3-12 bulan

20 Januari 2021

5 Salep Herpes Ampuh untuk Mengobati Herpes pada Bayi

Ketahui lima rekomendasi salep herpes untuk bayi, tapi tetap diperlukan rekomendasi dari dokter anak ya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Intan Aprilia

Semakin muda usia Si Kecil, semakin rentan mereka terhadap efek berbahaya dari herpes pada bayi.

Herpes pada bayi disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) yang sangat menular yang dapat menyebabkan luka dingin. Herpes bisa menjadi serius pada bayi yang baru lahir karena sistem kekebalannya belum berkembang sepenuhnya melawan virus.

Adapun penyebab herpes pada bayi sendiri menurut National Health Service, yaitu jika Moms pertama kali terkena herpes genital dalam enam minggu terakhir kehamilannya sehingga Si Kecil yang baru lahir berisiko tertular.

Ada risiko Moms menularkan infeksi ke Si Kecil jika melahirkan melalui vagina. Namun, risiko ini lebih rendah jika Moms pernah menderita herpes genital sebelumnya.

Kemudian, Bila Si Kecil mendapatkan ciuman dari seseorang yang mengalami herpes mulut kemudian mencium mulutnya. Biasanya virus herpes simpleks ini dapat ditularkan ke bayi.

Baca Juga: Simak Gejala Cacar Ular alias Herpes Zoster yang Mengganggu

Virus herpes juga dapat menyebar ke bayi jika ibu mengalami lepuh akibat herpes di payudaranya dan ia memberi makan bayi dengan payudara yang terkena atau ASI yang keluar dari payudara yang terkena.

Seorang bayi paling berisiko terkena infeksi herpes dalam 4 minggu pertama setelah lahir.

Menurut University of Rochester Medical Center, beberapa anak tidak menunjukkan gejala infeksi pertama virus herpes simpleks. Dalam kasus lain, seorang anak mungkin mengalami gejala mirip flu yang parah dan bisul di dalam dan sekitar mulut.

Salep Herpes untuk Bayi

herpes.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun saat ini tidak ada obat untuk herpes mulut, kabar baiknya adalah bisa sembuh dengan sendirinya menurut penjelasan Healthy Children.

Beberapa mungkin membutuhkan waktu lebih lama dari yang lain untuk sembuh. Luka dingin biasanya tidak dapat diobati, karena obat yang tersedia saat ini mungkin salep herpes yang akan mempercepat waktu penyembuhan.

Namun, perlu diingat herpes pada bayi juga bisa terjadi meskipun Moms dan Dads sebagai orang tuanya tidak pernah ingat menderita sakit herpes dalam bentuk apapun.

Herpes pada bayi perlu dideteksi dan diobati dengan cepat. Lalu, apa saja jenis salep herpes untuk bayi yang aman?

1. Salep Acyclovir 5%

Salep herpes untuk bayi ini memiliki nama Acylovir. Direkomendasikan oleh Medicine For Children, salep Acyclovir dapat memperlambat pertumbuhan dan penyebaran virus sehingga tubuh Si Kecil dapat melawan virus herpes yang menyebabkan infeksi di sekitar mulut. Salep herpes untuk bayi ini dikenal sebagai obat anti virus.

Biasanya, krim Acyclovir dioleskan lima kali dalam sehari dengan rentang waktu ideal sekitar empat jam.

Kemudian, oleskan pada waktu yang sama setiap hari yang menjadikan rutinitas harian Si Kecil termasuk membantu Moms dan Dads untuk mengingat.

Dokter anak akan menentukan jumlah dosis salep acyclovir yang tepat untuk Si Kecil. Dosis akan ditampilkan di label obat.

Penting untuk Moms mengikuti saran dokter tentang berapa banyak yang harus diberikan.

Cara pemberiannya yaitu:

  • Cuci tangan Moms dengan sabun dan air panas.
  • Peras salep dalam jumlah kecil (seukuran kacang polong) ke atas ujung jari Moms.
  • Oleskan salep dalam laposan tipis di atas herpes mulut sampai meresap ke dalam kulit.
  • Jangan menggosok salep dengan kasar karena dapat mengiritasi luka.
  • Jangan mengoleskan salep herpes untuk bayi pada kulit yang sehat kemudian cuci tangan kembali dengan sabun dan air panas setelah oles salep herpes.

Salep acyclovir ini akan bekerja secara maksimal segera setelah gejala timbul. Jangan berhenti lebih awal, karena virus herpes mungkin mulai berkembang biak lagi serta kembali.

Jika Si Kecil secara tidak sengaja menelan salep Acyclovir, sebenarnya tidak apa-apa.

Namun, jika Moms atau Dads khawatir dengan buah hati kalian maka langsung segera hubungi dokter anak dan bawalah obat atau kemasan jika tengah menghubungi mereka.

Apakah ada kemungkinan efek samping dari salep herpes ini? Setiap efek samping yang terjadi biasanya ringan dan akan hilang setelah beberapa hari.

Baca Juga: Herpes pada Bayi: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Pencegahannya

2. Salep Zovirax

Berdasarkan selebaran dari Medlineplus, Salep Zovirax sebagai salep herpes ini mengandung bahan aktif acyclovir yang sudah dijabarkan sebelumnya termasuk salep herpes untuk bayi yang juga obat-obatan antivirus.

Salep ini juga digunakan untuk mengobati herpes pada bibir dan wajah.

Walaupun begitu, salep herpes ampuh ini tidak menghilangkan infeksi virus dari tubuh. Namun, mengurangi keparahan dan durasi saat muncul kembali.

Kemudian, pemberian salep Zovirax ini baiknya dilakukan ketika indikasi herpes termasuk namanya sudah disebutkan oleh dokter.

Bila Moms dan Dads tidak yakin memberikan Zovirax sebagai salep herpes untuk kulit maka bicarakan dengan apoteker atau dokter.

Sampai saat ini belum ada obat yang diketahui memengaruhi kinerja salep Zovirax.

Tapi, pastikan Moms dan Dads tidak mencampurkannya dengan krim, lotion atau salep lain kemudian oleskan hanya ke area yang terkena efek.

Baca Juga: 13 Cara Tradisional Mengatasi Cacar Air pada Anak

Cara menggunakan salep Zovirax sebagai salep herpes untuk kulit ini harus mengikuti semua arah yang diberikan. Bila tidak mengerti maka tanyakan kembali cara menggunakannya secara detail.

Salep herpes ini hanya untuk pemakaian luar sehingga oleskan secara tipis ke daerah yang terkena, termasuk bagian luar tepi lepuh herpes, lima kali sehari setiap empat jam.

Bila tak kunjung membaik dalam waktu empat hari, maka langsung hubungi dokter. Hindari menggosok area herpes dan menyentuh yang akan membantu untuk memperburuk kondisi infeksi serta mengurangi risiko menularkannya pada orang lain.

Hindari kontak dengan mata, jika tidak senga maka bersihkan dengan air.

Baca Juga: Waspada! Bayi Bisa Terkena Herpes Hanya Karena Dicium

3. Salep Penciclovir (Rute Topikal)

Penciclovir termasuk dalam keluarga obat-obatan yang disebut antivirus.

Antivirus digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus. Biasanya mereka bekerja hanya untuk satu jenis atau kelompok infeksi virus.

Penciclovir topikal digunakan sebagai salep herpes ampuh untuk mengobati gejala infeksi virus herpes simpleks di sekitar mulut (luka dingin).

Meskipun Penciclovir Topikal tidak akan menyembuhkan herpes simpleks, Penciclovir dapat membantu meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan serta dapat membantu menyembuhkan luka lebih cepat.

Obat ini hanya tersedia dengan resep dokter. Dilansir dari Mayo Clinic, tidak ada informasi khusus yang membandingkan penggunakan Penciclovir Topical pada bayi dengan penggunaan pada kelompok usia lain.

Baca Juga: Mencegah Campak Jerman alias Rubella pada Anak

Meskipun obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan bersama sama sekali, dalam kasus lain dua obat yang berbeda dapat digunakan bersama bahkan jika interaksi mungkin terjadi.

Dalam kasus ini, dokter mungkin ingin mengubah dosis, atau tindakan pencegahan lain mungkin diperlukan.

Salep herpes ini hanya boleh digunakan di bibir atau wajah. Penciclovir paling baik digunakan sesegera mungkin setelah gejala infeksi herpes (misalnya nyeri, rasa terbakar, atau lecet) mulai muncul. Jangan gunakan salep herpes ini di dalam atau di dekat mata.

Jangan gunakan salep herpes ini di dalam mulut atau hidung atau di bagian dalam tubuh lainnya. Dosis obat ini akan berbeda untuk setiap pasien. Ikuti perintah dokter atau petunjuk pada label.

4. Hydrocortisone

Salep herpes lainnya yang bisa digunaka adalah Hydrocortisone.

Menurut Michigan Medicine, ini adalah salep herpes yang yang memiliki sifat anti-inflamasi, anti alergi dan anti pruritus pada jaringan kulit.

Hydrocortison di gunakan untuk mengobati eksim, inflamasi, kemerahan,serta gatal-gatal pada kulit, beberapa jenis infeksi kulit yang dapat diobati contohnya dermatitis alergi, herpes dan penyakit kulit lainnya.

Hydrocortisone sebagai salep herpes dapat digunakan untuk luka dingin di bibir dan sekitar mulut. Salep herpes ini kurang ampuh mengobati lesi herpes yang menyerang alat kelamin atau mata.

Pengobatan dengan Hidrokortison harus dimulai sesegera mungkin setelah munculnya gejala pertama (seperti kesemutan, rasa terbakar, lepuh).

Cara pemakaiannya mudah, Cuci tangan sebelum dan sesudah mengoleskan salep herpes. Basuh juga area kulit yang akan dirawat.

Oleskan tipis salep herpes untuk kulit untuk menutupi bagian yang sakit dingin atau kesemutan. Jangan menggosok herpes pada mulut, untuk menghindari memperburuk atau menyebarkan virus ke area lain di mulut.

Jangan menutupi kulit yang dirawat dengan perban. Usahakan jangan mandi atau terkena air selama 30 menit setelah mengoleskan salep herpes untuk kulit ini.

Gunakan salep herpes ini untuk jangka waktu yang ditentukan sepenuhnya. Gejala mungkin membaik sebelum infeksi benar-benar sembuh.

5. Abreva (docosanol)

Docosanol digunakan sebagai salep herpes untuk mengobati luka dingin atau luka lepuh panas (herpes labialis).

Dapat mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi gejala (seperti kesemutan, nyeri, terbakar, gatal).

Ia bekerja dengan cara memblokir virus yang menyebabkan luka dingin (herpes simpleks) memasuki sel kulit yang sehat dan bertambah jumlahnya, menurut Daily Med.

Ini adalah satu-satunya salep herpes antivirus yang disetujui FDA untuk infeksi herpes yang dapat Moms peroleh tanpa resep, melansir Dove Press.

Salep herpes ini menghambat kemampuan virus untuk berkembang biak di dalam tubuh, tetapi tidak sepenuhnya menghancurkan atau menghilangkan virus.

Cuku oleskan salep herpes ke area yang terkena setiap tiga sampai empat jam. Berhati-hatilah untuk mengaplikasikannya pada kulit, ingat, bukan di dalam mulut, mata, atau vagina. Cuci tangan sebelum dan sesudah digunakan.

Baca Juga: Sebabkan Kematian, Kenali 7 Gejala DBD Pada Anak dan Pertolongan Pertama yang Harus Diberikan

Selain salep herpes, losion dan krim pereda nyeri dapat meredakan ketidaknyamanan yang terkait dengan luka pada kulit.

Ada sejumlah losion yang bisa digunakan untuk menenangkan herpes pada kulit.

Obat oral seperti Tylenol (acetaminophen), Advil (ibuprofen), dan Aleve (naproxen) juga dapat membantu meredakan nyeri terkait herpes selama beberapa jam.

Hindari Ini untuk Mengobati Herpes

Salep herpes pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Nationwide Children, selain menggunakan salep herpes ampuh untuk kulit, cara ini dapat dilakukan untuk mengurangi rasa sakit pada kulit akibat herpes.

  • Dokter mungkin meresepkan obat antivirus atau salep herves untuk membantu mempercepat proses penyembuhan. Ini juga mempersingkat waktu ketika virus dapat menyebar dari luka herpes.
  • Nyeri dapat diobati dengan obat-obatan seperti Tylenol (acetaminophen) atau Motrin (ibuprofen) atau dengan mengoleskan kantong es yang dibungkus handuk ke area yang terkena.
  • Jika sariawan ada di mulut, hindari makanan tinggi asam, seperti buah jeruk dan jus.
  • Area yang terinfeksi harus tetap bersih dan kering.
  • Sering-seringlah mencuci tangan dan hindari menyentuh luka untuk mencegah penyebaran virus.
  • Penting untuk tetap sehat dengan istirahat yang cukup, mendapat nutrisi yang tepat dan olahraga serta mengelola stres dengan baik.

Namun, jika sudah hampir waktunya untuk dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan kembali ke jadwal pemberian dosis regular. Jangan menggandakan dosis.

Baca Juga: Dicium Orang, Bayi Usia 11 Hari Ini Hampir Meninggal Kena Herpes

Gejala Infeksi Herpes Pada Bayi

Kebanyakan orang dengan HSV-1 dapat mengeluarkannya melalui air liur tanpa gejala, atau mungkin mengalami sakit flu, melepuh kecil berisi cairan yang pecah, mengeras, dan menghilang dalam waktu sekitar 21 hari.

  • Bayi baru lahir yang terinfeksi mungkin memiliki gejala ringan pada awalnya, seperti demam ringan (100,4 derajat F., atau lebih, rektal), kurang makan, atau satu atau lebih lepuh kulit kecil. Ini bisa terjadi dua hingga 12 hari setelah terpapar HSV. Jika salah satu dari ini terjadi, segera beri tahu dokter anak.
  • Bayi baru lahir bisa menjadi sangat sakit dengan cepat disertai demam tinggi dan kejang, dan bisa menjadi lesu (terkulai).
  • Infeksi HSV pada bayi baru lahir bisa sangat parah bahkan bisa menyebabkan kematian.Sehingga, bila sudah ada gejal infeksi herpes pada bayi segera hubungi dokter untuk lebih lanjut.

Pencegahan herpes pada bayi baru lahir sangat menantang. Mencegah infeksi pada orang tua dapat membantu mengurangi risiko infeksi pada bayi baru lahir.

Meskipun mungkin akan ada vaksin dalam perjalanan, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Baca Juga: Cacar Air pada Bayi, Apakah Wajar?

Penggunaan obat atau salep herpes apapun terutama pada bayi atau anak kecil, hanya perlu dilakukan dengan resep, dan tindak lanjut yang cermat dari dokter.

Herpes dan masalah medis lainnya perlu didiskusikan dengan dokter anak.

Di masa depan, mungkin dapat melindungi bayi lebih jauh dengan vaksin untuk ibunya, bayi, atau keduanya, dan merawat mereka dengan obat atau salep herpes yang lebih manjur.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait