perempuan, ibu juga kerap dinilai lebih lemah, cengeng, perasa, dan sensitif dibandingkan pria.

Sementara itu, pria bertugas mencari nafkah. Sosok pria dinilai tangguh, tidak boleh menangis, kuat, tidak perasa, galak, dan tidak rapi.

Label inilah yang sering kali membuat seorang ibu merasa dibatasi, terutama ketika mereka ingin berkembang di ranah yang dianggap masyarakat “tidak lumrah."

Misalnya, ibu bekerja, ibu menjadi atlet, ibu menyewa baby sitter, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: 4 Tips Interview Kerja untuk Ibu dengan Anak yang Siap Berkarier Lagi

Makna Pemberdayaan Perempuan dan Ibu

Kasih Sayang Ibu
Foto: Kasih Sayang Ibu (Orami Photo Stock)

Beberapa tahun belakangan, Hari Ibu kerap dirayakan dengan mengusung tema pemberdayaan perempuan.

Nah, apa sih yang disebut dengan perempuan berdaya? Sebenarnya, makna pemberdayaan perempuan sangatlah luas, Moms.

Menurut hasil Komisi PBB tentang Status Perempuan pada tahun 2002, pemberdayaan perempuan adalah proses perempuan mengambil kontrol atas hidup mereka.

Sehingga, Moms memperoleh kemampuan untuk membuat pilihan strategis dalam hidup Moms.

Sementara, dikutip dari laman World Vision Australia, pemberdayaan perempuan dapat didefinisikan sebagai:

  • Harga diri perempuan.
  • Kemampuan perempuan untuk menentukan pilihan mereka sendiri.
  • Hak perempuan untuk melakukan perubahan sosial bagi diri mereka sendiri maupun orang lain.

Organisasi luar negeri, yakni European Institute for Gender Equality menyebutkan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki 5 komponen, antara lain:

  1. Rasa harga diri perempuan.
  2. Hak mereka untuk memiliki dan menentukan pilihan.
  3. Hak mereka untuk memiliki akses pada peluang dan sumber daya.
  4. Hak memiliki kekuasaan untuk mengatur kehidupan mereka sendiri, baik di dalam maupun di luar rumah.
  5. Kemampuan untuk memengaruhi arah perubahan sosial demi menciptakan tatanan sosial dan ekonomi yang lebih adil.

Di Eropa dan Amerika Serikat, pemberdayaan perempuan sering dikaitkan dengan fase-fase khusus gerakan hak-hak perempuan dalam sejarah.

Gerakan ini terbagi menjadi 3 gelombang, yakni:

  • Gelombang 1

Dimulai pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, saat perempuan memiliki hak pilih.

  • Gelombang 2

Terjadi pada tahun 1960-an yang mencakup revolusi seksual dan peran perempuan dalam masyarakat.

  • Gelombang 3

Feminisme gelombang ketiga dimulai pada 1990-an. Para perempuan saat itu mempromosikan hak-haknya sebagai bagian dari gerakan global yang besar.

Di momen ini, perempuan juga mendapatkan dukungan lebih baik dengan adanya hari besar, seperti Hari Pemberdayaan Perempuan Internasional.

Meski telah banyak kemajuan, tetapi masih banyak perempuan dan anak perempuan di berbagai belahan dunia menghadapi diskriminasi dan kekerasan.

Untuk itu, penting sekali negara-negara di seluruh dunia untuk mewujudkan hak-hak perempuan dan anak perempuan, termasuk ibu, dalam segala aspek.

Adapun beberapa hal yang perlu diadakan untuk mendukung perempuan dan ibu berdaya antara lain:

  • Pendidikan.
  • Pelatihan.
  • Peningkatan kesadaran.
  • Perluasan pilihan dalam hidup.
  • Peningkatan atas kontrol atas sumber daya.
  • Upaya membangun kepercayaan diri.

Moms, jika hak-hak perempuan terpenuhi, masalah yang selama ini memperkuat dan melanggengkan diskriminasi terhadap perempuan dan ibu dapat dihapuskan, lho!

Sehingga, ibu dan perempuan pun dapat berdaya, baik dari segi karier, finansial, dan aspek kehidupan lainnya.

Baca Juga: Ingin Diterima Kerja? Contek 7 Tips Interview Online Berikut Ini!

Hak dan Kesempatan Ibu untuk Berdaya

Kasih Sayang Ibu (Orami Photo Stocks)
Foto: Kasih Sayang Ibu (Orami Photo Stocks)

Kurang lengkap rasanya merayakan Hari Ibu tanpa membahas tentang hak dan kesempatan bagi Moms untuk bisa berdaya.

Mengutip Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), hak perempuan tertera dalam Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan atau The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW).

Perjanjian ini ditandatangani pada 1979 dalam konferensi yang diadakan Komisi Kedudukan Perempuan PBB.

CEDAW sendiri merupakan perjanjian HAM internasional yang secara khusus mengatur penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak perempuan.

CEDAW ditetapkan di sidang umum PBB pada 18 Desember 1979 dan berlaku pada 3 September 1981.

Konvensi ini mendefinisikan prinsip, norma dan standar untuk menghapus segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan, yang wajib dipenuhi negara yang meratifikasinya, termasuk Indonesia.

Lantas, apa saja hak dan kesempatan perempuan untuk berdaya?

1. Hak dalam Ketenagakerjaan

Hak dalam ketenagakerjaan adalah hak di mana setiap perempuan berhak untuk memiliki kesempatan bekerja yang sama dengan laki-laki.

Beberapa hak kesetaraan dalam pekerjaan yang harus dirasakan oleh perempuan meliputi:

  1. Proses seleksi.
  2. Fasilitas kerja.
  3. Tunjangan.
  4. Hak untuk menerima upah setara.
  5. Mendapatkan masa cuti yang dibayar, termasuk cuti melahirkan.
  6. Tidak bisa diberhentikan oleh pihak pemberi tenaga kerja dengan alasan kehamilan maupun status pernikahan.

2. Hak dalam Bidang Kesehatan

Hak dan kesempatan bagi Moms untuk bisa berdaya selanjutnya adalah pemenuhan hak dalam bidang kesehatan.

Perempuan berhak untuk mendapatkan kesempatan di bidang kesehatan, di antara lainnya:

  1. Bebas dari kematian pada saat melahirkan yang harus diupayakan negara.
  2. Memperoleh jaminan pelayan kesehatan, khususnya pelayanan KB (Keluarga Berencana), kehamilan, persalinan, dan pasca-persalinan.

3. Hak dalam Perkawinan dan Keluarga

Hak dan kesempatan bagi Moms untuk bisa berdaya selanjutnya adalah adanya pemenuhan hak dalam perkawinan, keluarga, dan pendidikan.

Hak dalam perkawinan dan keluarga berisikan tentang perempuan juga berhak untuk mendapatkan hal seperti:

  1. Perempuan punya hak untuk memilih suaminya secara bebas dan tidak boleh ada perkawinan paksa.
  2. Dalam keluarga, perempuan juga memiliki hak dan tanggung hawab yang sama, baik sebagai orang tua terhadap anaknya, maupun pasangan suami istri.

4. Hak dalam Pendidikan

Setiap perempuan juga berhak untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam bidang pendidikan, di antara lainnya:

  1. Mengikuti pendidikan dari tingkat dasar hingga universitas.
  2. Kesempatan yang sama untuk mendapatkan beasiswa.

5. Hak dalam Kehidupan Publik dan Politik

Perempuan juga berhak untuk mendapatkan kesempatan di ruang publik dan politik, seperti:

  1. Setiap perempuan berhak untuk memilih dan dipilih.
  2. Perempuan juga harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam peremusan kebijakan pemerintah hingga implementasinya.
Hak dan Kesempatan Ibu untuk Berdaya
Foto: Hak dan Kesempatan Ibu untuk Berdaya (Orami Photo Stock)

Baca Juga: Begini 19 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tetap Stabil, Catat!

Cara Mendukung Pemberdayaan Ibu dan Perempuan

Wanita Mengatur Keuangan
Foto: Wanita Mengatur Keuangan (Istockphoto.com)

Menurut Presbyterian World Service & Development, ibu sering menjadi pilar utama keluarga mereka.

Namun sebagai perempuan, mereka terus menghadapi ketidaksetaraan dan ketidakadilan.

Oleh karena itu, di Hari Ibu tahun ini, mari bersama-sama mendukung para ibu dan perempuan agar bisa berdaya di segala aspek kehidupannya.

Ketika perempuan mampu meningkatkan kehidupannya, mereka akan mentransfer perubahan ini ke kehidupan anak-anak mereka, keluarga, dan masyarakat.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan oleh setiap orang untuk turut mendukung para ibu dan perempuan untuk berdaya.

1. Memberikan Akses terhadap Pendidikan dan Kesehatan

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk membuat perempuan dan ibu menjadi lebih berdaya adalah menyediakan akses terhadap pendidikan dan kesehatan.

Akses pendidikan yang layak merupakan hak setiap orang, termasuk perempuan.

Dengan demikian, perempuan dan ibu bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan sebanyak-banyaknya.

Kemudian, mereka dapat menerapkannya pada kehidupan diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat.

UNICEF pun menyebutkan, perempuan yang menerima pendidikan lebih kecil kemungkinannya untuk menikah muda dan dapat menjalani kehidupan produktif.

Nah, ketika akses terhadap pendidikan terbuka lebar, ada banyak hal yang bisa Moms peroleh, misalnya:

  • Memperoleh pendapatan yang lebih tinggi.
  • Dapat berpartisipasi dalam keputusan penting.
  • Moms dapat membangun masa depan yang lebih baik untuk diri sendiri dan keluarga.

Akses terhadap kesehatan juga tidak boleh Moms abaikan. Bukan hanya akses terhadap kesehatan umum, tetapi juga termasuk layanan kesehatan reproduksi.

Sehingga, para ibu, termasuk Moms, dapat meningkatkan kesejahteraannya. Kalau sudah begini, Moms juga bisa merawat Si Kecil dengan lebih baik dan nyaman.

Akses kesehatan yang diberikan ini juga dapat mendorong Moms untuk memiliki kinerja yang baik dan berkontribusi pada orang lain di sekitar Moms.

Baca Juga: 20 Puisi Hari Ibu yang Menyentuh Hati, Bentuk Ungkapan Cinta Mendalam kepada Sosok Paling Berharga

2. Memberi Peluang di Bidang Ekonomi

Hal lain yang bisa membuat perempuan dan ibu berdaya adalah menyediakan peluang di bidang ekonomi, sehingga mereka dapat berdaya secara finansial.

Baik sektor publik, swasta, dan sosial perlu bertindak untuk mengakhiri kesenjangan gender dalam pekerjaan dan masyarakat.

Ketika perempuan diberdayakan untuk mencapai potensi penuh mereka dan mengakses peluang untuk mencari nafkah, keluarga pun akan mendapat manfaat secara ekonomi.

Menurut jurnal Women’s Economic Empowerment: A Review of Evidence on Enablers and Barriers, sejumlah penelitian menemukan kesenjangan gender dalam partisipasi angkatan kerja dan pekerjaan, kewirausahaan, dan sumber daya pertanian membatasi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa kesenjangan jenis kelamin dalam pendidikan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Maka, penting untuk menciptakan perusahaan yang adil dan kebijakan ramah keluarga untuk meningkatkan produktivitas.

Masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial pun bisa diberantas jika potensi perempuan dan ibu dimaksimalkan sebagai sumber daya.

Dengan berdaya secara ekonomi, para perempuan khususnya ibu pun bisa membantu anak-anak dalam keluarga mereka mengakses kesehatan dasar dan pendidikan.

3. Memberi Ruang untuk Mengakses Hak-Hak Perempuan

Hal penting lainnya untuk menjadikan para perempuan dan ibu lebih berdaya yakni dengan memberi mereka ruang untuk mengakses hak-hak perempuan.

Ketika perempuan mampu mengadvokasi hak-hak mereka dan berbicara tentang isu-isu penting, mereka dapat meningkatkan kehidupan mereka.

Dengan begini, Moms bisa membuka jalan terhadap perubahan positif bagi generasi mendatang, lho! Lantas, dari mana Moms bisa memulainya?

Moms bisa mulai dengan meyediakan ruang yang aman dan nyaman bagi perempuan dan ibu di rumah. Mulailah dari lingkup kecil, seperti di rumah sendiri.

Moms bisa menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman buat anak perempuan Moms, anggota keluarga Moms, atau juga para sahabat.

Soalnya, kesetaraan gender adalah hak asasi manusia yang mendasar dan fundamental untuk mewujudkan dunia yang damai dan sejahtera.

Jadi, setiap manusia memiliki peran untuk memperbaiki masalah ketidaksetaraan gender.

World Vision Australia menyatakan, pemberdayaan perempuan sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan sosial keluarga, masyarakat, dan negara.

Kalau hidup Moms aman, kebutuhan terpenuhi, dan produktif, Moms bisa mencapai potensi yang maksimal, lho!

Moms bisa menyumbangkan keterampilan perempuan lain dan membesarkan anak-anak yang lebih bahagia dan lebih sehat.

Moms yang berdaya juga dapat membantu mendorong ekonomi yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat dan negara.

Cara Mendukung Pemberdayaan Ibu dan Perempuan
Foto: Cara Mendukung Pemberdayaan Ibu dan Perempuan (Orami Photo Stock)

Baca Juga: 10+ Pekerjaan Ibu Rumah Tangga yang Menguntungkan, Modal Sedikit!

Pentingnya Menjadi Perempuan Mandiri Secara Finansial

Berdaya Secara Ekonomi
Foto: Berdaya Secara Ekonomi (Orami Photo Stocks)

Para ibu juga berhak untuk berdaya secara ekonomi atau finansial, Moms. Lantas, mengapa pemeberdayaan perempuan dan ibu penting dalam bidang ekonomi?

Moms mungkin bertanya-tanya, apa sih pentingnya menjadi ibu atau perempuan berdaya? Bukannya Dads yang bertanggung jawab memenuhi semua kebutuhan rumah tangga?

Nah, layaknya laki-laki, perempuan juga berhak untuk berdaya dan mendapat kesempatan yang sama, Moms. Salah satunya dalam hal finansial.

Bukan hanya soal peran di rumah, Hari Ibu juga kerap dirayakan dengan membahas soal perempuan berdaya dalam ranah finansial, Moms.

Widya Yuliarti, Financial Planner
Foto: Widya Yuliarti, Financial Planner (Orami Photo Stock)

Menurut Widya Yuliarti, seorang Perencana Keuangan, penting sekali bagi ibu untuk berdaya secara finansial. Pasalnya, sebagai perempuan, peran ibu sangat vital.

Anggaplah Dads adalah direktur utama. Nah, Moms menjadi manajer keuangan di rumah. Sehingga, Moms bertugas memutuskan perihal keuangan di rumah.

Sebagai manajer keuangan di rumah, Moms juga bisa memberikan dampak yang besar, sehingga keuangan rumah tangga menjadi sehat.

"Misalnya, dengan cara mencari sumber pendapatan tambahan untuk keluarga," jelas Widya.

Selain itu, ada banyak manfaat yang Moms dapatkan jika mampu berdaya secara ekonomi. Misalnya, Moms dapat mengambil keputusan untuk mengatur keuangan keluarga.

"Karena ibu sudah tahu gambaran atau posisi keuangan saat ini seperti apa. Tahu juga masalah keuangan yang dihadapi, jadi paham bagaimana solusinya," lanjutnya.

Lantas, bagaimana ciri-ciri ibu yang berdaya secara ekonomi? Salah satunya adalah bisa memberikan kemajuan bagi para anggota keluarganya.

Ciri ibu berdaya juga bisa dilihat dari bagaimana Moms bisa memberikan dampak positif ke lingkungan di sekitarnya.

"Jadi, ibu berdaya bisa memberikan dampak baik untuk keluarganya, lingkungan, serta pertemanannya," tambah Widya.

Cara Ibu Mandiri Secara Finansial

Wanita Sedang Merencanakan Keuangan
Foto: Wanita Sedang Merencanakan Keuangan (Istockphoto.com)

Sebagai manajer kuangan dalam rumah tangga, Moms turut bertanggung jawab dalam berupaya mewujudkan keuangan rumah tangga yang sehat.

Menurut Widya, ada beberapa langkah yang bisa Moms lakukan untuk mencapai mandiri secara finansial, yaitu:

1. Mencatat Keuangan

Penting bagi Moms untuk selalu mencatat keuangan agar dapat membuat perencanaan keuangan untuk ke depannya.

Keuangan keluarga yang sehat tentu bisa dilihat bila jumlah pemasukan dana lebih besar dibandingkan pengeluaran.

Untuk mengetahuinya dan mencegah "kebocoran" tentu Moms harus secara konsisten mencatat jumlah dan jenis pemasukan maupun pengeluaran secara rutin.

2. Melek Investasi

Salah satu cara lain yang sebaiknya Moms lakukan agar bisa mewujudkan keinginan bebas secara finansial adalah dengan berinvestasi.

Saat ini, investasi pun bisa dilakukan dengan lebih mudah, bahkan menggunakan modal yang minim. Jadi, Moms bisa mulai investasi dari sekarang.

Baca Juga: Bisnis Online Tanpa Modal untuk Ibu Rumah Tangga dan Pelajar di HP

3. Punya Perencanaan dan Tujuan

Penting bagi Moms untuk memiliki perencanaan dan tujuan keuangan untuk bisa mendapatkan mandiri secara finansial.

Jadi, pikirkan apa yang mau didapatkan, karena tujuan dan rencana ini bisa membuat Moms lebih termotivasi untuk mewujudkannya.

4. Review dan Evaluasi Kondisi Keuangan

Terakhir, lakukan review keuangan. Baik Moms atau Dads harus melihat seperti apa perjalanan keuangan keluarga.

Cari tahu dan lakukan evaluasi untuk perencanaan keuangan yang lebih baik di bulan atau tahun depan.

Dengan begitu, Moms bisa menghadapi kondisi penuh ketidakpastian pasar yang bisa memengaruhi kondisi keuangan di masa mendatang.

Nah, Hari Ibu menjadi momen yang tepat, nih Moms untuk mulai merapikan keuangan keluarga bersama Dads. Sehingga, tahun 2023 nanti keuangan menjadi lebih sehat.

Baca Juga: Catat Alasan Pentingnya Me Time untuk Ibu Rumah Tangga yang Sibuk

Menjadi Ibu yang Berdaya dan Bahagia

Ibu Bekerja
Foto: Ibu Bekerja (Istockphoto.com)

Menjadi Ibu yang produktif dan berdaya, itu adalah sebuah pilihan.

Ketika seorang perempuan memutuskan untuk menikah dan akhirnya menjadi seorang ibu, pasti banyak hal yang berubah dalam kehidupannya.

Terkadang ada yang memilih berhenti bekerja dan fokus pada urusan domestik di keluarga kecilnya. Waktu, tenaga dan pikiran ia habiskan untuk mengurus suami dan anak-anaknya.

Namun jangan salah, walau memilih menjadi ibu rumah tangga, banyak para ibu yang justru semakin produktif dan berdaya, mengatur waktu selain mengurus keluarga juga memiliki kesibukan dalam bidang ekonomi, bisnis, sosial dan pendidikan.

Sayangnya, secara tradisional, berdaya hanya dihayati dalam perspektif yang sempit.

Berdaya dimaknai sebagai kekuatan yang dimiliki terkait kemampuan finansial dan posisi atau jabatan dalam karier.

Padahal, merasa berdaya tidak selalu dikaitkan dengan kekuatan ekonomi dan kemampuan menghasilkan uang.

Roslina Verauli, M.Psi, Psi, Psikolog, RS Pondok Indah – Pondok Indah, menjelaskan ada banyak manfaat yang bisa para ibu dapatkan saat dirinya merasa berdaya dalam keluarga.

Roslina Verauli
Foto: Roslina Verauli (Dok. RSPI)

"Dalam konteks keluarga, saat ibu merasa dirinya turut berdaya, di mana ibu mampu bersuara, memiliki dampak bagi anggota keluarga di rumah, dan memiliki kekuatan dalam relasi bersama pasangan, maka ibu akan menghayati pernikahannya sebagai sesuatu yang memuaskan." Jelas Roslina Verauli.

Ia juga menambahkan, bahkan ibu cenderung merasa bahagia terkait kendali atau kontrol atas diri dan aksinya, baik dalam menjalankan peran pengasuhan maupun rumah tangga.

Penting bagi ibu untuk memiliki kesadaran bahwa dirinya dapat berbagi peran bersama pasangan.

Ibu yang berdaya akan turut memiliki andil untuk dapat melibatkan pasangannya dalam berbagi tugas dan peran pengasuhan hingga pengelolaan rumah tangga.

Penting juga bagi ibu untuk memiliki kesadaran bahwa perasaan berdaya dapat dicapai melalui berbagai aspek kehidupan.

Salah satu sumber ketidakbahagiaan ibu adalah saat ibu menghayati pembagian peran yang tidak seimbang dalam rumah tangga.

Terutama saat ibu menghayati tidak memperoleh dukungan dari pasangan dalam menjalankan berbagai perannya.

Tips untuk Ibu agar Lebih Berdaya dan Bahagia

Roslina Verauli, membagikan ada beberapa tips yang dapat dilakukan ibu untuk merasa lebih berdaya dan bahagia, antara lain:

1. Mengembangkan Minat dan Hobi

Secara personal, ibu dapat mengembangkan minat dan hobinya, tetap berkarya, sekolah kembali, atau aktif mengikuti kegiatan yang mengedukasi diri.

Boleh juga mengikuti seminar parenting, workshop pernikahan, hingga mengikuti pendidikan formal lanjutan sesuai dengan kebutuhan dan arah minat ibu, agar secara personal ibu menghayati dirinya berkembang (empowering herself).

2. Membina Relasi yang Sehat

Membina relasi yang sehat dengan anak, pasangan, teman, hingga penghayatan ibu bahwa dirinya terlibat dalam meningkatkan relasi di dalam keluarga.

3. Terlibat dan Berbagai Kegiatan Sosial atau Komunitas

Ibu terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dengan warga sekitar atau dalam komunitas.

Sehingga secara sosial ibu menghayati bahwa dirinya memiliki dampak positif dan mengetahui banyak hal tentang sekitarnya dan mampu menjalankan peran-peran secara sosial.

Baca Juga: 10 Cara Agar Percaya Diri, Bikin Hidup Lebih Bahagia!

Berdaya secara Ekonomi dengan Orami

Jika Moms ingin mewujudkan mandiri secara finansial, Orami menyediakan program untuk mendukung para ibu lebih berdaya secara ekonomi lewat IbuSibuk.

IbuSibuk adalah program dari Orami untuk mencapai pemberdayaan ekonomi bagi komunitas para Moms.

Program ini membuka kesempatan bagi Moms untuk menambah penghasilan sebagai brand ambassador dan KOL atau influencer berbagai brand.

Orami telah melihat bahwa 1 dari 2 dari wanita di Indonesia tidak bekerja setelah mereka menikah dan juga memiliki anak.

Namun, tak sedikit dari mereka atau para Moms ini masih ingin bekerja, tetapi tidak melupakan peran mereka di dalam keluarga.

Selain itu, hampir 85% wanita melakukan bisnis online menggunakan pasar dan media sosial.

Hal ini yang membuat IbuSibuk tergerak untuk membuat suatu wadah atau platform agar para ibu bisa menyalurkan kesibukannya hanya dengan di rumah saja.

Melalui IbuSibuk, Moms bisa mendapat banyak keuntungan, seperti:

  • Penghasilan tambahan disetiap bulannya.
  • Produk gratis.
  • Pelatihan untuk menjadi influencer profesional.

Di IbuSibuk, akan ada banyak pula campaign yang mendukung pemberdayaan perempuan. Moms akan terlibat dalam berbagai review product, giveaway, dan juga survey.

Kemudian tidak hanya dari campaign ini saja, IbuSibuk akan memberikan pelatihan yang diperuntukkan bagi para member.

IbuSibuk juga sangat peduli terhadap keterkaitan para Moms dan pemahaman soal mandiri secara keuangan.

Ibu sering kali menjadi pengelola keuangan dalam keluarga. Oleh karena itu, banyak hal yang perlu dilakukan untuk mencapai itu semua.

Feedback yang diberikan para Moms setelah mengikuti IbuSibuk Influencers memiliki respon yang positif.

Para Moms menjadi lebih produktif walaupun hanya di rumah saja. Mereka bisa melakukan aktivitas di luar urusan rumah tangga.

Kemudian, para Moms juga memiliki banyak teman dan kemampuan baru setelah mengikuti pelatihan dari IbuSibuk.

Baca Juga: Beragam Manfaat Laporan Keuangan untuk Bisnis dan Rumah Tangga

Loemongga Haoemasan, Sosok Ibu Berdaya yang Menginspirasi

Loemongga Haoemasan
Foto: Loemongga Haoemasan

Merayakan Hari Ibu Nasional, Orami berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan salah satu ibu berdaya yang paling berpengaruh di Indonesia, Loemongga Haoemasan.

Istri dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang ini merupakan sosok ibu berdaya yang menginspirasi perempuan di seluruh Indonesia.

Bagaimana tidak, Loemongga tidak hanya sukses sebagai woman entrepreneur, tetapi juga dalam menjalani perannya sebagai ibu.

Meski tidak begitu mengalami masalah kesetaraan gender selama berkarier di 3 perusahaan, ibu dari 3 putra ini sempat dipandang sebelah mata.

Hal ini ia alami ketika mulai meniti bisnis propertinya. Masyarakat dan lingkungan menilai bisnis tersebut identik dengan "bisnis pria."

Loemongga merasa orang-orang sempat ragu akan kemampuannya sebagai perempuan untuk terjun ke bisnis tersebut.

Namun, dia berhasil membuktikan kemampuannya lewat performance luar biasa.

"Menghadapinya hanya dengan memberikan performance baik dan menunjukkan kontribusi saya juga terhadap perusahaan," ungkapnya.

Baca Juga: 6 Tips Mencegah Masalah Keuangan Rumah Tangga

Kini, sebagai pemimpin perusahaan yang dia bangun dari awal, Loemongga menerapkan kesetaraan gender pada perusahaan dan karyawannya.

"Jumlah karyawan perempuan dan laki-laki sama. Setiap divisi juga ada perempuan dan laki-laki. Saya sebagai leader harus memberikan kesempatan yang equal," ungkapnya.

Sebagai ibu dan perempuan, Loemongga mengaku penting sekali untuk bisa berdaya. Tak hanya dalam ranah financial, namun juga seluruh aspek kehidupan.

"Berdaya itu artinya dia percaya dengan diri sendiri. Percaya dengan kemampuannya. Ini berlaku juga bagi ibu rumah tangga, untuk bisa berdaya di segala aspek kehidupan," pungkasnya.

Jadi, penting sekali, ya Moms bagi perempuan dan ibu untuk bisa berdaya dan mandiri.

Di Hari Ibu yang spesial ini, yuk, kita saling mendukung para ibu agar bangkit dan bisa berdaya, baik secara finansial maupun di segala aspek kehidupan!

Selamat Hari Ibu bagi para ibu hebat di seluruh penjuru dunia!


Ditulis oleh:

  • Gea Yustika
  • Defara Millenia
  • Amelia Riskita
  • Cholif Rahma Febriana

Disunting oleh:

  • Aprillia Ramadhina
  • Widya Citra Andini

Ilustrasi oleh:

  • Elvara Zunia Arnada

  • http://mappifhui.org/2018/11/23/ketidakadilan-gender-kekerasan-terhadap-perempuan-vol-ii/
  • https://www.researchgate.net/publication/276057811_Gender_Perspective_of_Working_Mothers'Challenges_in_Their_Family
  • https://www.science.org/content/article/working-mothers-face-wall-bias-there-are-ways-push-back
  • https://www.journals.uchicago.edu/doi/abs/10.1086/511799?journalCode=ajs
  • https://magdalene.co/story/ruang-nyaman-discusses-working-mom-and-its-challenges
  • https://www.pewresearch.org/fact-tank/2015/10/01/women-more-than-men-adjust-their-careers-for-family-life/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3151456/
  • https://anuhj.com.au/publication/the-housewife-syndrome-an-indicator-of-madness-or-oppression/
  • https://www.un.org/womenwatch/daw/csw/csw46/conclusionsII.pdf
  • https://www.worldvision.com.au/womens-empowerment/
  • https://eige.europa.eu/thesaurus/terms/1102
  • https://presbyterian.ca/pwsd/2019/04/12/mothers-empower-others/
  • https://www.unicef.org/education/girls-education
  • https://www.mckinsey.com/featured-insights/employment-and-growth/how-advancing-womens-equality-can-add-12-trillion-to-global-growth
  • https://idl-bnc-idrc.dspacedirect.org/bitstream/handle/10625/56943/IDL-56943.pdf?sequence=2
  • https://www.worldvision.com.au/womens-empowerment/
  • https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/31/1437/5-hak-hak-utama-perempuan
  • https://www.amnesty.id/hak-perempuan-dan-kesetaraan-gender/
  • https://media.neliti.com/media/publications/113990-ID-hak-asasi-perempuan-dalam-peraturan-peru.pdf

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.