07 Juli 2022

Bacaan Surat Al Maidah Ayat 32 Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

Surat ini mengajak untuk tidak menggunakan kekerasan

Hifdzun nafs adalah usaha menjaga jiwa yang menjadi salah satu kandungan surat Al Maidah ayat 32. Cara-caranya juga disebutkan dalam ayat tersebut, yang terkandung dalam tafsirnya.

Termasuk dalam surat Madaniyah, ayat ini mengajarkan umat Islam untuk menjaga kehidupan dan menghindari kekerasan.

Menurut Repository Unisba terdapat nilai-nilai pendidikan dari ayat tersebut, yakni sikap persaudaraan, sikap toleransi, bertaqwa kepada Allah SWT, dan sikap mensucikan diri atau tazkiyatun nafs.

Baca Juga: Bacaan Surah Al Maidah Ayat 3 Lengkap dengan Tafsir dan Kandungannya

Bacaan Surat Al Maidah Ayat 32 Beserta Arab, Latin, dan Artinya

Surat Al Maidah Ayat 32
Foto: Surat Al Maidah Ayat 32

Foto ilustrasi surat Al Maidah (Sumber: Islam4us.com)

Berikut ini bacaan surat Al Maidah Ayat 32 dengan tulisan Arab, latin dan artinya:

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

(Min ajli dzaalika katabnaa ‘alaa banii isroo-iila annahuu man qotala nafsan bighoiri nfasin au fasaadin fil ardli fa kaannamaa qotalan naasa jamii’aa. Wa man ahyaahaa faka-annamaa ahyan naasa jamii’aa. Walaqod jaa-athum rusulunaa bil bayyinaati tsumma inna katsiiron minhum ba’da fil ardli lamusrifuun)

Artinya: “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.

Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.

Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi,” (QS Al Maidah: 32)

Baca Juga: Bacaan Surat Yasin Latin, Arab, dan Artinya

Tafsir Surat Al Maidah Ayat 32

ayat-alquran-tentang-pernikahan.jpg
Foto: ayat-alquran-tentang-pernikahan.jpg (Orami Photo Stock)

Foto ilustrasi surat Al Maidah (Sumber: Orami Photo Stock)

Untuk memahami arti dari surat Al Maidah ayat 32 ini dioerlukan tafsir dari para ahli tafsir. Beberapa rangkuman ini akan mempermudah dalam memahaminya.

1. Dosa Membunuh yang Besar

Sebelum ayat 32, Allah SWT mengisahkan putra Nabi Adam AS yakni Qabil yang membunuh saudaranya Habil pada ayat 27 hingga ayat 31.

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman: “Karena anak Adam pernah membunuh saudaranya secara aniaya dan permusuhan, maka Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil.

Yakni Kami syariatkan, bahwa barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.”

Ayat ini bahwa membunuh tanpa sebab merupakan dosa besar, karena seakan-akan membunuh seluruh manusia. Ini tidak hanya berlaku bagi Bani Israil, tapi bagi umat Islam.

Karenanya, ketika Abu Hurairah hendak menolong Utsman dengan menyerang para pengepungnya, Utsman melarangnya. “Hai Abu Hurairah, apakah kamu senang bila kamu membunuh seluruh manusia, sedangkan aku termasuk dari mereka?”

“Tidak,” jawab Abu Hurairah. “Karena sesungguhnya bila kamu membunuh seorang laki-laki, maka seolah-olah kamu telah membunuh manusia seluruhnya. Maka pergilah kamu seijinku seraya membawa pahala, bukan dosa.”

Said bin Jubair menafsirkan: “Barangsiapa menghalalkan darah seorang muslim, maka seakan-akan dia menghalalkan darah manusia seluruhnya. Yakni dalam hal dosanya,” kata Hasan Al Basri.

Melansir Bekal Islam Firanda, para ulama menjelaskan bahwa dalam hukum Islam, seorang boleh dibunuh dengan dua sebab:

  • Seseorang membunuh orang lain, maka dia boleh dibunuh dengan cara qisas.
  • Melakukan kerusakan di bumi seperti perampok, murtad, dan ahli bidah seperti sekte Khawarij yang tidak bisa tertolak kerusakannya kecuali dengan membunuhnya.

2. Besarnya Pahala Menjaga Nyawa

Ibnu Abbas menjelaskan, maksud memelihara kehidupan adalah tidak membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah membunuhnya. Sedangkan

Mujahid mengatakan, memelihara kehidupan jiwa seorang manusia artinya menahan diri tidak membunuhnya.

Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir mengatakan: “Barangsiapa memelihara kehidupan seseorang, melarang pembunuhan terhadapnya dan tidak melakukan pembunuhan,

Seakan-akan ia telah memelihara kehidupan seluruh manusia, dengan menciptakan keamanan dan ketentraman bagi mereka. Serta menghilangkan kegelisahan, ketakutan dan kekhawatiran.”

3. Rasul Membawa Keterangan yang Jelas

Bayyinah dalam surat Al Maidah ayat 32 ini adalah keterangan yang jelas. Ibnu Katsir menjelaskan, bayyinah adalah hujjah-hujjah, bukti-bukti dan keterangan yang jelas lagi gamblang.

4. Banyak Orang Melampaui Batas

Ini adalah penjelasan mengenai kecaman dan hinaan kepada Bani Israil, karena telah melakukan berbagai pelanggaran setelah mengetahui keharamannya.

Demikian pula orang-orang Yahudi di masa Rasulullah seperti Bani Qainuqa’, Bani Quraizhah dan Bani Nadhir.

Ayat ini juga mengisyaratkan tentang apa yang dilakukan oleh Bani Israil di masa dulu, juga dilakukan orang-orang Yahudi di masa Rasulullah SAW yang tetap hingga kini.

Banyak di antara mereka yang suka melampaui batas, membunuh dan melakukan tindak kejahatan. Palestina menjadi bukti kejahatan mereka saat ini.

Baca Juga: 114 Daftar Surat Alquran Beserta Artinya yang Wajib Diketahui

Kandungan Surat Al Maidah ayat 32

Bacaan Salawat Ibrahimiyah Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya
Foto: Bacaan Salawat Ibrahimiyah Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

Foto ilustrasi surat Al Maidah (Sumber: Orami Photo Stock)

Berikut ini adalah isi kandungan Surat Al Maidah ayat 32:

  • Membunuh adalah tanpa alasan adalah terutama alasan yang tidak dibenarkan adalah dosa besar, seperti membunuh seluruh manusia.
  • Memelihara nyawa manusia adalah pahala besar, karena seakan-akan memelihara kehidupan manusia seluruhnya.
  • Islam mengajarkan untuk menjaga kehidupan dan menjauhi tindak kekerasan.
  • Allah SWT telah mengutus para Rasul dengan membawa keterangan yang nyata, termasuk mengajarkan menjaga kehidupan dan memperingatkan menjauhi kejahatan.
  • Banyak orang Bani Israil yang melampaui batas, meski telah mengetahui apa yang dilarang oleh Allah SWT.
  • Adanya hinaan dan kecaman atas Bani Israil yang suka melampaui batas dan sering membunuh tanpa sebab yang dibenarkan.
  • Bisa jadi dua orang melakukan ibadah yang sama, namun yang satu diterima dan yang lain ditolak. Qabil dan Habil sama-sama memberikan kurban kepada Allah SWT. Namun, kurban Habil diterima dan kurban Qabil tidak diterima.
  • Hendaknya seseorang benar-benar memperhatikan niat dan hati. Belum tentu ibadah yang dilakukan bersama orang lain itu diterima sebagaimana kisah Qabil dan Habil.

Itulah penjelasan mengenai surat Al Maidah ayat 32 yang mengajak seluruh umat mulim untuk menjaga diri dan sesama dengan perbuatan baik hingga tidak menghilangkan nyawa.

  • http://repository.unisba.ac.id/handle/123456789/20377
  • https://bersamadakwah.net/surat-al-maidah-ayat-32/
  • https://bekalislam.firanda.com/13443-tafsir-surat-al-maidah-ayat-32.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb