Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
26 Oktober 2022

Pertanyaan-pertanyaan di Alam Kubur dari Malaikat, Yuk Ketahui Kunci Jawabannya!

Dengan mengetahui pertanyaan di alam kubur, diharapkan umat Muslim dapat bersiap dengan baik
Pertanyaan-pertanyaan di Alam Kubur dari Malaikat, Yuk Ketahui Kunci Jawabannya!

Dalam Islam, mempercayai keberadaan akhirat termasuk dalam Rukun Iman. Ini diawali saat seseorang mengalami kematian, dirinya harus menjawab pertanyaan di alam kubur.

Dengan mengetahui apa yang dimaksud serta apa saja pertanyaa di dalamnya, diharapkan umat Islam dapat mempersiapkan bekal sebaik mungkin mulai saat ini.

Pertanyaan-pertanyaan di alam kubur akan ditanyakan oleh dua malaikat yang memiliki tugas menanyai ruh atau orang yang telah meninggal dunia, yaitu Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir.

Jika ruh yang bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh kedua malaikat ini dengan mudah akan mendapatkan kelapangan di alam kubur sembari menunggu datangnya hari kiamat.

Ingin tahu kira-kira apa saja pertanyaan di alam kubur yang akan ditanyakan oleh para malaikat? Simak penjelasannya di bawah ini, ya Moms!

Baca Juga: Doa Masuk Kuburan Lengkap dengan Latin, Arti, dan Haditsnya

Pengertian Alam Kubur

Ilustrasi Kuburan (Orami Photo Stock)

Foto: Ilustrasi Kuburan (Orami Photo Stock)

Alam kubur juga disebut alam barzakh. Dari segi bahasa, ‘barzakh’ berarti ‘pemisah’.

Para ulama mengartikan alam barzakh sebagai ‘periode antara kehidupan dunia dan akhirat’.

Keberadaan di sana akan memungkinkan seseorang untuk melihat kehidupan dunia dan akhirat.

Prof Quraish Shihab menggambarkannya seperti berada dalam ruangan terpisah yang terbuat dari kaca.

Para penghuninya dapat melihat hari kemudian, dan juga jika melihat ke belakang mereka akan melihat orang yang hidup di Bumi.

Menurut Quraish Shihab, harus dipahami bahwa kubur yang dimaksud bukan sebidang tanah tempat jasad dikuburkan, tetapi satu alam yang tidak diketahui persis bagaimana keadaannya.

Banyak juga hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang alam barzakh.

Misalnya hadis yang diriwayatkan dari Abu Sa’id, saat beliau menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

إِنَّمَا الْقَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّار

Artinya: “Sesungguhnya kubur itu tak ubahnya, bagaikan taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang-lubang neraka.” (HR Tirmidzi)

Walaupun hadis tersebut dikatakan lemah oleh para ulama, menurut Muhammad Ahmad al-‘Amari, akan tetapi maknanya sahih.

Baca Juga: 14 Manfaat Sedekah, Membuat Hati yang Tentram hingga Syafaat di Akhirat

Hal ini juga sesuai dengan yang dijelaskan di dalam Al-Qur'an, misalnya saat Allah SWT berfirman:

وَحَاقَ بِ‍َٔالِ فِرۡعَوۡنَ سُوٓءُ ٱلۡعَذَابِ

ٱلنَّارُ يُعۡرَضُونَ عَلَيۡهَا غُدُوّٗا وَعَشِيّٗاۚ وَيَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدۡخِلُوٓاْ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ أَشَدَّ ٱلۡعَذَابِ *

(… Wa ḥāqa bi`āli fir'auna sū`ul-'ażāb

An-nāru yu'raḍụna 'alaihā guduwwaw wa 'asyiyyā, wa yauma taqụmus-sā'ah, adkhilū āla fir'auna asyaddal-'ażāb)

Artinya: “Dan Firaun beserta kaumnya (mereka) di kelilingi oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat.

(Dikatakan kepada malaikat): ‘Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (QS Ghaafir: 45-46)

Untuk menunjukkan keberadaannya, Rasulullah SAW dalam doanya sering meminta untuk berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur.

Seperti salah satu hadis dari Aisyah RA ini:

قَالَتْ عَائِشَةُ رَضَيَ اللهُ عَنْهَا :(( فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ صَلَّى صَلَاةً إِلَّا تَعَوَّذَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Artinya: “Aisyah mengatakan: “Tidak pernah saya melihat Rasulallah SAW mengerjakan sebuah salat melainkan pasti meminta perlindungan kepada Allah dari azab kubur.” (HR Bukhari)

Baca Juga: Doa Ziarah Kubur Lengkap dengan Hukum dan Adabnya, Wajib Tahu!

Pertanyaan di Alam Kubur yang Ditanyakan oleh Malaikat

Ilustrasi Buku (Orami Photo Stock)

Foto: Ilustrasi Buku (Orami Photo Stock)

Dilansir dari NU Online, Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang telah dibaringkan di dalam kubur dan para pengantar telah meninggalkannya, maka malaikat Munkar dan Nakir segera mendatanginya.

Keduanya akan memberi pertanyaan di alam kubur yang harus dijawab oleh semua manusia. Pertanyaan tersebut yakni:

  1. Siapa Tuhanmu?
  2. Apa agamamu?
  3. Siapa Nabimu?

Dalam beberapa riwayat dikatakan ketiga pertanyaan pokok tersebut diikuti dengan tiga pertanyaan berikutnya sehingga berjumlah enam pertanyaan, yakni:

  1. Man rabbuka? Siapa Tuhanmu?
  2. Ma dinuka? Apa agamamu?
  3. Man nabiyyuka? Siapa Nabimu?
  4. Ma kitabuka? Apa kitabmu?
  5. Aina qiblatuka? Di mana kiblatmu?
  6. Man ikhwanuka? Siapa saudaramu?

Namun, meski keenam pertanyaan tersebut sepertinya mudah untuk dijawab, nyatanya semua bergantung pada amal masing-masing orang semasa hidupnya.

Perlu dipahami bahwa orang-orang atau ruh yang menerima pertanyaan ini adalah mereka yang telah dewasa dengan baligh sebagai ukuran minimalnya.

Hal ini dijelaskan dalam Kitab Busyral Karim karya Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin, yang berbunyi:

والسؤال لكل مكلف إلا من استثني كالأنبياء والشهداء والصديق والمرابط والمبطون وملازم قراءة تبارك أو حم السجدة كل ليلة والميت بالطاعون أو يوم الجمعة وكذا كل شهيد كما قاله القرطبي. ومن لايسأل في قبره لايعذب فيه. وكل مؤمن يوفق للجواب ولو عاصيا ولو بعد تلجلج

Artinya, “Pertanyaan malaikat di kubur, berlaku bagi setiap mukallaf kecuali orang yang dibebaskan.

Mereka yang dibebaskan misalnya para Nabi, syuhada, siddiq, penjaga di perbatasan daerah musuh, wafat karena sakit perut, orang yang melazimkan bacaan surat “Tabarak” Al-Mulk atau “Haa Miiim As-Sajdah” setiap malam;

mereka yang mati diserang penyakit sampar atau tha’un, atau mereka yang wafat hari Jumat. Demikian berlaku bagi orang mati syahid.

Demikian disebutkan Al-Qurthubi. Orang yang tidak diinterogasi malaikat tidak terkena siksa kubur.

Setiap orang mukmin meski pelaku maksiat akan ditunjuki untuk menjawab meski tergagap,” (Syekh Said bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim).

Baca Juga: Melakukan Ziarah Kubur Jelang Ramadan Saat Pandemi? Ini Kata MUI

Kunci Menjawab Pertanyaan di Alam Kubur

Ilustrasi Salat

Foto: Ilustrasi Salat (pnbbcportal.com)

Ternyata, ada kunci agar dapat menjawab pertanyaan di alam kubur dengan baik.

Pertama tentang siapa Tuhan-mu, akan dijawab oleh orang yang selalu melaksanakan salat lima waktu karena jawabannya adalah Allah.

Mengapa? Hal ini karena orang tersebut sangat terbiasa mengucapkan kata ‘Allah’.

Salat adalah serangkaian kegiatan ibadah tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Jika dalam sehari semalam saja seseorang melakukan salat fardhu lima waktu, maka dirinya akan menyebut kata ‘Allah’ dalam takbiratul ihram sebanyak lima kali.

Jika takibiratul ihram ditambah dengan takbir-takbir yang lain seperti takbir sebelum ruku, sebelum sujud, dan sebagainya, maka dalam sehari semalam akan diucapkan sebanyak 68 kali.

Kaitan dengan pertanyaan di alam kubur, untuk seseorang yang semasa hidupnya senantiasa melaksanakan salat, dirinya tidak aka merasa kesulitan saat ditanya siapa Tuhan-mu.

Terhadap pertanyaan kedua, yakni apa agamamu juga akan mudah dijawab oleh orang yang sering mengerjakan salat. Sebab, hanya Islam agama yang mewajibkan salat untuk seluruh umatnya.

Untuk pertanyaan ketiga yakni siapa Nabimu, juga akan mudah dijawab oleh orang yang sering salat.

Sebab, nama Nabi Muhammad SAW sebagai jawaban pertanyaan tersebut sering diucapkan saat salat.

Sebab, dalam salat lima waktu, setidaknya seseorang menyebut nama Muhammad sebanyak 10 kali sehari semalam, yakni dalam bacaan tahiyat atau tasyahud akhir, dan dalam bacaan salawat.

Jumlah itu belum termasuk yang dibaca dalam tasyahud awal dan bacaan salawat dalam rakaat kedua dalam salat Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya yang jumlahnya 15 sehingga seluruhnya berjumlah 25.

Baca Juga: Perbedaan Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra yang Perlu Kita Ketahui dan Imani, Catat!

Pertanyaan keempat yakni apa kitabmu, juga berkaitan erat dengan salat.

Karena di dalam salat terdapat rukun yang mengharuskan orang untuk membaca surat pertama dalam Al-Qur'an, yakni surat Al-Fatihah.

Selain surat Al-Fatihah, saat salat juga ada bacaan surat lainnya dalam Al-Qur'an yang dibaca sebagai bacaan sunah.

Surat-surat yang hukumnya sunah ini dibaca setelah surat Al-Fatihah.

Dengan dibacanya surat Al-Qur'an dalam salat, maka dalam sehari semalam setidaknya orang membaca surat sebanyak 27 kali.

Untuk pertanyaan kelima yakni di mana kiblatmu, seseorang yang selalu melaksanakan salat tentu dapat menjawab pertanyaan itu dengan jawaban Kakbah.

Karena saat salat, orang Islam harus menghadap kiblat. Kebiasaan setiap hari menghadap kiblat berupa Kakbah ini tentu akan memudahkan seseorang menjawab pertanyaan di alam kubur tersebut.

Pertanyaan keenam yang berupa siapa saudara-saudaramu, akan dijawab dengan baik oleh orang yang selalu salat berjamaah di masjid karena jawabannya adalah kaum Muslim dan Muslimah.

Jawaban dari pertanyaan keenam ini memiliki keterkaitan dengan masjid karena masjid merupakan tempat berkumpulnya kaum Muslimin dan Muslimat untuk melaksanakan salat berjamaah.

Seseorang yang membiasakan diri salat berjamaah di masjid, tentu akan ingat saudara-saudara seiman yang berjamaah salat bersamanya walaupun mungkin tidak tahu nama mereka satu per satu.

Oleh karena itu, menurut Fikrah Journal of Islamic Education, pendidikan akhlak Islam terletak pada pelaksanaan salat karena salat mengandung pesan moral atau akhlak.

Karena kunci agar dapat menjawab pertanyaan di alam kubur ada pada salat, diharapkan umat Islam dapat menjalankan kewajiban tersebut dengan baik dan khusuk.

Teman di Alam Kubur

Ilustrasi Kuburan (Orami Photo Stock)

Foto: Ilustrasi Kuburan (Orami Photo Stock)

Saat meninggal, dalam ajaran Agama Islam seluruh umatnya tidak membawa benda apapun kecuali kain kafan yang mereka gunakan.

Namun, ternyata meski tidak membawa apapun terdapat teman yang akan menemani perjalanan Moms dan Dads di alam kubur, lho.

Kelima hal ini diyakini dapat menjadi penerang dari sempit, gelap, sepi, panas, dan pengap alam kubur.

Hal ini dijelaskan sebagai keterangan berikut ini:

إذا وضع الميت في قبره جاءته أربع نيران فتجيء الصلاة فتطفئ واحدة ويجيء الصيام فيطفئ واحدة وتجيء الصدقة فتطفئ واحدة ويجيء الصبر فيطفئ واحدة

Artinya, “Bila jenazah diletakkan di alam kubur, empat api menghampirinya. Tetapi amal salat datang lalu memadamkan satu titik api.

Ibadah puasa datang lalu memadamkan satu titik api lainnya. Berikutnya amal sedekah datang memadamkan satu titik api selanjutnya.

Berikutnya amal kesabaran datang memadamkan satu titik api terakhir,” (Lihat Syekh Ahmad bin Hijazi Al-Fasyani, Al-Majalisus Saniyah, Syarah Arbain Nawawiyyah).

Selain itu, menurut pemahaman yang lainnya selain salat, puasa, amal sedekah, dan kesadaran terdapat teman di alam kubur lainnya, yaitu zakat, dan membaca Al-Qur'an.

Disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad, dengan arti:

"Kemudian, didatangkan malaikat dari arah kepalanya untuk menyiksa, maka salat berkata, "Tidak ada jalan dari arahku (untukmu)."

Kemudian, ditentangkan malaikat dari arah kanannya untuk menyiksa, maka zakat berkata, "Tidak ada jalan dari arahku (untukmu)."

Kemudian, didatangkan malaikat dari arah kirinya untuk menyiksa, maka puasa berkata, "Tidak ada jalan dari arahku (untukmu)."

Kemudian, didatangkan malaikat dari arah kakinya untuk menyiksa, maka amal saleh segala sunah dan segala perbuatan ma'ruf berkata, "Tidak ada jalan dari arahku (untukmu)," (HR Imam Ahmad).

Baca Juga: 9 Doa Agar Anak Sholeh, Yuk Amalkan Moms dan Dads!

Nah, itulah informasi lengkap mengenai pertanyaan-pertanyaan di alam kubur yang sekiranya akan ditanyakan oleh Malaikat Munkar dan Nankir.

  • https://www.islampos.com/siap-jawab-pertanyaan-di-alam-kubur-193543/
  • https://islam.nu.or.id/khutbah/kunci-sukses-menjawab-enam-pertanyaan-di-alam-kubur-fNvaU
  • http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/FIKRAH/article/view/126
  • https://worldquran.com/
  • https://islam.nu.or.id/tasawuf-akhlak/orang-orang-yang-terbebas-dari-siksa-kubur-sFPn9