03 Juni 2022

Masyarakat Diajak Salat Ghaib untuk Doakan Anak Ridwan Kamil, Ini Tata Caranya

Salat ghaib dapat dilakukan karena orang yang meninggal dalam keadaan jauh atau lain negara

Kabar duka datang dari keluarga Ridwan Kamil. Keluarga Ridwan Kamil telah mengikhlaskan Emmeril Khan Mumtaz. Masyarakat diajak salat ghaib untuk mendoakan Eril.

Hal tersebut disampaikan pihak keluarga melalui akun media sosial @rkjabarjuara. Dalam unggahan tersebut, keluarga telah melakukan pertemuan dengan MUI Jabar terkait hal ini.

"Dengan memperhatikan ketentuan syara', jenazah harus segera dishalatkan. Karena jenazah belum/tidak ditemukan maka salat jenazah dilakukan dengan cara SHALAT GHAIB," tulis unggahan tersebut.

MUI Jabar menyerukan kepada seluruh masyarakat Muslim untuk melaksanakan salat ghaib Jumat, 3 Juni 2022 di setiap masjid/musala. Salat ghaib bisa dilakukan sebelum atau setelah salat Jumat.

Di Indonesia, mendoakan keluarga, sahabat, tetangga, kerabat dekat, atau bahkan orang yang tak dikenal yang meninggal sudah menjadi tradisi. Dalam ajaran Islam dikenal 2 cara mendoakan atau menyalatkan mereka yang sudah meninggal, yaitu salat jenazah dan salat ghaib.

Melansir NU Online, salat jenazah maupun salat ghaib merupakan sebuah kewajiban atau fardhu kifayah bagi umat Muslim.

Ketika salah seorang atau keluarga di suatu tempat sudah melaksanakannya, maka kewajiban sudah gugur bagi orang yang lain.

Meski begitu, melaksanakan salat jenazah tetap dianjurkan bagi siapa pun yang mengetahui kematian saudara Muslimnya.

Baca Juga: Sholat Tasbih: Tata Cara, Bacaan, dan Manfaatnya Jika Diamalkan

Beda Salat Jenazah dan Salat Ghaib

sholat gaib
Foto: sholat gaib

Foto: Inisiatifnews.com

Umat Muslim mengenal istilah takziah atau melayat, yang dilakukan dengan mendatangi rumah duka, membaca rangkaian doa, dan memberikan ucapan belasungkawa pada keluarga yang ditinggalkan. 

Dalam kegiatan takziah ini, dilakukan salat jenazah untuk memohonkan ampun dan mendoakan orang yang meninggal.

Apabila fisik jenazah dari orang meninggal dapat dijangkau, maka dapat langsung disalatkan bersama keluarga, kerabat ataupun tetangga.

Namun, apabila jenazah tersebut tidak terjangkau, atau jenazah berada ditempat yang jauh seperti di luar negeri, maka tetap disalatkan dengan melaksanakan salat jenazah secara gaib. 

Salat gaib juga dilakukan untuk jenazah yang tidak diketahui keberadaannya, seperti dalam kecelakaan pesawat, tenggelam dan sebagainya.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Hajat dan Keutamaannya yang Luar Biasa, Masya Allah!

Tata Cara Salat Ghaib

sholat gaib
Foto: sholat gaib

Foto: Cnnindonesia.com

Tata cara salat ghaib tidak jauh berbeda dari tata cara salat jenazah. Perbedaannya hanya pada niat dan ada tidaknya jenazah di hadapannya.

Berikut adalah tata cara atau rukun salat gaib yang harus dilakukan.

1. Niat

Pertama adalah niat. Sama halnya dengan salat lainnya, salat gaib wajib dilakukan dengan niat.

2. Berdiri Bila Mampu

Berbeda dengan salat lima waktu, salat gaib dilakukan dengan berdiri, tidak sujud ataupun rukat.

Namun, bagi yang tidak mampu dapat melaksanakan salat dalam posisi duduk ataupun sesuai dengan yang dimampuinya.

3. Takbir Empat Kali

Selanjutnya adalah membaca 4 takbir termasuk takbiratul ihram, yang dilanjutkan membaca surat Al Fatihah pada takbir pertama.

Takbir kedua membaca salat atas nabi minimal salat pendek yaitu “Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad”.

Kemudian dilanjutkan dengan mendoakan orang yang meninggal pada takbir ketiga, yaitu “Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa ‘afihi wa’fu anhu.” Artinya, "Ya Allah ampunilah dia, berilah dia rahmat dan sejahterakan serta maafkanlah dia".

Pada takbir terakhir atau takbir keempat, disunahkan untuk membaca doa sebelum salam. Doa yang bisa dibaca adalah “Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba’dahu waghfirlana walahu”.

Artinya, "Ya Allah, janganlah Engkau halangi pahalanya yang akan sampai kepada kami, dan jangan Engkau memberi fitah kepada kami sepeninggalnya serta ampunilah kami dan dia".

4. Membaca Surat Al-Fatihah

Tata cara salat gaib selanjutnya adalah membaca surat al-Fatihah, berdasarkan hadits riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

“Amarana Rasûlullâhi shalallâhu ‘alaihi wasallam an naqra‘a bi fâtihatil kitâb ‘alâ janâzah"

(Rasulullah SAW memerintahkan kami membaca surah al-Fatihah saat shalat jenazah). (HR Ibnu Majah).

5. Membaca Salawat kepada Rasulullah SAW

Tahap berikutnya adalah membaca shalawat kepada Nabi saw setelah takbir kedua.

Minimal dengan membaca "Allahummâ shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad". Namun yang paling sempurna adalah membaca shalawat Ibrahimiyah yang biasa dibaca saat tasyahud akhir dalam shalat.

6. Doa untuk Jenazah

Dalilnya merupakan sabda Rasulullah SAW. Berikut doa Rasulullah saw yang diriwayatkan dari ‘Auf bin Malik ra:

Allahummagfir lahû warhamhû wa’fu ‘anhû wa’âfihî wa akrim nuzulahû wa wassi’ madkhalahû waghsilhu bi mâ‘in wa tsaljin wa baradin wa naqqihi minal khathâyâ kamâ yunaqqast tsaubul abyadhu minad danas wa abdilhu dâran khairan min dârihî wa ahlan khairan min ahlihî wa zaujan khairan min zaujihî waqihî fitnatal qabri wa ‘adzâbin nâr.

Artinya:

Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah ia, maafkanlah dan berilah ia keafiatan (nasib ukhrawi yang baik), muliakanlah tempatnya, lapangkanlah jalurnya, basuhlah ia dengan air surgawi yang sejuk nan segar, bersihkanlah ia dari noda-noda kesalahan laiknya baju putih yang kembali mengkilap setelah dibersihkan dari kotoran dan noda, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih indah, keluarga dan pasangan yang lebih baik, lindungilah ia dari fitnah kubur dan siksa neraka.”

7. Salam

Selanjutnya adalah membaca salam setelah takbir keempat. Namun, setelah takbir dan sebelum salam, disunnahkan membaca doa berikut:

Allâhumma lâ tahrimnâ ajrohû walâ taftinnâ ba’dahû wagfir lana walahû”

(Ya Allah, janganlah engkau jadikan kami penghalang pahalanya, dan janganlah biarkan kami dalam ajang fitnah, umpatan atau buah bibir setelah ini semua, dan ampunilah kami dan dia.)

Salam diucapkan menoleh ke arah kanan dan kiri. Dengan demikian telah ditunaikan salat jenazah atau salat gaib ini

Baca Juga: Ini Tata Cara Sholat Jumat Hingga Doa yang Dianjurkan, Yuk Simak!

Niat Salat Gaib

Keutamaan Membaca Alquran -2.jpg
Foto: Keutamaan Membaca Alquran -2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Seperti ibadah salat lainnya, niat menjadi salah satu rukun salat yang tidak boleh ditinggalkan.

Untuk niatnya, dapat diklasifikasi tergantung jenis kelamin, jumlah jenazah dan status mushalli-nya apakah menjadi imam, makmum, atau salat sendiri.

Berikut adalah lafal niat salat gaib:

1. Jenazah Laki-laki

Ushallî ‘alâ mayyiti (fulân) al-ghâ-ibi arba’a takbîrâtin fardhal kifayâti imâman/ma’mûman lillâhi ta’âlâ.

Artinya:

“Saya menyalati jenazah ‘Si Fulan (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”  

2. Jenazah Perempuan

Ushalli ‘ala mayyitati ‘fulanah’ al-ghaibati arba’a takbiratin fardhal kifayâti imaman/ma’muman lillahi ta’ala.

Artinya:

“Saya menyalati jenazah ‘Si Fulanah (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”

3. Jenazah Dua Laki-laki/Satu Laki-laki dan Satu Perempuan/Dua Perempuan

Ushallî ‘alâ mayyitaini/mayyitataini ‘Fulânin wa Fulânin—Fulân wa Fulânah/Fulanâh wa Fulânah’ al-ghaibaini/al-ghaibataini arba’a takbîrâtin fardhal kifayâti imâman/ma’mûman lillâhi ta’âlâ.

Artinya:

“Saya menyalati dua jenazah ‘Si Fulan dan Si Fulan/Si Fulan dan Si Fulanah/Si Fulanah dan Si Fulanah (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”

4. Jenazahnya Banyak

Ushallî ‘alâ jamî’i mautâ qaryati kadzâl ghaibînal muslimîna arba’a takbîrâtin fardhal kifayâti imâman/ma’mûman lillâhi ta’âlâ.  

Artinya:

“Saya menyalati seluruh umat muslim yang jadi korban  di desa ‘...’ (sebutkan nama desanya) yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”

Dalil Salat Ghaib

sholat gaib
Foto: sholat gaib (Orami Photo Stock)

Foto: Storage.nu.or.id

Terdapat beberapa dalil dan pendapat dari para ulama yang menjelaskan tentang pelaksanaan salat ghaib.

1. Jarak Jauh atau Lain Negara

Ada dalil yang menyebutkan bahwa salat ghaib tidak boleh dilakukan jika orang yang meninggal masih dalam satu negara. Sedangkan orang tidak dapat hadir karena sakit atau ditahan.

Namun ada pula pendapat ulama yang menyatakan bahwa, salat gaib dapat dilakukan karena orang yang meninggal dalam keadaan jauh atau lain negara.

2. Sekali Salat

Dalil yang menyebutkan bahwa salat gaib dapat dilakukan dengan sekali salat, dan niat untuk beberapa jenazah atau orang yang meninggal secara menyeluruh.

Sehingga dapat dipahami bahwa soalat gaib dapat dilakukan secara sekaligus untuk beberapa jenazah atau korban atau orang yang meninggal akibat bencana, kecelakaan, atau penyakit.

3. Batasan Ghaib

Dalam pelaksanaan salat ghaib disebutkan bahwa batasan ghaib adalah ketika seseorang berada di sebuah tempat di mana panggilan azan sudah tidak terdengar.

Jika sudah di luar jangkauan, maka salat ghaib bisa dilakukan untuk memohonkan ampun dan mendoakan orang yang meninggal.

Baca Juga: Sering Bingung Sholat Saat Bepergian? Pakai Aplikasi Arah Kiblat Ini Agar Lebih Praktis

Itulah dia mengenai tata cara salat ghaib, lengkap dengan bacaan niat serta terjemahan dan dalilnya. Semoga bermanfaat ya!

  • https://islam.nu.or.id/post/read/130391/tata-cara-shalat-ghaib-niat-syarat-dan-rukunnya
  • http://eprints.radenfatah.ac.id/2436/1/Fiqh%20shalat%20jenazah.pdf
  • https://www.scribd.com/doc/312995676/Sholat-Ghaib
  • https://www.instagram.com/p/CeTu_ywvsUs/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.