2-3 tahun

12 Desember 2020

15 Pertolongan Pertama pada Anak Biduran, Catat!

Baking soda dalam menjadi pertolongan pertama pada anak biduran di rumah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

“Biduran pada anak hampir selalu merupakan reaksi alergi,” ucap Kepala dokter anak di Rumah Sakit Anak Le Bonheur di Memphis, Jon McCullers, MD. Namun, mencoba mencari tahu penyebab alergi akan menjadi sedikit lebih rumit. Kasus biduran pada anak biasanya hilang dalam 24 jam.

Dilansir dari Allergy.org, Biduran (istilah umum untuk urtikaria), adalah ruam merah muda atau merah yang gatal, yang mungkin muncul sebagai bercak atau benjolan merah (wheals), pada kulit. Mulai dari ukuran kepala peniti hingga ukuran piring makan.

Saat biduran pertama mulai muncul, bisa disalahartikan sebagai gigitan nyamuk. Pembengkakan biasanya menghilang dalam beberapa menit hingga beberapa jam di satu tempat, tetapi bisa datang dan pergi selama berhari-hari atau berminggu-minggu, terkadang lebih lama.

Pemicu paling umum untuk biduran pada anak-anak adalah infeksi virus. Pemicu lain mungkin termasuk reaksi alergi terhadap makanan, obat-obatan, atau sengatan dan gigitan serangga. Lalu apa saja pertolongan pertama pada anak biduran?

Pertolongan Pertama pada Anak Biduran

Meskipun sebagian besar biduran sembuh dalam beberapa minggu tanpa pengobatan khusus. Namun, sebagai antipasi Moms atau Dads pun perlu mengetahui pertolongan pertama pada anak biduran, yaitu:

1. Hindari Pemicu

Pertolongan pertama pada anak biduran, foto: Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Pertolongan pertama pada anak biduran yang pertama adalah menghindari pemicu. Jika Moms dan Dads mengetahui pemicu biduran pada anak, maka ada baiknya menghindari. Ya, menghindari pemicu merupakan pertolongan pertama pada anak yang biduran.

2. Kompres Air Dingin

Pertolongan pertama pada anak biduran, foto: Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Pertolongan pertama pada anak biduran selanjutnya adalah kompres air untuk meredakan gejala gatal yang tentunya bila digaruk akan menimbulkan luka. Selain itu kenakan pakaian yang longgar dan nyaman juga istirahat di ruangan yang sejuk. dingin atau mandi air dingin

3. Waspada Garukan Tangan

Pertolongan pertama pada anak biduran, foto: Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Pertolongan pertama pada anak biduran selanjutnya adalah waspada garukan tangan. Rasa gatal akibat anak biduran tentu membuat mereka ingin menggosok atau menggaruk. Sehingga, mandi yang sering dapat mengurangi rasa gatal. Selain itu, garukan dapat memperparah biduran.

Baca Juga: Bolehkah Memandikan Bayi yang Sedang Ruam dan Gatal-gatal?

4. Ganti Pemakaian Bahan Kimia

Pertolongan pertama pada anak biduran, foto: Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Pertolongan pertama pada anak biduran selanjutnya adalah ganti pemakaian bahan kimia. Moms dan Dads, pemakaian sabun, detergen dan bahan kimia kuat lainnya pun dapat memperparah anak biduran.

Ketika mengetahui kemungkinan untuk bahan kimia dalam sabun hingga detergen maka baiknya hindari atau konsultasikan ke dokter untuk alternatif produk.

Biasanya Moms atau Dads akan disarankan detergen hingga sabun non-biologis dan pembersih bayi yang lembut lebih lembut di kulit anak.

5. Potong Kuku

Pertolongan pertama pada anak biduran, foto: Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Pertolongan pertama pada anak biduran selanjutnya adalah potong kuku. Jika biduran pada anak sudah muncul, untuk hindari garukan yang bisa memperparah kulit maka Moms atau Dads bisa langsung melakukan potong kuku.

Cara pertolongan pertama pada anak biduran ini bisa melindungi kulitnya jika Si Kecil mencoba menggaruk. Selain itu, kukunya yang pendek maka tentu kebersihan akan terjaga.

6. Gunakan Baking Soda

Pertolongan pertama pada anak biduran, foto: Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Pertolongan pertama pada anak biduran selanjutnya adalah baking soda. Selain berendam dengan air dingin, Moms dan Dads pun bisa membuat pasta dari tidak sendok the soda kue ke satu sendok teh air dan gosokkan untuk meredakan biduran pada anak.

Manfaat baking soda yang dijadikan pasta ini juga dapat membantu mengatasi gatal-gatal akibat gigitan serangga.

7. Relaksasi

Pertolongan pertama pada anak biduran, foto: Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Pertolongan pertama pada anak biduran selanjutnya adalah relaksasi. Stres pada anak juga dapat memperburuk biduran, maka lakukan rileksasi bersamanya.

Hal ini bisa dimulai dengan membacakan buku, mendengarkan musik atau video animasi kegemarannya. Minimalkan aktivitas bermain yang berat yang mengeluarkan keringat berlebih hingga biduran hilang.

8. Antipasi Perubahan Suhu

Pertolongan pertama pada anak biduran, foto: Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Pertolongan pertama pada anak biduran selanjutnya adalah antisipasi perubahan suku. Perubahan suhu secara mendadak pun dapat memperarah rasa gatal akibat biduran. Sehingga hindari mengekspos SI Kecil ke suhu yang ekstrim atau fluktuatif secara langsung.

9. Oles Lidah Buaya

Pertolongan pertama pada anak biduran, foto: Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Harapannya dengan mengoleskan lidah buaya yang memiliki sifat penyembuhan dapat menenangkan dan mengurangi biduran pada anak. Namun, bila dijadikan pertolongan pertama pada anak biduran disarankan untuk mengoleskan lidah buaya ke seluruh area yang terkena atau gatal.

Baca Juga: Biduran pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Pertolongan Pertama pada Anak Biduran dengan Obat

Sementara itu berbagai jenis pengobatan juga digunakan dalam pertolongan pertama pada anak biduran, mulai dari pengendalian reaksi ringan hingga penanganan kasus ekstrim biduran pada anak. Benadryl untuk biduran pada balita adalah metode umum untuk meredakan dan mengendalikan reaksinya.

Nah, berikut ini bentuk pengobatan yang tentunya harus dianjurkan oleh dokter terlebih dulu untuk dikonsumsi maupun ditaruh di rumah sebagai upaya antisipasi, yaitu:

10. Antihistamin

Jika biduran ada di seluruh tubuh, obat antihistamin seperti cetirizine dapat membantu meredakan gatal dan bengkak. Namun, sebelum menggunakan obat ini, tetap konsultasikan terlebih dulu pada dokter anak.

“Antihistamin dapat membuat beberapa anak mengantuk dan yang lainnya hiperaktif," kata Dr. McCullers. "Jika efek samping obat terlalu ekstrim, dokter dapat merekomendasikan atau meresepkan obat lain.

11. Histamin Blocker

Dokter mungkin menyarankan penggunaan penghambat histamin secara oral atau melalui suntikan untuk membantu meredakan gatal-gatal. Simetidin dan ranitidin umumnya digunakan, meskipun dapat menyebabkan gangguan pencernaan sebagai efek samping.

12. Kortikosteroid

Jika anak tidak merespons pengobatan yang berlebihan, dokter mungkin merekomendasikan kortikosteroid oral atau topikal yang lebih kuat, seperti prednison. Ini hanya digunakan untuk waktu yang singkat.

13. Suntikan Obat Asma

Penelitian tertentu telah menunjukkan bahwa injeksi omalizumab, obat asma, dapat membantu meredakan gatal-gatal tanpa efek samping. Biayanya lebih tinggi daripada metode pengobatan biasa.

14. Kombinasi Obat Asma dan Antihistamin

Dalam kasus jerawat yang ekstrim, dokter mungkin menggabungkan obat asma dengan resep antihistamin over-the-top. Ini, kadang-kadang, dapat menyebabkan perubahan perilaku dan suasana hati pada anak.

15. Penekan Sistem Kekebalan Tubuh

Pertolongan pertama pada anak biduran kronis mungkin perlu diobati dengan penekan sistem kekebalan. Obat-obatan seperti siklosporin dan tacrolimus membatasi respons sistem kekebalan terhadap gatal-gatal, tetapi juga memiliki efek samping sakit kepala dan mual.

Baca Juga: Biduran Saat Hamil, Ketahui Penyebab dan Cara Penanganannya

Terakhir, jika pertolongan pertama pada anak biduran tidak berhasil dan gatalnya tidak hilang dalam beberapa hari, maka konsultasikan dengan dokter anak terutama bila ada kemungkinan kasus biduran yang akut.

Jika Si Kecil mengalami reaksi ekstrem terhadap gatal-gatal, segera beri tahu dokter dan langsung menuju rumah sakit terdekat untuk antisipasi hal yang tak diinginkan termasuk ketahui jenis biduran pada anak.

Biduran pada anak-anak biasanya ringan dan dapat diobati dengan sangat mudah dengan pengobatan rumahan sederhana. Dalam kebanyakan kasus, mereka tidak lebih mengiritasi daripada flu biasa. Dengan perawatan dan pengobatan sederhana, Si Kecil dapat kembali normal dalam waktu singkat.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait