14 April 2022

Serba-serbi Oxoferin untuk Mengobati Luka Terinfeksi

Oxoferin termasuk obat topikal yang tidak boleh digunakan sembarangan

Mengobati luka yang infeksi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Dari sekian banyak opsi, Moms dan Dads mungkin mau mempertimbangkan pemakaian Oxoferin.

Seperti obat lain, Oxoferin tidak seharusnya digunakan tanpa kehati-hatian.Karena itu, penting untuk mengetahui kandungan, dosis, dan risiko efek samping akibat penggunaan obat satu ini.

Memahaminya secara lebih lengkap, simak ulasan berikut, yuk!

Baca Juga: Ketahui Kandungan Obat Penghilang Bekas Luka Paling Ampuh, Bisa Dicoba!

Kegunaan Obat Oxoferin

Perawatan Luka Bakar pada Si Kecil
Foto: Perawatan Luka Bakar pada Si Kecil (https://www.babycenter.com/ims/2015/04/140445665_4x3.jpg)

Foto: Orami Photo Stock

Oxoferin adalah obat topikal, yakni hanya untuk pemakaian luar, berbentuk cairan yang mengandung Anion Tetra Klorodeka-oksigen kompleks, menurut Mims.

Itu digunakan untuk mengobati luka terinfeksi, serta penyembuhan luka yang lambat sesudah traumatik atau setelah operasi.

Juga, bisa mengobati luka akibat terlalu lama berbaring, luka terbuka yang akut pada kaki, luka terbuka akibat aliran darah arteri, kelainan pembuluh darah akibat diabetes atau akibat kelainan lain, luka terbuka akibat diabetes, bahkan luka bakar.

Oxoferin juga dapat digunakan sebagai pengobatan bagi penderita mikroangiopati, yakni kerusakan makrovaskuler atau gangguan pada pembuluh darah besar.

Dengan pemakaiannya, luka-luka dalam kondisi tersebut akan cepat membaik dan sembuh.

Sebelum Mengonsumsi Obat Oxoferin

Karena Oxoferin termasuk obat keras, penggunaan obat lain harus dilakukan sesuai petunjuk dokter.

Oxoferin tercatat berisiko tinggi jika digunakan pada penderita hipersensitif atau gangguan terhadap tingkat sensitivitas seseorang terhadap obat tertentu.

Dosis Obat Oxoferin

Sebagai peringatan, Oxoferin merupakan obat keras yang penggunaannya harus dilakukan hanya di bagian luar tubuh. Dosis penggunaan obat ini harus sesuai resep dokter.

Untuk kulit yang terluka: 5 sampai 10 mg dengan penggunaan 2 kali sehari.

Cara Penyimpanan Obat Oxoferin

Obat Oxoferin disarankan disimpan pada suhu ruangan di bawah 30 derajat Celsius. Hindari dari kondisi ruangan lembap, sinar matahari langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Baca Juga: 7+ Obat Pengering Luka dari Bahan Alami untuk Pertolongan Pertama pada Luka RIngan, Yuk Coba!

Cara Menggunakan Obat Oxoferin

HERO Mudah Dicoba, Ini 5 Cara Mengatasi Kulit Gatal Karena Diabetes.jpg
Foto: HERO Mudah Dicoba, Ini 5 Cara Mengatasi Kulit Gatal Karena Diabetes.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara menggunakan Oxoferin pada kulit yang terluka: tetaskan sesuai dosis yang ditentukan. 

Sebelum menggunakan obat luka ini, pastikan area yang luka sudah dibersihkan, baik dari kotoran atau debu yang menempel dan dari obat lain yang terdapat di area luka tersebut.

Adanya obat lain di area luka disebut bisa mengurangi efektivitas obat oxoferin.

Setelah area luka bersih, teteskan sebanyak 5 sampai 10 mg pada pagi dan sore hari. Gunakan kain kasa untuk mengompres area yang luka.

Sebagai catatan, Oxoferin tidak dianjurkan digunakan lebih dari 6 minggu. Jangan menggunakan bahan selulosa atau kompres berlapis saat ingin mengompres area luka yang infeksi. 

Efek Samping Obat Oxoferin

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Oxoferin antara lain:

Gatal

Penggunaan Oxoferin yang berlebihan bisa menyebabkan rasa gatal. Gatal tersebut terjadi pada area yang luka, bahkan bisa merambat ke bagian yang lain.

Jika rasa gatal tidak segera mereda, bisa menyebabkan infeksi yang justru memperparah luka.

Alergi

Jika menderita hipersensitif, penggunaan obat Oxoferin dapat menyebabkan alergi. Reaksi alergi ini bisa bermacam-macam, termasuk membuat rasa gatal berlebih pada kulit yang luka.

Alergi juga bisa semakin parah apabila tidak berhenti menggunakan Oxoferin.

Rasa terbakar

Penggunaan Oxoferin yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan sensasi panas dan terbakar pada permukaan kulit.

Rasa panas ini ditimbulkan karena reaksi obat dengan bagian tubuh yang luka. Jika terjadi hal itu, segera beri tahu dokter.

Ini bukan daftar lengkap dari efek samping yang mungkin terjadi. Hubungi dokter untuk nasihat medis tentang kemungkinan efek samping penggunaan obat Oxoferin.

Baca Juga: Agar Luka Tak Semakin Parah, Simak Obat Koreng Bernanah Berikut Ini

Pengertian Obat Topikal

Gatal gatal Bisa Jadi Tanda Kehamilan Lho HERO
Foto: Gatal gatal Bisa Jadi Tanda Kehamilan Lho HERO

Foto: Orami Photo Stock

Telah disinggung bahwa Oxoferin merupakan salah satu obat topikal. Jenis obat ini biasanya digunakan secara lokal, di mana obat dioleskan pada area yang dirawat.

Dokter biasanya meresepkan topikal untuk mengobati segala sesuatu, mulai dari jerawat, rosacea, dan infeksi kulit jamur, hingga infeksi kulit bakteri, alergi, bahkan infeksi mata.

Jenis obat ini hadir dalam berbagai format, termasuk:

  • Losion
  • Krim
  • Gel
  • Pasta
  • Salep
  • Patch transdermal
  • Bubuk

Obat topikal tetes, seperti Oxoferin, dijelaskan umumnya sangat tipis. Itu berupa larutan yang menyebar dengan cepat dan berdifusi dengan cepat ke beberapa lapisan pertama kulit.

Obat topikal nyatanya sangat umum dan mudah untuk disesuaikan. Menggabungkan lebih dari satu bahan mungkin tidak hanya jadi perawatan yang lebih efektif untuk kondisi pasien.

Namun juga membantu mereka lebih mudah mematuhi jadwal perawatan.

Dalam kondisi-kondisi tertentu, dokter akan meresepkan formula gabungan topikal tunggal untuk menggantikan:

  • Pil
  • Losion
  • Krim

Jenis obat topikal juga telah disebut-sebut jauh lebih nyaman dan benar-benar dapat meningkatkan pengobatan untuk obat-obatan tertentu.

Salah satu keuntungan lain dalam meresepkan topikal adalah bahwa mereka melewati hati; ini mengurangi efek samping dan tekanan pada proses metabolisme.

Karena tidak tertelan, jenis obat topikal juga tidak masuk ke perut, mengurangi risiko efek samping dan gangguan pencernaan.

Moms dan Dads, selalu ingat ya bahwa informasi ini bukan pengganti konsultasi medis. Disarankan untuk segera pergi ke dokter jika gejala tidak membaik.

  • https://www.mims.com/india/drug/info/oxoferin
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/2587659/
  • https://lifepack.id/obat-oxoferin-anion-tetra-klorodeka-oksigen-kompleks/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.