Kesehatan

21 Juni 2021

Mengenal Smegma, Tumpukan Kotoran di Lipatan Alat Kelamin yang Mengganggu

Jika dibiarkan bisa menyebabkan komplikasi, waspada!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tubuh kita dapat melakukan pembersihan diri dengan sangat baik, namun terkadang itu melibatkan pembuatan zat dan bau yang tidak biasa. Ternyata dalam beberapa kasus, perubahan bau atau zat bisa lebih serius. Ini bisa jadi adalah smegma, lho Moms.

Dikutip dari WebMD, sebenarnya merupakan hal normal jika terdapat smegma. Dan biasanya bukan termasuk masalah kesehatan. Tetapi bakteri dapat tumbuh di dalamnya dan menyebabkan infeksi. Bakteri tersebut juga bisa membuat kepala penis membengkak dan sakit.

Yuk cari tahu informasi lebih lanjut mengenai smegma berikut ini. Semoga bisa menambah wawasan ya, Moms!

Baca Juga: Manfaat Sunat untuk Kesehatan dan Agama, Bisa Cegah Kanker Penis

Pengertian Smegma

man.jpg

Foto: pinterest.com

Dr. Suksmagita Pratidina, Sp.KK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, RS Pondok Indah, Bintaro Jaya menjelaskan mengenai apa itu smegma.

"Smegma adalah gumpalan kotoran yang berwarna putih. Biasanya berada di lipatan kulup atau foreskin dari penis yang belum disirkumsisi. Smegma terbentuk dari kelenjar tyson yang berguna untuk menjadi pelembap atau pelumas agar penis tidak kering dan mudah luka," jelasnya.

Nah, jika bagian kulup penis tidak sering dibersihkan, akibatnya terjadi gumpalan minyak dari kelenjar tyson yang bersatu dengan kotoran dan keringat, sehingga membentuk smegma.

Penumpukan smegma dapat tumbuh dari waktu ke waktu, dan jika tidak ditangani, dapat menyebabkan efek samping yang menyakitkan.

Adanya smegma dapat menimbulkan iritasi, terutama jika ada kontiminasi bakteri yang menjadi penyebab infeksi sekunder.

Melansir Medical News Today, bayi laki-laki maupun perempuan juga dapat mengembangkan penumpukan smegma yang berlebihan. Sehingga penting untuk berbicara dengan dokter anak sebelum dibersihkan ya, Moms.

Baca Juga: Apakah Ukuran Penis Menentukan Kualitas Hubungan Seks?

Gejala dan Tanda Smegma

boy smells.jpg

Foto: freepik.com

Adanya penumpukan dan infeksi smegma bukan berarti Dads memiliki infeksi menular seksual atau jenis infeksi apa pun lho, Moms. Sebaliknya, smegma sangat dipengaruhi oleh kebersihan pribadi.

Cairan dalam smegma dikeluarkan secara alami oleh tubuh setiap hari. Mereka membantu melumasi foreskin penis dan menjaga kulit agar tidak terasa kering atau gatal. Jika cairan ini tidak dibersihkan secara teratur, mereka dapat mulai menumpuk.

Tanda munculnya smegma yang menumpuk serta sudah terinfeksi menurut WebMD antara lain:

  • Kepala penis terasa gatal yang luar biasa, dalam beberapa kasus dapat terasa panas.
  • Muncul cairan putih kental seperti cream (bisa lebih gelap tergantung pada warna kulit alami).
  • Penis mulai mengeluarkan bau tidak sedap.

Baca Juga: Benarkah Pria yang Suka Catcall Punya Penis Kecil?

Komplikasi yang Dapat Disebabkan Smegma

11 cara membesarkan penis 4.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Smegma bukanlah tanda infeksi menular seksual. Namun, jika dibiarkan menumpuk, juga dapat menyebabkan masalah medis yang lebih serius, seperti kondisi seperti phimosis, balanitis, dan adhesi klitoris.

MelansirVery Well Health, komplikasi yang disebabkan oleh smegma antara lain adalah sebagai berikut:

1. Phimosis

Phimosis adalah suatu kondisi di mana kulup tidak dapat ditarik ke belakang dari sekitar ujung penis. Phimosis dapat bersifat fisiologis atau patologis tergantung pada situasinya.

Phimosis fisiologis umum dan normal pada bayi dan anak-anak. Beberapa anak dilahirkan dengan kulup ketat saat lahir.

Phimosis patologis adalah kulup yang ketat yang dihasilkan dari jaringan parut, infeksi, atau peradangan pada kulup. Hal ini sering dikaitkan dengan pembengkakan kulup saat buang air kecil, kesulitan buang air kecil, atau infeksi. Kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.

Tergantung pada tingkat keparahannya, phimosis dapat diobati dengan:

  • Sunat (pengangkatan kulup)
  • Krim topikal
  • Steroid
  • Peregangan kulup secara bertahap
  • Operasi pembentukan kembali kulup

Baca Juga: 5 Perbedaan Bercinta dengan Pria yang Disunat dan Tidak

2. Balanitis

Kondisi lain yang dapat timbul dari penumpukan smegma adalah balanitis, yaitu peradangan pada kepala penis dan kulup. Balanitis ditandai dengan rona merah atau merah-oranye mengkilap, pembengkakan, dan nyeri pada penis, bersama dengan bau busuk dan nyeri saat buang air kecil.

Perdarahan juga dapat terjadi, biasanya paling sering terjadi pada pria yang tidak disrikumsisi dan pada mereka yang menderita phimosis. Balanitis mempengaruhi hingga 11 persen pria di atas usia 40.

Balanitis juga dapat disebabkan oleh:

  • Infeksi
  • Penyakit menular seksual
  • Infeksi skabies
  • Sensitivitas atau alergi terhadap sabun atau bahan kimia yang keras
  • Kondisi kulit yang menyebabkan kulit kering, gatal, bersisik (seperti psoriasis dan eksim)
  • Diabetes
  • Arthritis Reaktif

Baca Juga: Serba Serbi Penyakit Peyronie, Penyebab Penis Bengkok pada Pria

Cara Membersihkan Smegma

4 Olive Oil.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika mengalami smegma, segera rekomendasikan Dads untuk membersihkannya sebelum ada infeksi lebih arah ya, Moms.

Mengutip Healthline, baiknya setelah buang air kecil bersihkan area lipatan penis dengan baik. Begitu pula setelah beraktivitas yang mengeluarkan banyak keringat, segeralah mandi dan dikeringkan dengan baik.

Ketika smegma sudah mengeras maka akan sulit dibersihkan, Dr. Suksmagita Pratidina merekomendasikan langkah berikut untuk megatasinya.

"Bagian kepala penis dengan smegma mengeras bisa diberikan oil atau cleanser dari minyak kelapa atau zaitun untuk melunakkan smegma. Setelah itu, biarkan sesaat setelah mandi, lalu dibersihkan tanpa harus dikopek agar smegma mudah terbuang," katanya.

Perlu diingat, jangan dipaksakan untuk mengupas smegma. Jika masih sulit dibersihkan, lakukan pemberian oil atau cleanser secara berulang, lalu di massage perlahan degan kapas atau tisu saat akan membersihkanya.

Sebaiknya jangan menggunakan sabun, tetapi jika diperlukan, WebMD menyarankan untuk gunakan yang lembut agar tidak mengiritasi kulit sensitif di area penis.

Jangan menggosok, menggunakan pembersih yang keras, atau menggunakan sabun lebih dari sekali sehari. Hindari juga pembersih beraroma atau bedak tabur, yang dapat menyebabkan iritasi.

Baca Juga: Benarkah Memakai Cairan Pembersih Kewanitaan Setiap Hari Membuat Vagina Kering?

Lakukan Ini untuk Mencegah Smegma

man taking shower.jpg

Foo: dreamstime.com

Selain segera mandi dan membersihkan area penis, Moms harus mengingatkan Dads untuk tidak lupa untuk mengeringkannya dulu sebelum menggunakan celana. Karena area penis yang lembab bisa menjadi sarang berkembangnya bakteri.

Selain itu, melansir National Health Service, jangan lupa untuk membersihkan pangkal penis dan testis, karena merupakan tempat keringat dan rambut bergabung dan bisa menghasilkan bau yang kuat.

Area-area tersebut perlu sering dicuci untuk menghentikan akumulasi keringat, terutama karena merupakan area yang tertutup pakaian dalam hampir sepanjang hari.

Pastikan area antara pangkal testis dan anus juga bersih dan bebas bau ya, Dads.

Waspadai juga munculnya benjolan atau pembengkakan yang tidak biasa di testis yang sebelumnya tidak ada.

Baca Juga: Ini Fakta Seputar Ukuran Penis Normal yang Dads Wajib Tahu

Itu dia Moms penjelasan seputar smegma pada kepala penis. Menjaga kebersihkan sangat diperlukan, mengingat area kemaluan yang lembab dan kotor adalah penyebab timbulnya smegma yang terinfeksi, hingga penyakit komplikasi smegma lainnya.

Smegma juga bisa dialami oleh perempuan, maka jangan lupa juga ya Moms membersihkan area kewanitaan. Sangat disarankan membersihkannya hanya menggunakan air bersih yang mengalir.

  • https://www.webmd.com/sex/what-is-smegma
  • https://www.healthline.com/health/smegma
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/320514#identification
  • https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/how-to-keep-a-penis-clean/
  • https://www.verywellhealth.com/what-is-smegma-5084996
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait