Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
19 Agustus 2022

Tafsir Surat Ali Imran 134, Ini 4 Sifat Orang Bertaqwa Menurut Alquran

Sudahkah Moms menjalankan semuanya?
Tafsir Surat Ali Imran 134, Ini 4 Sifat Orang Bertaqwa Menurut Alquran

Moms sudah tahu ciri-ciri orang yang bertaqwa menurut Alquran? Bukalah surat Ali Imran 134 dan temukan jawabannya.

Ayat ini menjadi pengingat manusia untuk terus berbuat baik kepada sesama.

Secara harfiah, surat Ali Imran memiliki arti keluarga Imran.

Surat yang terdiri dari 200 ayat ini memuat kisah keluarga Imran dan kisah nabi lainnya.

Surat ini juga kerap disebut Az-Zahrawan yang berarti “dua yang cemerlang” bersama surat Al-Baqarah.

Yuk, kenali bacaan surat Ali Imran 134 hingga tafsir dan keutamaannya.

Baca Juga: Kandungan dan Keutamaan Surat Al Isra, Masya Allah!

Mengenal Surat Ali Imran 134

Mengenal surat Ali Imran 134

Foto: Mengenal surat Ali Imran 134 (smol.id)

Foto Ilustrasi Membaca Surat Ali Imran 134 (Orami Photo Stock)

Surat Ali Imran termasuk dalam golongan surat Madaniyah, yaitu surat yang diturunkan di Kota Madinah.

Surat ke-3 dalam Alquran ini terdiri dari 200 ayat yang tersebar dalam 2 juz, yaitu juz 3 (ayat 1-91) dan juz 4 (ayat 92-200).

Secara garis besar, surat ini membahas tentang kisah keluarga Ali Imran.

Namun, khusus ayat 134 membahas tentang bersedekah, menahan amarah, dan memaafkan sesama.

Asbabun nuzul atau sebab diturunkannya ayat ini adalah untuk menjadi acuan tentang kepribadian seorang muslim yang saleh/salehah.

Bacaan Surat Ali Imran 134 Arab, Latin, dan Artinya

Surat Ali Imran 134

Foto: Surat Ali Imran 134

Foto Salah Satu Surat Alquran (Orami Photo Stock)

Berikut ini adalah bacaan surat Ali Imran 134 dalam tulisan Arab, latin, beserta artinya:

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Allazina yunfiquna fiszarrai waddarrai wal kaziminal ghaiza wal 'afina' aninnas, wallahu yuhibbul muhsinin.

Artinya: "(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan."

Baca Juga: Kandungan dan Keutamaan Surah Al Fath, Masya Allah!

Tafsir Surat Ali Imran 134

Tafsir Surat Ali Imran 134

Foto: Tafsir Surat Ali Imran 134 (Islamicphonicsreaders.com)

Foto Ilustrasi Membaca Alquran (Orami Photo Stock)

Terdapat beberapa tafsir dari tokoh agama tentang surat Ali Imran 134.

Tafsir yang pertama diambil dari penafsiran Li Yaddabbaru Ayatih atau Markaz Tadabbur, dibawah pengawasan Syaikh Pof. Dr. Umar bin Abdullah Al-Muqbil.

Berdasarkan penafsirannya, ayat ini membahas tentang sifat-sifat orang yang bertaqwa dan dijanjikan surga oleh Allah SWT.

Ayat ini diawali dengan ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ yang artinya, “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.”

Jika dikaji lebih dalam lagi, kalimat ini memerintahkan umat manusia untuk meninggalkan kemaksiatan.

Hal ini juga berkaitan dengan larangan memakan harta riba yang dijelaskan pada ayat sebelumnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda.” (QS. Ali Imran ayat 133)

Kemudian, Allah memerintahkan manusia untuk berbuat sebaliknya di ayat 134, yaitu menginfakkan sebagian hartanya.

Baca Juga: Bacaan Surat Al Mulk Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Selain itu, kisah Maimun bin Mahram dan pembantunya juga menggambarkan bagaimana ayat ini pernah diterapkan di masa lalu.

Dikisahkan pembantu tersebut datang ke rumah Maimun bin Mahram untuk melayani sang majikan dan tamunya.

Ketika menyajikan gulai untuk hidangan, kakinya tidak sengaja tergelincir dan jatuh.

Air gulai itu pun tumpah membasahi tubuh Maimun.

Spontan ia ingin memukul pembantunya.

Namun, si pembantu berkata, “Wahai Tuanku, sampai sejauh mana engkau melaksanakan firman Allah SWT yang berbunyi وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ, dan orang-orang yang mengekang amarahnya.”

Maimun menjawab, “Itu sudah kulaksanakan.”

Kemudian pembantunya berkata lagi, “Bagaimana dengan ayat berikutnya وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ, dan saling memaafkan kesalahan orang lain.”

Maimun menjawab, “Ya, sekarang kumaafkan kekhilafanmu itu.”

Si pembantu melanjutkan ayat tersebut, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Maimun menjawab, “Kini aku berbuat baik kepadamu, dengan membebaskan (memerdekakan kamu) dirimu, semata-mata hanya karena Allah SWT.”

Baca Juga: Surat At-Tin: Bacaan Latin, Arti dan Keistimewaannya, MasyaAllah!

Lebih lanjut, pakar tafsir pada abad ke-14 H, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di menjelaskan tentang orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan sesama.

Menurutnya, apabila ada perbuatan orang lain yang menyakitkan hati dan menimbulkan balas dendam, baik secara lisan maupun perbuatan.

Mereka sesungguhnya tidaklah bertindak menurut tabiat kemanusiaannya.

Akan tetapi, menahan apa yang ada di dalam hati mereka yang disebabkan oleh amarah, serta menghadapi situasinya dengan kesabaran.

Memaafkan merupakan tindakan yang lebih baik ketimbang menahan amarah.

Dengan memaafkan, seseorang jadi terhindar dari balas dendam dan mendapatkan pahala.

Hal ini juga tertuang dalam surat Asy-Syuara ayat 40 yang artinya, “maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.

Berbuat kebaikan bisa dilakukan dalam 2 hal, yaitu dalam perkara ibadah kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada sesama mahluk.

Keutamaan Surat Ali Imran 134

Keutamaan surat ali imran 134

Foto: Keutamaan surat ali imran 134

Foto Ilustrasi Orang Bersedekah (Orami Photo Stock)

Menurut jurnal BESTARI, surat Ali Imran 134 juga mengandung nilai-nilai pendidikan sosial berdasarkan analisis tafsir Al-Qur’an Al-Azhim karya Ibnu Katsir.

Terdapat 4 sifat yang dimiliki orang yang bertaqwa, di antaranya:

  • Suka berinfak
  • Mampu menahan amarah
  • Memaafkan orang lain
  • Berbuat hal baik kepada sesama makhluk

Sifat-sifat ini bisa dikategorikan sebagai nilai pendidikan sosial di masyarakat.

Pasalnya, setiap manusia di dunia ini tentu berinteraksi dengan orang lain sehingga perlu saling berbuat baik.

Baca Juga: Apa Perbedaan Infak dan Sedekah? Ini Penjelasannya Menurut Islam

Nah, itu dia serba-serbi surat Ali Imran 134. Yuk, amalkan dalam kehidupan sehari-hari!

  • https://tafsirweb.com/1266-surat-ali-imran-ayat-134.html
  • https://tafsiralquran.id/tafsir-surah-ali-imran-ayat-134-135-empat-perilaku-orang-yang-bertakwa/amp/
  • https://www.dutaislam.com/2018/04/asbabun-nuzul-surat-ali-imran-ayat-134-tiga-karakter-orang-bertakwa.html
  • https://riset-iaid.net/index.php/bestari/article/view/470/568&ved=2ahUKEwj8gIOVzsv5AhUnR2wGHcWTC9w4HhAWegQIBBAB&usg=AOvVaw2B_2mPIbH566GNzDbJ0eN3

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.