Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
29 Agustus 2022

Memahami Surat Al Maidah Ayat 6 Beserta Tafsirnya

Menjabarkan tentang syarat-syarat serta tata cara berwudu dan tayamum
Memahami Surat Al Maidah Ayat 6 Beserta Tafsirnya

Salah satu syarat sah menunaikan ibadah sholat adalah bersuci. Allah memerintahkan hal tersebut di dalam Al-Qur'an, diantaranya terdapat pada surat Al Maidah Ayat 6.

Mengenai tata cara bagaimana bersuci terdapat dalam Al-Qur'an salah satu pada surat Al Maidah ayat 6.

Untuk lebih memahami terkait ayat tersebut, simak bacaan dan terjemahannya.

Baca Juga : Bacaan Surat Ali Imran 103, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Tafsirannya

Bacaan Surat Al Maidah Ayat 6

bacaan Surat Al Maidah Ayat 6

Foto: bacaan Surat Al Maidah Ayat 6

Foto: Al Maidah ayat 6 (Orami Photo Stock)

Berikut bacaan surat Al Maidah ayat 6 dan terjemahannya agar mudah dipahami.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilụ wujụhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥụ biru`ụsikum wa arjulakum ilal-ka'baīn, wa ing kuntum junuban faṭṭahharụ, wa ing kuntum marḍā au 'alā safarin au jā`a aḥadum mingkum minal-gā`iṭi au lāmastumun-nisā`a fa lam tajidụ mā`an fa tayammamụ ṣa'īdan ṭayyiban famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum min-h, mā yurīdullāhu liyaj'ala 'alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma ni'matahụ 'alaikum la'allakum tasykurụn)

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (QS Al Maidah : 6)

Baca Juga : Kandungan Surat Al Maidah Ayat 5, Lengkap dengan Bacaan dan Tafsirnya

Tafsir Surat Al Maidah Ayat 6

al-quran.jpeg

Foto: al-quran.jpeg (smol.id)

Foto: memahami isi Al-Quran (Orami Photo Stock)

Mengutip dari tafsirweb, berdasarkan Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah, berikut tafsir Surat Al Maidah Ayat 6.

  1. إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَوٰة (apabila kamu hendak mengerjakan shalat)

Melakukan wudu saat melakukan shalat hukumnya sunnah. Diwajibkannya wudu hanya ketika ia dalam keadaan berhadast.

Anas bin Malik berkata: “dahulu Rasulullah berwudu setiap akan melakukan shalat”. Maka Anas bin Malik ditanya: “lalu apa yang dulu kalian (para sahabat) lakukan?” ia menjawab: “kami dahulu melakukan shalat dengan satu wudu selama kami belum berhadast”.

فَاغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ (maka basuhlah mukamu)

Membasuh dengan air. Pendapat menyebutkan berkumur dan menghirup air lewat hidung termasuk dari membasuh muka. Terdapat juga dalil yang menunjukkan disyari’atkannya menyela-nyela jenggot dengan air ketika berwudu.

وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ (dan tanganmu sampai dengan siku)

Makna (المرفق) yakni sendi yang ada diantara lengan dan bahu. Apabila seseorang berwudu hendaklah ia memutar (membasuh-basuhkan) air di kedua sikunya.

وَامْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ (dan sapulah kepalamu)

Maksudnya adalah mengusap kepada dengan air.

وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ (dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki)

Dan basuhlah (cucilah) kaki kalian sampai kedua mata kaki. Dan disetiap kaki terdapat dua mata kaki, yakni dua tulang yang menonjol yang ada di tulang betis bagian bawah.

وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا۟ ۚ (dan jika kamu junub maka mandilah)

Mandi dengan air ketika dalam keadaan junud (masuk dalam hadas besar)

وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَآئِطِ (dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air)

Penjelasan tafsir ayat ini telah disebutkan dalam surat an-Nisa: 43 dengan lengkap. Begitu pula telah dijelaskan hukum menyentuh perempuan, bertayammum, dan penjelasan tentang tanah untuk bertayammum.

مَا يُرِيدُ اللهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ (Allah tidak hendak menyulitkan kamu)

Allah tidak menghendaki dalam perintahnya untuk bersuci dengan air atau tanah ( tayamum ) sebagai hal yang menyusahkan kalian dalam menjalankan agama.

وَلٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ (tetapi Dia hendak membersihkan kamu)

Bersih dari segala kotoran dan dosa.

وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ (dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu)

Dengan memberi kalian keringanan dengan bertayamum ketika tidak terdapat air, atau kenikmatan pahala atas pelaksanaan syari’at-syari’at yang Dia perintahkan.

لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (supaya kamu bersyukur)

Agar bersyukur atas nikmat Allah yang Dia berikan kepada kalian.

Kandungan Surat Al Maidah Ayat 6

Kandungan Surat Al Maidah Ayat 6

Foto: Kandungan Surat Al Maidah Ayat 6

Foto: melakukan wudu (Orami Photo Stock)

Berikut penjabaran isi pokok kandungan Surat Al Maidah Ayat 6.

Tata Cara Berwudu

Terkait bagaimana tata cara berwurdhu, terdapat rukun dan hal-hal yang disunnah dalam berwudu :

Rukun wudu

  1. Membasuh muka
  2. Membasuh tangan hingga siku
  3. Mengusap kepala
  4. Membasuh kaki
  5. Tertib (berurutan)

Sunnah wudu

  1. Mengucap bismillah sebelum wudu.
  2. Mencuci kedua tangan hingga pergelangan tangan sebelum wudu.
  3. berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung kemudian mengeluarkannya
  4. Melakukan basuhan atau usapan di setiap fardu (rukun) dan sunnah wudu sebanyak tiga kali.
  5. Menggosok anggota wudu yang dibasuh;
  6. Membaca doa setelah wudu.
  7. Mandi Untuk yang Berhadas Besar

Ayat ini juga membahas tentang kondisi seseorang yang dalam keadaan junub tidak dapat sekedar melakukan wudu tapi wajib baginya untuk mandi saat menunaikan ibadah sholat.

Mandi di sini maksudnya adalah mandi janabah (mandi besar) atau dikenal dengan istilah mandi wajib. Tak ada urutan khusus dalam pelaksanaan sebagaimana Allah menjelaskan perihal wudu.

Allah tidak memerinci penyebutan anggota tubuh, namun mandi berarti membersihkan seluruh bagian tubuh.

Dalam pelaksanakannya, wajib berniat terlebih dahulu saat melakukan mandi besar ini. Hal ini membedakan dengan mandi yang biasa dilakukan.

Syariat Melakukan Tayamum

Tayamum adalah bersuci menggunakan debu atau tanah. Dalam surat Al Maidah ayat 5 ini Allah menyebutkan terlebih dahulu mereka yang sakit.

Kondisi di mana terkadang ada yang tidak bisa bersentuhan dengan air dan malah memperparah sakitnya.

Maka boleh baginya bertayamum sebagai penganti dari berwudu dengan air. Hal tersebut juga berlaku bagi orang yang dalam perjalanan dan mengalami kesulitan menemui air.

Tata cara pelaksanaan tayamum menempuk kedua telapak tangan ke tanah dan meniupkan kedua telapak tangan tersebut lalu mengusapkan wajah dan kedua telapak tangan.

Baca Juga : Tata Cara Tayamum, Pengganti Wudhu saat Keadaan Mendesak

Adanya kemudahan dan keringan diberikan Allah melalui tayamum ini, merupakan kesempurnaan nikmat-nikmat yang Allah berikan.

Untuk itu, hendaklah selalu bersyukur kepada Allah Ta'ala dengan cara mematuhi perintah dan menjauhi larangan dari-Nya.

Itulah penjabaran mengenai kandungan surat Al Maidah ayat 6.

Semoga menambah pengetahuan Moms dan Dads dalam memahami ayat-ayat Al-Qur'an.

  • https://tafsirweb.com/1890-surat-al-maidah-ayat-6
  • https://bekalislam.firanda.com/

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.