30 Juni 2022

3 Jenis Salep Mata Berdasarkan Kegunaan dan Aturan Pakainya, Jangan Salah Pilih!

Pilih sesuai gejala dan jangan lupa konsultasikan ke dokter

Moms, jika mata mengalami masalah seperti gatal, iritasi, atau masalah lainnya, salep mata bisa menjadi obat pertolongan pertama.

Walaupun sering dijumpai, ternyata masih banyak yang bingung bahkan salah dalam penggunaan salep mata.

Pasalnya, masyarakat lebih memilih obat tetes mata yang dinilai langsung masuk ke mata dan memberikan efek lebih cepat.

Tekstur salep mata sangat berbeda dengan obat tetes mata. Jika obat tetes mata biasanya bertekstur cair menyerupai air, salep mata lebih padat dan berminyak mirip petroleum jelly.

Saat diusapkan ke area mata, salep akan meleleh dikarenakan suhu badan.

Salep mata adalah bentuk perawatan yang sangat aman. Namun, teksturnya yang padat terkadang akan membuat penglihatan sedikit kurang jelas.

Maka dari itu, dokter akan menyarankan menggunakannya pada saat sebelum tidur.

Kandungan dalam salep mata akan disesuaikan dengan kondisi mata, sehingga berbeda jenis, berbeda pula permasalahan yang dapat ditangani.

Ada beberapa resep salep mata yang Moms bisa dapatkan di apotek tanpa resep dokter. Ada pula yang sudah masuk ke golongan obat keras dan perlu pengawasan saat pemakaiannya.

Berikut ini penjelasan lebih jelas mengenai jenis salep mata dan cara penggunaannya, Moms.

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Penularan Sakit Mata

Jenis Salep Mata

chroniceye_hero-1024x672.jpg
Foto: chroniceye_hero-1024x672.jpg

Foto: youreyesite.com

Penggunaan salep mata sangat dianjurkan ketika Moms mengalami infeksi mata akibat bakteri atau virus.

Kondisi mata yang kering juga bisa menyebabkan iritasi yang memerlukan salep mata.

Walau sama-sama permasalahan pada area mata, namun jenis salep yang digunakan akan berbeda. Jadi, jangan sampai salah pilih, ya Moms!

1. Salep Mata Akibat Infeksi bakteri

Infeksi karena bakteri merupakan gangguan mata yang paling sering terjadi.

Biasanya, hal ini akan menimbulkan penyakit yang disebut dengan bintitan. Tidak hanya itu, ada pula konjungtivitis maupun blefaritis.

Bintitan juga bisa imbul dari kelenjar keringat atau folikel rambut yang tersumbat di sekitar mata.

Kondisi ini biasanya hilang dengan sendirinya, tetapi Moms dapat menggunakan pengobatan rumahan untuk meredakan gejalanya.

Biasanya, salep yang dapat digunakan untuk melawan infeksi bakteri akan mengandung antibiotik dan ada yang dijual secara bebas di apotek, seperti:

  • Gentamicin: antibiotik untuk perawatan blefaritis, konjungtivitis, dan infeksi mata lainnya
  • Polymyxin B-neomycin-bacitracin: antibiotik kombinasi untuk mengatasi konjungtivitis, keratitis, dan blefaritis pada orang dewasa
  • Ciprofloxacin: antibiotik yang aman untuk digunakan anak di atas 2 tahun
  • Tobramycin: antbiotik untuk mengatasi berbagai infeksi mata yang disebabkan bakteri

2. Salep Mata Akibat Infeksi Virus

Jika iritasi atau sakit mata disebabkan oleh infeksi virus, antibiotik sudah tidak dapat dijadikan pilihan untuk mengobatinya.

Sebagai gantinya, dokter akan meresepkan salep mata dengan kandungan antivirus seperti acyclovir.

3. Salep Mata untuk Mata Kering

Ketika Moms merasakan mata perih, kemerahan, dan selalu mengeluarkan kotoran, bisa jadi penyebabnya adalah mata kering.

Biasanya, Moms pasti akan memilih obat tetes mata, bukan? Namun, tdak ada salahnya mencoba salep mata.

Berbeda dengan salep untuk infeksi bakteri dan virus, salep untuk mata kering tidak akan mengandung antibiotik dan antivirus.

Melainkan mngandung pelumas berupa minyak mineral yang disebut dengan petroleum putih.

Tetap periksa daftar bahan salep untuk memastikan tidak mengandung pengawet atau fosfat, yang bisa berbahaya bagi mata.

Mata kering juga dapat meningkatkan risiko infeksi mata. Ini karena air mata yang mengandung garam, membantu mengeluarkan kuman yang berbahaya dari mata.

Beberapa salep mata terasa perih atau mengiritasi untuk sementara waktu dan beberapa orang mungkin alergi terhadap beberapa salep mata.

Beri tahu dokter jika kondisi mata Moms memburuk setelah menggunakan salep mata, ya.

Baca Juga: 3 Makanan Untuk Menjaga Kesehatan Mata Selain Wortel

Cara Menggunakan Salep Mata yang Benar dan Aman

eye-ointment-1574333872.jpg
Foto: eye-ointment-1574333872.jpg

Foto: netdoctor.com

Apabila Moms belum terbiasa menggunakan salep mata, ada baiknya Moms mengikuti beberapa langkah penggunaannya.

Walaupun tidak jauh beda dengan penggunaan obat tetes mata, masih banyak orang yang melakukan kesalahan saat mengaplikasikannya.

Jika salah, maka mata akan terasa perih. Jika penempatan salep salah biasanya efeknya tidak bekerja secara maksimal.

Untuk menghindari hal tersebut, ini dia Moms cara menggunakan salep mata yang benar dan aman sesuai rekomendasi Healthline:

  1. Cuci tangan sebelum mengaplikasikan salep
  2. Jaga kebersihan tabung salep
  3. Gunakan cermin agar lebih mudah saat mengaplikasikannya
  4. Letakkan ujung salep tepat di depan mata, namun jangan biarkan hingga menyentuhnya
  5. Tarik kelopak mata bagian bawah agar mata terbuka sempurna
  6. Tekan tabung dengan lembut, tanpa membiarkan ujungnya menyentuh mata
  7. Putar tabung untuk membantu salep terlepas dari ujung dan jatuh ke kelopak mata bagian bawah
  8. Tutup kedua kelopak dan biarkan selama 1 menit. Salep akan meleleh bersama panas tubuh
  9. Bersihkan ujung tabung dengan tisu bersih atau tisu bayi
  10. Setelah selesai, cuci tangan dengan sabun dan air

Jika Moms hendak mengoleskan salep mata pada bayi atau anak kecil, seringkali lebih mudah untuk membiarkan Si Kecil berbaring.

Moms juga dapat membungkus Si Kecil dengan handuk atau selimut untuk membatasi pergerakannya.

Penting untuk menggunakan salep mata antibiotik sesuai dengan yang diarahkan dokter. Moms harus menyelesaikan pengobatan, meskipun gejala telah membaik.

Baca Juga: Cara Mengobati Sakit Mata pada Anak, Yuk Simak!

Hal Penting setelah Memakai Salep Mata

eye-itch.jpg
Foto: eye-itch.jpg

Foto: self.com

Agar salep mata bisa bekerja secara efektif, ada hal-hal penting yang Moms harus perhatikan, lho. Ini juga dapat mencegah terjadinya iritasi baru pada mata.

Ini dia tips setelah menggunakan salep mata yang dilansir melalui Health Navigator.

1. Hindari Lensa Kontak

Hindari penggunaan lensa kontak sampai selesai menggunakan salep. Karena salep dapat berpotensi merusak lensa mata.

Jika penggunaan lensa sangat penting, maka Moms bisa gunakan salep pada malam hari ketika tidak perlu menggunakan lensa kontak.

2. Hindari Mencampur Obat Mata

Bila Moms berencana menggunakan obat tetes dan salep mata pada mata yang sama, selalu gunakan obat tetes terlebih dahulu, lalu tunggu 5 menit sebelum mengoleskan salep.

Jika Moms perlu menggunakan 2 salep mata, tunggu sekitar setengah jam sebelum mengoleskan salep mata kedua. Ini memungkinkan cukup waktu untuk salep mata pertama diserap.

Baca Juga: Makanan yang Baik untuk Kesehatan Mata Anak, Tidak Hanya Wortel!

3. Hindari Kontaminasi

Berhati-hatilah untuk tidak menyentuh kelopak mata atau area sekitarnya dengan ujung salep dari botol. Tutup salep mata dengan rapat saat tidak digunakan.

4. Membersihkan Mata Lengket

Bulu mata dan kelopak mata mungkin menjadi lengket setelah menggunakan salep mata.

Jika ingin membersihkannya, pastikan Moms membersihkannya dengan lembut menggunakan waslap basah hangat atau kompres setiap selesai menggunakan salep mata.

Jika masih ada salep kering yang tertinggal di bulu mata atau kelopak mata, Moms juga bisa membasuh area tersebut dengan sedikit sampo bayi yang diencerkan, lalu bilas.

Cara Menyimpan Salep Mata

rak.jpg
Foto: rak.jpg

Foto: thehealthy.com

Sama seperti obat-obatan lainnya, salep mata juga memiliki cara penyimpanan khusus agar tidak terkontaminasi bakteri.

Selain itu, salep mata juga memiliki tanggal kedaluwarsa yang singkat, sehingga selalu cek secara berkala sebelum menggunaka kembali salep mata.

Moms juga harus memerhatikan tempat penyimpanan salep mata agar jauh dari jangkauan anak-anak dan tidak terkontaminasi.

  • Pastikan salep mata yang baru dibeli dan masih berada di dalam kemasan dan bebas dari kuman
  • Simpan tabung di tempat yang sejuk dan gelap
  • Jangan biarkan bagian atas tabung menyentuh mata, jari, atau permukaan lainnya
  • Pastikan satu salep mata untuk satu orang
  • Buang tabung setelah waktu yang disarankan (4 minggu setelah dipakai)
  • Jangan menyimpannya lebih lama dari yang disarankan
  • Tulis tanggal membuka tabung pada label sehingga Moms tahu kapan harus membuangnya

Baca Juga: 17+ Manfaat Bayam untuk Kesehatan, Baik untuk Mata!

Nah, itu dia Moms seputar salep mata yang dapat Moms jadikan pilihan untuk mengatasi keluhan pada mata.

Jika keluhan masih berlanjut, segera konsultasikan pada dokter mata, ya.

  • https://www.webmd.com/eye-health/what-is-eye-ointment#:~:text=Eye%20ointments%20are%20drugs%20in,and%20eyelid%20for%20a%20while.
  • https://www.healthline.com/health/ointment-in-eye#how-to-use
  • https://www.healthnavigator.org.nz/medicines/e/eye-ointment/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.