31 Januari 2018

Apakah Pengobatan Medis Dapat Memengaruhi Kesuburan?

Benarkah kesuburan menurun karena pengaruh pengobatan medis?

Wanita yang merencanakan kehamilan mungkin tahu bahwa berbagai gangguan reproduksi dapat memengaruhi konsepsi (pembuahan). Tetapi yang kurang lazim diketahui adalah kenyataan bahwa pengobatan medis dan resep obat tertentu juga dapat berkaitan dengan kesuburan pra-kehamilan.

Alan Copperman, MD, direktur endokrinologi reproduksi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York menjelaskan bahwa siklus menstruasi wanita dikendalikan oleh interaksi antara otak, ovarium, dan rahim. Sehingga masalah kesehatan atau pengobatan apa pun yang mengganggu interaksi ini dapat memengaruhi ovulasi dan mempersulit kehamilan.

Baca juga: Benarkah Makan Kedelai Akan Meningkatkan Kesuburan?

Pengobatan medis terhadap kesuburan pra-kehamilan

shutterstock 555361501
Foto: shutterstock 555361501

Menurut Jason Griffith, M.D., seorang dokter ob-gyn dan spesialis endokrinologi reproduksi di Houston Fertility Institute, ada pengobatan media memengaruhi tiga hal dalam kesuburan pra-kehamilan.

Pengobatan medis dapat mengubah ovulasi dan daya reseptif endometrium atau uterus terhadap kehamilan. Pengaruh ketiga adalah kemungkinan perubahan produksi sperma.

Sementara itu, Valerie Baker, MD, kepala divisi endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Stanford University School of Medicine mengatakan bahwa pengobatan medis dapat memengaruhi kemampuan tubuh wanita untuk berovulasi dan berdampak pada jumlah sperma pria.

Baca juga: 10 Kesalahan Yang Umum Terjadi Saat Program Hamil

Jenis pengobatan medis

shutterstock 706912843
Foto: shutterstock 706912843

Dr. Valerie Baker, MD menyatakan, ada ribuan obat yang beredar dan sebagian besar efeknya pada kesuburan belum diteliti dengan cermat. Untungnya, sebagian besar obat yang dijual bebas tidak mengganggu kesuburan, tetapi sebaiknya Moms segera berkonsultasi dengan dokter dan berhati-hatilah dengan kategori obat-obatan berikut:

1. Obat bebas

- NSAID (obat antiinflamasi non-steroid). Dr. Jason Griffith menyatakan bahwa obat ini bisa mengganggu ovulasi, terutama kemampuan sel telur yang akan dilepaskan oleh ovarium.

- Pengobatan alami atau herbal. Ramuan yang disebut ‘alami’ terkadang mengandung zat yang bisa bertindak seperti hormon (estrogen atau progestin), kata Richard Paulson, M.D., dari American Society for Reproductive Medicine dan profesor ob-gyn di Keck School of Medicine di University of Southern California.

Baca juga: Menggunakan Obat Penyubur (Clomiphene) Agar Cepat Hamil, Amankah?

2. Obat resep dokter

Jika Moms sedang menggunakan pengobatan medis berikut ini, diskusikan dengan dokter mengenai dampaknya karena berkaitan dengan program hamil.

- Obat psikiatri, seperti anti-depresan dan beberapa anti-psikotik dapat mengganggu regulasi hormon ovulasi dan mungkin juga meningkatkan kadar hormon terkait

- Steroid, secara khusus dapat mencegah pelepasan hormon yang dibutuhkan untuk ovulasi dan menstruasi.

- Obat anti-epilepsi, yang dapat mempengaruhi kesuburan.

- Antipsikotik, dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin dan menyebabkan tidak terjadinya ovulasi.

- Obat tiroid, jika dosisnya tidak diatur dengan baik, kadar prolaktin bisa terpengaruh.

- Produk perawatan kulit dengan hormon, hindari produk yang mengandung estrogen atau progesteron, yang bisa mengubah ovulasi.

- Kemoterapi, bisa menjadi racun bagi ovarium, yang berpotensi mengakibatkan infertilitas permanen.

Konsultasi dengan dokter sangat penting dalam hal pengobatan dan kesuburan. Dalam beberapa kasus, mungkin ada alternatif yang sama efektifnya dengan resep dan pengobatan medis tersebut. Demikianlah yang perlu Moms ketahui untuk kesuburan pra-kehamilan.

Apakah Moms memiliki pengalaman menjalani pengobatan medis ketika merencanakan kehamilan?

(ROS)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.