11 Februari 2022

Esomeprazole Obat Asam Lambung: Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Yuk, simak sebelum mengonsumsinya!

Esomeprazole adalah obat yang biasa diresepkan dokter untuk mengatasi gejala penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Tak hanya itu, obat ini juga dapat digunakan untuk pengobatan beberapa gangguan pencernaan lain, misalnya:

Esomeprazole merupakan obat golongan penghambat pompa proton. Obat ini bekerja dengan cara menurunkan produksi asam di lambung. Yuk, simak lebih lanjut mengenai Esomeprazole!

Baca juga: Ketahui Obat Colchicine: Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya

Manfaat Esomeprazole

Gerd.jpg
Foto: Gerd.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Esomeprazole memiliki manfaat untuk mengobati kondisi yang disebabkan oleh terlalu banyak produksi asam lambung, seperti:

  • Gejala GERD dan esofagitis erosif yang disebabkan kerusakan terkait asam pada kerongkongan
  • Sindrom Zollinger-Ellison, yaitu kondisi langka ini ditandai dengan terbentuknya tumor di saluran pencernaan
  • Infeksi H. pylori, sebuah kondisi ini menyebabkan adanya luka di bagian usus
  • Sakit maag yang disebabkan penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS)

Selain berbagai kondisi tadi, Esomeprazole juga terkadang digunakan dokter untuk mengatasi berbagai kondisi. Ini disebut penggunaan off-label.

Beberapa kondisi yang dapat diatasi oleh Esomeprazole sebagai penggunaan off-label adalah:

  • Penyakit tukak lambung
  • Gastritis kronis
  • Dispepsia
  • Barrett’s esophagus
  • Esofagitis eosinofilik
  • Pencegahan stres gastritis (radang lambung)
  • Sistinosis

Menurut studi pada 2017 di Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, Esomeprazole juga bisa digunakan untuk mengatasi hernia hiatus.

Ini adalah kondisi ketika bagian atas lambung melesak masuk ke rongga dada, dan memicu kenaikan asam lambung.

Dosis dan Aturan Pakai Esomeprazole

Obat Dekongestan(www.anzsog.edu.au).png
Foto: Obat Dekongestan(www.anzsog.edu.au).png (anzsog.edu.au)

Foto: Orami Photo Stock

Dosis Esomeprazole dapat berbeda-beda pada setiap orang, tergantung usia dan kondisi yang dialami.

Obat ini tersedia dalam bentuk oral atau kapsul dan suntikan melalui pembuluh darah vena.

Berikut ini dosis umum Esomeprazole oral, berdasarkan kondisi yang diatasi:

1. Mengatasi GERD dan Esofagitis Erosif

  • Dewasa: dosis awal 20–40 mg, diminum 1 kali sehari. Dosis selanjutnya adalah 20 mg, 1 kali sehari selama 6 bulan
  • Anak-anak usia 1–11 tahun dengan berat badan ≥10 kg-<20 kg: dosisnya 10 mg, diminum 1 kali sehari
  • Anak-anak usia 1–11 tahun dengan berat badan ≥20 kg: dosis awal 10–20 mg, 1 kali sehari. Dosis pemeliharaan 10 mg, 1 kali sehari

2. Mengatasi Sindrom Zollinger-Ellison

Buat orang dewasa, dosis awal 40 mg, diminum 2 kali sehari. Dosis obat dapat ditingkatkan hingga 240 mg per hari.

3. Pengobatan dan Pencegahan Tukak Lambung Akibat OAINS

Buat orang dewasa, dosisnya 20–40 mg, 1 kali per hari selama 4–8 minggu.

4. Mengatasi Tukak Lambung Akibat H. pylori

  • Dewasa: dosis awal 20 mg, diminum 2 kali sehari selama 7 hari. Diberikan bersamaan dengan amoxicillin dan clarithromycin
  • Anak-anak >4 tahun dengan berat badan <30 kg: dosis awal 10 mg, diminum 2 kali sehari. Dikombinasikan dengan obat amoxicillin dan clarithromycin
  • Anak-anak >4 tahun dengan berat badan ≥30 kg: dosis awal 20 mg, diminum 2 kali sehari. Dikombinasikan dengan amoxicillin dan clarithromycin

Baca juga: Sering Ada di Kemasan Obat, Ini yang Dimaksud Kontraindikasi

Risiko Efek Samping Esomeprazole

tanda heat stroke - sakit kepala.jpg
Foto: tanda heat stroke - sakit kepala.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Efek samping umum dari Esomeprazole dapat bervariasi, seperti:

Selain berbagai efek samping umum tadi, beberapa orang juga dapat mengalami efek samping parah.

Misalnya nefritis interstisial akut, yaitu kondisi peradangan yang dapat mengganggu fungsi ginjal dan bahkan menyebabkan gagal ginjal akut.

Ini dapat terjadi pada setiap tahap pengobatan dan membutuhkan obat untuk segera dihentikan. Kondisi ini diyakini disebabkan oleh reaksi obat yang hipersensitif.

Selain itu, Esomeprazole juga dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri Clostridium difficile (C. difficile) pada pasien rawat inap. Bakteri ini sering menyebar di area rumah sakit.

Menyebabkan diare berair, sakit kepala, demam, mual, kehilangan nafsu makan, dan sakit perut.

Tidak jelas mengapa hal ini terjadi, tetapi diperkirakan bahwa obat penghambat pompa proton seperti Esomeprazole memungkinkan C. difficile berkembang.

Sebab obat ini mengurangi asam lambung yang dapat membantu mengendalikan bakteri.

Pasien yang diintubasi sering diresepkan Esomeprazole untuk mencegah tukak lambung. Terlepas dari manfaatnya, obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko pneumonia.

Ini karena bakteri patogen apa pun yang terbentuk di usus berpotensi berpindah ke paru-paru.

Menurut studi pada 2019 di jurnal Clinical and Molecular Allergy, alergi obat yang parah akibat Esomeprazole jarang terjadi. Namun, tetap harus diwaspadai.

Baca juga: Catat Rekomendasi Obat Flu yang Ampuh, Mulai dari Bahan Alami hingga Tersedia di Apotek

Gejala reaksi alergi parah atau anafilaksis adalah:

  • Gatal-gatal atau ruam tiba-tiba
  • Sulit bernapas
  • Tenggorokan seperti tercekik
  • Detak jantung cepat
  • Napas cepat dan dangkal
  • Pembengkakan pada wajah, lidah, atau tenggorokan
  • Pusing atau pingsan
  • Mual atau muntah

Jika mengalami reaksi efek samping yang parah dan anafilaksis, segera cari bantuan medis terdekat.

Untuk menghindari risiko efek samping, pastikan untuk mengonsumsi Esomeprazole sesuai dengan dosis dan aturan pakai yang ditentukan dokter.

  • https://journals.lww.com/jpgn/Fulltext/2017/08000/National_Study_of_Off_label_Proton_Pump_Inhibitor.10.aspx
  • https://clinicalmolecularallergy.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12948-019-0104-4
  • https://www.verywellhealth.com/nexium-esomeprazole-oral-uses-side-effects-dosages-5207529
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/247873
  • https://www.healthline.com/health/drugs/esomeprazole-oral-capsule

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.