10 Juni 2021

Program Hamil Anak Kedua, Ini Hal yang Harus Moms Pertimbangkan

Cari tahu fakta-fakta tentang kehamilan anak kedua di sini.

Memiliki anak adalah harapan setiap pasangan. Terkadang memiliki satu anak saja dirasa belum cukup, apalagi untuk Moms dan Dads yang memang berencana ingin memiliki keluarga besar atau banyak anak. Jika begitu, Moms dan Dads mungkin ingin mempertimbangkan program hamil anak kedua dari sekarang.

Setiap kehamilan pada dasarnya unik dan tidak pernah sama, meski dari rahim yang sama sekalipun.

Namun jika Moms berencana untuk mencoba program hamil anak kedua, perhatikan beberapa hal di bawah ini dulu yuk, Moms.

Baca Juga: 9 Pertanyaan yang Wajib Ditanyakan Ke Dokter Kandungan Saat Program Hamil

Persiapan Program Hamil Anak Kedua

program hamil anak kedua
Foto: program hamil anak kedua

Foto: Orami Photo Stocks

Untuk ikut program hamil anak kedua tidak semudah itu. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan Moms menjadi sulit menjalani program hamil anak kedua.

Oleh karena itu, lakukan beberapa persiapan program hamil anak kedua di bawah ini dulu, yuk!

1. Tunggu Pulih dari Melahirkan

Untuk ikut program hamil anak kedua, Moms harus tunggu hingga tubuh benar-benar pulih secara optimal terlebih dahulu.

Hal ini dikarenakan jika hamil lagi, ada banyak perubahan yang akan terjadi pada tubuh Moms. Apalagi jika Moms belum terlalu lama melahirkan.

Setidaknya Moms perlu menunggu sampai tubuh benar-benar pulih dan sehat sebelum kembali menyiapkan program hamil anak kedua untuk mencegah risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

Berdasarkan penelitian dalam JAMA Internal Medicine, ditemukan bahwa kehamilan kedua yang berjarak kurang dari 18 bulan dari waktu melahirkan berkaitan dengan peningkatan risiko seperti kelahiran prematur, bayi lahir dengan ukuran yang lebih kecil, hingga lahir mati.

Baca Juga: Kenapa Susah Hamil Anak Kedua?

2. Miliki Siklus Menstruasi Teratur

Selain menunggu tubuh benar-benar pulih dari kondisi hamil sebelumnya, memiliki siklus menstruasi yang teratur juga merupakan faktor penting lainnya yang perlu diperhatikan jika Moms ingin menjalani program hamil anak kedua.

Bahkan meskipun Moms tidak menggunakan alat kontrasepsi, menstruasi yang terlambat tidak selalu berarti bahwa Moms mungkin hamil.

Namun, setelah melahirkan anak pertama biasanya siklus menstruasi cenderung berjalan tidak teratur sehingga Moms perlu memantaunya secara rutin untuk mengetahui waktu yang optimal dalam merencanakan kehamilan.

3. Konsultasi dengan Dokter Kandungan

Hal pentingnya yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter kandungan seperti saat Moms dan Dads akan memiliki anak pertama.

Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mengetahui risiko-risiko apa saja yang akan terjadi atau masalah apa yang mungkin akan menghambat program hamil anak kedua ini.

Mary Jane Minkin, profesor klinis di Departemen Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Yale University School of Medicine, mengungkapkan bahwa beberapa kondisi medis dapat memengaruhi kemampuan seorang wanita untuk hamil.

Termasuk sindrom ovarium polikistik (PCOS), endometriosis, gangguan tiroid, dan penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan infertilitas sekunder. Selain itu, masalah pada jumlah, motilitas, atau morfologi sperma juga dapat mempersulit kehamilan.

Baca Juga: Melahirkan Normal Tanpa Jahitan, Mungkinkah? Ini Kata Dokter Kandungan

4. Konsumsi Suplemen dan Vitamin

Sama halnya saat hamil pertama, untuk mempersiapkan program hamil anak kedua ini, Moms juga harus mulai mengonsumsi suplemen untuk program hamil anak kedua.

"Persiapkan nutrisi minimal 3 bulan sebelum merencanakan kehamilan dengan mengembalikan pola hidup sehat, diet nutrisi seimbang, dan mengonsumsi vitamin persiapan hamil seperti asam folat, vitamin C, D3, E, Zinc, dan lain-lain," jelas dr. Upik Anggraheni Priyambodo, Sp.OG-KFER, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre.

Hal ini sangat penting dilakukan karena asam folat mampu membantu mengurangi risiko cacat tabung saraf dan beberapa cacat lahir lainnya pada janin ketika sudah lahir.

Jangan lupa untuk konsumsi vitamin prenatal juga ya Moms. Namun untuk hal ini perlu didiskusikan dengan dokter kandungan dulu.

5. Lepas KB

Persiapan program hamil anak kedua selanjutnya adalah melepas KB yang sebelumnya Moms pasang sebagai alat kontrasepsi.

Lepas KB sekaligus memeriksa kondisi rahim untuk persiapan program hamil anak kedua tak kalah penting, lho.

Konsultasikan dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan apabila terdapat riwayat medis sebelumnya yang butuh perhatian khusus.

6. Gaya Hidup Sehat

Gaya hidup sehat tidak hanya harus dijalankan oleh Moms, namun juga Dads jika sedang dalam proses program hamil anak kedua.

Harus mengonsumsi makanan yang sehat dan diperlukan tubuh untuk hamil, lalu istirahat yang cukup dan jangan suka begadang, rutin olahraga agar tubuh aktif.

Hal ini hanya bisa Moms dapatkan jika mengikuti gaya hidup sehat yang dianjurkan. Jadi, pastikan Moms dan Dads melakukannya jika sedang merencanakan kehamilan anak kedua, ya.

Baca Juga: Apa yang Harus Dipersiapkan untuk Program Hamil di Usia 32 Tahun?

7. Berdiskusi dengan Keluarga

Persiapan program hamil anak kedua tak selalu hanya dalam persiapan fisik, namun juga mental, Moms.

Bicarakan dengan suami mengenai kesiapan tenaga, waktu, dan finansial untuk program hamil anak kedua.

Ini juga tak kalah penting, yakni dengan menanyakan pendapat calon kakak mengenai sosok adik dan ikut sertakan ia dalam mempersiapkan kehadiran anak kedua.

Semoga berhasil ya, Moms.

Cara Alami Cepat Hamil Anak Kedua

cara cepat hamil
Foto: cara cepat hamil (goodfon.com)

Foto: Orami Photo Stock

Moms ingin cara alami cepat untuk hamil anak kedua? Kalau begitu ikuti cara cepat hamil yang alami berikut ini yuk!

1. Konsumsi Makanan yang Kaya akan Antioksidan

Cara alami cepat hamil anak kedua pertama adalah dengan memerhatikan makanan yang dikonsumsi.

Kandungan antioksidan seperti asam folat dan seng dipercaya bisa meningkatkan kesuburan bagi Moms dan Dads. Kandungan ini bisa mencegah berbagai macam radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh yang bisa merusak sel sperma dan telur.

"Perkaya makanan yang kaya antioksidan seperti buah dan sayur berwarna cerah serta kacang-kacangan," tambah dr. Upik.

Baca Juga: 6 Jenis Nutrisi yang Wajib Dikonsumsi Oleh Ibu Hamil Trimester Pertama

2. Diet Karbohidrat

Diet karbohidrat sangat disarankan untuk Moms yang sedang merencakan program hamil anak kedua, tetapi mengalami sindrom ovarium polikistik atau Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).

Menurut jurnal Reproductive Biology and Endocrinology , wanita dengan PCOS yang menjalani gaya hidup sehat memiliki siklus menstruasi yang lebih teratur, yang semakin memperbesar peluang kehamilan.

Diet karbohidrat ini dipercaya mampu membantu mempertahankan berat badan Moms yang sehat, mengurangi kadar insulin dalam tubuh, dan mendorong penurunan lemak.

3. Rutin Olahraga

Moms yang sedang menjalani program hamil anak kedua disarankan untuk aktif bergerak.

Moms bisa luangkan waktu untuk berolahraga meski hanya sebentar saja. Mengapa? Karena olahraga dipercaya bisa membuat tubuh Moms lebih sehat dan cepat hamil.

Menurut Kate Shkodzik, dokter kandungan sekaligus Medical Doctor and Advisor untuk Flo, mempertahankan berat badan yang ideal adalah bagian penting untuk memiliki kehamilan yang sehat. Kelebihan berat badan nyatanya bisa mengurangi kemungkinan Moms untuk hamil.

Jika ingin hamil anak kedua, Moms bisa mulai berolahraga dari sekarang.

Jalan pagi atau sore, jogging, bersepeda, berenang, dan yoga dapat menjadi pilihan dengan frekuensi minimal 3 kali dalam seminggu selama 30 menit dan tidak lebih dari 5 jam seminggu.

4. Jangan Minum Alkohol dan Merokok

Mulai dari merokok hingga minum alkohol, sebaiknya dihindari jika Moms sedang menjalani program hamil anak kedua.

"Nikotin dan karbon monoksida dalam asap rokok merupakan radikal bebas yang dapat merusak sistem reproduksi dan kualitas sel telur maupun sperma," terang dr. Upik.

Kebiasaan-kebiasaan buruk ini bisa merusak tubuh kita.

Efek yang sama juga bisa Moms dapatkan jika terlalu banyak minum alkohol. Kedua kebiasaan buruk tersebut bisa menurunkan peluang Moms dan Dads untuk program hamil anak kedua.

Baca Juga: Ini Kekhawatiran yang Biasanya Dihadapi Pasangan Saat akan Memulai Program Hamil

5. Berhubungan Intim Teratur

Cara alami cepat hamil anak kedua yakni dengan berhubungan intim secara teratur dan rutin.

Sebaiknya, berhubungan secara teratur (2-3 kali dalam seminggu) setelah selesai haid terutama antara hari ke-10 sampai ke-21 siklus haid.

Bagi Moms yang memiliki kondisi medis tertentu seperti kelebihan berat badan, PCOS, hipertensi, diabetes melitus, dan tiroid sebaiknya mendiskusikan dengan dokter terlebih dahulu untuk mengontrol kondisi metaboliknya terkait program hamil anak kedua.

Penyakit metabolik dapat meningkatkan komplikasi kehamilan dan persalinan.

Program Hamil Anak Kedua setelah KB

hamil setelah KB
Foto: hamil setelah KB (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

dr. Upik menjelaskan bahwa penggunaan kontrasepsi, program Keluarga Berencana (KB) umumnya tidak mengganggu kesuburan kecuali kontrasepsi mantap (tubektomi atau vasektomi).

Bahkan, mungkin Moms bisa saja langsung hamil dalam satu atau dua bulan setelah menghentikan program KB yang diambil.

Jika Moms ingin mematikan kontrasepsi hormonal tetapi belum siap untuk hamil, gunakan metode lain, seperti kondom, sampai Moms siap. Berapa lama untuk bisa program hamil anak kedua setelah lepas KB? Yuk kita cek.

1. Menggunakan Kondom atau Diafragma

Jika Moms menggunakan penghalang, seperti kondom atau diafragma, mungkin akan segera hamil segera setelah Moms dan Dads berhubungan seks tanpa alat kontrasepsi tersebut.

Sebagian besar wanita dapat hamil beberapa bulan setelah mereka menghentikan kontrasepsi yang memiliki hormon, seperti pil, patch, atau alat kontrasepsi (IUD).

Tetapi kesehatan Moms termasuk kebiasaan gaya hidup berperan penting dalam program hamil anak kedua.

Baca Juga: Program Hamil untuk Anak Laki-laki? Ketahui Hal-hal Berikut Ini

2. Pil KB

Moms mungkin bisa hamil dalam waktu 1-3 bulan setelah menghentikan pil KB, yang berarti mereka yang memiliki estrogen dan progestin. Tetapi kebanyakan wanita bisa hamil dalam waktu setahun.

Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa wanita yang minum pil KB selama lebih dari 4 atau 5 tahun lebih subur daripada mereka yang menggunakannya selama 2 tahun atau kurang.

Jika Moms menggunakan pil progestin saja, disebut "pil mini," mungkin untuk hamil beberapa hari atau minggu setelah berhenti. Itu karena pil ini tidak secara konsisten menghentikan ovulasi seperti halnya pil dengan estrogen. Sebaliknya, itu menipiskan lapisan rahim kita.

Lapisan mulai menebal lagi segera setelah Moms berhenti minum pil mini, sehingga memungkinkan bagi Moms untuk program hamil anak kedua.

3. Intrauterine Device (IUD)

Jenis KB ini tidak membutuhkan waktu lama untuk kembalinya kesuburan, karena sifatnya yang non-hormonal.

Moms akan mungkin dapat program hamil anak kedua dengan segera setelah dokter melepas AKDR yang dipasang.

Segera setelah melepas KB tersebut, kemungkinan besar akan hamil apabila berhubungan seksual secara teratur.

Setelah dokter melepas IUD, umumnya wanita akan kembali berovulasi dalam 1 bulan dan sebagian besar akan hamil dalam 3-12 bulan.

Bagi sebagian besar wanita, kehamilan terjadi dalam 6 bulan hingga satu tahun.

4. Mencangkok

Seperti IUD, Moms akan bisa segera menjalani program hamil anak kedua setelah dokter melepas perangkat tersebut. Kebanyakan wanita mulai berovulasi lagi di bulan pertamanya.

Baca Juga: Jangan Lupakan 4 Checklist Prakehamilan Untuk Membantu Kelancaran Program Hamil

5. Tambalan Kendali Kelahiran

Moms akan mulai berovulasi 1-3 bulan setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi ini. Namun hal ini tidak menjamin Moms akan hamil, tetapi harus berovulasi untuk hamil.

6. Cincin Vagina

Kebanyakan wanita dapat berovulasi 1-3 bulan setelah mereka mengeluarkan cincin vaginanya.

Mengutip Mayo Clinic, cincin vagina mengandung hormon estrogen dan progesteron, yang dilepaskan selama tiga minggu.

Ketika Moms memakai cincin vagina selama tiga minggu, lalu melepasnya, memungkinkan menstruasi terjadi dan persiapan untuk program hamil anak kedua dapat Moms dan Dads jalankan.

7. Pengendali Kelahiran dengan Suntik (Depo-Provera)

Tidak seperti bentuk lain dari kontrol kelahiran hormonal, mungkin lebih sulit untuk hamil setelah Moms berhenti mengambil suntikan ini.

Mungkin perlu waktu 10 bulan atau lebih sebelum berovulasi lagi. Untuk beberapa wanita, akan membutuhkan waktu hingga 18 bulan untuk memulai lagi.

Itu sebabnya para ahli tidak merekomendasikan metode ini untuk wanita yang berharap program hamil anak kedua setalah setahun menggunakan kontrasepsi.

Baca Juga: 4 Tips Perawatan Kecantikan Saat Menjalani Program Hamil

Jarak Ideal Punya Anak ke-2

Jarak Ideal Punya Anak ke-2
Foto: Jarak Ideal Punya Anak ke-2

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms ingin memulai program hamil anak kedua, Moms harus tahu terlebih dahulu berapa jarak kehamilan yang tepat. Mengatur jarak kehamilan penting untuk dilakukan karena hal ini dapat memengaruhi kondisi kesehatan Si Kecil maupun Moms sendiri.

Ditambah lagi Moms pasti akan sedang sibuk-sibuknya merawat bayi kecil yang baru lahir dan mencurahkan semua perhatian pada anak.

Terkait dengan kondisi medis setelah persalinan sesar, jarak ideal kehamilan adalah minimal 18 bulan untuk meminimalisir risiko rahim robek, dan bayi

prematur atau bayi lahir kecil.

Sementara bagi Moms yang ingin menyempurnakan hak ASI anak, idealnya hamil setelah selesai proses menyusui dan menyapih.

Bila Moms pernah menjalani operasi caesar maka terdapat risiko menempelnya plasenta di bagian bawah uterus menjadi lebih besar. Tak hanya itu, pada anak kedua yang nantinya lahir pun akan meningkatkan risiko autisme.

Apabila mempertimbangkan usia ibu di atas 30 tahun, jarak ideal kemampuan tubuh mengurus anak adalah 2-5 tahun. Usia ibu di atas 35 tahun diketahui meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan.

Selain itu, umumnya kesiapan mental calon kakak usia 4-5 tahun cenderung lebih matang dalam hal kesabaran dan kemandirian sehingga lebih mudah

menerima anggota keluarga baru.

Baca Juga: Program Hamil Anak Perempuan, Ini Suplemen dan Rincian Biayanya

Penyebab Susah Hamil Anak Kedua

Sulit Hamil Anak Kedua Masalah-Masalah Ini Mungkin Jadi Penyebabnya.jpg
Foto: Sulit Hamil Anak Kedua Masalah-Masalah Ini Mungkin Jadi Penyebabnya.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab susah hamil anak kedua memiliki berbagai faktor.

Hubungan tidak teratur karena sibuk bekerja dan mengurus anak pertama bisa menjadi faktor yang paling memengaruhi dalam sulitnya memulai program hamil anak kedua.

Selain itu, peningkatan berat badan setelah persalinan yang cenderung menetap karena kurangnya waktu berolahraga atau merawat diri juga dapat memengaruhi hormon dalam tubuh.

Adanya kondisi medis yang mengganggu sistem reproduksi seperti kondisi metabolik atau infeksi juga bisa terjadi.

Haid tidak teratur yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi seperti polip, adenomiosis, mioma uteri, kista ovarium, gangguan dinding rahim, dan gangguan ovulasi dapat memengaruhi kesuburan.

Hal ini membuat terjadinya kemungkinan Moms belum kunjung hamil dalam 3 bulan berhubungan teratur setelah melepas KB.

Oleh karena itu, sebaiknya segera konsultasikan hal ini dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan reproduksi untuk penanganan lebih lanjut.

Perubahan pola hidup atau kebiasaan buruk suami istri seperti begadang atau kurang tidur, stres, merokok, dan minum alkohol juga menjadi faktor penunjang susah hamil anak kedua.

Nah, Moms, agar lebih jelas dan mendapat arahan yang tepat, sebaiknya Moms dan Dads menjalani konsultasi dengan dokter, ya! Semoga informasi ini membantu dan Moms cepat mengandung anak kedua.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.