05 Januari 2019

Sudah Tahu, Berapa Lama Durasi Bercinta yang Paling Ideal?

Pertanyaan-pertanyaan ini tentu pernah singgah di benak kita sebagai pasangan suami-istri

Pernahkah di benak Moms bertanya-tanya soal durasi hubungan intim yang ideal dengan suami? Misalnya, apakah hubungan seksual cukup berlangsung selama 5 menit? Atau sebaiknya 2 jam? Apakah lama bercinta merupakan penentu kejantanan seorang pria?

Pertanyaan-pertanyaan ini tentu pernah singgah di benak kita sebagai pasangan suami-istri, bahkan acap kali menjadi topik pembicaraan dan bahan bercandaan di antara teman-teman saat berkumpul.

Padahal, menurut John Wincze, profesor perilaku manusia di Brown University, banyak kesalahpahaman, mitos, anggapan, maupun harapan dalam dunia seks yang tidak didasarkan pada fakta dan ilmu pengetahuan.

Baca Juga : 4 Film yang Bisa Dijadikan ‘Pemanasan’ Sebelum Bercinta dengan Pasangan

Nah, berikut beberapa fakta soal durasi hubungan seks antar manusia, terutama jika dilihat dari sisi suami.

Para peneliti bahkan melakukan survey dan mencatat waktu bercinta para pria.

Hasilnya, kebanyakan hubungan seksual, mulai dari saat penetrasi hingga orgasme, berlangsung antara 1 hingga 10 menit. Menurut Wincze, berdasarkan seluruh penelitian soal waktu, durasi bercinta antara 1 hingga 10 menit itu dialami sekitar 90 persen dari seluruh pria di dunia.

Angka terbaik adalah 7 hingga 13 menit Untuk menggali lebih jauh soal lama bercinta, para peneliti melakukan survey terhadap 50 konsultan dan terapis seks mengenai berapa lama hubungan seks terbaik menurut para ahli itu. Jawabannya, durasi 3 hingga 7 menit “cukup” sementara 7 hingga 13 menit “sesuai harapan”.

Baca Juga : 5 Hal yang Bisa Membuat Pasangan Kehilangan Hasrat Bercinta

Menurut para konsultan, waktu 1 hingga 2 menit terlalu pendek, sedangkan 10 hingga 30 menit dianggap terlalu lama. Ejakulasi dini bila kurang dari 60 detik Wincze menyebutkan ada banyak penjelasan medis untuk menyatakan seseorang mengalami ejakulasi dini atau tidak, namun pada umumnya predikat itu diberikan pada pria yang mengalami ejakulasi kurang dari 1 menit setelah penetrasi. 

Wincze menyebutkan ada banyak penjelasan medis untuk menyatakan seseorang mengalami ejakulasi dini atau tidak, namun pada umumnya predikat itu diberikan pada pria yang mengalami ejakulasi kurang dari 1 menit setelah penetrasi. 

Ia juga menggolongkan pria yang mengalami ejakulasi sebelum melakukan hubungan seks sebagai ejakulasi dini. “Ada beberapa orang yang terlalu cepat, bahkan hanya disentuh saja sudah langsung ejakulasi,” kata Wincze. Hal ini sebenarnya kasus yang jarang dan seringkali membutuhkan pengobatan.

Pemanasan Itu Perlu, Ini Hal yang Diharapkan Para Istri

Penelitian menunjukkan bahwa perempuan menginginkan lebih banyak foreplay dan afterplay. Survey Journal of Sex and Marital Therapy baru-baru ini terhadap 5.655 perempuan Jepang menemukan bahwa para wanita mengharapkan lebih banyak aksi sebelum dan sesudah bercinta.

Ada alasan biologis untuk hal ini. Perempuan memerlukan lebih banyak waktu untuk melumasi vagina sehingga siap berhubungan seks. Selain itu perempuan memiliki reaksi berbeda terhadap rangsangan – tidak seperti pria yang terangsang hanya dengan melihat saja – proses rangsangan terhadap perempuan membutuhkan tahapan dan waktu.

Perlu diketahui juga bahwa vagina membesar setelah menerima rangsangan, sehingga bila penetrasi dilakukan sebelumnya, bisa menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman.

Ejakulasi adalah proses neurobiologi Walaupun tidak tergolong mengalami ejakulasi dini, banyak pria kurang puas dengan durasi bercintanya. Maka cerita soal obat atau terapi yang bisa memperpanjang waktu bukanlah hal asing di kalangan pria.

Meski begitu harus diketahui bahwa ejakulasi adalah proses neurobiologi. Sesuatu yang terkait dengan banyak kondisi terutama kondisi fisiologi. Oleh karenanya, jika bertemu terapis atau konsultan seks, mungkin saran yang diberikan akan serupa: Lebih baik fokus untuk menikmati hubungan seks daripada berusaha bisa melakukannya dalam durasi yang panjang.

Baca Juga : 4 Hal yang Harus Dilakukan Agar Hubungan Seks Makin 'Hot', Termasuk Saat Foreplay

Agar Seks Bisa Lebih lama

Perbanyak variasi dan gaya bila suami atau Moms masih kurang puas dengan waktu bercinta, setidaknya ada pendekatan yang didasarkan pada pengalaman para pria untuk mendapatkan seks lebih lama sekaligus sejalan dengan filosofi “utamakan kenikmatan.”

Sebuah survey tahun 2011 terhadap 8.656  pria Australia berusia 16 hingga 64 yang dipublikasikan di Journal of Sex Research mendapati bahwa mereka yang melakukan aktivitas seksual lebih bervariasi, mendapatkan waktu yang lebih lama dibanding mereka yang melakukan hal yang sama terus menerus.

Yang dimaksud bervariasi di sini adalah soal bagaimana melakukan foreplay, posisi bercinta, lokasi dan hal lain. Intinya, berdasarkan penelitian ini, petualangan cinta bersama pasangan akan membuat pria lebih lama bercinta.

Sumber: Kompas.com

general mkt 60 gdn 728x90
Foto: general mkt 60 gdn 728x90

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.