04 Juli 2022

Bacaan Surah Dhuha Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

Memiliki 11 ayat, Surah Dhuha diturunkan di kota Makkah
Bacaan Surah Dhuha Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

Sering dibaca oleh imam saat salat tarawih ketika bulan Ramadhan dan juga dibaca saat salat sunnah dhuha di pagi hari, surah Dhuha menjadi bagian dari sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Sebagai bagian dari sunnah, beliau selalu mengamalkan dan membaca surah Dhuha di waktu yang diyakini mustajab tersebut.

Baca Juga: 7+ Pintu Rezeki yang Tertulis dalam Alquran, Yuk Buka dan Raih Berkahnya!

Kandungan Surah Dhuha

Surah Dhuha
Foto: Surah Dhuha

Foto Alquran (Sumber: Islam4u.com)

Surah Dhuha sendiri berada di dalam juz 30 atau Juz Amma. Terdiri dari 11 ayat, surah ke-93 dalam Alquran ini masuk dalam kategori surah Makkiyah atau yang diturunkan di kota Makkah setelah surah Al-Fajr.

Adh Dhuha sendiri berarti waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha). Berisikan penyebutan penjagaan Allah SWT terhadap Nabi-Nya dan karunia wahyu yang diberikan.

Dikutip dari studi Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro, terdapat banyak nilai-nilai Pendidikan dalam surah Dhuha tersebut, di antaranya:

  • Jangan larut dalam urusan duniawi karena duniawi urusan bisa melenakan
  • Kesenangan akhirat lebih penting dari dunia urusan karena kehidupan di dunia hanya bersifat sementara
  • Berlaku lemah lembutlah kepada anak yatim, jangan bertindak kasar kepadanya bahkan saat menegurnya
  • Selalu ingat nikmat yang telah Allah SWT berikan dan tidak boleh mempersekutukanNya
  • Kekalnya kenikmatan itu sebagai bentuk hiburan bagi beliau dan peringatan bagi orang yang beriman agar bersyukur
  • Isyarat dari Allah SWT bahwa kehidupan Nabi Muhammad SAW dan dakwahnya akan berkembang
  • Larangan menghina anak yatim dan menghardik orang-orang yang minta-minta
  • Perintah untuk nyebut nikmat yang diberikan oleh Allah SWT sebagai tanda bersyukur
  • Allah tidak sekalipun meninggalkan Nabi Muhammad SAW

Baca Juga: 9+ Rangkaian Nama Bayi Perempuan dalam Alquran 3 Kata, Cantik!

Bacaan Surah Dhuha beserta Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Cara Cepat Menghafal Alquran
Foto: Cara Cepat Menghafal Alquran

Foto ibu mengajarkan anaknya membaca Alquran (Sumber: Orami Photo Stock)

وَٱلضُّحَىٰ

(Waḍ-ḍuḥā)

Artinya: “Demi waktu matahari sepenggalahan naik,”

وَٱلَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ

(Wal-laili iżā sajā)

Artinya: “Dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),”

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

(Mā wadda’aka rabbuka wa mā qalā)

Artinya: “Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu,”

وَلَلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰ

(Wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā)

Artinya: “Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan),”

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰٓ

(Wa lasaufa yu’ṭīka rabbuka fa tarḍā)

Artinya: “Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas,”

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

(A lam yajidka yatīman fa āwā)

Artinya: “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?”

وَوَجَدَكَ ضَآلًّا فَهَدَىٰ

(Wa wajadaka ḍāllan fa hadā)

Artinya: “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,”

وَوَجَدَكَ عَآئِلًا فَأَغْنَىٰ

(Wa wajadaka ‘ā`ilan fa agnā)

Artinya: “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan,”

فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

(Fa ammal-yatīma fa lā taq-har)

Artinya: “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang,”

وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ

(Wa ammas-sā`ila fa lā tan-har)

Artinya: “Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya,”

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

(Wa ammā bini’mati rabbika fa ḥaddiṡ)

Artinya: “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan,”

Baca Juga: 8 Nama-Nama Surga yang Disebutkan dalam Alquran dan Calon Penghuninya, Masya Allah!

Asbabun Nuzul Surah Dhuha

Keutamaan Membaca Alquran -1.jpg
Foto: Keutamaan Membaca Alquran -1.jpg (Orami Photo Stock)

Foto Alquran (Sumber: Orami Photo Stock)

Asbabun nuzul atau sebab-sebab turunnya surah Dhuha ini diambil dari janji Allah SWT pada ayat pertama ‘demi waktu duha’, yaitu waktu ketika matahari sudah naik sekitar sepenggalah.

Surah ini diturunkan setelah beberapa waktu Nabi Muhammad SAW tidak mendapatkan wahyu dari Allah SWT. Ini membuat kaum kafir Makkah menghinanya dengan ucapan ‘Muhammad sudah tidak dipedulikan Tuhannya’.

Pada kisah lain yang diriwayatkan oleh Al Aswad bin Qais, Jundub bin Sufyan mengisahkan, seorang dari kaum kafir tersebut, Ummu Jamil binti Harb, istri Abu Lahab, berkata kepada beliau:

"Wahai Muhammad, aku benar-benar berharap setanmu telah meninggalkanmu. Sebab, aku tidak lagi melihatnya sejak dua hari atau tiga hari ini." (HR Bukhari)

Surah Dhuha ini menegaskan bahwa Allah SWT sama sekali tidak meninggalkan atau memurkai nabi Muhammad SAW. Sebaliknya, Allah SWT selalu menjaga beliau tanpa terputus.

Tidak hanya berisi janji Allah SWT atau jawaban atas hinaan dari istri Abu Lahab saja, dalam surah Dhuha juga melarang berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta.

Terdapat pula perintah dari Allah SWT agar seluruh umat Islam tetap ingat untuk selalu mesyukuri segala nikmat yang diberikan-Nya.

Sebagai bentuk pengingat, surat Dhuha sangat baik untuk dibaca secara rutin saat salat, terutama pada saat menjalankan salat Dhuha. Abu Haurairah berkata:

"Rasulullah SAW berwasiat padaku tiga hal: pertama puasa tiga hari setiap bulan, kedua dua rakaat duha (setiap hari), ketiga salat witir sebelum tidur."

Selain itu, dalam hadis lain juga disebutkan bahwa, "Barang siapa menjaga salat dhuha, maka Allah akan mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan."

Baca Juga: 114 Daftar Surat Alquran Beserta Artinya yang Wajib Diketahui

Fadhilah Surah Dhuha

59 Nama Lain dari Alquran, Masya Allah!
Foto: 59 Nama Lain dari Alquran, Masya Allah! (Orami Photo Stocks)

Foto Alquran (Sumber: Orami Photo Stock)

Jika melihat kandungan dan juga asbabun nuzulnya, surah Dhuha memiliki fadhilah atau keutamaan tersendiri.

Misalnya surah ini termasuk dalam Al-Mufashshal yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Sehingga, beliau memiliki keutamaan dibandingkan dengan nabi-nabi pendahulunya.

Fadhilah selanjutnya, apapun yang ada pada dirinya akan bersaksi untuknya di hari kiamat, dan dia akan masuk surga lewat pintu yang diinginkannya.

Fadhilah lainnnya adalah surah ini dapat dijadikan doa atau wasilah agar memperoleh syafaat dari Nabi Muhammad SAW di hari kiamat.

Selain itu juga dapat memperoleh pahala sepuluh kali lipat jumlah semua orang peminta-minta dan anak yatim, dan mengembalikan orang-orang yang tersesat dengan selamat.

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barangsiapa yang membaca surah ini, maka wajib baginya memperoleh syafaat dari Nabi Muhammad SAW di hari kiamat, dicatat melakukan kebaikan sepuluh kali lupat dari jumlah semua orang yang meminta-minta dan anak yatim,

jika menulisnya atas nama orang yang hilang dan tersesat, maka ia dapat pulang kepada para sahabatnya dengan selamat. Dan jika seseorang melakukan sesuatu di suatu tempat, lalu ia mengingatnya dan membaca surah ini, maka Allah akan menjaganya sampai ia mengambilnya kembali." (Tafsirul Burhan)

itulah pembahasan mengenai surah Dhuha yang dapat menjadi pedoman untuk selalu bersyukur dengan segala bentuknya.

  • https://media.neliti.com/media/publications/299409-nilai-nilai-pendidikan-dalam-surah-ad-dh-491e525c.pdf
  • https://tafsirweb.com/37362-surah-adh-dhuha.html
  • https://katadata.co.id/intan/berita/6188aefbed1d7/terjemahan-surah-ad-dhuha-beserta-maknanya
  • https://p2k.unkris.ac.id/id3/1-3065-2962/Adh-Dhuha_26266_s2-unkris_p2k-unkris.html
  • https://www.abusyuja.com/2021/03/surah-adh-dhuha-pokok-kandungan-keutamaan-manfaat.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb