Parenting Islami

30 Agustus 2021

35+ Kata Mutiara Syekh Ali Jaber, Inspiratif dan Penuh Makna, Masya Allah!

Kumpulan kata mutiara Syekh Ali Jaber ini bisa menjadi motivasi dalam beribadah
placeholder

Foto: instagram.com/syekh.alijaber

placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bukan hanya sosoknya saja yang bersahaja, terdapat pula kata mutiara Syekh Ali Jaber yang begitu mengesankan. Meski sosok ulama tersebut telah meninggal dunia, namun banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik dari kisah hidup dan jalan dakwahnya.

Namanya mulai dikenal publik saat menjadi juri di salah satu ajang pencarian dai cilik. Sosoknya tinggi besar namun cara bicaranya santun dan perkataannya menyejukkan.

Baca Juga: 31+ Kata Mutiara buat Suami, Bentuk Ungkapan Cinta dan Sayang pada Pasangan

Mengenal Syekh Ali Jaber

Kata Mutiara Syekh Ali Jaber -1.jpg

Foto: Instagram.com/syekh.alijaber/

Syekh Ali Jaber adalah sapaan akrab dari ulama yang bernama Ali Saleh Mohammed Ali Jaber. Beliau adalah salah seorang ulama yang berasal dari kota Madinah Al-Munawarah pada 3 Shafar 1396 H atau 3 Februari 1976 M.

Dirinya berkeliling Indonesia demi syiar Islam. Penyampaian dakwahnya jelas dan menyejukkan yang bisa terlihat juga dalam kata mutiara Syekh Ali Jaber yang juga dikuatkan dengan dirinya yang juga seorang penghafal Alquran. Berkat ketulusannya berdakwah di tanah air, Syekh Ali Jaber menjadi warga Negara Indonesia.

Berdasarkan penelitian UIN SMH Banten Instutional Repository, startegi yang dilakukan Syekh Ali Jaber ketika berdakwah dengan menggunakan cara Bil Hikmah (dengan kebijaksanaan), Mau’izhah Hasanah yaitu mampu memberikan pesan positif melalui dakwahnya di berbagai media, serta Mujadalah Bil Lati hiya Ahsan yaitu mengajak untuk memberikan pertanyaan tetang yang belum dipahami.

Baca Juga: 73 Kata-Kata Bijak Sunda Penuh Makna dan Motivasi

Kumpulan Kata Mutiara Syekh Ali Jaber

Kata Mutiara Syekh Ali Jaber -2.jpg

Foto: Instagram.com/syekh.alijaber/

Jika melihat dari kutipan kata Mutiara Syekh Ali Jaber semasa hidupnya, terdapat filosofi mengenai kepasrahan diri (tawakal), serta kebijaksanaan ajaran Islam. Beberapa di antaranya yakni:

  1. "Tidak ada satu pun kata keluar kecuali Allah izinkan, kita harus belajar pasrah diri (tawakal) kepada Allah SWT."
  2. "Tidak cukup kita hanya berbicara dan retorika dalam mengungkapkan cinta, tapi wujudkanlah dalam perilaku."
  3. "Belajarlah mengenai Islam dari Islam itu sendiri, jangan dari perilaku orang. Saya sendiri belum tentu menjadi contoh, tirulah Nabi Muhammad SAW."
  4. "Banyak orang mengaku cinta Nabi, tapi apakah perilakunya seperti Nabi?"
  5. "Saya mempercayai satu hal, tidak ada sesuatu yang terjadi kebetulan. Seperti kata Umar bin Khattab bahwa kita lari dari takdir ke satu takdir lainnya. Emosi dan marah tidak akan mengubah apa pun yang sudah terjadi, justru akan menimbulkan musibah jauh lebih besar."
  6. "Setiap kali saya ditimpa musibah, saya selalu mengucapkan,"Alhamdulilah, Inalillahi wainna illahi rajiun."
  7. Saya punya prinsip hidup, orang yang punya salah kepada saya, akan saya doakan semoga Allah mengampuninya. Namun, ketika saya punya salah, saya berdoa, "Ya Allah, ampunilah saya."
  8. "Dalam hidup, Saya tidak suka membalas dendam."
  9. "Hidup dan mati adalah satu utas, garis yang sama dilihat dari sisi yang berbeda."
  10. "Hidup itu jangan pernah sungkan untuk menerima masukan orang dan meminta maaf."
  11. "Di kehidupan, kita tidak tahu urusan manusia dengan Allah. Manusia punya rahasianya masing-masing dengan sang pencipta, Allah SWT."
  12. "Kemuliaan akhlak adalah inti daripada agama."
  13. "Seingat saya, selama di Indonesia, saya tidak pernah menyakiti siapapun dan agama manapun."
  14. "Jangan pandangi perempuan yang belum berhijab, jangan pandangi dia buruk. Barangkali dia punya dua rakaat tahajud di sisi Allah dan bisa terampuni dosa-dosanya."
  15. "Segala sesuatu yang Allah tetapkan untuk kita adalah kebaikan, walau dalam pandangan kita itu adalah keburukan."
  16. "Apabila orang lain punya salah, maafkanlah dia."
  17. "Saya hanya menyampaikan Islam, tapi belum tentu saya menjadi contoh, jadi jangan tertipu dengan saya, tapi yakini tidak bakal tertipu dengan Islam."
  18. “Islam mengajarkan kalau tidak bisa membalas sesuai, tidak berlebih-lebihan, lebih baik diamkan. Lebih baik lagi, sabar. Lebih baik lagi, ikhlaskan. Lebih sempurna lagi, maafkan.”
  19. “Kebahagiaan itu ibaratnya kupu-kupu. Jika kau mengejarnya, ia melarikan diri darimu. Tapi jika kau duduk dengan tenang, ia akan turun ke tanganmu. Maka, bersabarlah karena sabar itu indah.”
  20. “Hidup tidak akan berhenti. Allah SWT akan mengiringinya dengan kelembutan dan rencana-Nya dengan harapan yang baru dan tekad yang tidak pernah hilang.”
  21. Bila yang ditimpa musibah adalah orang yang kita cintai, maka kita akan mengatakan bahwa itu penghapus dosa. Bila yang ditimpa musibah adalah orang yang kita benci, maka kita akan mengatakan bahwa itu hukuman dari Allah SWT. Berhati-hatilah dari menghukumi takdir Allah SWT sesuai hawa nafsu kita.”
  22. “Jangan memberi tahu siapa pun tentang maksiatmu karena dua sebab: Pertama, karena maksiat bukan untuk dibanggakan. Kedua, karena manusia tidak akan melupakan keburukanmu, walaupun kau telah bertobat.”
  23. “Kaca yang pecah suaranya akan langsung hilang dan meninggalkan serpihan kaca yang melukai siapa yang menyentuhnya. Begitu juga perkataan yang melukai hati akan cepat hilang suaranya, tetapi hatinya terluka untuk waktu yang lama.”
  24. “Jika kamu merasa sangat nyaman, aman, dan tanpa rasa takut di kediamanmu, apalagi yang kamu harapkan selain itu, atau kamu ingin mengambil lautan yang penuh dengan harta. Ucapkanlah: Puji dan syukur kepada Allah SWT atas kebahagiaan yang kamu miliki dan akuilah nikmat tersebut dengan pengakuan yang tulus.”
  25. “Hati akan mati tanpa Alquran. Hati akan keras jika tidak diobati dengan Alquran. Hati juga tidak akan bahagia kecuali dengan Alquran. Maka jadikanlah Alquran sahabatmu yang selalu menemani. Sungguh Alquran ini memberi petunjuk ke jalan yang lurus.”
  26. “Apa yang ada dihati, sama dengan yang diucapkan lidah.”
  27. “Tidak ada sesuatu yang terjadi kebetulan, semua dituntun atas izin Allah.”
  28. “Kemuliaan akhlak seseorang, bukan di saat santai. Tapi kemuliaan diuji saat tertimpa musibah.”
  29. “Tidak ada rasa malu untuk segera minta maaf.”
  30. “Orang yang ikhlas dan bisa menyampaikan dakwah, dia tidak melihat jumlah pengikutnya.”
  31. “Binatang kita kasih sayang, apalagi manusia.”
  32. “Tidak cukup kita hanya berbicara dan retorika dalam mengungkapkan cinta, tapi wujudkanlah dalam perilaku.”
  33. “Saya lebih baik mengalah, daripada harus bertengkar.”
  34. “Semua langkahmu, jadilah Nabi Muhammad SAW.”
  35. “Insyaa Allah semua kejadian ada hikmah. Saya percaya dan yakin, tak ada yang buruk dari Allah. Mungkin dipandangan kita buruk, tapi di balik keburukan itu ada kebaikan.”
  36. “Saat dicaci di media sosial. Saya sampaikan. Terima kasih banyak, nasihat Anda sangat berarti bagi saya.”

Baca Juga: 50+ Inspirasi Kata-kata untuk Hari Ibu yang Hangat dan Romantis

Itulah kumpulan kata Mutiara Syekh Ali Jaber yang bisa dipetik hikmahnya dan menjadi amal jariyyah untuk ulama kharismatik tersebut. Aamin.

  • http://repository.uinbanten.ac.id/3250/
  • https://cgkata.blogspot.com/2021/01/kata-inspirasi-islam-syekh-ali-jaber-tentang-tawakal-kehidupan.html
  • https://kekitaan.com/kata-kata-mutiara-mendiang-syekh-ali-jaber/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait