05 Juni 2022

Ketahui Obat Floxigra: Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya

Harus dengan resep dokter, ya!

Floxigra adalah obat golongan antibiotik yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi akibat infeksi bakteri.

Misalnya infeksi saluran kemih (ISK), infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran pencernaan, dan lain-lain.

Obat ini memiliki kandungan zat aktif bernama ciprofloxacin, yakni antibiotik golongan fluorokuinolon generasi kedua.

Baca juga: Omeprazole: Manfaat, Dosis, Efek Samping dan Aturan Pakai

Kegunaan Floxigra

Diet Vegetarian dan ISK - infeksi saluran kemih - istockphoto.jpg
Foto: Diet Vegetarian dan ISK - infeksi saluran kemih - istockphoto.jpg (istockphoto)

Foto: Orami Photo Stock

Floxigra dengan kandungan ciprofloxacin memiliki manfaat untuk mengatasi berbagai kondisi yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Ciprofloxacin termasuk dalam kelas obat yang disebut antibiotik fluorokuinolon generasi kedua.

Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri.

Beberapa penyakit yang bisa diatasi dengan Floxigra adalah:

  • Pielonefritis
  • Cystitis, dengan atau tanpa komplikasi
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi tulang dan sendi
  • Infeksi rongga perut
  • Prostatitis
  • Demam tifoid

Floxigra hanya bisa mengobati infeksi bakteri. Obat ini tidak mempan untuk infeksi virus (seperti pilek dan flu).

Menggunakan antibiotik apa pun saat tidak diperlukan dapat menimbulkan resistensi antibiotik.

Alhasil, tubuh Moms berisiko kebal terhadap pengobatan dengan antibiotik apa pun nantinya.

Selain berbagai penyakit tadi, menurut studi pada 2014 di jurnal Biomedical Reports, obat ini dapat digunakan untuk infeksi pada penyakit Crohn.

Dosis dan Aturan Pakai Floxigra

Resistensi Antibiotik, Risiko Jika Tidak Menghabiskan Obat Antibiotik 01.jpg
Foto: Resistensi Antibiotik, Risiko Jika Tidak Menghabiskan Obat Antibiotik 01.jpg (Nhs.org.uk)

Foto: Orami Photo Stock

Floxigra adalah obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter. Jadi, dosis pastinya juga sebaiknya dikonsultasikan pada dokter ya, Moms.

Namun secara umum, berikut ini dosis Floxigra untuk mengatasi berbagai kondisi.

1. Pencegahan Meningitis Meningokokus

Dewasa: 500 mg, diminum sebagai dosis tunggal.

2. Infeksi Saluran Pernapasan, Kulit, dan Jaringan Lunak

  • Ringan sampai sedang: 500 mg, diminum 2 kali sehari.
  • Berat: 750 mg, diminum 2 kali sehari.

3. Demam Tifoid

Dosis awal 500 mg, diminum 2 kali sehari selama 7 hari.

4. Prostatitis

Dosis awal 500-750 mg, diminum 2 kali sehari. Durasi pengobatan 2-4 minggu (akut), dan 4-6 minggu (kronis).

5. Infeksi Tulang dan Sendi

Dewasa: 500-750 mg, diminum 2 kali sehari. Durasi pengobatan maksimal 3 bulan.

6. Cystitis

Dosis untuk cystitis tanpa komplikasi: 250-500 mg, diminum 2 kali selama 3 hari.

Sementara dosis untuk cystitis dengan komplikasi, yakni:

  • Dewasa: 500 mg, diminum 2 kali selama 7 hari.
  • Anak: 10-20 mg/kg berat badan, diminum 2 kali untuk 10-21 hari.

7. Cystic Fibrosis

Anak: 20 mg/kg berat badan, diminum 2 kali untuk 10-14 hari.

Gunakan Floxigra sesuai dosis dan durasi yang telah ditentukan oleh dokter.

Dosis dan lama pengobatan didasarkan pada kondisi yang dialami dan respons terhadap pengobatan.

Agar efektivitasnya maksimal, minum obat ini di jam yang sama setiap harinya.

Minum banyak cairan saat menjalani pengobatan dengan obat ini kecuali dokter memberi tahu sebaliknya.

Jangan hentikan penggunaan obat, bahkan jika gejalanya hilang setelah beberapa hari.

Menghentikan pengobatan terlalu dini dapat menyebabkan kembalinya infeksi.

Beri tahu dokter jika kondisi yang dialami tidak berubah atau menjadi lebih buruk.

Baca juga: Insto (Obat tetes Mata): Kegunaan, Dosis, dan Cara Menggunakannya

Efek Samping dari Floxigra

Adakah Perbedaan Antara Pusing Biasa dengan Vertigo Begini Menurut Ahli.jpg
Foto: Adakah Perbedaan Antara Pusing Biasa dengan Vertigo Begini Menurut Ahli.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Setiap obat memiliki risiko efek samping, termasuk juga Floxigra.

Obat ini dapat menyebabkan kepekaan terhadap sinar matahari (termasuk tanning bed atau lampu).

Reaksi dapat termasuk terbakar sinar matahari, ruam kulit, kemerahan, dan gatal-gatal.

Lakukan tindakan pencegahan seperti mengenakan pakaian pelindung (celana panjang dan kemeja, topi, kacamata hitam) dan tabir surya.

Floxigra dapat meningkatkan efek kafein pada tubuh, seperti jantung berdebar.

Kafein banyak ditemukan dalam minuman ringan, teh, kopi, dan bahkan cokelat.

Jadi, waspadalah terhadap kandungan kafein dalam makanan saat mengonsumsi Floxigra.

Efek samping umum lainnya yang dapat dialami adalah:

  • Pusing
  • Sakit kepala ringan
  • Gelisah
  • Kelelahan

Beberapa efek samping yang jarang tetapi serius dari Floxigra termasuk:

Antibiotik jenis fluoroquinolone, seperti Floxigra, juga telah dikaitkan dengan aneurisma atau diseksi aorta, ablasi retina, dan ruptur tendon.

Menurut studi pada 2019 di jurnal Drug Safety, orang dengan riwayat penyakit tipe kolagen harus menghindari obat ini.

Kecuali tidak ada pilihan pengobatan lain yang tersedia, tetapi dokter telah menimbang risikonya.

Jika mengalami gejala-gejala efek samping serius yang tadi disebutkan, segera hubungi dokter atau penyedia layanan kesehatan lainnya.

Risiko Interaksi Obat Floxigra

Resistensi Antibiotik, Risiko Jika Tidak Menghabiskan Obat Antibiotik 03.jpg
Foto: Resistensi Antibiotik, Risiko Jika Tidak Menghabiskan Obat Antibiotik 03.jpg (ada.org)

Foto: Orami Photo Stock

Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius.

Untuk menghindari risiko interaksi obat, sebaiknya catat atau buat daftar semua produk yang sedang digunakan, termasuk obat resep, nonresep, dan produk herbal.

Beri tahukan hal ini pada dokter atau apoteker.

Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter.

Salah satu obat yang dapat menimbulkan interaksi dengan Floxigra adalah obat pengencer darah, seperti acenocoumarol dan warfarin.

Hindari minum minuman yang mengandung kafein dalam jumlah besar (kopi, teh, soda).

Hindari juga makan cokelat dalam jumlah besar, atau mengonsumsi produk lain yang mengandung kafein.

Sebab, obat ini dapat meningkatkan dan/atau memperpanjang efek kafein.

Baca juga: Ketahui Dosis dan Aturan Pakai Cialis untuk Mengatasi Disfungsi Ereksi

Nah, itulah pembahasan mengenai obat Floxigra, mulai dari manfaat, efek samping, hingga risiko interaksinya dengan obat lain.

Pastikan mengonsumsi obat ini sesuai dosis dan anjuran dokter, untuk menghindari risiko efek samping dan interaksi yang bisa terjadi.

  • https://doi.org/10.3892/br.2014.368
  • https://link.springer.com/article/10.1007/s40264-019-00828-z
  • https://www.verywellhealth.com/ciprofloxacin-cipro-drug-information-1941746
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/326020#uses
  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-7748/ciprofloxacin-oral/details
  • https://www.drugs.com/international/floxigra.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb