Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Jun 15, 2018

Punya Gejala Hampir Sama, Kenali Perbedaan Gejala Tifus dan DBD

Bagikan



Tifus dan DBD (demam berdarah dengue) memiliki gejala khas yang sama, yakni demam tinggi. Karena itu juga, banyak orang awam yang salah melakukan diagnosis awal terhadap dua penyakit tersebut.

Akibatnya, penangan yang dilakukan menjadi tidak tepat. Bukannya sembuh, sakitnya justru semakin parah, bahkan bisa sampai menyebabkan kematian.

Tentu Moms tidak mau kan hal tersebut terjadi. Nah, sebaiknya Moms pahami betul perbedaan gejaka tifus dan DBD.

Berikut ini beberapa perbedaan gejala tifus dan DBD yang harus Moms ketahui.

Baca Juga : Anak Rewel dan Panas, Apakah Ini Tanda-tanda Tifus atau Demam?

Gejala Tifus

beda gejala tifus dan dbd

1. Pasien tifus biasanya mengalami demam yang tidak terlalu tinggi. Temperaturnya memang terus naik. Tapi umumnya tidak sampai menyentuh angka 38 derajat Celsius.

2. Di malam hari, temperature akan terus naik dan turun di pagi harinya. Ini yang paling membedakan tifus dengan DBD.

3. Pasien tifus umumnya mengalami nyeri di bagian perut. Pasien tifus juga mengalami diare.

4. Pasien tifus juga mengalami gangguan tenggorokan. Seperti batuk dan radang.

5. Tifus bisa terjadi sepanjang tahun.

6. Tifus disebabkan oleh bakteri bernama Salmonella typhi. Bakteri ini berkembang dengan cepat di tempat-tempat yang kotor dan jorok. Bakteri ini bisa dibawa oleh serangga dan bisa menempel pada makanan dan minuman.

Gejala DBD

beda gejala tifus dan dbd
1. Pasien DBD akan mengalami demam tinggi hingga lebih dari 38 derajat Celsius.

2. Pasien DBD biasanya mengalami nyeri seluruh tubuh atau nyeri di bagian otot, sakit kepala, meriang, dan muntah.

3. Tedapat bintik merah pada tubuh. Bintik merah terjadi akibat pendarahan dan bila ditekan, bintik merahnya tidak pudar.

4. Setelah tiga hari, demam biasanya turun dan pasien akan merasa telah sembuh. Padahal, ini adalah fase kritis. Setelah itu, demam bisa menyerang kembali.

5. DBD terjadi biasanya saat musim hujan. Saat banyak genangan air yang menjadi media bagus untuk pertumbuhan nyamuk aedes aegypti.

6. Jika terlambat ditangani dengan infus dan transfusi darah, pasien DBD bisa meninggal

Itulah perbedaan antara gejala tifus dan DBD. Sudah tahu kan Moms? Jangan salah lagi ya.

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.