Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
19 Desember 2022

Bronkopneumonia: Penyebab, Faktor Risiko, dan Penanganan yang Tepat

Kondisi ini bisa menyerang anak di bawah 2 tahun
Bronkopneumonia: Penyebab, Faktor Risiko, dan Penanganan yang Tepat

Bronkopneumonia adalah sejenis pneumonia yang terjadi di bronkus dan alveolus yaitu peradangan atau infeksi akibat virus, bakteri, atau jamur.

Sebagai informasi, bronkus adalah saluran udara yang memastikan udara masuk dengan sempurna dari trakea ke alveolus.

Sedangkan, alveolus adalah kantong udara kecil yang berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Simak lebih lengkapnya di bawah ini, ya!

Baca Juga: Comtusi Sirup, Mengatasi Batuk dengan Mengencerkan Dahak dan Melegakan Saluran Napas

Perbedaan Pneumonia dan Bronkopneumonia

Konsultasi ke Dokter

Foto: Konsultasi ke Dokter (Freepik.com/jcomp)

Nah, pneumonia adalah infeksi paru-paru yang terjadi akibat virus, bakteri, atau jamur yang menyebabkan peradangan dan infeksi pada alveoli.

"Pneumonia adalah peradangan akut pada paru yang disebabkan oleh infeksi.

Infeksi menyebabkan peradangan pada kantong-kantong udara (alveoli) di salah satu atau kedua paru sehingga alveoli yang seharusnya terisi udara, dipenuhi cairan atau nanah.

Hal ini menyebabkan keluhan batuk, demam, sesak napas, atau nyeri dada," jelas dr. Ademalla Kirana Nungtjik, Sp. P Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Lalu, bronkopneumonia adalah jenis pneumonia yang menyebabkan peradangan pada alveoli.

Sejauh ini, Moms sudah bisa membedakannya, bukan?

Kedua kondisi ini masih terbilang sama karena sama-sama menyerang paru-paru.

Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), di Amerika, kondisi ini menyebabkan sebanyak 51.811 kematian setiap tahunnya.

Sebagian besar kasus terjadi pada orang dewasa usia 65 tahun ke atas.

Baca Juga: Jangan Disepelekan! Ini Dampak Serta Komplikasi Penyakit ISPA Pada Balita

Penyebab Bronkopneumonia

Anak Batuk

Foto: Anak Batuk (Freepik.com/mdjaff)

Mengutip dari Microbial Etiology of Pneumonia: Epidemiology, Diagnosis and Resistance Patterns, kondisi ini adalah masalah kesehatan dunia yang serius bahkan menjadi penyebab kematian akibat penyakit menular di dunia.

Terlebih, kondisi ini bersifat berbahaya jika dibarengi dengan penyakit lainnya dan akibat faktor usia.

Di sisi lain, bronkopneumonia dan pneumonia bisa disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur.

"Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur.

Beberapa jenis mikroorganisme yang umumnya menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumonia, Haemophilus influenza, serta virus penyebab flu dan virus Sars-COV-2 penyebab Covid-19," jelas dr. Ademalla Kirana.

Penyakit yang menyerang paru-paru ini menular dan bisa menyebar di antara orang-orang sehat lainnya.

Penularannya bisa melalui bersin dan batuk kemudian udara yang tercampur dengan batuk dan bersin terhirup oleh orang yang sebelumnya tidak tertular.

Berikut ini jenis bakteri yang menyebabkan bronkopneumonia:

  • Staphylococcus aureus
  • Haemophilus influenzae
  • Pseudomonas aeruginosa
  • Escherichia coli
  • Klebsiella pneumoniae
  • Spesies Proteus

Faktor Risiko Bronkopneumonia

Semua orang bisa mengalami bronkopneumonia, tapi ada beberapa orang yang lebih berisiko terhadap kondisi ini.

Bronkopneumonia sering menyerang orang dewasa hingga lansia yang berusia 65 tahun ke atas.

Inilah faktor risiko lainnya:

1. Usia

Ilustrasi Tangan Lansia

Foto: Ilustrasi Tangan Lansia (Freepik.com/rawpixel-com)

Orang yang berusia di 65 tahun atau lebih berisiko mengidap bronkopneumonia.

Namun, tidak hanya menyerang lansia saja, lho!

Melainkan, anak-anak usia 2 tahun atau yang lebih kecil juga memiliki risiko terkena penyakit paru-paru ini.

Bahkan berisiko mengalami komplikasi serius ketika anak beranjak dewasa.

2. Faktor Lingkungan

Tenaga kesehatan hingga pekerja lainnya yang berada di rumah sakit lebih berisiko terhadap penularan bronkpneumonia.

Tidak hanya di rumah sakit, tempat penitipan anak, panti asuhan, panti jompo, hingga tempat tinggal padat lainnya yang meningkatkan risiko kondisi ini.

Baca Juga: 7 Bahaya Asap Rokok Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

3. Gaya Hidup

Gaya hidup yang buruk, seperti merokok, penggunaan alkohol, hingga gizi buruk, bisa meningkatkan risiko penyakit ini.

4. Kondisi Medis

Memiliki kondisi medis tertentu dapat meningkatkan risiko terkena pneumonia jenis ini, yaitu:

Menurut dr. Ademalla Kirana pneumonia dapat menjangkit siapa saja mulai dari anak, remaja, hingga lanjut usia.

Tetapi, terdapat beberapa kondisi atau faktor yang meningkatkan risiko pneumonia, antara lain:

  • Bayi dan anak usia kurang dari 2 tahun karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang dengan sempurna.
  • Orang dengan dengan usia 65 tahun atau lebih.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Orang yang mengonsumsi obat-obatan terlarang.
  • Memiliki penyakit penyerta (komorbid) yang tidak terkontrol.
  • Memiliki kondisi-kondisi lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga: Bronkopneumonia pada Anak, Infeksi Saluran Bronkial Paru-paru

Cara Menyembuhkan Bronkopneumonia

Obat-obatan

Foto: Obat-obatan (Orami Photo Stocks)

Pengobatan pneumonia harus disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan penyakit.

Pneumonia akibat infeksi bakteri, diatasi dengan antibiotik.

Pneumonia yang disebabkan oleh infeksi virus, diberikan obat antivirus.

Sementara pneumonia yang disebabkan oleh jamur, diobati dengan obat antijamur.

Beberapa obat tambahan lain untuk meringankan gejala pneumonia antara lain obat penurun panas, pereda nyeri, obat batuk, hingga multivitamin.

Jangan lupa untuk memperbanyak istirahat, mengonsumsi makanan berprotein tinggi, cukup serat, dan kaya akan cairan.

Baca Juga: Mengenal Anthrax, Penyakit yang Ditularkan dari Hewan Ternak dan Bisa Menyebabkan Kematian!

Bronkopneumonia Bisa Menular

Perempuan Bersin

Foto: Perempuan Bersin (Freepik.com/benzoix)

Mungkin sering bertanya-tanya apakah kondisi ini bisa menular? Kondisi ini bisa menular, ya Moms.

"Pneumonia dapat menular. Saluran napas bagian bawah sampai ke paru bersifat steril.

Paru terlindung dari infeksi melalui mekanisme pertahanan awal berupa filtrasi bulu hidung, refleks batuk, bulu-bulu halus di saluran napas, serta adanya faktor imunitas," ujar dr. Ademalla Kirana.

Nah, jika mekanisme pertahanan tersebut terganggu atau virulensi (kekuatan penyebab infeksi) bertambah, maka agen yang menyebabkan infeksi dapat masuk ke saluran napas bagian bawah.

Cara masuknya yaitu melalui hirupan napas atau inhalasi droplet (percikan dahak) yang dikeluarkan saat penderita bersin dan batuk.

Atau juga bisa melalui aspirasi flora komensal, yakni flora normal tubuh dari saluran napas bagian atas.

Nah, itulah informasi seputar bronkopneumonia yang dijelaskan pula oleh dr. Ademalla Kirana, semoga bermanfaat, ya Moms!

  • https://www.mdpi.com/1422-0067/17/12/2120
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/323167#prevention
  • https://www.healthline.com/health/bronchopneumonia#risk-factors
  • https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1400/bronkopneumonia

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.