01 Juni 2020

4 Risiko Mengonsumsi Kayu Manis Saat Hamil, Waspada, Moms!

Selain memiliki banyak manfaat, ada risiko negatifnya!

Cinnamon atau kayu manis paling dikenal sebagai rempah yang ditaburkan di atas roti bakar atau membuat kue. Tak hanya itu, ekstrak kulit pohon kayu manis juga telah digunakan dalam pengobatan tradisional di seluruh dunia.

Artikel Evidence Based Complementary and Alternative Medicine mengungkapkan menambahkan kayu manis bisa meningkatkan rasa serta aroma. Bahkan, rempah ini pun kaya akan antioksidan, antidiabetik, anti inflamasi, dan anti mikroba.

Ada dua jenis kayu manis yaitu cassia yang lebih umum digunakan berwarna lebih gelap dan Ceylon atau kayu manis sejati yang memiliki rasa lebih ringan dan tidak begitu pahit. Lalu, apakah konsumsi kayu manis saat hamil dibolehkan?

Risiko Konsumsi Kayu Manis Saat Hamil

Konsumsi kayu manis saat hamil aman dilakukan asalkan dalam jumlah yang terkontrol. Misal, Moms dapat menggunakan kayu manis sebagai zat penyedap untuk minuman atau makanan penutup. Tetapi, jika Moms menambahkan terlalu banyak ke menu makanan dapat menyebabkan risiko negatif. Berikut ini risiko konsumsi kayu manis saat hamil:

1. Kontraksi Rahim dan Persalinan Prematur

Ketahui Mengenai Kontraksi Rahim Pasca Melahirkan.jpg
Foto: Ketahui Mengenai Kontraksi Rahim Pasca Melahirkan.jpg (https://alodokter.com/)

Foto: Orami Photo Stocks

Kayu manis ketika dikonsumsi dalam dosis tinggi berfungsi emmenagog, dan berpotensi meningkatkan risiko kontraksi rahim dan persalinan premature.

Berdasarkan artikel dari Healthwithfood.org, makanan emmenagog adalah makanan yang telah dilaporkan merangsang aliran darah di daerah panggul, dan rahim sehingga diyakini merangsang menstruasi.

2. Pendarahan

Ketahui Mengenai Perdarahan Setelah Caesar.jpg
Foto: Ketahui Mengenai Perdarahan Setelah Caesar.jpg (https://myparentingjourney.com/)

Foto: Orami Photo Stocks

Jika Moms menggunakan antibiotic atau obat apapun dengan alasan medis seperti diabetes atau penyakit jantung, maka hindari kayu manis jenis cassia karena diketahui memiliki efek pengencer darah. Menurut studi The University of Iowa, pengencer darah dapat menyebabkan pendarahan yang berlebihan.

Baca Juga:Inspirasi Menu Buka Puasa : Donat Ubi Tabur Kayu Manis Bubuk

3. Gangguan Kehamilan

Menurut studi keluaran University of Wisconsin, Moms harus menghindari konsumsi kayu manis saat hamil dalam bentuk suplemen. Karena dapat menyebabkan risiko seperti keringat berlebih, gangguan lambung, denyut jantung, dan penurunan kadar gula darah.

4. Pemicu Alergi

Ilustrasi kayu manis
Foto: Ilustrasi kayu manis

Foto: Orami Photo Stocks

Akibat perubahan hormon tak jarang konsumsi kayu manis saat hamil membuat Moms merasakan reaksi alergi karena sensitif. Adapun tanda-tandanya seperti sensasi terbakar di mulut atau sariawan di lidah, dan radang di tenggorokan.

Untuk menghindari risiko konsumsi kayu manis saat hamil, satu hingga enam gram kayu manis sehari dianggap aman untuk orang dewasa. Namun, tidak ada jumlah harian yang direkomendasikan untuk ibu hamil. Oleh karena itu, American Journal of Obstetrics & Gynecology, menyarankan untuk mengambil kurang dari batas normal yang diizinkan.

Baca Juga:Tak Hanya Untuk Makanan, Ini 5 Manfaat Kayu Manis Untuk Kesehatan!

Tapi, taka da salahnya Moms membatasi penggunaan kayu manis untuk perasa atau bumbu. Jika Moms mengetahui bahwa jumlah kayu manis yang dikonsumsi membuat khawatir, maka tidak ada salahnya menghindari hingga waktu kelahiran.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.