29 Agustus 2019

Sindrom Crouzon Pada Anak, Bagaimana Perawatannya?

Crouzon Syndrome punya harapan hidup normal, tetapi dapat mengubah bentuk wajah

Crouzon Syndrome adalah suatu sindrom yang gejala utamanya berupa penyatuan tulang-tulang penyusun tengkorak terlalu dini (kraniosinostosis).

Sindrom Crouzon mempengaruhi sekitar 5 persen dari semua bayi dengan kraniosinostosis. Kondisi ini ditemukan oleh ahli saraf Perancis, Louis E. O. Crouzon pertama kali, pada awal abad ke-20.

Mengutip Healthline, orang dengan sindrom Crouzon memiliki harapan hidup normal. Sebagian besar anak-anak dengan kondisi ini tidak terpengaruh secara intelektual.

Namun, hal itu dapat mengubah bentuk wajah dan menyebabkan masalah penglihatan dan pendengaran.

Baca Juga: 4 Penyebab Trisomy 13, Penyakit Langka yang Terjadi Pada Adam Fabumi

Penyebab dan Komplikasi Sindrom Crouzon

Crouzon Syndrome-1
Foto: Crouzon Syndrome-1

Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah-Bintaro Jaya, dr. Caessar Pronocitro, Sp. A, M.Sc., mengatakan bahwa penyebab dari sindrom ini adalah mutasi genetik.

"Karena kelainan genetik sudah terjadi sejak proses pembuahan, maka sindrom ini tidak dapat dicegah," jelasnya.

Lebih lanjut, ada beberapa komplikasi dari sindrom Crouzon yang dapat terjadi. Di antaranya gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, serta kemampuan berbicara.

Selain itu, karena penderita sindrom Crouzon memiliki bentuk kepala yang berbeda dari anak-anak lain pada umumnya, hal ini dapat menyebabkan permasalahan psikologis.

Baca Juga: 5 Manfaat Memelihara Hewan untuk Psikologis Anak

Komplikasi lain dari sindrom Crouzon juga dapat meliputi hal-hal berikut:

  • Gangguan pendengaran
  • Kehilangan penglihatan
  • Radang di bagian depan mata (keratitis) atau di selaput yang melapisi putih mata (konjungtivitis)
  • Pengeringan kornea
  • Penumpukan cairan di otak (hidrosefalus)
  • Sleep apnea atau masalah pernapasan lainnya

Baca Juga: Mengenal 4 Masalah Gangguan Pernapasan Pada Bayi Baru Lahir

Penanganan Sindrom Crouzon

Crouzon Syndrome-2
Foto: Crouzon Syndrome-2

Pengobatan dan perawatan untuk sindrom Crouzon dapat mencakup berbagai bidang ilmu, tergantung derajat keparahannya, di antaranya:

  • Pembedahan tulang-tulang kepala
  • Bedah plastik atau rekonstruksi wajah
  • Bedah ortopedi
  • Penggunaan alat bantu dengar bila ditemukan gangguan pendengaran
  • Terapi fisik dan bicara juga diperlukan oleh beberapa pasien

Anak-anak dengan sindrom Crouzon tingkat ringan mungkin tidak perlu dirawat.

Namun pada kasus yang lebih parah harus menemui spesialis kraniofasial, yaitu dokter yang merawat kelainan tengkorak dan wajah.

Mengutip Healthline, pembedahan juga dapat dilakukan untuk memperbaiki beberapa kondisi berikut:

  • Meringankan tekanan di dalam tengkorak
  • Memperbaiki bibir sumbing atau langit-langit mulut
  • Memperbaiki rahang yang cacat
  • Meluruskan gigi bengkok
  • Memperbaiki masalah mata

Bila Si Kecil mengalami kondisi sindrom Crouzon, pasti Moms seringkali membutuhkan dukungan dan tukar cerita dengan para ibu lainnya. Oleh sebab itu, Moms bisa bergabung di WhatsApp Group Orami Moms Community, lho.

Di WhatsApp Group Orami Moms Community, Moms bisa berkonsultasi dengan para ahli, seperti psikolog, dokter anak, dokter kandungan, dan lain sebagainya.

orami wag
Foto: orami wag

Moms juga akan bertemu dan bisa berbagi pengalaman dengan sesama ibu dengan anak berkebutuhan khusus lainnya, lho. Moms pun tidak akan merasa sendirian dalam menghadapi berbagai masalah seputar anak.

Moms bisa langsung add WhatsApp di nomor 0811-8852-250 atau klik link ini untuk informasi lebih lanjut.

Yuk gabung WhatsApp Group Orami Moms Community untuk mendapatkan berbagai keuntungan!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.