03 Juni 2022

Vometa Drop (Obat Muntah): Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Ternyata, vometa drop tidak boleh dikonsumsi secara bebas oleh bayi, Moms!
Vometa Drop (Obat Muntah): Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Vometa Drop dapat menjadi obat yang selalu ada di kotak P3K di rumah, terutama untuk Moms yang memiliki masalah dengan pencernaan.

Meski begitu, obat ini termasuk ke dalam golongan obat keras. Sehingga, tidak boleh sembarangan mengkonsumsinya dan harus terus dipantau perkembangannya oleh dokter.

Baca Juga: Cara Menghitung Dosis Obat untuk Anak dan Tips Ampuh Pemberian Obat pada Anak

Manfaat Vometa Drop

Vometa Drop -1
Foto: Vometa Drop -1

Foto: Dexagroup.com

Kandungan Vometa Drop ini adalah Domperidone sebanyak 5 mg. dalam tiap kemasan botolnya, berisi 10 ml dan hanya tersedia dalam bentuk tetes oral atau larutan.

Obat ini diklaim dapat mengatasi beberapa penyakit, seperti:

  • Sindrom Dispepsia yang sering disertai dengan pengosongan lambung yang terlambat, gastroesophageal reflux dan esophagitis
  • Rasa penuh pada epigastrium, rasa cepat kenyang, distensi abdomen
  • Kembung, sendawa
  • Mual dan muntah
  • Heartburn dengan atau tanpa regurgitasi isi lambung ke mulut
  • Mual, muntah, sendawa karena berbagai sebab
  • Intoleransi saluran pencernaan karena kemoterapi antikanker, digitalis, levodopa dan lain-lain, termasuk radioterapi.
  • Patologi organ-organ abdomen: gastrointestinal (gastroenteritis) hepatobilier, peritoneal, renal.
  • Vometa tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak-anak kecuali untuk mengatasi mual, muntah pada kemoterapi atau radioterapi kanker.

Domperidone adalah obat yang meningkatkan gerakan atau kontraksi lambung dan usus. Ini sering menjadi bahan untuk mengobati mual dan muntah yang disebabkan oleh obat lain.

Oleh karena itu, Domperidone harus diberikan hanya oleh atau di bawah pengawasan langsung dari dokter, melansir MayoClinic.

Saat memutuskan untuk menggunakan obat, risiko dari obat tersebut harus dipertimbangkan dengan baik. Untuk mengkonsumsi Vometa Drop, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan:

  • Alergi. Beri tahu dokter jika pernah mengalami reaksi yang tidak biasa atau alergi terhadap obat ini atau obat lain. Juga beri tahu jika memiliki jenis alergi lain, seperti makanan, pewarna, pengawet, atau hewan.
  • Anak-anak. Studi tentang obat ini hanya dilakukan pada pasien dewasa, dan tidak ada informasi khusus yang membandingkan penggunaan domperidone pada anak-anak dengan penggunaan pada kelompok usia lain.
  • Geriatrik. Banyak obat-obatan belum dipelajari secara khusus pada orang tua. Oleh karena itu, mungkin tidak diketahui apakah ini bekerja dengan cara yang persis sama dengan dilakukan pada orang dewasa yang lebih muda atau jika mereka menyebabkan efek samping atau masalah yang berbeda pada orang yang lebih tua.
  • Menyusui. Tidak ada penelitian yang memadai pada wanita untuk menentukan risiko bayi saat menggunakan obat ini selama menyusui. Timbang potensi manfaat terhadap potensi risiko sebelum minum obat ini saat menyusui.

Baca Juga: 5+ Obat Panas Dalam Alami, Yuk Coba!

Dosis Vometa Drop

Mual Muntah - Usus Buntu.jpeg
Foto: Mual Muntah - Usus Buntu.jpeg (https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/cyclic-vomiting-syndrome/symptoms-causes)

Foto: Orami Photo Stock

Vometa Drop termasuk obat keras dan hanya boleh dikonsumsi oleh orang dengan usia 18 tahun ke atas.

Dosis efektif terendah yang biaasanya direkomendasikan adalah 30 mg/hari, dan dapat ditingkatkan sampai dengan dosis maksimum 40 mg/hari.

Untuk mengatasi Dispepsia Kronik: 10 mg, 3 kali sehari, 15-30 menit, sebelum makan dan sebelum tidur malam.

Untuk mengatasi mual dan muntah: 10 mg, 3-4 kali sehari, sebelum makan dan sebelum tidur malam.

Untuk anak-anak usia 0 sampai 18 tahun yang mengalami mual dan muntah pada kemoterapi atau radioterapi: 2,5 mg per 10 kg berat badan, 3-4 kali sehari, sebelum makan dan sebelum tidur malam.

Untuk mengatasi gangguan fungsi ginjal: Karena sedikit sekali jumlah obat yang tidak diubah diekskresikan melalui ginjal, maka tidak perlu menyesuaikan dosis pada pasien insufisiensi ginjal.

Oleh karena itu, pada pemberian berulang, frekuensi pemberian harus dikurangi menjadi sekali atau dua kali sehari tergantung dari beratnya gangguan dan juga dosis mungkin perlu dikurangi.

Adanya masalah medis lainnya dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Moms memberi tahu dokter jika memiliki masalah medis lain, terutama:

  • Pendarahan dari perut atau masalah lain yang melibatkan usus
  • Tumor hipofisis (otak)
  • Penyakit hati
  • Sensitivitas terhadap obat yang mengandung Domperidone

Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah untuk menyimpan obat dalam wadah tertutup pada suhu kamar, jauh dari panas, lembab, dan cahaya langsung. Jauhkan juga dari jangkauan anak-anak.

Baca Juga: Perlukah Anak Menggunakan Obat Kumur?

Efek Samping Vometa Drop

Tengok 5 Cara Alami Mengobati Perut Kram Berikut Ini.jpg
Foto: Tengok 5 Cara Alami Mengobati Perut Kram Berikut Ini.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Seiring dengan manfaatnya, obat ini juga dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan.

Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, ini mungkin memerlukan perhatian medis jika memang terjadi. Beberapa di antaranya yakni:

  • Gejala overdosis
  • Kesulitan dalam berbicara
  • Disorientasi
  • Pusing
  • Pingsan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Kehilangan keseimbangan atau kontrol otot
  • Pembengkakan mulut
  • Detak jantung atau denyut nadi cepat, tidak teratur, berdebar, atau berpacu
  • Pembengkakan wajah, tangan, kaki bagian bawah, atau kaki

Beberapa efek samping dapat terjadi yang biasanya tidak memerlukan perhatian medis. Efek samping ini dapat hilang selama perawatan karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan obat.

Selain itu,segera hubungi dokter jika salah satu dari efek samping yang bisa dikategorikan berat ini mulai terasa:

  • ASI mengalir dari puting
  • Mulut kering
  • Pembengkakan payudara pada pria
  • Sakit kepala
  • Gatal-gatal
  • Gatal pada kulit
  • Gatal, kemerahan, nyeri, atau bengkak pada mata
  • Ketidakteraturan menstruasi
  • Nyeri di payudara
  • Perubahan kebutuhan untuk buang air kecil
  • Perubahan nafsu makan
  • Sembelit
  • Diare
  • Buang air kecil yang terasa terbakar, sulit, atau menyakitkan
  • Kesulitan dalam berbicara
  • Pusing
  • Kantuk
  • Maag
  • Gampang marah
  • Kekurangan atau kehilangan kekuatan
  • Kram kaki
  • Jantung berdebar
  • Kelesuan
  • Kram perut
  • Haus
  • Merasa kelelahan berat
  • Merasa lesu

Sangat penting bagi Moms untuk rutin memeriksakan diri dengan dokter saat mengkonsumsi Vometa Drop. Ini akan memungkinkan dokter Anda melihat apakah obat tersebut bekerja dengan benar.

Hasil konsultasi tersebut juga akan memutuskan apakah Moms harus terus meminumnya atau tidak. Jika gejala tidak membaik dalam beberapa hari atau menjadi lebih buruk, biasanya dokter akan menambahkan obat lain.

https://www.dexagroup.com/id/produk/tetes-oral-vometa/

https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/domperidone-oral-route/description/drg-20063481

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.