Kesehatan

14 Mei 2021

3 Jenis Salep Mata Berdasarkan Kegunaannya dan Aturan Pakainya, Jangan Salah Pilih!

Pilih sesuai gejala dan jangan lupa konsultasikan ke dokter
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Jika mata mengalami permasalahan seperti gatal, iritasi, atau permasalahan lainnya, salah satu pertolongan pertama yang Moms bisa lakukan adalah dengan salep mata.

Walaupun sering dijumpai, ternyata masih banyak yang bingung bahkan salah dalam penggunaan salep mata. Pasalnya, masyarakat lebih memilih tetes mata yang dinilai langsung masuk ke mata dan memberikan efek lebih cepat.

Tekstur salep mata sangat berbeda dengan obat tetes mata. Jika obat tetes mata biasanya bertekstur cair menyerupai air, salep mata lebih padat dan berminyak mirip petroleum jelly. Saat diusapkan ke area mata, salep akan meleleh dikarenakan suu badan.

Salep mata adalah bentuk perawatan yang sangat aman. Namun, teksturnya yang padat terkadang akan membuat penglihatan sedikit kurang jelas. Maka dari itu, dokter akan menyarankan menggunakannya pada saat sebelum tidur.

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Penularan Sakit Mata

Kandungan dalam salep mata akan disesuaikan dengan kondisi mata, sehingga berbeda jenis berbeda pula permasalahan yang apat ditangani. Ada beberapa resep salep mata yang Moms bisa dapatkan di apotek tanpa resep dokter, ada pula yang memerlukannya jika sudah masuk ke golongan obat keras dan perlu pengawasan saat pemakaiannya.

Berikut ini penjelasan lebih jelas mengenai jenis salep mata dan cara penggunaannya.

Jenis-jenis Salep Mata

chroniceye_hero-1024x672.jpg

Foto: youreyesite.com

Penggunaan salep mata sangat dilanjutkan ketika harus mengatasi infeksi mata akibat bakteri atau virus. Kondisi mata yang kering juga bisa menyebabkan iritasi yang memerlukan salep mata. Walau sama-sama permasalahan pada area mata, namun jenis salep yang digunakan akan berbeda.

1. Salep Mata Akibat Infeksi bakteri

Infeksi karena bakteri merupakan kondisi pada mata yang paling sering terjadi. Biasanya, akan menimbulkan penyakit yang disebut dengan bintitan. Tidak hanya itu, ada pula konjungtivitis maupun blefaritis.

Bintitan juga bisa imbul dari kelenjar keringat atau folikel rambut yang tersumbat di sekitar mata. Gejala ini biasanya hilang dengan sendirinya, tetapi Moms dapat menggunakan pengobatan rumahan untuk meredakan gejalanya.

Biasanya, salep yang dapat digunakan untuk melawan infeksi bakteri akan mengandung antibiotik dan ada yang dijual secara bebas di apotek. Beberapa contohnya adalah:

  • Gentamicin: merupakan antibiotik yang biasa dijadikan pilihan untuk perawatan blefaritis, konjungtivitis, dan infeksi mata lainnya.
  • Polymyxin B-neomycin-bacitracin: antibiotik kombinasi yang digunakan untuk mengatasi konjungtivitis, keratitis, dan blefaritis pada orang dewasa.
  • Ciprofloxacin: adalah jenis antibiotik yang aman untuk digunakan anak di atas 2 tahun.
  • Tobramycin: antbiotik ini dapat digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri.

2. Salep Mata Akibat Infeksi Virus

Jika iritasi atau sakit mata disebabkan oleh infeksi virus, antibiotik sudah tidak dapat dijadika pilihan untuk mengobatinya. Sebagai gantinya, dokter akan meresepkan salep mata dengan kandungan antivirus seperti acyclovir.

3. Salep Mata untuk Mata Kering

Ketika Moms merasakan mata perih, kemerahan, dan selalu mengeluarkan kotoran, bisa jadi penyebabnya adalah mata kering. Biasanya, Moms pasti akan memilih obat tetes mata, bukan?

Namun, ternyata tdak ada salahnya mencoba salep mata. Berbeda dengan salep untuk infeksi bakteri dan virus, salep untuk mata kering tidak akan mengandung antibiotik dan antivirus, melainkan pelumas berupa minyak mineral yang disebut dengan petroleum putih. Tetap periksa daftar bahan salep untuk memastikan tidak mengandung pengawet atau fosfat, yang bisa berbahaya bagi mata.

Mata kering juga dapat meningkatkan risiko infeksi mata. Ini karena air mata, yang mengandung garam, membantu mengeluarkan kuman yang berpotensi berbahaya dari mata.

Baca Juga: 3 Makanan Untuk Menjaga Kesehatan Mata Selain Wortel

Beberapa salep mata terasa perih atau mengiritasi untuk sementara waktu dan beberapa orang mungkin alergi terhadap beberapa salep mata. Beri tahu dokter kondisi mata Moms memburuk setelah menggunakan salep mata.

Cara Menggunakan Salep Mata yang Benar dan Aman

eye-ointment-1574333872.jpg

Foto: netdoctor.com

Apabila Moms lebih terbiasa menggunakan obat tetes mata dibandingkan salep mata, ada baiknya Moms mengikuti beberapa langkah penggunaannya.

Walaupun tidak jauh beda dengan penggunaan obat tetes mata, biasanya masih ada kesalahan yang membuat mata perih atau penempatan salep yang salah dan membuat efeknya tidak bekerja secara maksimal.

Ini dia Moms cara menggunakan salep mata yang benar dan aman sesuai Healthline.

  • Cuci tangan dengan bersih atau gunakan sarung tangan steril.
  • Setelah membuka tabung salep, letakkan di tempat yang bersih. Hindari menyentuh ujung yang bersentuhan dengan salep secara langsung.
  • Gunakan cermin agar lebih mudah melihat mata.
  • Letakkan ujung salep telat di depan mata, namun jangan biarkan hingga menyentuh.
  • Tarik kelopak mata bagian bawah agar mata terbuka sempurna. Bagian merah di bawah kelopak mata akan membentuk kantung kecil untuk salep.
  • Tekan tabung dengan lembut, tanpa membiarkan ujungnya menyentuh mata. Berikan sebaris salep ke dalam kantung di bawah mata.
  • Putar tabung untuk membantu salep terlepas dari ujung dan jatuh ke kelopak mata bagian bawah.
  • Tutup kedua kelopak dan biarkan tertutup selama satu menit. Salep akan meleleh bersama panas tubuh. Saat mata tertutup, lihat ke atas untuk membantu salep menyebar ke seluruh mata.
  • Bersihkan ujung tabung. Gunakan tisu bersih atau tisu bayi untuk mencegah penyebaran kuman.
  • Setelah selesai, cuci tangan dengan sabun dan air.

Jika Moms hendak mengoleskan salep mata pada bayi atau anak kecil, seringkali lebih mudah untuk membiarkan Si Kecil berbaring.

Moms juga dapat membungkus Si Kecil dengan handuk atau selimut untuk membatasi pergerakannya.

Penting untuk menggunakan salep mata antibiotik sesuai dengan yang diarahkan oleh penyedia layanan kesehatan atau dokter. Moms harus menyelesaikan pengobatan, meskipun gejala telah membaik.

Perhatikan Hal-Hal Berikut setelah Memakai Salep Mata

eye-itch.jpg

Foto: self.com

Agar sale mata bisa bekerja secara efektif dan efeknya bisa segera dirasakan, ada hal-hal penting yang Moms harus perhatikan, lho. Ini juga dapat mencegah terjadinya iritasi baru pada mata.

Ini dia tips setelah menggunakan salep mata yang dilansir melalui Health Navigator.

1. Penggunaan Lensa Kontak

Apabila biasanya Moms selalu memakai lensa kontak, lebih baik untuk tidak memakainya sampai selesai menggunakan salep. Karena adanya salep pada mata, dapat berpotensi merusak lensa mata. Jika penggunaan lensa sangat penting, maka Moms bisa gunakan salep pada malam hari ketika tidak perlu menggunakan lensa kontak.

2. Menggunakan Lebih Dari Satu Obat Mata

Bila Moms berencana menggunakan obat tetes dan salep mata pada mata yang sama, selalu gunakan obat tetes terlebih dahulu, lalu tunggu 5 menit sebelum mengoleskan salep.

Jika Moms perlu menggunakan dua salep mata, tunggu sekitar setengah jam sebelum mengoleskan salep mata kedua. Ini memungkinkan cukup waktu untuk salep mata pertama diserap.

Baca Juga: Makanan yang Baik untuk Kesehatan Mata Anak, Tidak Hanya Wortel!

3. Hindari Kontaminasi

Berhati-hatilah untuk tidak menyentuh kelopak mata atau area sekitarnya dengan ujung salep dari botol. Tutup salep mata dengan rapat saat tidak digunakan.

4. Membersihkan Mata Lengket

Bulu mata dan kelopak mata mungkin menjadi lengket setelah menggunakan salep mata. Untuk Moms yang ingin membersihkannya, pastikan untuk bersihkan dengan lembut menggunakan waslap basah (flanel) yang hangat atau kompres setiap selesai menggunakan salep mata.

Jika masih ada salep kering yang tertinggal di bulu mata atau kelopak mata, Moms juga bisa membasuh area tersebut dengan sedikit sampo bayi yang diencerkan, lalu bilas.

Cara Menyimpan Salep Mata

rak.jpg

Foto: thehealthy.com

Sama seperti obat-obatan lainnya, salep mata juga memiliki cara penyimpanan yang khusus agar tidak terkontaminasi bakteri. Selain itu, salep mata juga memiliki tanggal kedaluwarsa yang singkat, sehingga selalu cek secara berkala sebelum menggunaka kembali salep mata.

Salep mata yang baru dibeli dan masih di dalam kemasan, dipastikan masih bebas dari kuman (steril) sebelum tutup botol dibuka. Setelah dibuka, tutup tabung di tempat yang sejuk dan gelap (kecuali disarankan lain). Ini ditujukan agar bakteri tidak berkembang di dalam salep.

Jangan biarkan bagian atas tabung menyentuh mata, jari, atau permukaan lainnya. Ini untuk menjaganya agar tetap bebas dari kuman.

Jangan biarkan pula, orang lain menggunakan salep mata dan jangan gunakan salep mata orang lain. Pastikan satu salep mata untuk satu orang. Selain menjaga kebersihan, ini juga dapat mencegah penularan penyakit mata.

Buang tabung setelah waktu yang disarankan. Biasanya empat minggu setelah pertama kali membuka tabung. Jangan menyimpannya lebih lama dari yang disarankan. Tulis tanggal membuka tabung pada label sehingga Moms tahu kapan harus membuangnya.

Baca Juga: 17+ Manfaat Bayam untuk Kesehatan, Baik untuk Mata!

Nah, itu dia Moms seputar salep mata yang dapat Moms jadikan pilihan untuk mengatasi keluhan pada mata. Jika keluhan masih berlanjut, segera konsultasikan pada dokter, ya.

  • https://www.webmd.com/eye-health/what-is-eye-ointment#:~:text=Eye%20ointments%20are%20drugs%20in,and%20eyelid%20for%20a%20while.
  • https://www.healthline.com/health/ointment-in-eye#how-to-use
  • https://www.healthnavigator.org.nz/medicines/e/eye-ointment/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait